Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 60


__ADS_3

Salwa sudah menitikan air mata saat bercerita semuanya pada suaminya. Satya mengepalkan tangan nya mendengar cerita Salwa. Satya benar benar kesal pada Bella yang terus saja menganggu rumah tangga nya.


"Sayang, kamu jangan percaya gitu aja sama Dia" Satya turun dan duduk di lantai sambil menggenggam tangan istrinya yang duduk di pinggir tempat tidur.


"Apa benar kalau anak yang di kandung Mbak Bella adalah anak kamu Mas?" tanya Salwa dengan suara parau


"Sayang dengerin aku" Satya mendongak kan kepalanya untuk menatap wajah istrinya


"Seberengsek berengsek nya aku, aku tidak pernah sampai melakukan itu dengan wanita manapun selain kamu" jelas Satya


"Tapi dulu kamu kan....Hiks... Sering ciuman sama Mbak Bella... Hiks hiks" Salwa menangis sesenggukan seolah luka lamanya kemabali terbuka


Satya diam, mengingat semua kelakuan nya dulu bersama Bella benar benar tidak berfaedah. Satya membayangkan bagaimana sakit hati istrinya saat melihat suaminya malah berciuman dengan wanita lain di depan nya. Satya semakin merutuki kebodohan nya selama ini.


'Sungguh kau wanita tersabar sayang' Satya


"Apa benar kamu hanya menjadikan aku pelampiasan Mas?" tanya Salwa lagi masih dengan tangisnya

__ADS_1


Satya terkejut mendengar pertanyaan Salwa. Dia sama sekali tidak pernah berfikir untuk menjadikan Salwa pelampiasan. Satya sudah benar benar jatuh cinta pada istrinya ini.


"Sayang kamu ngomong apa? Aku tidak pernah menjadikan mu pelampiasan. Aku mencintaimu Sayang " Satya mencium kedua tangan Salwa yang di genggamnya


"Sayang apa yang Dia ceritakan sama kamu itu bohong. Biar aku jelaskan semua yang terjadi kenapa aku sampai memutuskan nya" kata Satya


Satya pun menceritakan semuanya, mulai dengan perselingkuhan Bella dan Sandi. Satya juga menceritakan tentang Bella yang mengandung anak nya Sandi dan bukan anaknya. Dia juga menceritakan tentang penyesalan nya selama ini, setelah tahu kelakuan Bella. Satya baru sadar tentang ketulusan cinta Salwa untuk nya.


Salwa terdiam mendengarkan cerita suaminya itu. Ada rasa lega di hatinya saat tahu kalau suaminya tidak sampai melakukan itu dengan Bella dan anak yang di kandung Bella bukanlah darah daging suaminya.


"Kamu harus percaya sama aku Sayang" Satya mulai gelisah melihat Salwa hanya diam, Satya takut Salwa akan pergi meninggalkan nya.


"Sayang aku tidak berbohong. Itulah kenyataan nya" kata Satya


"Entah apa yang terjadi dengan ku Mas. Aku merasa menjadi wanita yang bodoh, tapi inilah yang aku rasakan. Kau tentu ingat bagaimana kejam nya kau dulu padaku." Salwa tersenyum getir


"Kau memperlakukan ku tak lebih baik dari seorang pembantu. Tapi bodohnya aku tidak bisa membohongi perasaan ku. Aku mencintai mu Mas, karna inilah janjiku pada Allah. Aku hanya akan mencintai dan jatuh cinta pada suamiku kelak siapapun itu termasuk kamu." Salwa memandang kosong dengan mata berkaca kaca

__ADS_1


"Dan mungkin Allah menjabah ucapan ku sehingga aku jatuh cinta dan mencintaimu. Aku akan mencoba percaya padamu untuk saat ini. Tapi aku mohon jangan lukai aku yang sudah rapuh ini Mas" tangis Salwa pun kembali pecah


Satya diam, semua ucapan Salwa seakan menamparnya dan menyadarkan nya tentang semuanya. Salwa bagaikan lapisan tipis air yang beku, sentuhan mampu hancurkan Dia saat ini.


Salwa begitu rapuh karna nya, semua karna nya. Satya sadar itu dan sekarang Satya akan membuat Salwa yang sudah rapuh itu menjadi lebih kuat lagi. Satya akan menjaganya selalu.


"Sayang maafkan lah semua yang telah aku lakukan selama ini. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku. Percaya lah aku tidak melakukan itu pada Dia. Semua yang Dia bicarakan bohong" kata Satya memohon


Tanpa sadar air matanya ikut menetes mengenai tangan Salwa yang masih di genggam nya. Satya pun segera menghapus air mata yang ada di tangan Salwa lalu Dia mencium tangan istrinya.


"Mas aku percaya sama kamu" kata Salwa lirih bahkan seperti bisikan


Satya mendongak kan kepalanya dan menatap Salwa dengan mata basah. Satya segera berdiri dan memeluk istrinya dengan erat. Satya mencium puncak kepala istrinya berkali kali. Hatinya lega sekarang.


Salwa pun membalas pelukan suaminya dengan masih menangis. Salwa percaya pada suaminya itu. Salwa melihat kesungguhan dari mata Satya saat menatapnya. Salwa tidak mau rumah tangga nya hancur karna kesalah faham man. Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Sekarang mereka tinggal menata masa depan mereka dan anak anak mereka nanti.


**Jangan lupa Vote nya.

__ADS_1


Like komen juga


🤗🤗🤗😍😍😍**


__ADS_2