
__ADS_3
Di sebuah kamar berlantai keramik putih minim perabotan, Calista meringkuk tak berdaya. Kedua tangan terikat ke belakang, sementara kedua kaki juga terikat. Selain wajahnya yang baba-k belur, jilbab biru mudanya juga nyaris lepas dari kepala. Calista yang terus berlinang air mata, makin terengah-engah.
__ADS_1
Kenyataan mulutnya yang disumpal, tak hanya membuat Calista tak bisa berteriak. Karena sekadar bernapas saja, Calista jadi kesulitan.
__ADS_1
Tatapan Calista yang bergetar, kembali mengawasi sederet lemari etalase yang isinya sukses me...
__ADS_1
__ADS_2