
__ADS_3
Selesai makan merek ke ruang tamu, alvian melihat kalo ada yang lupa tapia apa yang di lupakan, alvian pun berusaha mengingat apa yang dia lupakan sampai dia ingat kalo anak pertama dan istri ya dia tidak pernah melihatya,alvian yang gak tau keberadaan mereka dia bertanya ke albian.
"bian dimana kakak dan ibumu kenapa dari pagi sampi sekarang papa tidak melihat mereka"kata alvian bertanya ke bian
mereka yang bendengar pertanyaan papa/om mereka berhenti bemain mereka melihat ke alvian, sedangkan bian yang lagi membaca buku heren karana papa ya bertanya keberadaan kakak dan ibunya dia heran kenapa papa menanyakan keberadaan mereka padahal selama lni papa tidak memperdulikan keadaan keluarganya, begitu juga pikiran teman bian dan bara.
"kenpa papa"kata bian
"gak ada sih cum ini sudah malam ke mana mereka apa mereka gak ada jam mereka gaknmelihat ini sudah malam tapi mereka belum pulang ke rumah sampai apa merek gak tau jalan pulang"kata alvian sambil melihat pintu.
"kak alvaro lagi ngupul sama sahabatya kalo bunda dia lagi di rumahsakit kata bunda temanya mengalami kecelakaan jadi bunda ke sana untuk membantu teman bunda karna teman bunda gak ada kelurganya jadi gak ada yang mengurusya saat dia sakit"kata bara dengan senyum di wajanya karna di pikir papanya sudah muli berubah.
"benar varo dia lagi ngumpul sama sahabatya dia tidak balapan"kata alvian menatap bian mengan mata yang tajam seperti mengatakan jangan berbohong.
"yang di katakan bara benar kak varo lagi ngumpul dia tidak balan"kata bian merasakn tatapan mata papaya walaupun dirinya merasakan takut ke papanya karna tatapan matan papa ya sangat menyeramkan,tapi diamenjawab pertanyaan papaya dengan tenang karna dia tidak berbohong .
Alvian menatap mata bian melihat ada tidak ke bohongan di kedua mata bian tapi yang dia lihat tidak ada kebohongan di mata bian jadi dia merasa kebenaran.
"kalo begitu suruh dia pulang dan papa tidak terim penolakaan dan untuk bunda bilang ke dia jangan terlalu capek gak baik untuk kesehatan, ya sudah papa ke atas dulu kalian kalo sudah selesai mainya cepat tidur besok kalian sekolah"kata bian sambil berjalan ke tangga ke kamarya.
"baik papa/om vian"kata mereka bersamaan.
Bara yang mendengar perkataan papaya merasa senang karna papanya sedikit mulai sedikit papanya tidak mengabaikan merek lagi begitu juga yang di rasakan bian tapi dia menutup kebahagiyaanya dengan wajah datarya.
Para sahabat si kembar juga merasa senang karna papa sahabat mereka mulai berubah membuat sikembar merasa senang.
"kak bian cepat telpon kak varo suruh dia pulang"kata bara.
Bian yang mendengar perkataan bara mengiyakanya, bian pun mengabil telfon ya dan menelfon varo, tak lama kemudian varo mengakat telpon.
"ada apa"kata varo di telpon bian.
__ADS_1
"pulang"kata bain to the poin.
"ngumpul"balas varo.
"di suruh pulang"kata bian
"siapa"kata varo.
"papa"kata bian.
"gak"balas varo dan mematikan sambungan telpon mereka.
bara dan yang yang lain melihat penghilan telpon bian berakbir, bian pun bertanya.
"apa kata kak varo dia akan pulangkan"kata bara dengan suara tidak seperti suaranya yang tadi yang bahagia tapi ini suara yang seperti suara kesedihan.
Bian yang mendengar suara bara sedih membuat dirinya tidak ingin menjawab tapi kalo dia tidak menjawab tetap sama saja pasti bara akan sedih jadi memilih menjawabya.
"kenapa kan sudah di suruh oleh papa kalo kak vato di suruh pulang"kata bian dengan suara kecil.
"kak varo tidak ingin mendengar perkataan papa karna itu dia tidak akan pulang hari ini"kata bian
"tapi bagai mana nanti papa marah terus dia kaya dulu lagi bara tidak ingin papa kaya kemarin kak bian"kata bara dengn suara menahan tangisan ya.
"tanang papa tidak akan berubah kaya dulu lagi kan papa sudah berjanji ke bian kalo papa akan berubah menjadi lebih baik dan di keluarga kita di larang melanggar janji yang telah dia berikan kalo itu baik kau mengerti jadi papa gakakan berubah"kata bian ke bara.
"benar papa tidak akan berubah karna di keluarga papa turun temurun tidak pernah mengikar janjinya jadi tidak mukin papa akan berubah ya kan kak bian"kata bara dengan suara senang.
Bian yang melihat kembaranya senang dia ikut senang walau di hatinya dia merasa sakit karna keluargan ya tidak pernah bahagia karna papa selalu mengabaikan mereka dari kecil jadi dia ingin papaya tidak pernah berubah selalu seperti hari ini tidak mengacuhkan mereka.
"lebih baik kita semua tidur, bagaimana dengan kalian"kata bian ke para sahabatya.
__ADS_1
"kami juga akan tidur"kata mereka karn mereka akan nginap di rumah si kembar.(baju dan peralatan sekolah mereka bawa jadi mereka tidak perlu takut telat sekolah)
Merekapun pergi ke kamar mereka dan untuk sahabat si kembar mereka tidur di ruang tamu.
********
Di sisi lain alvian lagi duduk di rung kerjaya dia lagi mengerjakan dokumen yang menupuk di sana samapi selesai saat dia melihat jam di sana terlihat jam 12.55 alvian merapikan dokumenya di mejanya, selesai merepikan dokumen alvian keluar ruang kerja.
Setelah keluar ruang kerja alvian mau ke kamarya tapi berhenti karna di berjalan ke dapur untuk minum.
Selesai minum alvian yang batu mau naik ke tangga berhenti karna dia mendengar suara pintu terbuka.
Yang membuka pintu teryata anak pertamanya alvaro yang baru pulang, dia heran kenapa varo bisa pulang larut malam padahal dia sudah bilang ke bian untuk menenpon untuk menyuruh varu pulang.
"baru pulang"kata alvian dengan suara dingin
Alvaro yang mendengar suara yang di mana dia kenal itu suara papa ya dia pun berhenti berjalan dan melihat papanya lagi di tangga menatapya dengan diangin yang di mana membuatya merindiang dengan tatapan papanya tapi dia tepis karna dia tidak ingin terlihat lemah di depan papanya.
"saya bilang baru pulang apa kau tidak di telpon adikmu bahwa saya suruh kamu pulang tapi kenapa sekarang kau pelang apa kau tidak melihat ini sudah tengah malan"kata alvian di depan alvaro.
"apa perdulimu terserah saya mau pulang kapan saja kau jangan ikut camput urusan kehidupan saya"kata alvaro tanpa memperdulikan papanya alvaro berjalan ke live.
"saya papa mu begini cara kau berbicara dengan lebih tua kau tidak di ajarkan cara menghormati orang lebih tua dan saya gak pernah menyuruh mu pergi jawab pertanyaan saya alvaro axsar kenapa sekarang kau pulang"kata alvaro memegang tangan alvaro tapi baru dia memegang tangan alvaro, alvaro menepis tanganya dengan kasar.
"itu karna saya tidak ingin mengkuti apa yang kau suruh tuan lebih baik saya tidak pulang daripada mengikiti apa yang kau katakan dan masalah sopan santun saya tenang saja karna saya sudah di ajarkan oleh bunda saya untuk tidak mengacuhkan keluarga sendiri"selesai mengatakan itu alvaro berjalan ke live meninggalkan alvian di sana.
Alvian yang mendengar perkataan alvaro mematung dia merasakan hatinya sakit karana perkataan lavaro.
Alvian sadar kalo di sendiri diapun berjalan kembali ke kamarya, sesampa di kamarya alvian membersihkan dirinya sendiri setelah membersihkan dirinya dia berbaring di kasur memajamkan mataya.
Tapi di pikiranya dia mengingat perkataan alvaro membuat hatinya merasakan sakit sampai dia pun tertidur.
__ADS_1
____________________________________________________________ SAMPAI DI SINI DULU SELAMAT MEMBACA
__ADS_2