
__ADS_3
Jepang.
24 Desember. Pukul 15.00
Si salah satu wilayah,terdapat sebuah rumah.
Rumah itu di kelilingi pagar setinggi 2 meter.
Di sebuah ruangan,terdapat 3 orang pemuda berasal dari Indonesia. Mereka adalah Daniel, Bimo dan Lukman.
Di hadapan mereka terdapat cemilan dan minuman.
" Man..." ucap Daniel.
"Opo.." ucap Lukman.
" Nang kene ono Gerejo gak yo..." ucap Daniel.
" Yoo embooh...
"Kowe arep nang Gerejo kah?" ucap Lukman.
" He eh...
" Sesuk natal re..." ucap Daniel.
" Jajal takon Ayu... ( coba tanya Ayu)
" Dia kan yang hapal daerah sini.." ucap Lukman.
"Ayu loh wonge gak eneng..." ucap Bimo.( Ayu loh orangnya tidak ada)
Daniel mengambil rokok lalu menyalakannya.
"Biasane... Aku nak bengi iki nang Gerejo..(Biasanya..Aku kalau malam ini ke gereja)
" Yen gak nang Gerejo rasane ra penak blass..." ucap Daniel.( Kalau tidak ke gereja rasanya tidak enak sama sekali)
" Yoo sabar Niel..." ucap Lukman lalu mengambil rokok kemudian membakar ujungnya.
" Oh iya..
" Kan biasane nang tivi di siarke acara paus to...
" Anggep wae kowe nang Gerejo karo ndelok tivi.." ucap Bimo.
" Iki Jepang Bim... Uduk nang Indonesia...
" Belum tentu ada siaran langsung dari petikan..." ucap Lukman.
"Vatikan cempee... Bukan petikan.." ucap Daniel.
" Nah itu dia... Vatikan..." ucap Lukman.
" Isin aku...
" Ini loh rumahnya orang.. Masa iya ku nyalakan tivi tanpa permisi...
" Nyesel aku gak melu belajar bahasa Jepang karo Bayu...
" Coba kalau ikut belajar...
" Pasti aku bisa bahasa Jepang..." ucap Daniel.
" Aku iso boso jepang... " ucap Lukman.
" Paling ikeh - ikeh... Ahhh.... Aaah... " ucap Bimo.
" He eh.... Kok kowe weruh Bim ?" ucap Lukman. ( Kok kamu tahu Bim)
"Waasssuuuu..." ucap Bimo.
Daniel melempar kulit kacang ke muka Lukman.
" Eh... Ngomong - ngomong kalian ono ngentu maneh gak?" ucap Lukman.
" Ada..." ucap Daniel.
"Ora..." ucap Bimo.
" Kowe jek ngentu cah kuwi Niel?" ucap Lukman.
" Iyalah... Dianya juga mau kok... Ya ku sodok lah....
" Lah awakmu piye..." ucap Daniel.
" Podo.... Aku yo ngentu... " ucap Lukman.
" Diampuuut... " ucap Daniel.
" Jiangkreek...
" Kalian ngentu kok aku jadi pengen yo.. " ucap Bimo.
" Yo ndang ngentu kono...
" Mumpung ono wongee...
" Yen wes balek nang Jakarta gak iso ngentu maneh kowe Bim karo cewek Jepang.." ucap Daniel.
Bimo kemudian berdiri lalu berjalan.
" Mau kemana Bim?" ucap Lukman.
" Ape ngentu..." ucap Bimo.
" Jancoook...." ucap Lukman dan Daniel lalu ikut berdiri.
" Kenapa kalian berdiri?" ucap Bimo.
" Aku yo pengen ngentu..." ucap Daniel.
Mereka kemudian berjalan ke arah kamar.
Tiba - tiba seorang wanita dewasa menghampiri mereka sambil membawa telpon rumah yang berbentuk seperti handphone.
" Daniel san...." ucap wanita itu.
Daniel menghentikan lalu menoleh ke arah wanita tersebut.
" Saya... " ucap Daniel sambil menunjuk dirinya.
Wanita itu memberikan telpin ke Daniel.
Daniel paham maksud wanita itu,lalu menerima dan menempelkan di telinga.
" Haloo...." ucap Daniel.
" Daniel... Ini saya kakeknya Bayu..." suara Zhang.
" Iya Pak... Ada apa?" ucap Daniel.
" Apakah kamu bisa membobol CCTV ?" suara Zhang.
" Kok mbah buyutnya Bayu bisa tahu ya aku bisa bobol CCTV " ucap Daniel dalam hati.
" Bisa pak,jika terhubung internet,maka saya bisa membobolnya,akan tetapi bila tak terhubung wifi,maka saya harus ke panel controlnya..." ucap Daniel.
" Begini...
" Bayu sedang ke Nagasaki untuk membunuh clan Uchiha...
" Bunuh clan Uchiha ?" ucap Daniel dalam hati.
" Tolong bantu dia... Apa kamu bisa ?" suara Zhang.
" Bisa pak..." ucap Daniel.
" Bagus... Segera kemasi barang yang akan kamu bawa. Tidak usah semuanya...
" Berikan lagi telponnya ke wanita yang ada di depanmu." suara Zhang.
" Baik pak..." ucap Daniel.
Daniel memberika telpon tersebut ke wanita yang ada di depannya.
" Apa pengawal mendengar obrolanku waktu aku di balkon ya..
" Terus pengawal itu memberi tahu ke mbahnya Bayu...
" Mampus aku...." ucap Daniel dalam hati.
" Ada apa Niel?" ucap Lukman.
" Mbahnya Bayu ngongkon aku nyusul Bayu.." ucap Daniel.
" Aku karo Bimo piyee..?" ucap Lukman.
" Kalian tetap di sini..." ucap Daniel.
----***---
Indonesia.
Jakarta 25 Desember.
Pukul 8.15
Kediaman rumah Bayu.
Nampak Dewi yang baru selesai bersih - bersih rumah sedang duduk santai di kursi. Biasanya ia selesai membersihkan rumah pukul 10.30. Berhubung rumah sepi tak ada penghuni,hanya ada 3 orang. Otomatis pekerjaannya terasa ringan. Sementara para penjaga berada di pos depan rumah.
" Sepinya...
Dewi menoleh kanan dan kiri.
Tak ada seorang pun terlihat. Biasanya ada penjaga yang berpatroli maupun berdiri.
Kini sepi bagaikan di hutan.
Dewi teringat tentang peliharaan burung milik Bayu.
" Oh iya... Burung Beo nya belum di kasih makan...
" Hampir saja lupa..
" Kalau mati bisa berabe...
Dewi berdiri lalu berjalan menuju kandang burung Beo.
Sesampainya di kandang burung Beo.
" Nah kan habis makanannya....
Dewi berjalan ke Gazebo,ia teringat Bayu menaruh makanan burung Beo di dalam lemari.
Setelah mengambil makanan burung, Dewi memberikan pada burung Beo tersebut.
" Sayang...." ucap Dewi.
" Sayang..." ucap Beo menirukan suara Dewi.
"Eh....!!??
" Kamu dah bisa ngomong...?" ucap Dewi.
" Assalam mua'laikum..." ucap Beo.
" Wa'alaikum salam..." ucap Dewi.
" Keboo..." ucap Beo.
" Heeeh...????
" Jancook.... " ucap Beo.
" Siapa yang mengajarimu ?" ucap Dewi penasaran
" Mbak Dewi..." ucap Beo.
" Mana ada aku mengajarimu..." ucap Dewi.
" Wedus.... Wooook..." ucap Beo.
" Sialan..." ucap Dewi.
" Sialan...Sialan...." ucap Beo.
Dewi menggeleng - gelengkan kepala melihat dan mendengar ucapan burung Beo tersebut.
" Jancook...
" Keboo...
" Ceweek....
" Mbak Dewi...
" Jancok..." ucap Beo.
" Kamu mau ku potong...?" ucap Dewi gregetan mendengar ocehan burung Beo.
__ADS_1
" Suuit .... Suuuuuiiit...
" Ceweeeeek.... " ucap Beo.
---***----
Cafe Mantan.
25 Desember.
Pukul 10.00.
Nampak 2 orang pria yang merupakan anak buah Bayu yang bekerja di Cafe sedang memberi makan burung yang di pelihara. 2 pria itu bernama Rian dan Didit.
Burung itu berkicau karena mendengar kicauan burung lain yang terdapat di Cafe.
" Dit..." ucap Rian.
" Ya.." ucap Didit.
" Ne burung kalau di ikutkan lomba menang gak ya.." ucap Rian sambil memberi makan burung Cucak Ijo.
" Mana gue tahu... " ucap Didit.
" Lu dengar sendirikan suaranya.." ucap Rian.
" gue gak ngerti masalah begituan...
" Lu mau bawa burung ini ikut kontes kah?" ucap Didit.
" Iya...
" Tapi... Bos gak ada..." ucap Rian.
" Telpon aja Paijo..." ucap Didit.
" Boleh juga usul lu...
" Soalnya besok ada kontes kicau mania di dekat sini..." ucap Rian.
Rian mengambil hapenya,lalu menghubungi Paijo.
----***---
Kediri.
Nampak Cintya bersama bu Intan duduk bersama.
" Tante...." ucap Cintya.
" Iya..." ucap bu Intan.
" Cintya mau nanya..."ucap Cintya.
" Nanya apa ?" ucap bu Intan.
" Apakah Paijo berhenti merokok..?" ucap Cintya.
" Hem... Setahu tante seh akhir - akhir ini tante lihat Paijo gak merokok di Cafe...
" Emang ada apa?" ucap bu Intan.
" Gak ada apa - apa tante.." ucap Cintya.
" Ooo... Apakah wanita yang meminta berhenti merokok itu adalah kamu Cint?" ucap bu Intan.
" Kok tante tahu...?" ucap Cintya.
" Tante tahu karena Paijo ada cerita ke tante...
" Tapi dia gak ngasih tahu siapa wanita itu..
" Tante pikir itu Fitri..." ucap bu Intan.
" Fitri...?
" Fitri yang magang itukah tante ?" ucap Cintya.
" Iya...
" Kamu tahu gak Cint...
" Dulu....
"Almarhum papanya Putri sebelum menikahi tante itu perokok berat...
" Sehari semalam bisa 3 bungkus rokok..
" Terus tante beri tahu ke dia..
" Kalau kamu benar - benar mencintaiku..
" Cintai dulu dirimu dengan berhenti merokok..
" Bagaimana kamu cinta padaku sedangkan badanmu sendiri saja kamu racuni setiap hari...
" Terus papanya Putri berhenti merokok...
" Sejak itulah tante mencintai dia,lalu menikah....
" Tante lihat...Paijo itu orangnya baek...
" Gak macam - macam...Ibadahnya rajin...
" Setiap subuh selalu bangunin tante.." ucap bu Intan.
" Masa tante?" ucap Cintya.
" Tante bilang apa adanya...Sesuai apa yang tante lihat.." ucap bu Intan.
" Hem... Apakah Paijo ada jalan sama cewek ?" ucap Cintya.
" Gak ada...
" Cumaan..." ucap bu Intan.
" Cuman apa tante..?" ucap Cintya.
" Kadang Paijo mengantar Fitri saat pulang kerja..." ucap bu Intan.
" Serius tante?" ucap Cintya.
" Ya serius... Cuman mengantar saja.. Setelah itu pulang..
" Soalnya Paijo sampai rumah pas Magrib gitu...
" Jika Paijo umurnya seperti almarhum papanya Putri..
" Jangan tante...." ucap Cintya.
" Ha...Ha...Ha...Ha...
" Becanda...." ucap bu Intan.
----***---
JEPANG.
Kota Nagasaki
26 Desember.
Pukul 19.30.
Pov Bayu.
Aku baru sampai di sekitar wilayah yang menjadi salah markas clan Uchiha. Lebih tepatnya di sebuah kamar hotel.
Aku sekamar dengan ibuku,itu kulakukan karena aku akan mengunakan ajian Rogoh Sukmoku untuk melihat ke dalam markas clan Uchiha tersebut. Ibuku akan menjagaku selama sukmaku terlepas dari ragaku.
" Bu..." ucapku.
" Ya sayang..." ucap ibuku yang duduk di sampingku.
" Apakah kita gak berdosa bila kita pergi membunuh lagi...Apalagi ini misi balas dendam bukan menyelamatkan atau melindungi" ucapku.
" Berdosa sayang...
" Kita di sini hanya menjaga mereka saja..
" Urusan membunuh... Biarkan mereka...
" Sayang cukup beritahu letak posisi musuh..
" Baik yang nampak,maupun yang sembunyi..." ucap ibuku.
" Baiklah...
" Bayu akan pergi mengeceknya bu..." ucapku.
Ku duduk bersila lalu memejamkan mata. Dalam hatiku membaca mantra ajian Rogoh Sukmo.
Tak lama kemudian,sukmaku keluar dari ragaku.
Ibuku dapat melihat sukmaku,bahkan berkomunikasi.
" Bu... Bayu pergi dulu..." ucapku.
" Ya sayang... Berhati - hatilah.." ucap Ibuku.
Aku langsung melesat menuju markas clan Uchiha.
Aku tahu letaknya karena sudah di beritahu oleh ayahku.
Ku menembus tembok bangunan lalu melesat dengan cepat ke arah markas clan Uchiha.
Sesampai di sana, ku melihat beberapa orang berjaga di pintu.ku langsung melesat ke setiap ruangan,guna mencari keluarga Uchiha.
Setiap ruangan ku masuki.
Ku melihat orang yang nampak,maupun yang bersembunyi,kemudian ku melihat orang yang mirip dengan Madara.
" Jadi dia to biang keladinya...
Kemudian ke telusuri semua ruangan dan menghapal berapa orang yang berjaga.Tak lupa juga ruang control CCTV serta letak kamera CCTV.
Setelah selesai,aku langsung kembali ke ragaku.
" Dia ada di sana bu...
"Penjagaanya sangat ketat..." ucapku.
" Beri tahu ke ayahmu..." ucap ibuku.
" Baik bu...." ucapku.
Ku beranjak dari tempat tidur,lalu berjalan menuju kamar yang di tempati ayah mertuaku.
Di saat aku berjalan di lorong,ku melihat 2 orang yang ku kenal berjalan berlawanan arah denganku.Yaitu Malik dan Daniel.
" Danieel...!!??..
Begitu dekat dengan sahabatku,ku mengulurkan tanganku.
" Kok kamu di sini?" ucapku.
" Di suruh datang sama kakekmu Bay..." ucap Daniel.
" Ooo... Begitu...
" Ini aku sudah tahu letak posisi musuh..." ucapku.
" Kapan kamu kesananya Bay?" ucap Malik heran.
" Sekitar 5 menit yang lalu kang..." ucapku.
" Kamu pake ajian ya...?" ucap Malik.
" Iya...
" Aku tinggal dulu... Mau nemuin ayah mertuaku...Tolong tunggu di sini,aku hanya sebentar saja" ucapku kemudian meninggalkan Malik dan Daniel.
Begitu sampai di depan pintu kamar.
Tok....Tok...Tok...
" # Ayah...Ini saya Bayu...." ucapku.
Pintu terbuka.
Nampak seorang penjaga yang membukakan pintu.
Aku masuk ke dalam,ketika berada di dalam,ku melihat ayah mertuaku bersama ayahnya.
" # Ayah..." ucapku.
" Iya Bayu san..." ucap ayah mertuaku.
" # Bayu sudah mengawasi markas clan Uchiha.." ucapku.
" Apakah Madara ada di sana?" ucap ayah mertuaku.
__ADS_1
" # Ada ayah...
"# Saya sudah menghitung semua pasukannya,baik yang kelihatan.. Maupun yang sembunyi.." ucapku.
" Bagusss....
" Tengah malam nanti kita akan menyerang..." ucap ayah mertuaku.
" # Ayah... Saya kembali dulu ke kamar..." ucapku.
"Iya... 2 jam lagi.. Segera berkumpul..." ucap ayah mertuaku.
" # Baik ayah..." ucapku.
Akupun segera keluar dari kamar ayah mertuaku.
Nampak Daniel dan Malik masih berada di tempatnya menungguku.
" Niel..." ucapku setelah sampai.
" Opo..." ucap Daniel.
" Piye carane hack CCTV?" ucapku.
" Ayo melu aku..." ucap Daniel.
Kami bertiga berjalan ke arah kamar yang di tempati Daniel.
Begitu sampai di kamar,Daniel mengeluarkan peralatannya,ada Laptop, dan flasdish yang terdapat jaringan internet.
" Jika pake Wifi butuh waktu lama aku membobolnya..
" Akan tetapi... Bila Flasdis ini..
" Tidak butuh lama aku bisa mengendalikan CCTV itu Bay..." ucap Daniel.
" Hem.... Begitu ya..." ucapku.
" Iya... Harus ada seseorang yang bisa menyelinap masuk ke dalam control panel CCTV..." ucap Daniel.
Ku mengambil Flasdish tersebut.
" Aku bisa... Serahkan padaku..." ucapku.
" Serius ....Kamu bisa menyelinap Bay ?" ucap Malik.
" Insya Allah bisa kang..." ucap Bayu.
" Bayu ini hebat kang...
" Pasukan ninja yang sembunyi di balik plafon aja Bayu bisa tahu..
" Dan juga bisa menyentuh orang meskipun Bayu gak di dekat orang itu.." ucap Daniel.
" Masa seh..." ucap Malik tak percaya.
" Yo wes yen gak percoyo.. Aku ngomong apa adanya... Sesuai fakta yang aku lihat sendiri.." ucap Daniel.
" Gitu aja ngambek... Lagi halangan kah?" ucap Malik.
" Jancoook...." ucap Daniel.
" Aku tinggal dulu... Ini aku bawa ya Niel...
" Tunggu kurang lebih 20 menit lah..
" Nanti kamu aktifkan alat ini..." ucapku
" Oke..." ucap Daniel.
Aku pun keluar kamar menuju kamar yang ku tempati.
Setelah sampai di depan pintu kamar.
Tok... Took... Took....
" Bu...Ini Bayu bu..." ucapku.
Tak lama kemudian pintu terbuka,akupun masuk kedalam.
" Bagaimana sayang...." ucap ibuku sambil menutup pintu dan mengunci.
" Bayu akan pergi kesana lagi bu..
" Bayu akan memasang alat ini" ucapku sambil menunjukkan flasdish milik Daniel.
" Apakah sayang bisa..?" ucap ibuku.
" Insya Allah bisa bu..." ucapku.
Ku duduk bersila di lantai,kemudian meletakkan flasdish di lantai dan memejamkan mata. Di dalam hati ke membaca mantra ajian Rogoh Sukmo.
Setelah sukmaku keluar,ku meraih flasdish yang ku letakkan di lantai.
Flasdis berhasil ku pegang.
" Bu...Tolong buka jendelanya.." ucapku.
Sebab alat yang ku pegang tak bisa menembus dinding,butuh ruang kosong melewatinya.
Ibuku membuka jendela,begitu terbuka. Aku langsung melesat ke arah markas clan Uchiha.
Begitu sampai di markas,aku melayang di atas bangunan yang menjadi control panel CCTV.
" Lewat mana ya biar gak kelihatan...
Ku amati bangunan itu,sekilas ku melihat lubang ventilasi udara.
" Naah... Lewat situ aja...
Ku melesat ke arah ventilasi.
Fladish yang ku pegang akhirnya bisa memasuki celah hingga ke ruang control CCTV.
Nampak 2 orang berjaga memgawasi layar. Mereka tak dapat melihatku.
" Di mana ya CPUnya...
Akupun mencari letak CPU CCTV.
" Naah... Ini dia...
Setelah menemukan letak CPUnya,akupun langsung mencolokkan flasdish tersebut.
Setelah selesai,ku segera menghilang dari ruangan itu menuju ragaku berada.
2 Jam kemudian.
Para anggota keluarga Hatake,Malik dan juga komandan pasukan Ninja dan yang lainnya.
Aku maju kedepan sambil membawa Laptop,Pointer ( senter laser) dan proyektor.
Setelah berada di depan,ku nyalakan laptop dan proyektor tersebut.
" # Baiklah semuanya...
"# Saya sudah berhasil menyelinap dan juga berhasil memegang kendali penuh CCTV markas clan Uchiha.
" # Tolong matikan lampunya...
Lampu di ruangan padam.
Ku operasikan laptop milik Daniel.
Nampak gambar di dinding sebuah layar yang berada di ruang CCTV. Lalu ku pindah ke sebuah gambar denah bangunan sambil memegang Pointer.
Ku jelaskan secara detail posisi penjaga,baik yang nampak,maupun yang bersembunyi.
Serta jebakan yang terpasang di markas tersebut.
20 menit kemudian,aku selesai menjelaskan semuanya.
" Baiklah...
" Posisi musuh kita ketahui...
" Persiapkan diri kalian...
" 20 menit lagi kita berangkat...
" Untuk Malik san..
" Apakah pasukanmu sudah berada di tempatnya?" ucap ayah mertuaku.
Penerjemah memberitahukan ke Malik.
" Sudah pak... Pasukan saya sudah berada di posisi.." ucap penerjemah.
" Baik...
" Rapat selesai... Segera kemasi barang - barang kalian...
" Ingat... Jangan menyerang sebelum saya suruh..." ucap ayah mertuaku.
Orang - orang yang berada di dalam ruangan membubarkan diri menuju kamarnya masing - masing untuk mengambil peralatan yang akan di bawa.
Ku berjalan bersama Malik dan Daniel.
" Niel..." ucapku.
" Opo..." ucap Daniel.
" Kamu mau hadiah natal apa ?" ucapku.
Ku tak pernah mengucapkan selamat Natal pada sahabatku,akan tetapi.Aku selalu datang kerumahnya bila dia merayakan Natal. Sebab aku pernah di beritahu oleh ustadzku untuk tidak mengucapkan hari kebesaran umat agama lain. Bila datang merayakannya gak masalah.
" Aku gak pengen apa - apa Bay...
" Kamu ajak aku ke Jepang aku merasa senang banget..." ucap Daniel.
" Aku melakukan apa yang aku ucapkan dulu niel...Moso kowe lali..." ucapku.
Flashback On.
Waktu aku masih kelas 4 SD.
Saat ini ku berada di rumah Daniel sahabatku. Daniel sedang merayakan Natal di rumahnya. Tak hanya aku saja,ada Lukman dan Bimo.
Kami duduk di teras rumahnya.
" Niel..." ucapku.
" Opo Duss...( Wedus)" ucap Daniel.
" Sepurane yo... Aku gak bisa ngasih apa - apa ke kamu.." ucapku.
" Ya gakpapa... Kalian datang aja aku sudah senang kok.." ucap Daniel.
" Hem... Nanti kalau aku punya banyak uang... Pasti aku akan mengajakmu jalan - jalan pas Natal..." ucapku asal bicara.
" Jangan nanti... Sekarang aja..." ucap Daniel.
Ku rogoh kantong celanaku,karena di dalam kantong celana,aku menyimpan uang 25 rupiah bergambar buah pala.
" Aku duwene mung selawe ripiss ree." ucapku.
" Gak cukup itu Bay....
" Aku pengen ndelok salju...
" Terus pengen gawe boneka salju.." ucap Daniel.
" Salju itu apa?" ucapku.
" Salju itu warnane putih terus adem..." ucap Daniel.
" Putih terus dingin...
" Es kah?" ucapku.
" Emboh yoo... Aku ndelok nang tivi warnane putih terus wonge gawe jaket tebel..." ucap Daniel.
" Ooo.... Begitu..." ucapku,lalu ku kantongi kembali uang koinku.
" Awakmu gak di golek i kah Bay?" ucap Lukman.
" Ora...
" Aku wes izin karo pak Kyai yen aku ape nang omahe dulurku..." ucapku.
Flashback off.
" Lali aku Bay..." ucap Daniel.
" Pas Natal kuwi loh.. Aku ijin karo pak kyaiku..
" Terus aku ngeluarin duit 25 perak.." ucapku.
" Oh iyooo... Ingat aku Bay...
" Kok kowe jek eling yoo...?" ucap Daniel.
__ADS_1
" Yo emboh... Kadang aku juga lali kok..." ucapku.
__ADS_2