
__ADS_3
Rasanya jantung sudah mau lepas dari posisinya. Kaki bahkan lemas ketika akan melangkah ke kursi yang telah di sediakan. Lelaki tampan yang mengenakan jas silver juga dasi abu-abu dengan posisi tegap berjalan meninggalkan ruangan itu. Aku bahkan bisa mendengar alasannya berdiri dan keluar menuju pintu yang berada di belakang tim interview tersebut.
__ADS_1
"Tinggal 2 lagi kan? Lanjutkan saja. Nanti kita rapatkan lagi, saya lihat recordnya saja." Ucap Kak Gaffi dengan cuek bebek, ia seolah tak mengenal aku. Apa dia sengaja menghindar dari ku.
__ADS_1
Aku pun cepat menyadari jika salah satu tim tersebut menatap...
__ADS_1
__ADS_2