
__ADS_3
Tepat dihadapan ku kini berdiri seorang lelaki yang dulu meninggalkan aku dan ibu demi kehidupan yang lebih menjanjikan di Kalimantan.
__ADS_1
"Gendhis." Lirih bibir lelaki paruh baya yang mengenakan seragam securty itu.
__ADS_1
Aku membuang muka. Aku tak ingin memandang wajah lelaki itu. Aku tahu dia Ayah ku. Tapi kalau boleh meminjam kalimat Mbah Gus Dur. 'Dendam tidak, tapi ingat iya.' Maka aku masih mengingat bagaimana terjalnya jalan kehidupan yang harus aku lalui. Tanpa kasih sayang, tanpa pelindung yang bernama ayah disaat anak gadis lain justru merasa aman karena ada sosok lelaki yang selalu ada untuk...
__ADS_1
__ADS_2