
__ADS_3
"Bagaimana Anin? Apakah aku boleh mengantarmu pulang?" tanya Dokter Keenan lagi.
"Maaf Dokter, kita bukan mahram. Tak baik berdua saja dalam mobil. Lain kali saja, jika ada temannya," tolak Anin dengan suara lembut.
__ADS_1
Keenan terdiam mendengar jawaban dari gadis itu. Dia baru ingat, jika Anin bukanlah gadis sembarangan seperti yang pernah dekat dengannya.
"Apa artinya aku harus menikah denganmu baru kita bisa jalan berdua?" tanya Dokter Keenan dengan senyuman.
__ADS_1
Sekarang Anin yang menjadi terdiam mendengar pertanyaan dokter itu. Dia tak menyangka jika pria itu bisa bicara spontan seperti itu.
"Apa ...
__ADS_1
__ADS_2