
__ADS_3
Tidak terasa hari semakin sore. Elvano mengajak Isyana pulang. Wanita cantik itu melirik arloji di tangan kirinya. Pukul menunjukan tepat 5 sore. Membuat ya tersadar untuk mengabari sang suami. Segera Isyana merogoh tas jinjingnya, mengeluarkan ponsel.
"Halo, mas iqbal...aku lagi diluar ini cari lokasi buat even," ucap nya lembut pada seseorang yang ada di seberang panggilan.
Elvano terus berdecak kagum dengan kelembutan Isyana yang dia tahu sedang menelpon suaminya. Sempat terbesit di benaknya. Andai Nabila bisa selembut Isyana jika berbicara padanya. Namun andai-andai itu dia tepis dengan cepat. Dia sadar bahwa itu adalah sesuatu yang salah.
"Baik, mas. Jangan lupa makan ya mas." Isyana mengakhiri panggilan nya dengan Iqbal sang suami.
Saat dia hendak menaruh ponsel kedalam tas. Tak disengaja pandangan nya menangkap sebuah majalah yang tergeletak di bangku mobil belakang. Matanya menyipit seraya meraih majalah tersebut.
Dia tersenyum melihat sampul majalah itu. Lalu menatap Elvano yang sedang menyetir. Pria itu sadar jika dirinya sedang di tatap. Dia pun menoleh mendapati Isyana yang tengah memegang majalah ditangan nya.
"Ehh...itu-" Belum selesai dia bicara Isyana langsung menyambar.
"Ternyata diam-diam kamu selidikin aku ya," ucap nya terkekeh.
Majalah yang sampul depan nya terpampang sosok dirinya yang terlihat menawan menggunakan setelan kerja. Ternyata majalah tersebut, edisi dimana Isyana yang menjadi sorotan. Mulai dari latar belakang, bisnis, perjalanan hidup, dan kisah cintanya semua terangkum di salah satu halaman majalah tersebut.
__ADS_1
"Hmm, buka menyelidiki sih...tapi lebih tepatnya aku mau kenal lebih dekat saja rekan kerja ku saat ini, apa itu salah?" Elvano menjawab dengan santai tanpa rasa gugup. Karena itulah kenyataan nya, dia hanya ingin kenal lebih dekat lagi sosok Isyana.
"Smart and Beautiful Woman," ucap Elvano lagi.
Berhasil membuat wanita yang memiliki senyuman manis itu tersipu. Pipinya yang merona nampak jelas tergambar. Dia hanya bisa tersenyum menunduk. Lalu meletakkan kembali majalah itu di belakang.
"El, makasih ya."
Elvano menoleh menatap kedua mata nya yang lentik. Kata-kata yang begitu tulus. "Dari tadi aku hitung berapa ribu kata makasih yang kamu bilang, gak capek emang?"
Isyana terkekeh geli. Dia juga baru sadar sedari tadi dia terus berterima kasih. Lucu juga dia pikir, kenapa dia terus berkata begitu pada Elvano. Apakah karena sosok Elvano yang begitu sempurna? Tanpa dia meminta, Elvano itu sudah punya batin yang kuat. Dia langsung berinisiatif sendiri untuk membuat nya kagum. Dengan perhatian dan perlakuan lembutnya itu hampir menggoyahkan hati Isyana.
Saat mereka berjalan memasuki lobby hotel. Tentu saja, semua pasang mata tertuju pada mereka. Pakaian mereka yang basah menjadi tontonan semua orang. Bahkan ada yang mengira bahwa mereka berdua sepasang kekasih yang sedang menikmati liburan di kota itu.
Sesampainya di dalam lift, keduanya tertawa. Melepaskan tawa mereka yang tertahan saat semua orang memandang mereka.
"Mereka mengira kita habis terjun ke sungai dengan penampilan seperti ini, hahah," ucap Elvano tertawa.
__ADS_1
Isyana ikut tertawa pelan. "Benar sekali, pasti mereka pikir kita orang aneh yang masuk kedalam hotel dengan pakaian seperti ini."
Lift pun terbuka saat sudah mencapai lantai di mana kamar mereka berada. Elvano mengantarkan Isyana sampai kedepan pintu kamarnya.
"hmm-" belum selesai Isyana berkataptia itu lanvsung memotong.
"Makasih lagi?" kata Elvano menahan tawa.
Isyana tersenyum malu. "Yasudah kalau begitu aku masuk ya," ucapnya seraya membuka pintu kamar.
"Silahkan tuan putri..." sahut Elvano yang berpose seolah olah me jadi pelayan tuan putri.
"...tuan putri yang kecebur sungai, maksud aku, hahah," sambung nya setengah tertawa.
Isyana tidak sadar malah mencubit perut Elvano gemas. "El, apaan sih! Sudah sana masuk," usirnya.
"Iya-iya aku masuk, kamu jangan lupa mandi air hangat biar gak sakit," ucap Elvano.
__ADS_1
Isyana mengangguk tersenyum kemudian masuk kedalam kamarnya. Helaan nafas terdengar saat dia menyandarkan tubuhnya di pintu. Mengingat pesan tetakhir Elvano yang begitu perhatian. Sikapnya manis sekali.
__ADS_2