BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 102


__ADS_3

Arjun berjalan-jalan di sekitaran taman yang berada di tengah kota Bangkok.


Ia begitu nyaman berada di kota ini, namun ada pula kecemasan. Arjun takut jika tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang tidak lagi ingin dia temui. Siapa lagi kalau bukan Rindu, Arjun telah mengubur dalam-dalam kenangan tentang Rindu, dan segalanya.


"Selamat pagi dunia, selamat pagi Kota baru. Aku akan mulai melangkah menuju masa depan yang indah! " Ucap Arjun.


Arjun menikmati suasana Taman kota yang begitu sejak nan indah. Arjun sangat menikmati berada di kota ini. Ia begitu nyaman di sini.


Saat Arjun sedang duduk di sebuah kursi, tiba-tiba seorang anak laki-laki tak sengaja melempar bola ke arah Arjuna.


Arjun clingukan mencari orang yang telah melempar bola ke arahnya. Hingga seorang Anak laki-laki datang menghampiri Arjun.


"Sorry! (Maaf! ) " Ucapnya seraya menunduk, ia tak berani memandang wajah Arjun.


Arjun tersenyum seraya berjongkok, dan menyugar rambutnya. "It's oke, no problem! (Tidak apa-apa, tidak masalah! ) " Jawabnya.


Arjun begitu gemas dengan bocah laki-laki di hadapannya. Ia pun tak henti memandang seraya tersenyum ke arah bocah tersebut.


Bocah laki-laki itu pun menatap wajah Arjun. Arjun pun melakukan hal yang sama, namun saat Arjun menatap matanya lekat, seperti ada sebuah ikatan yang sulit di jelaskan. Arjun pun tak tahu apa itu!


"Thanks you, Uncle! (Terimakasih, Paman! ) " Ucapnya sembari menampilkan deretan gigi rapinya.


"Oke. What is your name? (oke. Siapa namamu? ) " Tanya Arjun.


Bocah laki-laki itu mengulurkan tangannya, Arjun pun menyambutnya dengan senang hati. " My name is Mario! (Namaku Mario! ) " Jawabnya.


"Mario? what do you live here? (Mario? apakah kau tinggal di sini? ) " Tanya Arjun.


Bocah laki-laki itu pun mengangguk. " Yes! " Sahutnya.


Arjun menghela nafasnya. Entah mengapa Arjun merasa seperti memiliki hubungan dengan Mario, padahal dirinya baru bertemu dengannya.


"Where is your Father and Mother? (dimana Ayah dan Ibumu? ) " Tanya Arjun.


Mario menunjuk pada seorang wanita yang tengah sibuk menelpon seseorang, dan membelakangi keduanya.


"mmm, and Father? (dan Ayahmu) "


Mario menggeleng. " My Father is always busy! (Ayahku selalu sibuk! ) " Ucap Mario sedih.

__ADS_1


Arjun menyadari bahwa pertanyaannya membuat Mario bersedih hati. Arjun menghela nafasnya, dan meminta maaf pada Mario.


"Sorry! " Pinta Arjun.


Mario menggeleng. "No, you are not wrong! (Tidak, kau tidak salah! ) " Ucap Mario.


Arjun tersenyum pada Mario. Saat Arjun hendak mengajak Mario duduk, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Arjun pun meminta izin pada Mario untuk mengangkatnya sebentar.


Arjun sedikit menjauh dari Mario, dan menerima panggilan.


Arjun sibuk dengan panggilan dari Kliennya. tiba-tiba seorang wanita memanggil Mario.


"Mario! " Panggilnya.


degh...


Arjun seperti mengenali suara itu, ya. Arjun sangat mengenalinya. Arjun hendak berbalik, namun wanita itu membelakanginya. Hingga sulit bagi Arjun untuk melihat wajahnya.


Ingin menghampiri pun tak bisa, sebab ini adalah klien yang sangat penting.


"Mario, dont play too far! " Ucapnya pada Mario.


Mario mengangguk mengerti dan meminta maaf pada Ibunya. kemudian, Mario dan Rindu pergi dari sana.


Arjun menyudahi panggilannya, dan memanggil Mario. Namun nampaknya mereka sudah berlalu pergi.


"Apakah dia Rindu? " Tanyanya dalam hati.


Tapi mana mungkin Rindu berada di sini, mungkin itu hanya perasaan Arjun saja. Mungkin Arjun terlalu merindukannya, sehingga orang lain pun ia anggap sebagai Rindu.


"Ah, mungkin karna aku terlalu merindukanmu! " Gumamnya.


Arjun harus segera pulang ke apartemennya sebelum hari mulai siang. Namun Mario selalu mengganggu fikirannya. Sejak pertemuan pertama tadi, entah kenapa wajah Mario seakan mengingatkannya pada seseorang.


"Wajah itu, wajah yang dulu aku ingin lihat setiap hari. Namun sayang, wajah itu pula yang membuatku terbunuh! " Ucapnya lirih.


Arjun begitu penasaran dengan Mario, ia lupa menanyakan siapa Ayah dan Ibunya. Mungkin lain kali, Arjun akan bertemu kembali dengan Mario.


"Anak siapa dia? mengapa wajahnya begitu mirip seseorang? " Ucapnya penasaran.

__ADS_1


Apakah Arjun akan mencari tahu tentang Mario, namun untuk apa? lagi pula ia belum tahu siapa Mario, tapi rasanya seperti ada hubungan dan terikat antara dirinya dan Mario!


"Mario, Mario! " Gumamnya lirih.


Mario benar-benar mengganggu fikiran Arjun, entah kenapa Arjun sangat penasaran dengan nama itu. Rasanya ia ingin mengetahui banyak hal tentang bocah laki-laki itu.


"Ada apa ini? ada apa dengan perasaan ini? " Gumam Arjun.


Arjun benar-benar tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Mengapa ia begitu penasaran dengan Mario? padahal sebelumnya Arjun tidak pernah seperti ini? entahlah, Arjun pun bingung!


Arjun sudah sampai di Apartemennya. ia pun bergegas makan siang untuk kemudian mandi.


"Aku harus siap-siap bertemu dengan klien! " Ucapnya.


Hari ini Arjun akan menemui seorang klien yang sangat penting, ia telah membuat janji dengan Kliennya pukul 1 siang, dan ini sudah menunjukkan pukul 12 siang.


"Masih ada waktu 1 jam lagi! " Ucapnya.


Masih ada waktu untuk Arjun bersantai dan bersiap-siap sebelum bertemu dengan Klien. ia pun membuka, dan berselancar di duniamaya. Arjun menulis di sebuah sosial media miliknya.


"Kau tahu tidak? aku di sini berusaha melupakan mu. Tapi entah kenapa, aku seperti mendengar suaramu! Apakah aku terlalu merindukanmu, ataukah diri ini sudah benar-benar gila olehmu? entahlah!


Aku tak berharap bisa bertemu denganmu kembali, Tapi hati ini selalu ingin bertemu denganmu, melepas rindu yang sekian lama tertahan. Ingin aku katakan padamu, aku masih mencintaimu dan selalu menunggumu! " Tulisnya.


Arjun pun membagikan tulisannya di akun pribadi miliknya, hingga banyak like, dan komen dari para pengikutnya.


"Mungkin kau terlalu merindukannya! " Tulis salah satu akun.


"Semoga kalian bisa bertemu, dan mengulang kenangan lalu! " Timpal akun lainnnya.


Masih banyak komentar-komentar lainnya dari para netizen, namun Arjun malas membacanya. Ia pun tak pernah membalasnya. Baginya sosial media adalah tempatnya menyuarakan isi hatinya.


"Mungkin benar, aku terlalu merindukannya! " Gumam Arjun.


Ya, semua yang di katakan oleh para netizen memang benar, Arjun terlalu merindukannya. Hingga membuat Arjun gila dengan perasaannya sendiri.


Arjun masih belum bisa keluar dari belenggu masa lalunya. sekeras apapun Arjun berusaha keluar dari zona ini, namun kenangan itu selalu hadir dan membuatnya berantakan.


"Bahkan hingga kini, aku begitu sulit melupakanmu. Walau aku tahu kau sudah melupakanku, dan mungkin sekarang kau sudah bahagia bersama pilihan mu! " Ucapnya miris.

__ADS_1


Arjun hanya bisa tersenyum miris, kala menyadari kebodohannya. Mengapa hingga kini dirinya masih saja terjebak dalam situasi ini. Situasi yang membuat Arjun enggan hidup, tapi sulit untuk mati.


__ADS_2