
__ADS_3
hubungan kerja sama antara perusahaan Margaretha Grup dan Pratama Grup pun berjalan dengan sangat baik.
kedua perusahaan pun sudah saling menguntungkan satu sama lain.
Andrew yang menjadi perwakilan dari Margaretha Grup pun begitu telaten dan sepertinya sudah sangat berpengalaman.
"terimakasih banyak, Pak Andrew. nampaknya anda sudah sangat berpengalaman dalam bidang ini? " ucap Arya, kala menjabat tangan Andrew.
Arya begitu kagum dengan kecerdasan yang di tampilkan oleh Andrew.
Andrew tersenyum. "anda terlalu memuji saya. padahal itu hal yang lumrah!! " sahut Andrew.
Andrew merasa segan, jika di puji seperti itu oleh Arya.
"ini bukan hanya sekedar pujian saja, namun ini adalah suatu ke takjuban saya terhadap anda!! " ucap Arya dengan nada pujian.
Andrew hanya bertingkah tak enak. " oh, ya. Pak Arya! apakah Rindu adalah istri anda? " tanya Andrew tiba-tiba.
Arya mengernyitkan keningnya. " kau sudah mengenalnya? " tanya Arya Balik.
Arya heran, mengapa Andrew bisa tahu nama Rindu.
Andrew menggaruk tengkuknya yang tak gatal. ia terlihat salah tingkah. " mmm, kemarin saya mendengar anda menyebut namanya!! " ucap Andrew.
Arya menyipitkan matanya. " benarkah? " tanyanya.
Andrew mengangguk.
"Iya, Rindu adalah istri saya. kami sudah menikah sudah lama!! " ucap Arya.
"sepertinya dia sedang hamil? " celetuk Andrew.
Andrew terlihat ingin tahu detail tentang Rindu.
"iya. dia sedang hamil!! " sahut Arya.
seketika itu pula, Andrew menghela nafasnya dan menundukan wajahnya. nampak sebuah kesedihan terpancar dari wajahnya.
"tidak, aku tidak boleh terlihat kacau!! " gumamnya dalam hati.
Andrew pun terlihat baik-baik saja, walau perasaan kian bergemuruh.
"ya sudah, Pak Arya. saya pamit dulu, ya! permisi. " ucap Andrew sembari menjabat tangan Arya.
Arya mengangguk dan mengantarkan Andrew sampai ambang pintu ruangannya.
Andrew berjalan dengan kaki yang begitu lemas. beberapa kali terdengar helaan nafas dari Andrew.
"aku harus bisa melanjutkan langkahku! saat ini aku sudah mendapatkan segalanya. walaupun ada yang kurang 1. biarlah kau menjadi kenangan dalam kisah ini!! " gumam Andrew dalam hatinya.
__ADS_1
Andrew terus menyemangati dirinya sendiri, Walaupun dia sendiri tak tahu apa tujuan dalam hidupnya saat ini.
kala Andrew melayang dalam fikirannya. tiba-tiba ponsel dalam sakunya berdering. sehingga membuyarkan lamunannya.
Andrew melirik, lalu bergegas mengangkatnya.
"hallo, Retha! " ucap Andrew sembari mengusap wajahnya.
"Drew, loe ko blm balik? " tanya Retha.
pasalnya Retha sudah menunggu Andrew sejak 1 jam yang lalu di kantornya, namun Andrew tak ada disana.
"sorry, Retha. tadi Gue pergi ke kantor Pratama Grup!! " ucapnya.
"oh, yaudah. sekarang, Loe balik!! " perintah Retha.
"oke!! " sahut Andrew.
Andrew pun mematikan teleponnya, dan bergegas pergi menuju kantor Retha.
Andrew mengendarai mobilnya, namun tiba-tiba ia melihat sebuah mobil yang nampak mengikuti dirinya.
"sepertinya mobil itu mengikuti ku? " gumam Arya sembari sesekali melirik ke arah belakang.
Andrew melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. ia tak tahu siapa yang telah mengikuti dirinya saat ini.
"apa tujuannya mengikuti ku?? " gumam Andrew.
ia pun berusaha melajukan mobilnya dengan sangat tinggi. Andrew berharap ia bisa lolos dari penguntit Tersebut. namun sayang, mobil di belakangnya dapat mengimbangi dirinya.
Andrew memukul setirnya. "sial!! " ucap Andrew.
Andrew tak bisa terus menerus bermain kucing-kucingan dengan mobil di belakangnya. mau tak mau, Andrew harus turun dan menghadapinya.
Andrew menghentikan mobilnya dan turun dari mobilnya, kemudian melangkah menuju mobil yang berhenti, tepat saat mobilnya berhenti.
"keluarlah, siapa pun kamu!! " tantang Andrew.
pintu mobil terlihat terbuka sedikit, menampilkan kaki jenjang nan mulus. turunlah seorang wanita.
wanita itu menghampiri Andrew, kemudian menghambur ke pelukannya. " aku merindukanmu!! " ucapnya.
Andrew, hanya terdiam tanpa membalas pelukan wanita itu. walau dalam hati, ingin rasanya membalas pelukan itu. ingin rasanya mencurahkan segala kerinduannya, namun itu tak mungkin.
wanita itu melerai pelukannya, kemudian menatap dan membingkai wajah Andrew dengan kedua tangannya. " apa kau tak merindukan aku? apa kau sudah lupa dengan cinta kita? " tanyanya dengan linangan air mata.
Andrew hanya terdiam tanpa bergeming. sebenarnya ada kerinduan yang ingin ia ungkapkan. mata Andrew pun mulai terlihat berkaca-kaca, namun Andrew mampu menutupinya dan berpura-pura tidak mengerti akan semua ini.
"jawab aku! apa kau merindukanku? " tanya wanita itu sembari menatap lekat wajah Andrew.
__ADS_1
Andrew menghela nafasnya, dan membutuhkan energi lebih. "maaf, aku bahkan sama sekali tak mengenalmu. jadi, tidak ada alasan untuk ku merindukanmu!! " ucap Andrew sembari melangkah pergi meninggalkannya.
"kau jahat!! " teriaknya disertai tangisan.
ingin rasanya Andrew menghentikan langkahnya, kemudian berlari menuju wanitanya dan memeluknya dengan erat, namun Andrew tak berdaya. mereka telah di pisahkan oleh sebuah takdir tuhan.
Andrew terus melangkah menuju mobilnya, walau kakinya terasa begitu sulit di langkahkan.
"kembalilah!! " ucap wanita itu lirih.
wanita itu berharap Andrew akan menghentikan langkahnya dan kembali menemui dirinya.
seolah mendapat sebuah bisikan, Andrew menghentikan langkahnya. kemudian, melirik ke arah wanitanya.
nampak sebuah senyuman terpancar dari wajah wanita itu, namun seketika senyum itu pudar. sebab Andrew memilih melanjutkan langkahnya.
"maaf, aku tak bisa lagi kembali padamu!! " gumam Andrew lirih.
Andrew masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi. dalam hatinya, Andrew mengutuk dirinya sendiri.
Andrew memukul setirnya. "mengapa aku tak bisa memperjuangkan segalanya? kenapa aku kalah dengan keadaan ini? " ucapnya marah.
Andrew menghentikan mobilnya, ia ingin memaki dirinya sendiri. atas semua kebodohannya.
"bodoh! kau memang bodoh, ya. aku memang bodoh!! " rutuknya.
tanpa terasa air mata menetes dari sudut matanya. itu adalah hal yang wajar baginya, walau pun Andrew seorang pria. namun, air mata adalah sebuah bukti bahwa dia masih mencintai wanitanya. tapi karna sebuah keadaan cinta mereka tak bisa bersatu.
sementara wanita itu masih berada disana, di tempat itu dan masih menunggu Andrew kembali. sampai 1 jam lamanya menunggu, namun Andrew tak kunjung kembali.
"kau jahat padaku!! " ucapnya lirih.
ia pun merosotkan dirinya ke jalanan sembari menangis. ini semua ibaratkan sebuah cinta yang bertepuk sebelah tangan. cinta yang tak terbalaskan. hanya dia yang mencintainya seorang diri.
" hilang semua janji, *semua mimpi indah.
hancur hati ini melihat semua ini.
lenyap telah lenyap, kebahagian di hati.
ku hanya bisa menangisi semua ini.
hancur hati ini, melihat kau telah pergi.
langit menjadi gelap berkelabu, menyelimuti hatiku. mengubah seluruh hidupku, ku akan menanti sebuah keajaiban yang membuat kita bisa bersama kembali!! "
betapa wanita itu hancur, harapan yang dulu ia gantungkan. kini hancur sekejap mata. entah siapa yang salah dalam hal ini.
sampai akhirnya, wanita itu lelah menunggu Andrew kembali. hingga ia memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
__ADS_1
"aku pergi bukan karna lelah, namun aku akan berusaha membuktikan cinta mu padaku!! " ucapnya sebelum pergi.
ia pun melangkah menuju mobilnya dan melajukannya*.
__ADS_2