
__ADS_3
beberapa hari berlalu, Arya pun telah selesai dengan pekerjaannya di kota Bandung ini. saatnya Arya harus kembali ke kota Jakarta. namun rasanya Arya begitu malas kembali kesana. namun jika mengingat tanggung jawab atas Rindu, Arya menepis segalanya.
Arya menghela nafasnya, kemudian naik ke dalam mobilnya. ia pun melajukannya menuju Ibu kota. keadaan yang macet membuat Arya kian malas berlama-lama di jalan raya ini.
"mengapa aku merasa Andrew adalah Arjun. sikap mereka, kebiasaan mereka begitu mirip! " gumam Arya.
Arya berasumsi bahwa Karakter Arjun dan Andrew hampir sama. namun Arya juga belum mengetahui kebenarannya, sebab tidak adanya bukti.
Arya menepis fikiran-fikiran yang bergentayangan dalam otaknya, sebab tidak baik berkendara sembari memikirkan hal-hal yang belum tentu.
"banyak teka-teki dalam hidup ini. mana yang harus aku pecahkan terlebih dahulu? " gumam Arya.
Arya begitu bingung dengan jalan hidup yang dia alami saat ini. mengapa semuanya penuh teka-teki dan penuh misteri.
ingin rasanya Arya membuka satu persatu tabir ini, agar ia tak lagi bertanya-tanya.
namun memikirkan semua ini akan menguras otak Arya, dan juga ini semua tidak terlalu penting baginya!
Arya telah sampai di pekarangan rumah miliknya, ia pun turun dari mobil. namun tak ada sambutan dari Rindu. lagi lagi Arya hanya bisa menghela nafasnya.
"selalu begini! " gumamnya seraya melangkah masuk.
"Rindu! " panggil Arya.
nampaknya Rindu tidak berada di rumah saat ini. "kemana Rindu? " gumanya.
kemudian Arya memanggil Bi Ijah, deng an tergopoh-gopoh Bi Ijah datang menghampiri Arya.
"ada apa, Tuan! " tanyanya.
"kemana Rindu? " tanya Arya.
tiba-tiba Rindu datang. " ada apa mencariku? " sahutnya.
Arya menghampiri Rindu. " syukurlah kau baik-baik saja! " ucap Arya.
Arya merasa lega jika melihat Rindu dalam keadaan baik-baik saja.
setelah beberapa saat berbincang dengan Rindu, Arya pun masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
tak sengaja Arya melihat sebuah berkas dan identitas. ia pun lantas membacanya, dan terpampang nama Andrew Alexander.
"jadi dugaanku benar, Andrew adalah Arjun! Rindu tahu hal itu. " gumam Arya.
Arya tak menyangka jika semua yang di fikirkan selama ini adalah kebenaran. mengapa Arya mudah terkecoh dengan Andrew yang sudah jelas adalah Arjuna.
berarti ini adalah akhir dari kisah cintanya bersama Rindu, Apakah Arya akan mengikhlaskan Rindu untuk Arjun? entahlah!
Arya mengusap wajahnya. " ini semua tak bisa di biarkan. aku harus segera bertindak, dan membawa Rindu pindah dari kota ini, dan jika perlu aku akan membawa Rindu keluar Negeri! " ucapnya.
Arya akan memutuskan pindah dari Negara ini dengan harapan, Arjun dan Rindu tak bisa kembali lagi. Arya sudah susah payah membina semuanya dari awal. ia pula yang selalu ada untuk Rindu. namun saat semuanya telah baik-baik saja, Arjun datang pada Rindu. ini semua tak bisa di biarkan!
Arya meraih ponselnya dan menelpon seseorang. " hallo! siapkan tiket untuk ke Negera T, untuk esok hari!! " titah Arya.
"baik, Pak! " sahut seseorang di seberang sana.
setelah semuanya selesai, Arya pun lekas mandi.
tak berapa lama Arya datang, kemudian duduk di ruang makan.
"besok kita akan pindah dari sini! " ucap Arya.
Arya menghela nafasnya. " aku sudah tidak nyaman saja di sini. lagi pula disana bisnisku berjalan dengan lancar! " ucap Arya.
padahal tujuan Arya adalah memisahan Arjun dan Rindu, agar tidak bisa bersama kembali. Arya takut jika Rindu lebih memilih Arjun dari pada dirinya.
"aku tidak setuju! kau tahu bukan saat ini aku sedang hamil tua! " ucap Rindu tak setuju.
tentu saja Rindu tak setuju dengan rencana Arya. sebab jika hal itu terjadi, maka Rindu tidak akan pernah bisa menemukan Arjun. Rindu hanya ingin bertemu Arjun untuk mengatakan hal yang begitu penting.
"kau bisa melahirkan disana. sudahlah jangan membantah! " ucap Arya tegas.
Rindu menghela nafasnya. " baiklah! " ucap Rindu lesu.
selesai makan Rindu langsung naik ke lantai atas, sementara Arya lantas menuju ruang kerjanya. ia akan menyerahkan urusan pekerjaannya pada orang kepercayaannya untuk sementara waktu.
Arya terpaksa melakukan hal ini demi kebaikan dirinya dan juga Rindu. jika hal ini terus berlanjut, maka Rindu akan pergi meninggalkan dirinya seorang diri. Arya tak ingin hal itu sampai terjadi.
Rindu berjalan meraih sebuah foto, ia pun memandang seseorang yang berada di foto tersebut sembari meneteskan air matanya.
__ADS_1
"aku merindukanmu. apakah kau tidak merindukanku di sini? aku menunggumu selalu. lihatlah, bahkan anak kita hampir lahir! namun kau tak ada di sini. bahkan keberadaan mu saja aku tak tahu. dimanakah kau sekarang? " ucap Rindu lirih.
Rindu tak kuasa menahan tangis, kala membayangkan semua kejadian manis yang ia lewati bersama Ayah dari janinnya. hal itu yang selalu membuat Rindu candu. namun kini, semuanya terasa hampa! ia pergi dan tak kembali padanya, setelah menitipkan benihnya pada Rindu.
Rindu mendengar derap langkah seseorang, sepertinya itu adalah Arya. gegas Rindu menghapus air matanya, lantas menyimpan kembali foto itu. ia pun berpura-pura sibuk dengan hal lainnya.
"kau belum tidur? " tanya Arya.
Rindu menggeleng. " aku belum ngantuk! " sahutnya.
Arya berjalan mendekati Rindu, lantas duduk di sampingnya. " kau marah? kau tidak setuju dengan keputusan ku? " tanya Arya.
Rindu tak bergeming, ia hanya diam saja.
"jawablah. jika memang kau tidak setuju, maka aku tidak akan memaksamu! " ucap Arya.
melihat Rindu yang murung sejak tadi, membuat Arya tidak tega melakukan hal itu. mau tak mau Arya harus mengalah untuk Rindu.
Rindu menghela nafasnya. " aku setuju! " jawab Rindu.
Arya membulatkan matanya, ia tak percaya dengan ucapan Rindu. " kau yakin? apa kau tidak keberatan? " tanya Arya memastikan.
Rindu mengangguk. " ya, aku yakin! " sahut Rindu.
dalam hati Rindu ingin mengatakan tidak setuju, namun jika mengingat kebaikan Arya selama ini membuatnya tak mampu berkata tidak. ia pun setuju jika harus pindah dari kota ini.
Arya bisa bernafas lega, dan tersenyum. " baiklah. segera kemas barang-barang mu, besok kita akan berangkat pagi-pagi sekali! " titah Arya.
Arya pun berdiri. " aku akan ke ruang kerjaku, untuk mengatur keperluan besok dan juga menyerahkan berkas-berkas pada orang ke percayaanku selama aku berada disana! " ucap Arya seraya berjalan menjauh dari Rindu
Rindu pun mengangguk, setelah kepergian Arya Rindu pun meneteskan air matanya. mungkin ini adalah akhir kisahnya. ini adalah akhir dari sebuah penantian yang tak kunjung usai.
Rindu mengemas pakaiannya ke dalam koper untuk kepergian besok. ada rasa sesak dalam dadanya, kala harus meninggalkan kota ini. ada kisah yang belum usai, namun harus di paksa usai oleh sebuah keadaan.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
jangan lupa mampir ke karya temanku ya, Reader yang baik 🙏
__ADS_1
__ADS_2