
__ADS_3
Nyi Arum, kini dirinya merasa bimbang dan takut. jika Arya benar-benar menentang dirinya.
"mengapa? sekarang, begitu sulit mengendalikan Arya! ". ucap Nyi Arum geram.
bagaimana jika Arya berubah haluan. kini dirinya akan sulit menjadikan Arya sebagai raja para siluman.
"ini semua karna anak sialan itu! pasti Arjun penyebab Arya berubah? ". ucap Nyi Arum.
Ia harus segera bertindak, sebelum Arya semakin menjauh dan sulit untuk di pengaruhi.
"aku harus membuat Arya membenci Arjun! tapi, bagaimana caranya? ". ujarnya, ia nampak berfikir. langkah apa yang akan ia ambil.
tiba-tiba, ide cemerlang melintas di fikiran Nyi Arum. Ia akan membuat siasat, agar Arya membenci Arjun.
Nyi Arum pun mengembangkan senyumnya, ketika mendapatkan ide tersebut.
"kita tunggu saja, Arjun! seberapa kamu bisa mendapatkan dukungan dari Arya. kau akan segera menjadi musuhnya! hahaha... " Nyi Arum tertawa lepas, setelah mengatakan hal tersebut.
selama dirinya masih hidup, maka tak ada yang bisa mengambil Arya darinya. ia sengaja mempengaruhi Arya, agar ia bisa membuat Arya menjadi Raja.
ia pun begitu dendam dengan alm. pak yogi beserta keluarganya, termasuk Arjun. ia telah berjanji akan membalas mereka semua. namun, Yogi lebih dulu tewas sebelum dirinya hadir.
"kau yang harus menanggung semuanya, Arjun! kau harus menerima kesalahan papamu. aku tak rela, jika kau hidup tenang! ". ucap Nyi Arum penuh dengan kebencian.
memang dulu, Nyi Arum sangat mencintai pak yogi. namun, setelah pak yogi meninggalkan dirinya. demi orang lain, lebih tepatnya Bu Novi.
"kau begitu tega meninggalkanku dulu, Mas! kau tega meninggalkan cinta kita. saat itu, aku sangat mencintaimu. " Nyi Arum berkata dibarengi tetesan air mata yang berjatuhan. seiring Nyi Arum mengingat kembali masa lalunya.
awalnya, Nyi Arum masih menyimpan cintanya! tapi ketika mendapati kenyataan, bahwa pak yogi tak ingin membesarkan Arya. dari situlah Cinta Nyi Arum mulai memudar pada pak yogi.
"dulu, aku akui. aku sangat mencintaimu! tapi setelah kau pergi dengan wanita ****** itu, Cinta ku sudah mati untukmu, mas! sayangnya. kau mati sebelum aku membunuhmu. tapi, setidaknya putraku sudah berhasil membunuh belahan jiwamu! ".
Nyi Arum tak ingin berlarut-larut dalam kesedihannya. ia tak ingin membuka luka lama kembali. ia tak ingin terlihat rapuh. ia ingin melihat Arya, putra satu-satunya menjadi pewaris tahta kerajaan milik keluarganya.
"kau tak pantas aku tangisi, Mas! kau pantas mati! bahkan kematianmu amat menyedihkan. kau tewas di tangan anak kandungmu sendiri. " Nyi arum berkata sembari tersenyum miring.
Nyi Arum pun mulai membuat persiapan untuk ritual malam ini. ia akan membuat persembahan untuk memanggil para siluman ke dunia manusia.
"aku harus segera menyiapkan segalanya segera mungkin! sebelum Arya pulang. semuanya harus sudah selesai. " Nyi Arum mulai sibuk mempersiapka. segalanya.
Ia menyiapkan sesajen berupa, kembang 7 rupa, dufa, ayam cemani dan media sebagai pemanggil Para jin.
setelah persiapan selesai. Nyi Arum segera duduk di hadapan sesajen. ia mulai melafalkan sebuaj mantra pemanggil Siluman dan juga jin.
__ADS_1
"wahai para Siluman dan jin. para penghuni bukit yang kuat. datanglah, datanglah! aku memanggilmu. aakkkhh! ". Nyi Arum memanggil dan di akhiri dengan sebuah teriakan yang begitu melengking.
tiba-tiba, angin bertiup dengan sangat kencang, tirai-tirai pun bergerak-gerak. persembahan mulai berdenting dan lilin yang berada di ruangan tersebut mulai tertiup angin.
"wuhaahah... ". terdengar suara gelak tawa di ruangan tersebut.
para siluman dan jin mulai berkumpul di ruangan tersebut. mereka bersimpuh dan menangkupkan kedua tangannya penuh hormat pada Nyi Arum.
"Ampun, Nyai! ada apa Nyai pemanggil kamu semua kemari? ". ucap salah seorang dari para siluman.
para siluman pun saling pandang satu sama lain. mereka bertanya-tanya dalam hatinya, ada apa gerangan pemimpin mereka sampai memanggil mereka semua kemari.
Nyi Arum, membuka matanya dan tersenyum ke arah para siluman tersebut.
"bagus, kalian sudah hadir memenuhi panggilan ku!! ". ucap Nyi Arum.
para siluman hanya bisa menunduk takut, mereka takut jika Nyi Arum akan melenyapkan mereka.
"ampun Nyai, jangan lenyapkan kami!! ". ucap salah seorang.
"haha, tenang saja!! aku tidak akan melenyapkan kalian semua. aku hanya ingin meminta bantuan kalian semua, apakah kalian bersedia?? ". ucap Nyi arum sembari tertawa dan memandang satu persatu para siluman yang berbeda ragam tersebut.
para siluman bisa bernafas lega, mereka hanya di butuhkan untuk bukan untuk di lenyapkan.
"mudah saja, kalian hanya perlu membawa Wanita ini ke alam kita. siksa dia dan bila kalian mampu!! bawa juga laki-laki ini. " ucap Nyi Arum sembari menunjukan foto Rindu dan Arjuna.
"baik, akan kami laksakan perintah Nyai. kami mohon undur diri nyai. "
blusshh...
mereka pun menghilang bersama kabut asap yang menyelimuti ruangan tersebut.
Nyi Arum, hanya tersenyum setelah kepergian para siluman tersebut. ia bahagia bisa membuat Arjun menderita.
"kau takan bisa menandingiku, Arjun! haha.." tawa Nyi Arum pecah.
Nyi Arum, sengaja memilih Rindu. karna dia tahu bahwa Rindu adalah Cinta dan belahan jiwa Arjun.
ia pun tahu, Rindu juga merupakan orang yang di cintai oleh Arya. namun dirinya memilih mengabaikan perasaan putranya. yang terpenting saat ini adalah kehancuran Arjun.
tok.. tok.. tok..!!
tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu kamar Nyi Arum! Nyi arum nampak gugup dan keringat dingin mulai meluncur.
__ADS_1
"pasti itu Arya! bagaimana jika Arya tahu? ". Nyi Arum mulai dilanda perasaan cemas.
sebisa mungkin dirinya, menguasai kondisinya. ia berusaha bersikap seperti biasa dan mencoba membuka pintu.
"Arya! ". ucap Nyi Arum sembari tersenyum.
"ada apa? sepertinya aku mendengar suara bisinh dari kamar mu! ". ucap Arya, sembari mengamati kamar Nyi Arum.
namun Nyi Arum berusaha menahan Arya, agar tak sampai masuk ke dalam kamarnya.
"tadi, ibu sedang musikan! ". ucap Nyi Arum mencari alasan.
"benarkah? bisa aku masuk?? ". ucap Arya.
"untuk apa, lagian di dalam sangat berantakan! ". ucap Nyi Arum, ia terlihat begitu gugup.
"hanya memastikan saja! siapa tahu ada hal yang mencurigakan, atau tidak! kau sedang merencanakan sesuatu. " ucap Arya penuh selidik.
Arya, mulai melangkahkan kakinya ke ambang pintu. keringat dingin mulai mengucur di wajah Nyi Arum. ia begitu gugup sekaligus takut, jika Arya melihat persembahan di dalam kamarnya.
drrrrt... drrtt...
tiba-tiba, ponsel Arya berdering. ia mendapatkan telepon dari klien yang sangat penting. jadi mau tak mau, Arya harus mengangkatnya.
"hallo, pak! ". Arya berbicara setelah mengangkat teleponnya.
"aku akan segera kembali memeriksa kamarmu, sehabis aku mengobrol dengan klienku!! ". bisik Arya, ia sedikit menjauhkan ponselnya.
Nyi Arum hanya mengangguk menanggapi ucapan Arya.
"iya pak, maaf! baru saja ada kendala dengan signal saya. ada keperluan apa? atau ada yang bisa saya bantu?... " Arya berbicara, sembari berjalan menjauh dari kamar Nyi Arum.
sementara Nyi Arum, ia bisa bernafas dengan lega. ia pun segera masuk kembali ke dalam kamarnya, guna membersihkan bekas sesembahan tadi. ia pun melempar sesajen tersebut ke luar kamarnya.
"hampir saja aku ketahuan!! ". ucap Nyi arum lega.
setelah selesai, Nyi Arum segera kembali ke posisi awalnya. tak berapa lama, Arya datang menghampiri Nyi Arum.
seperti yang dikatakan oleh Arya tadi. ia akan memeriksa kamar Nyi Arum.
Arya melangkahkan kakinya dan ia tak melihat hal yang mencurigakan disana.
"mungkin ini hanya perasaanku saja, nyatanya tak ada hal mencurigakan disini! ". gumam Arya dalam hatinya.
__ADS_1
Arya pun keluar dari dalam kamar Nyi Arum. ia pun pergi meninggalkan Nyi Arum tanpa sepatah katapun.
__ADS_2