The Game System HERO

The Game System HERO
Bab 15 Bertemu kembali


__ADS_3

Sebuah tim yg terdiri dari 4 orang berjalan dengan hati hati sambil sesekali bersembunyi di balik pohon.


"Rena, bapak merasa tempat itu terlalu berbahaya sebaiknya kita kembali ketempat semula" Saran seorang pria dewasa yg mengenakan pakaian dinas ala pegawai PNS.


Tiba tiba tanah bergetar hebat yg membuat mereka sedikit terangkat dan akhirnya jatuh ke tanah.


"kyaaa..." teriak salah satu gadis yg seumuran dengan Rena, tapi Rena dengan sigap menutup mulutnya sambil memberinya tatapan tajam.


Wanita itu langsung mengangguk dan perlahan mulai tenang.


Sayangnya teriakan gadis itu sudah terdengar oleh mahluk mahluk yg tidak ingin mereka lihat.


Tidak butuh waktu lama segerombolan serigala bermata merah dengan ukuran yg sama dengan kuda langsung mengepung mereka.


Seketika semua orang menjadi kaku dan tidak bisa bergerak kecuali Rena yg dengan kaki gemetar mengacungkan tongkat sihirnya.


Cahaya biru mulai memancar dari tongkatnya dan Rena dengan mata yg mengancam mulai berkata. "Hus hus atau aku akan menembak mu."


Sayangnya para serigala itu tidak peduli dengan ancaman Rena karena sudah tergiur dengan paha mulus ketiga gadis yg ada di depan mereka.


Air liur yg menetes dari mulut dan mata serakah mereka sudah menjadi bukti bahwa mereka sudah tidak sabar menikmati paha mulus ketiga cabe cabean di depan mereka.


Melihat ancamannya tidak mempan, Rena menjadi semakin panik dan kakinya juga semakin bergetar.


Saat itu pria dewasa yg bersama Rena dengan cepat melarikan diri meninggalkan ketiga gadis malang yg sedang ketakutan itu.

__ADS_1


"Pak guru tolong...." salah satu gadis mulai menangis.


"Mama...." akhirnya teman yg satunya lagi juga ikut menangis.


Rena yg terpengaruh dengan kedua temannya juga mulai meneteskan air mata.


Tapi segera sebuah suara merdu terdengar


zing...


zing...


zing...


zing...


Sebuah bayangan dengan cepat melewati segerombolan serigala yg ada di depan mereka.


Dalam hitungan detik serigala tersebut langsung berbaring di tanah dengan tubuh yg sudah terpotong potong.


Sosok bayangan itu akhirnya terlihat, sosok yg sangat familiar yg tidak dia harapkan akan datang.


"Lihat siapa yg menangis, sayangnya aku tidak membawa kamera"


Rena mengabaikan suara ejekan itu dan segera memeluk Martin dengan erat.

__ADS_1


Merasakan pelukan Rena, Martin mengusap punggungnya untuk menenangkannya.


"Disini berbahaya, bawa teman mu ke rumah pohon di sana. Seorang sniper akan melindungi kalian saat pergi ke sana." kata Martin sambil menunjuk ke arah rumah pohon dan memberi kode pada Vina untuk melindungi ketiga cabe cabean itu.


Rena langsung mengangguk dan dengan cepat menarik kedua temannya untuk pergi ke rumah pohon.


"Rena, apa dia pacar mu?" tanya salah satu temannya.


"Dia adik dari suami kakak ku"


"Apa dia sudah punya pacar?"


"Karin... lihat kondisi" Karin langsung diam melihat Rena menatapnya dengan mata kesal.


Dibawah perlindungan Vina, Rena dan yg lainnya berhasil tiba di rumah pohon.


"Duduk manis dan jangan berisik" kata Vina dengan tegas sambil kembali membantu Martin dan Roy.


Rena dan teman temannya tidak berani melawan dan segera mencari posisi yg nyaman sambil menonton pertempuran yg sedang terjadi.


Setiap detik Vina terus menerus menembak jatuh seekor serigala.


Di lapangan juga terlihat seorang pria berotot terbang ke langit dan langsung jatuh tepat di kerumunan serigala.


Diikuti oleh Martin yg melakukan serangan Dash terus menerus yg langsung membuat para serigala mati.

__ADS_1


__ADS_2