The Game System HERO

The Game System HERO
Bab 6 Awal yg tiba tiba


__ADS_3

Malam Minggu di sebuah mal yg ramai


Martin dan Rena ikut menjadi bagian dari keramaian tersebut.


Melihat raut wajah Rena yg gelisah, Martin tidak bisa tidak bertanya padanya.


"Apa kamu tidak suka keramaian?"


"Membosankan, lebih baik cepat pulang"


"...." Martin bingung mencari kata kata untuk wanita yg tidak suka pergi ke Mal.


"Senin Rena sudah sekolah, jadi manfaatkan waktu sebaik mungkin."


"..." Martin mulai sedikit mengerti apa yg di maksud Rena.


"Beli minuman penambah stamina dan beberapa cemilan, baru setelah itu kita pulang. jangan lupa beli pelumas"


"..." Seketika pikirkan Martin kosong mendengar omong kosong tak tahu malu Rena.


"Kenapa diam, apa kamu sudah bosan dengan Rena?" seketika Rena langsung menembak Martin dengan skill 3.


"Itu tidak ada hubungannya" Martin segera mencari celah melarikan diri.


"Jangan bilang kamu sudah tidak sanggup?" sayangnya Rena menggunakan Flicker di gabung dengan skill 1 dan 2 yg langsung membuat Martin mati di tempat.

__ADS_1


"gass lah..." kata kata kekalahan Martin.


Mendengar ini Rena langsung tersenyum dan mengencangkan kedua tangannya yg memeluk lengan Martin.


***


"Apa kamu serius ingin berlatih pedang?" Rena memberi tatapan curiga pada pedang kayu yg Martin beli.


Sudah sejak awal keluar dari mal, Rena terus menyatakan keluhannya yg membuat Martin malas menjawab.


"Lalu untuk apa kamu membeli makanan kaleng dan segala jenis bumbu dapur?"


"Tentu saja untuk membuatkan mu masakan yg enak, aku ini calon istri mu apa kamu sudah lupa?" jawaban cetus Rena kembali membuat Martin terdiam.


Martin mulai membayangkan penderitaan seperti apa yg akan dia alami jika mereka berdua benar benar menikah.


"Apa yg kamu pikirkan?" tanya Rena melihat tatapan melamun Martin.


"Membayangkan siksaan apa yg akan aku terima jika menikah dengan mu" seketika Martin langsung menutup mulutnya dan wajahnya mulai ketakutan.


Benar saja, mata Rena sudah mula melebar dan mulai menatap Martin dengan tajam.


"apa maksud mu? apa Rena terlihat seperti nenek sihir?"


Martin mengangguk tapi segera menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Martin.....!" segera Rena berteriak marah tapi Martin segera menutup mulutnya karena mereka sedang ada di jalan umum menuju arah apartemen Martin.


Tapi sayangnya Rena tidak mau bekerja sama dan mulai memberontak sambil memukul Martin.


"Tenanglah, orang orang akan salah paham tentang kita." sayangnya Rena tidak peduli dengan kata kata Martin dan semakin menjadi jadi.


Sampai beberapa orang melihat dan bergegas ke arah mereka.


"Hei... apa yg kamu lakukan, lepaskan wanita itu" teriak salah satu pria yg mendekat.


Tentu saja Martin segera melepaskan Rena dan berusaha menjelaskan semuanya.


"Tenang, kami hanya bercanda."


"Bohong pak.." tapi Rena segera menyangkal yg membuat orang orang menatap Martin dengan tatapan curiga.


"Pria ini menghamili saya dan tidak mau bertanggung jawab." tambah Rena yg mebuat Martin menjadi kaku.


Dalam hati, Martin sudah bersumpah untuk tidak lagi menentang Rena setelah masalah ini berlalu.


Saat pikiran Martin benar benar kacau, sebuah cahaya tiba tiba membutakan mata Martin untuk sesaat.


Setelah cahaya menghilang, lingkungan di sekitar Martin tiba tiba berubah menjadi hutan belantara yg di penuhi pohon pohon besar.


"Sepertinya kita di pindahkan ke dunia lain oleh para dewa seperti yg ada di novel novel fantasi." suara Rena segera menyadarkan kebingungan Martin.

__ADS_1


Tapi yg membuat heran, Rena terlihat cukup santai dan tidak panik sama sekali.


"Semua terjadi begitu tiba tiba, tapi kamu terlihat cukup santai" tanya Martin yg penasaran.


__ADS_2