
__ADS_3
Di bawah sinar rembulan
Martin, Roy dan Vina hanya bisa terdiam sambil menatap Rena yg sedang mengunyah daging babi panggang dengan lahap.
"Aku ingin Aurora" kata Rena dengan santai yg membuat Martin menggaruk kepala.
"Apa itu tidak bisa?" tanya Rena sambil memberi tatapan penuh arti pada Martin.
"Bukan seperti itu" Susah bagi Martin untuk menjelaskan bahwa dia sedang menabung battle poin.
Butuh 45rb battle poin jika Martin ingin mengabulkan keinginan Rena.
"Aku mendapat informasi bahwa sebelum sampai di sini kita sudah mengalami ujian bertahan hidup di sebuah hutan selama satu Minggu, tapi aku tidak ingat semua itu"
Martin terdiam mendengar kata kata Rena dan sorot matanya menunjukan sedikit kepanikan.
"Tapi sebagai wanita, aku merasa ada sesuatu yg sangat berharga yg hilang dari ku. apa aku perlu mengatakannya?"
Martin langsung terkejut dan dengan panik berkata. "Aku akan memberikannya, tunggu sebentar."
"Dasar bajingan" kata rena dengan kesal sambil menatap Martin dengan tatapan tajam.
Dengan tampang bersalah, Martin segera membeli Hero Aurora dan mentransfernya Rena.
Seketika Rena langsung tersenyum. "he he he... melihat om om ini menggunakan kemampuan Gatotkaca dan Tante ini menggunakan senjata lesly, aku tahu kamu memiliki kemampuan memberikan kemampuan Hero pada orang lain."
"...." Martin hanya bisa menghela nafas tak berdaya.
"Yang lalu biarlah berlalu, aku tidak akan mempermasalahkan hal itu lagi."
__ADS_1
Seketika wajah Martin kembali cerah. "Kamu sangat pengertian"
Rena tersenyum sambil mengulurkan kedua tangannya. "sepatu dan item magic pengurang cooldown skill."
Seketika wajah Martin kembali sedih dan dia segera menatap Vina dan Roy untuk meminta bantuan.
"Aku akan tidur lebih awal, tadi itu sangat melelahkan. lain kali lakukan sedikit lebih lembut, aku tidak akan hilang begitu saja." Vina mengedipkan matanya dan segera masuk ke dalam kamar.
"Aku akan makan di kamar, otot otot ini tidak suka makan sambil berbicara." Roy membawa beberapa porsi daging babi dan masuk ke dalam kamarnya.
Martin kembali tak berdaya dan segera mengabulkan permintaan Rena.
3 item dengan total hampir mencapai 10rb battle poin segera di berikan.
Rena dengan cepat menerimanya dan memasangnya di slot item miliknya.
Martin hanya mengangguk lemah.
"Tenang saja, setelah ini kita bisa mengumpulkan semuanya bersama sama."
Martin kembali mengangguk.
"Apa ada pilihan pembelian skin di sana?"
Wajah Martin kembali menegang.
Melihat ini Rena segera mendekat ke sisi Martin.
"Ayo cicipi" Rena menyerahkan daging panggang pada Martin.
__ADS_1
Tentu saja Martin tidak sedang dalam mood untuk makan dan sayangnya Rena juga mengetahui semua itu.
Segera sepotong daging panggang di paksa masuk ke dalam mulut Martin.
"Ini dunia lain, kita semua memiliki status yg sama yaitu orang orang yg terpilih jadi jangan perlakukan aku seperti anak kecil."
Martin hanya bisa mengangguk sambil mengunyah daging panggang yg ada di mulutnya.
"Perlakukan aku seperti rekan mu"
Martin kembali mengangguk.
Rena segera menyelesaikan makanannya menarik lengan Martin untuk memaksanya berbaring di lantai dan menggunakan lengannya sebagai bantal.
Mata mereka saling bertemu dan Rena kembali berkata. "Jangan lakukan hal hal aneh"
"Menurutmu aku pria seperti apa?" balas Martin tapi segera Rena mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah dan menamparnya ke mulut Martin.
"Ada tiga kotak di kantong baju ku, simpanlah untuk berjaga jaga dan gunakan jika kamu tidak tahan. Aku tidak mengerti kenapa benda ini bisa ada di kantong bajuku."
Martin benar benar merasa bersalah. "Maaf, aku akan menjelaskan semuanya nanti."
"Jangan merasa bersalah, seharusnya kamu sedikit peka dan bertanya tanya kenapa aku selalu bersikap menyebalkan jika bersama mu."
"Kenapa?" tanya Martin dengan polos yg membuat Rena memberi tatapan kesal.
"Sudahlah, aku mengantuk" Rena langsung menutup matanya.
Martin hanya bisa menatap Rena dengan tatapan geli.
__ADS_1
__ADS_2