SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang pewaris BAB 34 Rencana untuk pindah


__ADS_3

Laras tersenyum sumringah begitu sampai dirumah Mbah Sukma, seperti biasa setiap hari Minggu Laras akan datang berkunjung dengan membawa oleh-oleh buat si kembar.


Kali ini Laras membawa boneka bekas yang masih bagus diberikan oleh majikannya kemarin.


Lisa dan Lucy terlihat senang sekali, setelah berbasa-basi Laras menghampiri Mbah Sukma yang tengah duduk di serambi sambil memperhatikan si kembar bermain di halaman.


"Mbah kenapa ?"tanya Laras sembari duduk di samping Mbah Sukma.


"Aku sangat mengkhawatirkan Lucy...malam Jum'at kemarin dia menggunakan topeng iblis pencabut nyawa untuk membunuh si Karyo"


"Hah?? kenapa Lucy melakukan itu Mbah ?"


"Di malam itu, Karyo menyerang ku, dari dulu dia memang sangat menginginkan topeng iblis pencabut nyawa.Tapi selalu gagal,malam itu ternyata dia dibantu kedua muridnya menyerang ku disaat aku sedang bersemedi dan aku kalah!"


"Lalu?"Laras jadi penasaran


"Entah panggilan jiwa atau telepati dari topeng itu, tiba-tiba Lucy sudah berada dihadapan ku.Tanpa ijin dari ku dia langsung pergi dengan memakai topeng itu dan membunuh si Karyo "


"Terus?"


"Aku yakin kedua murid Karyo akan datang suatu hari nanti untuk membalas dendam,dan mengambil topeng itu "

__ADS_1


Laras terdiam,dia memandang kearah si kembar.


"Apakah hal buruk akan terjadi kepada Lucy Mbah?”


"Entahlah...."Mbah Sukma menghela nafas dalam dalam.Ia meraih tangan Laras dan menggenggamnya penuh harap.


"Jika nanti Mbah sudah tiada, tolong jaga mereka ya...bawa mereka sejauh mungkin"


"Mbah kok ngomongnya gitu sih"


"Aku akan melakukan apapun untuk melindungi mereka Laras, walaupun nyawa taruhannya"


"Jangan memikirkan sesuatu yang belum terjadi Mbah,Pamali!!”


"Sudahlah Mbah jangan bicara yang aneh aneh,kalo mereka dengar pasti mereka bakal sedih"


Mbah Sukma terdiam,ia menatap si kembar lagi.Pada saat yang bersamaan Lucy pun menatap nya sayu sambil memegang bonekanya.


Mbah Sukma bisa merasakan dari tatapan Lucy bahwa anak itu sudah tahu apa yang tersirat dihatinya.Tiba-tiba ia berlari menghampiri dan langsung berhambur memeluk Mbah Sukma.


Laras sangat terpana melihat pemandangan itu, tanpa terasa air matanya mengembun.Ternyata Lisa mengikuti langkah Lucy,ia tercenung karena tidak mengerti apa -apa.Laras langsung meraih nya dan memangkunya.

__ADS_1


"Alangkah baiknya kita pergi sekarang saja Mbah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan"usul Laras.


"Tapi kita harus kemana Laras?"


"Ke Kota saja Mbah,aku punya saudara yang kerja disana jual kelontong, akan aku tanya nanti mungkin ada kerja kelontong buat kita, Lumayan Mbah langsung disediakan tempat tinggal "


"Begitu??"


"Iya Mbah"


"Terus kamu?"


"Aku juga ikut Mbah, kalau sudah positif ada lowongan aku akan berhenti dan ikut kerja, biasanya toko kelontong buka 24jam jadi kita bisa bergantian"


Mata Mbah Sukma berbinar penuh harapan.Lucy pun tersenyum menatapnya.


"Baiklah, sepertinya Lucy setuju Laras "


Laras tersenyum senang.


"Ya sudah Mbah jangan kepikiran lagi ya... kita semua akan pindah biar murid Mbah Karyo tidak menemukan kita"

__ADS_1


Mbah Sukma mengangguk setuju.Ia membelai rambut Lucy.Sedangkan Laras mencium pipi Lisa gemas.


Hati Mbah Sukma sedikit lega setelah mendengar usulan dari Laras, memang benar dia harus pindah dari tempat ini.Demi melindungi Lucy dari marabahaya.Anak ini masih terlalu kecil untuk menghadapi situasi terburuk.


__ADS_2