SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 74 Belum apa apa sudah mendapat warisan


__ADS_3

Hari Minggu yang dinanti telah tiba.Niken keheranan melihat masakan diatas meja banyak sekali.


"Mun kok banyak sekali masaknya"Niken berangsur duduk mengitari meja makan.


"Mama belum tahu kalau hari ini ada tamu spesial Papa"NOUVAL mendahului menjawab.Niken menautkan kedua alisnya, menatap sang suami dengan penuh tanda tanya.


"Anakku si kembar telah ditemukan,Dan hari ini mereka ku boyong kemari"Zulkarnain menjawab dengan tenang.


"Apa??!!"Niken begitu histeris mendengar kabar tersebut "Kenapa tidak ada yang memberi tahuku ??"


"Ini aku sudah memberi tahumu"


"Mas...Aku ini istrimu.Apa ini alasan Papa menginap disini ??"Niken menatap Pak Hans ingin tahu kebenaran.


"Iya"Pak Hans mengangguk membenarkan.


"Jadi semua orang dirumah ini tidak pernah menganggapku bagian dari kalian, sehingga tidak memerlukan pendapatku"


"Lalu apa pendapatmu ?? ingin menolak kedatangan mereka ??"Zulkarnain bertanya dengan nada dingin.Niken menatap suaminya dengan nanar."Cepat jawab apa pendapatmu?"


Niken seperti didorong ke sudut ruangan,Ia terjebak dengan argumennya sendiri.Kalau ia menyuarakan penolakannya,Maka apa yang bisa ia dapat.Anak itu pasti tetap akan datang.


"Kalau Mama menolak bagaimana sikap Papa??apa akan mengikuti kemauan Mama?"Pernyataan NOUVAL membuat semua orang terkejut.Begitupun dengan Niken,Ia tak percaya anaknya akan memihak dirinya.

__ADS_1


"Maka Mamamu harus tinggal di Paviliun "Pak Hans mendahului menjawab pertanyaan cucunya.Biar semua tahu posisi si kembar dalam keluarga HANS PRASETYO ADJIE


"Kenapa bisa begitu kek?"


"Karena mereka ahli waris sah keluarga besar PRASETYO ADJIE,Dan Villa ini telah aku anugerahkan kepada Almarhum ibu mereka.Jadi merekalah yang berhak tinggal disini,Jika Niken tidak menerima kedatangan mereka ??maka biarlah kamu tinggal bersama Papa"


NOUVAL dan Mamanya saling berpandangan.Keduanya tidak mengira bahwa posisi si kembar jauh di atas mereka.Niken mau tidak mau harus menerima kedatangan mereka, karena ia tidak mau sebumbung dengan Andika dan mamanya.


Suara deru mobil membuyarkan suasana tegang diruang makan itu.Zulkarnain bangkit seraya meraih kursi roda yang diduduki Ayahnya.Ia mendorong keluar kursi roda Ayah-nya karena yakin deru mobil itu adalah tanda bahwa rombongan si kembar sudah tiba.


"Ma.."NOUVAL mengajak Mamanya untuk mengekor dibelakang.Niken pun menurut walaupun terpaksa.


"Lisa... Lucy..."Seru Zulkarnain memanggil kedua putrinya yang baru saja keluar dari dalam mobil.


Zulkarnain menuruni tangga teras, menghampiri putrinya lalu merangkulnya.Ia menciumi Lisa bertubi-tubi."Akhirnya apa yang selalu menjadi mimpi ku telah terwujud.Anakku sudah kembali ke pangkuan ku"


Lisa mengulum senyum"Ayah..."Suaranya terdengar gugup.


"Iya sayang aku Ayahmu "Zulkarnain meraih Lucy dalam rengkuhannya,Dan menciumi juga putrinya.


"Ayah...kenalkan ini Mbak Laras,dan Nenek... merekalah yang merawat dan membesarkan kami"Lucy memperkenalkan dua orang yang ia sangat sayangi.


Laras menyalami Zulkarnain, sedangkan Zulkarnain menyalami sembari mencium tangan Mbah Sukma.

__ADS_1


"Ohya Lisa Lucy.. kenalkan itu Kakek kalian"Zulkarnain menunjuk Pak Hans.Pak Hans merentangkan kedua tangannya ingin segera memeluk kedua cucunya itu.Lisa dan Lucy naik ke atas teras, segera menghambur memeluk Kakeknya.Pak Hans menitikkan air mata,Ia teringat akan menantunya si AIDA.


"Alhamdulillah..Kakek diberi umur panjang sehingga bisa bertemu dengan kalian"Lisa dan Lucy duduk berjongkok dihadapan kakeknya."Kalian tahu, setiap saat Kakek selalu berdoa agar diberi umur panjang supaya bisa bertemu dengan kalian"Pak Hans membelai pipi kedua cucunya.


"Berterima kasihlah kepada kedua orang ini Yah.. karena merekalah Lisa Lucy ada didepan kita dengan baik-baik saja "Zulkarnain menunjuk kepada Mbah Sukma dan Laras.Kedua wanita itu tersenyum.


"Iya nak... karena jasa mereka aku akan memberikan saham perusahaan sebesar 10%kepada mereka "


Laras terbelalak tak percaya dengan apa yang ia dengar"Mbah kita dikasih saham Mbah "


"Saham itu apa??"Mbah Sukma tidak mengerti apa yang dimaksud.


"Saham itu kayak sertifikat tanah itu loh Mbah,bisa dijual dan juga bisa berkembang dari 1juta menjadi 100juta"


"Yang bener ??"


"Iya serius "Laras menjelaskan dengan semangat membuat Zulkarnain dan ayahnya tersenyum tipis.


Berbeda dengan Niken dan NOUVAL, kedua ibu dan anak itu sangat tidak suka dengan kedatangan rombongan yang sangat kampungan menurut pandangan mereka.Apalagi mendengar Mbah Sukma dan Laras dikasih saham,Makin benci saja Niken jadinya.


"Ya sudah ayo kita masuk, pasti kalian belum makan kan..."Pak Hans mengajak semuanya masuk kedalam.Dan mereka semua menurut.


Niken mendapat tatapan penuh arti dari Mbah Sukma disaat beliau berlalu dihadapannya.Niken agak sedikit tegang mendapatkan tatapan itu.Tapi ia berusaha menutupi ketegangannya.---

__ADS_1


__ADS_2