
__ADS_3
Yang lebih menyiksanya lagi, selama itu terjadi Qin Yan dalam keadaan sadar dan tak bisa memejamkan matanya.
Ia akhirnya sadar ketika Xiang xiang membangunkannya di pagi hari.
"Hah... hah... hah..." Qin Yan terbangun dalam keadaan panik dan penuh keringat. Matanya terbelalak serta napasnya tidak beraturan membuat Xiang xiang jadi khawatir. Ia pun mengambil segelas air dan memberikannya ke Qin Yan.
Melihat tuannya yang tergesa gesa saat meminum air itu, Xiang Xiang mengelus panggungnya dengan pelan.
"Apa anda mimpi buruk tuan?" Tanyanya.
Sementara Qin Yan hanya terpaku ditempat, ia kemudian menatap Xiang Xiang.
"Sudah berapa lama aku tertidur? Bagaimana dengan turnamennya? Apakah aku melewatkannya? Katakan padaku." Dalam satu tarikan napas Qin Yan menanyakan semua pertanyaan itu pada Xiang Xiang.
"Tenanglah dulu tuan. Tenang..." Xiang Xiang dengan lembut mengusap tengah dada Qin Yan. Kelembutan gadis itu membuat Qin Yan perlahan lahan tenang.
"Anda hanya tertidur semalaman, bukankah semalam anda ijin pulang karena ingin istirahat? Sepertinya anda bermimpi buruk?" Ucap Xiang Xiang dengan senyuman lembut. Qin Yan bahkan heran darimana gadis ini belajar menenangkan seseorang. Meskipun ia dapat memahami pikiran, tapi kehidupan masa lalu gadis ini tidak selembut ini. Dari masa lalu dan sekarang, perbandingannya sangat bertolak belakang.
Namun pada akhirnya, Qin Yan tidak terlalu memikirkan itu. Fakta kalau dia sudah berubah membuatnya cukup gembira.
Melihat Qin Yan yang sudah dalam kondisi stabil, Xiang Xiang mengambil semangkuk bubur diatas meja. Ia hendak menyuapi Qin Yan, namun dengan sopan Qin Yan menghentikannya.
"Tidak perlu repot-repot." Karena tak mau menyakiti hati gadis ini, Qin Yan memberinya senyum lembut. Lalu memakan buburnya, sementara Xiang Xiang masih duduk disamping. Menemaninya makan.
"Sudah lama tidak mengantarkan makanan untuk tuan. Ingatkah tuan, saat tuan menyelamatkanku di perdagangan ilegal saat itu?" Tanya Xiang Xiang.
Pertanyaannya membuat Qin Yan merenung sesaat. Yah, waktu itu merujuk pada saat Qin Yan pergi ke menara bawah tanah guild kegelapan. Dia membeli Xiang Xiang , sekaligus menyelamatkannya.
"Ya, aku ingat."
Mendengar itu, Xiang xiang mengangguk dan tersenyum manis.
"Saat itu, sebenarnya aku sudah menutup hati hati rapat rapat. Agar aku tumbuh menjadi manusia yang tidak memiliki perasaan. Aku tidak ingin terlibat dengan perasaan yang membuat kita lemah. Apalagi cinta."
Qin Yan menghentikan makannya, ia menatap gadis itu dari samping. Terdapat raut kesedihan diwajah gadis itu.
Xiang Xiang menunduk lalu menghela napas, tangannya gemetar sejenak.
"Ayahku adalah adik dari dua bersaudara keluarga Naga hitam. Keluarga kami sangat bermusuhan dengan keluarga Sayap perak, selama bertahun tahun kedua belah pihak saling bermusuhan. Sampai disuatu waktu keluarga Naga hitam berhasil membasmi keluarga Sayap perak seluruhnya. Namun, apa yang dilakukan ayahku mengakibatkan hal tabu bagi keluarga kami. Dia jatuh jatuh cinta pada wanita dari keluarga Sayap perak, dan wanita itu adalah ibuku. Aku dilahirkan dalam kejaran keluarga Naga Hitam setelah ayah dan ibuku bersembunyi selama bertahun tahun.
Karena kelahiran ku, mereka akhirnya terpojok. Namun, mereka tak mau ditangkap, dengan keganasan keluarga Naga hitam. Mereka akan merasakan sesuatu yang lebih mengerikan daripada kematian jika mereka tertangkap. Oleh karena itu, mereka bunuh diri bersama dan aku dibawa pulang oleh keluarga itu. Aku mengira, kepala keluarga Naga hitam adalah ayahku. Ternyata tidak, aku dirawat dengan tujuan tertentu. Dan aku tidak pernah diinginkan oleh siapapun. Semua orang tidak menginginkan aku masuk dalam keluarga itu. Aku seperti kotoran dimata mereka.
Mereka bilang, aku adalah keturunan hina. Aku mempunyai darah kotor campuran dari keluarga penzina. Fakta bahwa aku membangkitkan kekuatanku lebih cepat dari anak anak yang lain membuat mereka iri. Namun, Di mata mereka aku tetap kotor. Sampai akhirnya, aku tiba di jurang keputusasaan dan memilih mengakhiri hidupku. Namun siapa sangka, aku tidak sengaja menemukan monuman keluarga kami dan itu membawaku ke alam bawah sadar neraka. Aku menerima sebuah berkah dinamakan Berkah pembantai. Meskipun hanya berkah paling rendah, namun aku sadar tidak banyak orang yang mempunyai berkah itu. Dan dari situlah aku bertekad untuk tetap hidup dan menemukan kehidupan baru. aku ingin membuktikan kepada mereka yang sudah membuatku menderita, kalau aku akan melampaui mereka semua. Membuat mereka berlutut karena telah membuat orang tuaku menderita.
Untuk lepas dari genggaman keluarga Naga hitam dan bisa merasakan hidup kebebasan. Aku memutuskan untuk menghilangkan rasa hati dan nurani melalui metode menyakitkan. Dengan itu, aku tidak akan terpengaruh dengan hinaan dan cacian mereka. Hanya saja, disaat aku akan memulainya. Kau pun datang.
__ADS_1
Aku sudah berniat untuk melayani tuan yang telah membeliku waktu itu. Meskipun aku akan menjadi boneka, tapi aku hanya ingin keluar dari keluarga itu. Aku sudah banyak mendengar kalau menjadi budak sangat tersiksa dari pada menjadi sampah keluarga. Aku memang berniat untuk menanggung semuanya. Namun, siapa yang menyangka kalau aku malah dibeli oleh anak laki laki bodoh sepertimu."
Mendengar itu, bubur yang sehalus itu entah kenapa tersangkut dileher Qin Yan. Ia terbatuk beberapa kali demi untuk memuntahkannya. Setelah kembali tenang, Qin Yan menatap Xiang Xiang. Ia mendapati wajah gadis itu yang memerah. Kemudian ia lanjut bercerita.
"Entah beberapa kali aku mencoba menguji anda, tapi aku selalu mendapatkan kelembutanmu. Berbeda dengan cerita orang orang. Atau kenyataan yang aku lihat ketika melihat seorang tuan menyiksa budaknya. Anda berbeda, aku merasa anda memang datang untuk menyelamatkanku. Menyelamatkanku dari kegelapan yang tak berujung. Aku.... Aku... Bagaimana caranya aku berterima kasih padamu."
Xiang Xiang semakin menundukan kepalanya, ia menggenggam tangannya dengan erat diatas paha. Menyembunyikan rasa malu dan wajahnya yang memerah. Ini adalah cara yang diajukan oleh Tang Liu dan ia telah menyelesaikannya. Ternyata rasanya lebih tegang dari pada yang ia pikirkan. Rasa gugubnya ternyata tak terbayangkan.
Xiang Xiang yang masih dalam keadaan itu, tidak menyadari. Qin Yan membawanya ke pelukan. Dalam hati Qin Yan bersimpati dengan gadis ini, ternyata ia sudah melalui banyak cobaan hidup. Tidak mengherankan melihat sifatnya dingin dan kejam dikehidupan sebelumnya. Gadis ini terlalu merasakan sakit.
"Aku tak menyangka kalau kau mengalami masa lalu seperti itu. Sekarang kau sudah bersama kami, masa lalu hanyalah seperti angin berhembus. Cobalah biarkan itu berlalu, jangan sampai mempengaruhi pikiran dan semangatmu. Sekarang kau telah menjalani kehidupan yang baru, dengan adanya kami sebagai temanmu. Kau takkan lagi merasa kesepian. Masa lalu tidak akan menjadi pacuan untuk perbedaan. Selalu ingat, kita juga punya masa lalu yang kelam. Tapi, selalu punya semangat untuk menggapai impian. Kau akan baik baik saja selama kau bersama kami dan tentu kami tidak akan membiarkan kau terjerat dalam masa lalumu lagi. Kami akan selalu ada untukmu dan membantumu setiap ada masalah."
Qin Yan mengelus kepala gadis itu dengan lembut. Niatnya hanya untuk menghibur, tidak ada niat lain. Karena Xiang Xiang barusan juga telah menghiburnya saat terbangun dari ujian kubus mengerikan itu.
Xiang Xiang yang berada dipelukan Qin yan semakin membenamkan kepalanya didada Qin Yan. Tangannya melingkari pinggang Qin Yan serasa tak mau melepaskannya begitu cepat. Ia ingin merasakan ini lebih lama.
Kemudian ia pun tersenyum lembut merasakan kehangatan ini.
"Aku sangat berterima kasih padamu tuan. Anda yang telah merubah kehidupanku, anda adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku. Aku bersedia melayanimu selama kau mau. Bahkan dengan jiwa dan nyawaku akan kupertaruhkan untukmu."
Qin Yan tertegun sesaat. Kata kata gadis ini terlalu mendalam.
"Kau jangan menggunakan kata ambigu seperti itu. Yah sudahlah. Sudah waktunya kita berangkat, kompetisinya akan dimulai. Nanti kita terlambat." Qin Yan berusaha melepaskan Xiang xiang. Namun gadis tidak mau melepaskannya. Ia tetap memeluknya erat erat.
Hal ini membuat Qin Yan jadi khawatir, ia jadi membelai pipi gadis itu dengan lembut. Semoga saja tidak ada kesalahpahaman disini.
Disaat Qin Yan merenung sesaat dengan wajah khawatir, Xiang Xiang mengangkat wajahnya. Ia tersenyum manis hingga Qin Yan sedikit malu. Bohong kalau ia tidak terpesona dengan kecantikan permaisuri jahat ini.
"Xiang Xiang, apa yang kau....." Qin Yan tertegun sesaat saat ia melihat wajah memerah Xiang Xiang perlahan mendekat.
Ia kembali tersadar bibir gadis itu bersandar dibibirnya. Mata Qin Yan terbelalak, siapa yang menyangka kalau gadis ini berinisiatif untuk menciumnya. Saat itu Qin Yan mengingat penampilan sadis dan kejam dari seorang permaisuri jahat. Sebuah julukan untuk seorang wanita yang terkenal kejam dan tanpa perasaan. Xiang Xiang hadir dengan ketakutan ketika orang mendengar namanya. Mata gadis itu tajam seperti rubah setan, bibirnya yang selalu diwarnai dengan warna gelap. Memberi kesan kepada semua orang kalau dia bukanlah wanita feminim atau orang yang sensitif terhadap pria. Dia adalah wanita yang suka membunuh jika ada yang berani menyentuhnya.
Siapa yang menyangka wanita sejahat itu dimasa lalu akan menjadi selembut ini. Tapi, Qin Yan tidak akan membiarkan gadis ini kembali seperti sebelumnya. Tidak akan.
Iapun mulai membalas ciuman gadis itu, hingga napas Xiang xiang jadi berat. Otaknya berputar seakan akan dunia terbalik karena terlalu mabuk.
Disaat ini, tiba tiba terdengar suara ketukan diluar pintu. Karena masing masing tenggelam dalam kenikmatan, tidak ada yang sempat membuka pintu. Dan secara tiba tiba pintu itu terbuka, keduanya kaget bukan main.
Tang Liu berdiri disana dengan wajah yang gelap. Ia membeku sesaat ketika hendak memanggil Qin Yan. Xiang Xiang memanfaatkan itu untuk melarikan diri dari kepanikan dan rasa malunya. Menyisahkan Qin Yan sendiri didalam kamar.
"Sudah waktunya kita pergi." Gadis itu berbicara dengan mata melotot, dan ekspresi sadis diwajahnya. Sementara Qin Yan hanya terkekeh melihat sikapnya. Ia berharap gadis ini tidak terlalu serius. Tapi ternyata....
"Plak" Sebuah tamparan keras mendarat diwajahnya.
*******
__ADS_1
Area stadion...
Karena giliran kelompok Qin Yan bertarung di pagi hari, mereka datang lebih awal. Berbeda dari kemarin yang mempunyai jam sore, sekarang kelompok Qin Yan akan menjadi pembuka dipagi hari ini.
Para penonton sudah banyak yang datang meskipun masih sangat pagi, bahkan kelompok kelompok lain juga pada hadir.
Qin Yan berjalan bersama kelompoknya dengan dipimpin oleh Lu Xian menuju ke ruang perkumpulan. Penampilanya sedikit tidak bersemangat dengan lima sidik jari merah terpampang diwajahnya. Semalam ia tidak tidur sama sekali dan itu tentu membuatnya lelah baik secara fisik maupun mental. Selain itu, pagi pagi buta, kenapa harus menerima tamparan?
Qin yan menatap Tang Liu dengan menghela napas. Kenapa gadis ini begitu brutal.
Sebagai tanggapan, Tang Liu hanya melipat tangannya dengan angkuh. Ia berjalan kedepan tanpa berbalik kearahnya.
Ketika berjalan, tanpa sengaja Qin Yan mencium parfum yang sangat wangi. Dia agak mabuk dengan ketika mencium parfum itu. Rasa damai dan menenangkan memenuhi pikirannya. Saat itulah, wanita dengan kecantikan intelektual dan penampilan elegan tidak sengaja melewatinya. Selendang panjang yang dia pakai tidak sengaja menyentuh wajahnya.
Qin Yan terhenti, menatap mata seorang wanita yang juga menatapnya. Wanita itu tersenyum di balik cadarnya. Seketika membuat Qin Yan tertegun, astaga Qin Yan sangat mengenal wanita itu. Siapa lagi, kalau bukan Yun Zhi yang begitu menggoda. Tentunya saja dia sengaja lewat didepan Qin Yan hanya untuk berpaspasan.
"Astaga... Apalagi yang terjadi pada anak ini." Lin Fin menepuk dahinya sendiri melihat Qin Yan terbengong memandangi guru pendamping kerajaan GreenLand yang tengah lewat.
'Aku akui dia sangat cantik, tapi kenapa kau terlihat seperti orang bodoh dan berdiri disitu.' Dia menutupi wajahnya, seolah-olah menghindari tatapan orang orang yang melihat mereka. Ingin sekali ia bilang, anak ini bukan temanku.
Saat itulah ada seseorang yang menampar Qin Yan, meskipun tidak terlalu kuat namun berhasil menghasilkan suara yang mampu membuat semua orang berbalik pada mereka.
"Hei! Apa yang kau lihat! Matamu mau dicungkil, hah?" Seorang anggota kerajaan Greenland langsung meneriaki Qin yan didepan banyak orang. Jelas, hal itu menarik lebih banyak lagi perhatian.
"Hahaha.... Kapten, lihatlah. Wajah anak ini sangat lucu. Kenapa ada bekas tamparan dipipinya?" Satu anak lagi menertawai Qin yan. Ia berusaha memanggil kapten mereka yang terlihat dingin dan tenang, Shi Jang.
"Fu ji, Jie Han. Lebih baik jangan mencari keributan. Ayo kita pergi atau nona Zhi akan marah." Ucap pria itu dengan dingin. Meskipun begitu tatapannya mengarah pada Qin Yan dengan penuh penghinaan.
Kedua anggota nakal itu mematuhi perintahnya, mereka kembali berjalan meskipun masih menghina Qin Yan. Sejenak, Shi Jang berhenti tepat didepan Qin Yan.
"Jaga matamu dasar brensek. Jika tidak, aku akan membuat matamu buta dengan tanganku sendiri."
"Ya benar, kakak ipar tidak tidak boleh ditatap sembarangan. Kakak, nona Zhi adalah calon istri kakak anda. Kenapa tidak beri saja dia pelajaran supaya dia tahu siapa dirinya. Hanya tidak lebih dari sesongok sampah dijalanan. Berani beraninya ia menatap nona Zhi dengan tatapan cabul." Seorang gadis menimpali, terlihat jelas kalau dia menyukai Shi Jang. Makanya ia ingin mendapatkan perhatian pria itu dengan ikut menghina Qin Yan.
Namun Shi Jang malah melototinya hingga ia terdiam. Kemudian tatapannya kembali beralih pada Qin Yan.
"Lebih baik kau pikirkan baik baik ucapanku tadi." Dengan begitu ia pun segera berlalu.
"Hei!" Lin Fin ingin memukulnya namun dihentikan oleh Qin Yan. Kini wajahnya menjadi gelap, hingga bekas tamparan diwajahnya tidak terlihat.
Dalam hatinya ia bergumam.
'Siapa yang kau panggil kakak ipar. Siapa kakak iparmu, dia itu adalah wanitaku jadi jangan sekalipun kalian menyentuhnya.' Tatapan Qin Yan menunjukan kesadisan. Auranya mencengkram, namun Lin Fin lah yang kembali menghentikannya.
"Lebih baik kita pergi mencari tempat duduk dan menunggu pertarungan." Ucapnya menghibur Qin Yan.
__ADS_1
Lawan kelompok Qin Yan kali ini adalah kerajaan Sindran, kerajaan yang cukup kuat dimata orang orang. Katanya, kelompok ini pernah menduduki peringkat kedua belas turnamen lalu dan itu cukup membanggakan bagi mereka. Kali ini mereka akan berhadapan, dan tidak ada yang tahu pihak mana yang akan menang. Tempat taruhan pun penuh dikedua pihak, pertarungan kali terlihat cukup menegangkan. Karena dimata mereka, kerajaan Sindran begitu kuat tapi kerajaan Sunmoon bisa dibilang adalah kuda hitam dalam turnamen kali ini.
Setelah mengalahkan kerajaan Nerta kemarin, mereka mendapati kalau kerajaan baru ini bukan kerajaan lemah. Makanya mereka sangat antusias menunggu pertarungan.
__ADS_2