
__ADS_3
Diluar yang tenang dan damai, meskipun banyak kerusakan dilingkungan. Orang orang tetap mengurus para prajurit yang terluka. Sekitar 25% prajurit sekte tewas dipeperangan sementara sisanya menderita luka. Jika bukan karena suku Gunung keramat yang merawat mereka dengan sangat bersungguh sungguh, mungkin akan banyak prajurit sekte yang tidak selamat. Sejak itulah keluarga De (Litgh path) menyadari. Kalau kekuatan keluarganya masih berada jauh dari keluarga Gunung Keramat ini. Meskipun mereka merasa rendah, namun mereka juga tak meninggalkan tugas. Hampir semua pasukan kerajaan mengalami kerusakan fatal. Oleh karena itu, raja memutuskan mereka akan pensiun dari pekerjaan. Namun untuk gaji tidak akan berhenti sekalipun. Ini ditujukan sebagai rasa terima kasih raja kepada mereka karena mau ikut mengorbankan diri dalam perang ini. Keikutsertaan mereka memberikan dukungan penting yang mempengaruhi kemenangan, oleh karena itu keluarga mereka ikut mendapatkan penghormatan yang sesuai.
Satu persatu, para tawanan dimasukan kedalam alam spasial. Mulai dari Wuang sheng, Dou wei, Jia ya sampai yang lain juga ikut dimasukan.
"Yang mulia, aku akui aku memang bersalah. Tapi putriku tidak bersalah sama sekali, kamilah yang memaksanya untuk mengikuti kami. Setidaknya, tolong kasihanilah dia. Sejujurnya dia telah menyukai pangeran." Patriak Ning bersujud meminta maaf, dibelakangnya Ning er tidak bisa apa apa.
Ia hanya menunduk dengan rasa sedih diwajahnya, menyesal, bersalah. Semuanya tercampur aduk. Ia kemudian tiba tiba teringat perlakuan keluarganya padanya. Ning er memang putri sang patriak. Dia memiliki bakat dan disebut Jenius nomor satu kerajaan ini. Oleh karena itu ia menjadi kebanggaan keluarganya.
Namun disaat yang sama, Ning er juga memikul tanggung jawab yang besar. Dan ia dijadikan kunci utama dalam lonjakan keluarganya. Termasuk menjadi kunci dalam konspirasi ini.
Sejak kecil Ning er selalu dipasangkan dengan Qian yu. Mereka adalah teman masa kecil. Dan Ning er tentu sudah mengetahui karakter anak itu. Qian yu cukup baik, dia bijak, cerdas dan berpikiran luas. Dia tidak sekalipun bertindak sembrono atau angkuh seperti anak bangsawan lain. Ia adalah orang yang rendah hati.
Sayangnya, Qian yu dipasangkan dengan takdir yang berbeda. Para rakyat yang memuji Qian yu sebagai pangeran yang pantas mewarisi kerajaan, kini berubah ketika mengetahui bahwa Qian yu tidak memiliki meridian. Sikap semua orang tiba tiba berubah, Ning er heran mengapa itu terjadi. Selama ini, Ning er selalu memperlakukan Qian yu sebagai teman dan tidak lebih dari itu. Bukan karena Ning er merasa Qian yu tidak pantas untuk dirinya atau dialah yang tidak pantas untuk Qian yu. Namun karena kebersamaan mereka sejak kecil, otomatis Ning er cukup dekat dengan Qian yu. Dialah yang selama ini selalu membelanya, atau menariknya keluar dari masalah ketika Qian yu diejek oleh teman temannya. Itu sudah seperti kebiasaan baginya.
Sampai akhirnya mereka menikah, Ning er masih tidak merasakan apapun. Ia tidak sama sekali merasa gugub, entah kenapa. Rasa cinta, suka? Dia sepertinya tidak memiliki itu pada diri Qian yu. Sebaliknya, ia menganggap ini memang sudah kewajibannya pada Qian yu. Hatinya memang sudah ditakdirkan begini, itulah pikirannya.
Sebelum menikah, ia sempat menolak rencana licik yang dibuat keluarganya. Rencana itu terlalu mendesak, dan ternyata sudah direncanakan sejak lama. Ning er tidak percaya keluarganya sampai berpikiran picik seperti itu. Namun setelah pembatahan itu, ia disiksa tanpa rasa kasihan seperti budak. Jauh berbeda dari perlakuan lembut mereka selama ini. Semata mata semuanya hanya karena alasan mereka kecewa dengan sikap Ning er yang seperti ini.
Lebih terkejut lagi saat ia melihat, bahwa sekte Racun mengancam keluarganya. Membuat dunia Ning er terhenti, ia tidak punya cara lain lagi selain mematuhi rencana mereka.
Sungguh ironis.
Walaupun sesaat, saat itu ia bisa merasakan tatapan kecewa dari Qian yu waktu itu. Entah kenapa hatinya juga sangat sakit, rupanya ia menyadari kalau ia memang tak bisa kehilangan Qian yu. Ia benar benar sangat menyesal. Namun apa dayanya, sekarang ia telah tercap sebagai penghianat. Meskipun ia ingin sekali menjelaskan, namun ia tidak bisa meninggalkan keluarganya. Ia tak bisa meninggalkan orang yang merawatnya selama ini.
Ning er hanya menunduk diam ketika yang mulia raja mulai memperhatikannya. Dari tatapan raja, ia tak tega menghukum Ning er. Namun disaat bersamaan ia juga merasa mungkin itu adalah topeng yang ia gunakan. Ia juga tidak bisa mengambil kesimpulan ini sendiri.
"Soal itu, biarlah Qian yu yang menentukannya nanti." Raja pun menggeleng dengan raut wajah kasihan, Ning er sudah seperti putrinya sendiri. Namun ia tidak menyangka kalau dia menjadi seperti ini.
Tiba tiba Ning er tertegun, ia menatap sang raja. Namun kemudian berpaling, ia sungguh tak punya hak untuk memandangi raja sekarang. Air matanya ingin mengalir namun ia sangat menahannya. Tidak boleh, ia adalah tanggung jawab keluarganya. Cukuplah ia terkenal sebagai penghianat kerajaan, namun ia tak mau dicap sebagai penghianat keluarga. Hal itu juga membuat raja sedih, betapa kuatnya gadis ini. Ia dapat merasakan, kalau gadis ini berbeda dengan Huyan Xinglu. Sifatnya hampir sama seperti ibu Qian qian.
"Masuk." Kemudian ia pun melanjutkan. Telinga raja tertutup rapat saat Huyan Xing lu berteriak memanggil namanya. Ia benar benar tak sanggup lagi mengingat saat itu, saat Huyan Xing lu mencampakkannya.
"Raja, apa anda benar benar yakin kalau kau akan memperjarakan para penghianat ini. Kalau dikerajaanku, aku pasti langsung memeggal kepala mereka." Berkata raja Geritimo disampingnya.
Raja Sunmoon menggeleng pelan.
"Tidak, aku tidak bisa menarik kesimpulan ini sendiri. Secara harfiah, masih ada campur tangan Qian yu didalamnya. Ditambah lagi, aku masih meminta pendapat Qian yan."
Semua orang terdiam mendengarnya, tidak disangka ternyata raja tak bisa memutuskannya secara sepihak. Mungkin benar, jika meminta pendapat pada anak monster yang satunya. Ia mungkin mendapat kesimpulan bagus.
__ADS_1
Raja pun melangkahkan diri, ia mengajak ratu Es dengan hormat dan sopan.
"Mari ratu."
Yuechan juga mengangguk, mereka akhirnya pergi diikuti raja lainnya. Meninggalkan Jin kei yang mengurus para tawanan tersebut.
"Tak kusangka, kalau Qin yan ternyata putra dari raja Sunmoon." Berkata Weisi sambil meminum tehnya ditangan. Ia terduduk diatas tebing, jauh dari permukiman orang orang, ditemani Lin fin dan Xiang Xiang. Tempat itu adalah bekas pertempuran mereka tadi.
"Jangankan kau, aku bahkan tidak menyangka kalau sahabatku seorang pangeran." Lin fin menimpali, sejak kecil ia selalu berteman dengan Qin yan. Mungkin umur mereka sekitar 6 tahun. Mereka berteman sejak saat itu. Tentunya ia tahu kehidupan Qin yan yang sangat miskin, tapi ternyata. Dia hampir mati karena kaget ketika mengetahui latar belakang anak ini.
"Jadi bagaimana denganmu Xiang xiang?" Weisi berbalik pada gadis yang tengah termenung disana. Ia membenamkan kepala dilututnya.
"Sampai kapanpun, dia adalah dermawanku yang telah menariku dari kehidupanku yang kelam. Aku ingin selalu setia kepadanya."
Mendengar itu, tatapan Weisi jadi sayu. Kasihan sekali gadis ini, namun ia tak bisa merubah pendiriannya. Ia pun memegang kepala gadis itu. Mengocak acik rambutnya.
"Kau gadis yang sangat baik, aku berharap suatu saat kau juga mendapatkan pangeranmu." Senyum Weisi, hal itu membuat wajah Xiang xiang memerah. Sudah lama sekali, tuannya tidak memperlakukannya seperti itu. Ia pun mengangguk dan berusaha semangat, membuat Lin fin dan Weisi tertawa bersama sama.
"Nanti, ketika Qin yan bangun. Kita ajak dia minum minum, anak itu. Sejak dia meninggalkan kita. Kita tak pernah bersama lagi. Aku sekarang punya ide, bagaimana kalau kita mengundang Huang er dan Hulena. Mereka pasti bersemangat ketika mendengar Qin yan ada disini." Ucap Weisi.
"Itu ide yang bagus, beritahukan lagi pada Hulena kalau aku ada disini." Lin fin jadi bersemangat mendengarnya.
"Hehehe....." Namun Lin fin hanya tertawa konyol sambil menggaruk kepalanya. Perlahan, matahari pun terbenam. Sungguh sangat indah, terlebih lagi. Mereka bertiga menyaksikan itu bersama sama.
Malam yang gelap dan tenang, lampu lampu obor menghiasi setiap tenda yang ada. Beberapa petugas berkeliling mengawasi keamanan malam dengan lentera dan obor ditangan mereka.
Didalam tenda sang raja, sedang ada diskusi dilakukan oleh oleh orang orang penting. Raja Geritimo, raja Dandun, dan Yuechan sedang menikmati teh bersama sama mengikuti ajakan raja Sunmoon.
"Apa, anda bersedia memberikan kami bantuan? Itu artinya..." Raja Sunmoon tak bisa berkata kata ketika Yuechan dari sekte Menara es Suci menawarkan bantuan kepada kerajaannya.
"Hm... Dengan ini, aku harap kita bisa bekerja sama kedepannya. Aku akan bertanggung jawab mengirimkan kalian bahan bahan pembangunan, serta membantu dalam pembangunan kerajaan ini kembali." Yuechan mengangguk dengan tenang sambil meminum tehnya.
Hal itu membuat raja semakin tercengang, ia tidak menyangka. Ratu es yang sedingin es itu secara suka rela membantu mereka. Meskipun ia tahu kalau ini bukan ditujukan untuknya melainkan untuk mendapat perhatian Qin yan. Namun ia merasa bersyukur mendengar itu, setidaknya beban pikiran tentang keuangan untuk mengimpor banyak bahan bangunan akan memakan jumlah yang cukup tinggi. Sekarang sudah mereda.
"Te-terima kasih." Raja Sunmoon pun membungkuk sepenuh hati. Ia benar benar merasa sangat senang.
"Hm... Sama sama. Kembalilah duduk, aku juga akan mengirimkan beberapa murid sekte kesini. Setidaknya untuk menghindari peperangan susulan."
Raja semakin tercengang, ia pun memandangi Yuechan yang hanya meminum tehnya dengan wajah datar. Sama sekali tidak ada ekspresi, namun bantuannya kali ini cukup besar untuknya.
__ADS_1
"Qian ji, kami juga akan memberikanmu dukungan agar kerajaanmu segera kembali. Mungkin kami akan mengirimkan kalian sumber daya makanan, aku harap kau menerimanya. Kami juga akan mengirimkan para pekerja agar membantu dalam pembangunan ini." Raja Dandun juga menimpali. Membuat raja Sunmoon semakin berterimah kasih. Tapi, ia juga takut kalau ini akan seperti sepuluh tahun yang lalu. Saat itu ia sama sekali tak punya apa apa, dan keempat keluarga bangsawan dengan senang hati menawarkan bantuan mereka. Tapi ternyata, ini bagaikan utang yang terus menumpuk seiring berjalannya waktu. Dan akan diambil kembali dimasa depan.
Menyadari ada yang salah dengan wajah raja, raja Dandun langsung meleraikannya.
"Tidak perlu curiga begitu, kami punya hutang yang sangat besar pada anak anda. Jika bukan karenanya, mungkin sampai sekarang kami masih bersembunyi dari pemerintahan raja Mo." Senyum raja Dandun dengan tulus. Raja Sunmoon pun terpaksa mengangguk.
"Kurasa kau juga tak perlu curiga padaku, raja. Aku juga berniat memberikan bantuan pada kerajaan ini. Setidaknya ini dibagian bisnis, agar nanti kerja sama kita dibidang bisnis tidak akan putus. Dan nanti, aku juga akan mengirim sedikit pasukan militer sebagai rasa terima kasih karena mau melindungi kami." Raja Geritimo juga tersenyum. Memangnya siapa juga yang berkeinginan untuk membodohi dan memperalat kerajaan ini. Ada seorang jenius strategi disini, mana mungkin ia tidak diketahui. Dan terlebih lagi, sekte Menara Es suci saja turun tangan membantunya. Bohong kalau raja Geritimo tidak iri, untuk saat ini yang ia lakukan yakni menjalin hubungan dengan mereka. Agar ia juga mempunyai keuntungan. Kunci hubungan ini tentunya raja Qian ji, ditambah dengan pasukan sekte dikerajaan ini yang sangat hebat. Ia makin kagum dibuatnya.
Bahkan ia sendiri akan mengemis menjadi sekutu mereka, berlindung dan bekerja sama dibawah naungan mereka. Meski ia belum membayangkan kekuatan sekte Menara Es suci, namun ia sangat mengakui kalau Sekte baru dikerajaan ini tidak sedangkal yang mereka pikirkan. Tiga sekte yang menyerang bahkan dikalahkan sekaligus tanpa campur tangan sekte lain. Ini sungguh menakjubkan, sungguh sesuatu peluang yang mungkin tidak akan ia dapat dimasa depan. Mumpung mereka sedang membutuhkan bantuan, ia akan memberikan bantuan sebanyak banyaknya sebagai investasi kerajaannya.
Disaat mereka sedang berdiskusi, diruangan yang gelap gulita. Cui xie tengah duduk dengan raut wajah khawatir. Dirinya gelisah tak kepalang, rasanya ada yang aneh pada dirinya. Kenapa tiba tiba ia merasa panik begini.
Apa mungkin pasukan yang ia kirim kalah dan gagal menyelesaikan misinya?
Tidak tidak, ini tidak mungkin. Pasukan yang ia kirim merupakan sepertiga dari pasukan elitnya. Bohong kalau mereka kalah, lagian masternya juga. You jan juga ikut dalam penyerangan ini.
Cui xie menggelengkan kepala, ia memegang dahinya sendiri. Apa yang terjadi, mengapa perasaan gelisah ini terus menghantui dirinya.
'Sial.' Bedecak mulutnya penuh kekesalan.
"Kriek" Tiba tiba pintu dibuka, Lui cha masuk kedalam.
"Ada apa master?" Tanya Lui cha dengan alis berkerut ketika melihat masternya frustasi.
"Entahlah Lui cha, aku mempunyai firasat buruk tentang perang ini."
Perkataan Cui xie membuat Lui cha semakin bingung. Namun ia juga mengerti, dikerajaan itu terdapat anak yang dapat menggertak mereka dua tahun lalu. Mana mungkin perang ini dimenangkan dengan mudah, pasti akan butuh proses yang panjang. Tapi, pasukan yang mereka kirim adalah pasukan elit. Tidak mungkin jika mereka juga kalah, ditambah lagi dengan pasukan elit dari dua sekte lain. Maka mungkin sekte terkuat akan menanggapi ini dengan serius. Ketiga pasukan itu tak bisa diremehkan.
Pikir Lui cha.
"Gubrak" Tiba tiba pintu dibuka dengan paksa dan kasar.
"Bajingan! Siapa yang menyuruhmu masuk seperti itu!!!" Teriak Cui xie dengan marah, berani beraninya seseorang masuk dengan cara seperti itu. Bahkan para tetua saja harus mengetuk dan bersalam dengan sopan santun padanya.
Aura Cui xie langsung bergejolak, hingga Lui cha sendiri jadi berlutut dengan penuh keringat. Rupanya yang masuk dari pintu tidak lain adalah murid Cui xie sendiri. Ia langsung datang berlutut dihadapan Cui xie dengan penuh kekakutan dan kekhawatiran.
"Cepat katakan alasan yang logis agar aku tidak menghukumu." Ucap Cui xie dengan sikap dingin. Ia heran, sejak kapan muridnya jadi kurang ajar seperti ini.
"Ma-master, ada berita besar! Ketiga sekte yang menyerang kerajaan Sunmoon semua dihabisi."
__ADS_1
"Apa!!" Lui cha dan Lui cha langsung terkejut mendengar itu.
__ADS_2