LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Pencuri handal


__ADS_3

Wajah Qin yan menghitam, berbalik perlahan pada pria itu. Karena begitu marah, ia sampai tidak bisa mengontrol auaranya. Hingga pria itu menjadi pelampiasan kepanikannya.


"Jangan halangi aku." Ucap Qin yan dengan dingin, membuat mata itu membesar karena kaget. Ia pun langsung melepaskan tangannya dari bahu Qin yan.


Setelah dilepaskan, Qin yan pergi dari sana. Meninggalkan restoran itu, diikuti dengan tiga pendampingnya.


"Hei, dari tadi kau makan dengan banyak. Tapi kau tidak membayar apapun." Pria itu rupanya tidak melepaskan Qin yan begitu saja, ia mengangkat kakinya sembari menatap Qin yan dengan tajam. Cincin ungu bangkit ditangan kanannya.


'Sial, mengganggu sekali. Pencuri itu pasti sudah pergi jauh.' Batin Qin yan dengan kesal, ia memang tidak sempat mengejar pencuri tadi, tapi si rambut hijau pergi mengejarnya.


Karna tak punya pilihan lain. Qin yan mengeluarkan koin emasnya. Percuma bertarung dengannya disini, itu akan membuang banyak waktu.


"Ini, ambillah ini." Ia melempar koin itu padanya, namun diluar dugaan Qin yan. Pria itu malah menendang dengan keras.


"Buakh" Tangan Qin yan sedikit bergetar saat menahan tendangan pria itu.


'Ukh... Dia kuat.' Ia bahkan mundur beberapa langkah.


"Hei, apakah kau butuh bantuan?" Alis medusa berkerut melihat Qin yan sedikit kesulitan.


"Ya. Kurasa begitu." Jawab Qin yan susah payah, dengan secepat kilat Xie xie tiba tiba muncul didepannya. Memukul mundur pria itu.


"Sial, kalian pasti sudah merencanakan ini kan?" Pria berambut kuning itu makin memperkencang kuda kudanya. Kedua kaki pria itu menyala dengan aliran listrik biru.


'Atribut tipe kekuatan yah, tapi bertumpu pada kakinya.' Batin Qin yan saat melihat itu.


"Siung" Dalam sekejap, pria itu tiba tiba muncul didepan Qin yan. Hendak memberikannya, tendangan. Namun sekumpulan pasir datang dan membentuk tembok penghalang didepannya.


"Bum" Xiu xiu dibelakang berhasil menahan serangan tersebut, namun saking kuatnya. Hingga lingkungan disekitar jadi ikut berantakan karena serangan itu.


Tangan Xiu xiu kemudian beralih gerakan, pasir padat itu berubah menjadi butiran. Lalu melekat pada kakinya.


"Ukh" Pria itu mundur beberapa langkah, dengan cepat. Xie xie muncul disampingnya dan langsung menendang tulang rusuk pria itu hingga ia pingsan ditempat.


"Sial, kita sudah membuang banyak waktu. Ayo kita kejar pencuri tadi!" Dengan terburu buru, Qin yan langsung belari mengejar pencuri yang tadi dikejar oleh si pria rambut hijau. Tanpa memperhatikan kondisi restoran yang sedang kacau dibelakang. Para pengunjung juga mengalami hal sama. Mereka juga kehilangan benda berharga mereka, akibatnya restoran itulah yang menjadi sasaran. Ditambah sang pelayan pria itu yang pingsan, membuat restorannya jadi kacau tanpa ada yang mengontrol.


Ledakan terjadi disegala bangunan tempat makan itu, kehancuran pun terjadi. Restoran itu terbakar hingga menjadi abu. Hujan terus turun, memadamkan api yang bergejolak, pria yang pingsan itu akhirnya bangun karena tetesan hujan terus jatuh diwajahnya. Ia pun memeriksa kondisi tubuhnya, betapa sedihnya dia saat menyadari kalau tulang rusuknya ada yang patah.


'Orang tadi....' Alisnya berkerut mengingat dimana mana Xie xie menendangnya tadi. Memikirkan itu, ia hanya bisa menggelengkan kepala tak berdaya.


Ketika hendak pulang ke restorannya, ia kaget bukan main. Restorannya sudah hancur menjadi ronsokan. Para pelayan lain, koki dan pekerja direstoran itu banyak yang terluka, ada yang lari, dan ada juga yang bisa bergerak.


Melihat itu, ia hanya menggertakan gigi. Wajah Qin yan satu satunya yang dia ingat, karena tak memakai topeng.


Namun tidak ada yang menyadari, dibalik hujan tersebut. Seseorang sedang mengintai kejadian itu. Yah, dia adalah ratu kerajaan air ini. Yang tiba tiba terbangun dari meditasinya diatas air mancur.


"Ada apa yang mulia ratu?" Salah satu pelayannya datang bertanya.


"Ada beberapa kecoak yang membuat kekacauan." Berkata ratu dengan tidak senang.


"Apakah mereka pencuri tadi malam?" Tanyanya lagi dengan sopan.


"Ya, sepertinya begitu. Kali ini, aku sudah mendapatkan jejaknya." Senyum ratu itu, namun ia tiba tiba membeku saat merasakan tetesan hujannya telah mendeteksi sosok yang sangat kuat. Meskipun ia tidak tahu detailnya. Kurang lebih, ia mendeteksi kekuatan Medusa. Ratu air pun langsung berdiri dengan raut panik, membuat pelayannya jadi ikut khawatir melihat ekspresinya.


"Yang mulia ratu, haruskah kami membereskannya?"


"Tidak perlu, biar aku yang pergi melihatnya." Dengan anggun, wanita itu berubah menjadi tetesan air, lalu menhilang dipandang mata.

__ADS_1


'Hah hah hah.! Sial, kemana pergi pencuri tadi?' Ditengah hujan deras, Qin yan terus berlari, melompat dari pohon ke pohon. Wajahnya panik, mengingat saat Yun zhi memakaikan kalung itu padanya. Lalu kembali mengingat saat tubuh wanita itu terpotong demi menyelamatkannya. Ia benar benar tidak tenang saat kalung itu menghilang darinya.


"Sial!" Dengan keras, Qin yan berpijak hingga ia melompat sangat tinggi. Pemandangan hutan terpampang didepan mata. Akhirnya, dari kejauhan ia melihat banyak pohon yang sudah tertebas. Dugaannya mengatakan kalau terjadi pertarungan disana, dan pikirannya saat ini tertuju pada pria berambut hijau tadi.


"Disana! Cepat ikuti aku." Qin yan mempercepat langkahnya, Medusa dan lainnya dibelakang juga berusaha mengejarnya.


Sampai disana, baru ia melihat. Dua orang sedang bertarung. Si pria berambut hijau dan seorang gadis yang memakai tudung hitam. Namun wajahnya sudah keliahatan jelas.


Mereka berdua terlihat begitu lelah, begitu pula dengan pria berambut hijau. Pakaiannya hancur dan kulitnya terbakar karena menerima serangan dari gadis itu. Sementara gadis itu juga dipenuhi luka tebasan dan goresan di sekujur tubuhnya.


Wanita itu, dia bertarung dengan tongkat ditangannya. Namun anehnya tongkat itu mengeluarkan gelembung aneh. Cincin hitam ditangannya bersinar, dan ratusan gelembung memenuhi hutan itu. Sebelum gelembung itu mendekat, pria berambut hijau mengeluarkan tebasannya beberapa kali agar tidak terkena efek gelembung itu.


"Qin yan, hati hati dengan gelembung itu." Peringat Medusa dengan khawatir, ia langsung mengeluarkan elemen anginnya.


"BOOM BOOM BOOM BOOM" Pada akhirnya, gelembung itu pecah. Namun rupanya mempunyai ledakan diluar dugaan, bahkan sampai membuat kawah tersendiri. Kejut anginnya begitu luar biasa, Qin yan menutupi wajahnya agar tidak sampai terpental akibat angin itu.


Saat anginnya hilang, rupanya dinding pasir milik Xiu xiu melindungi mereka. Bahkan berhasil menangkap gadis itu.


"Ukh..." Namun kondisi Xiu xiu tampak tidak sehat, wajahnya pucat. Setelah itu pasir yang basah oleh air hujan kemudian melebur hingga tak bisa digunakan lagi.


"Xiu xiu, apa kau baik baik saja?" Tanya Qin yan dengan khawatir.


"Hujan ini. Aku tak bisa menggunakan elemen pasirku." Jawab anak itu sambil memegang dada kirinya. Ternyata begitu, sekuat kuatnya elemen pasir. Rupanya ia juga mempunyai kelemahan pada air.


Pada akhirnya, giliran pusaran air kuat yang mengikat mereka. Wajah gadis itu tampak sangat senang, cincin hitam ditangan kirinya bersinar terang.


"Skill ketiga, penghisap darah!" Dalam sekejap, air yang mengikat mereka pun jadi masuk kedalam tubuh. Mereka merambat sesuka hati, membuat daging Qin yan seperti terkoyak. Ditambah lagi, wajahnya pucat bukan main karena darahnya yang tersedot.


"Medusa, apakah kau bisa membuatnya..." Mata Qin yan ketika berucap, ia melihat wajah Medusa yang terguncang. Matanya terbelalak tak percaya.


"Ada apa?" Tanya Qin yan susah payah.


"Mei ji, walaupun tak bisa digunakan. Tapi kau bisa menggunakan teknik lain kan?"


"Tidak, entah kenapa. Hujan ini adalah skill milik seseorang."


Perkataan Medusa, agak menjawab kecurigaan Qin yan yang dari tadi ia pikirkan. Kemungkinan, seseorang yang bisa menciptakan hujan buatan adalah kultivator elemen air tingkat raja. Dan benar saja, rupanya air hujan ini semakin melelahkan tubuh. Kekuatan Qin yan juga perlahan habis, ditambah dengan air didalam tubuh yang bergerak bebas. Membuatnya semakin kesakitan, keringat bercucuran dimana mana.


Qin yan pun mengalirkan energi Neidan didalam tubuhnya, menghentikan pergerakan air tersebut. Hal itu membuat gadis disana sangat terkejut.


"Cepat, Xie xie!" Teriak Qin yan, anak itu pun langsung menembakan cairan lemnya beberapa kali pada wanita itu. Meskipun dapat dihindari, rupanya itu adalah jebakan yang akan mengurungnya. Seperti mengurung Zhou Weisi waktu itu.


"Kerja bagus." Puji Qin yan saat melihat gadis itu berhasil ditangkap kembali.


"Belum, gadis itu tidak mudah dikalahkan." Alis pria berambut hijau berkerut dengan waspada. Seketika, bola karet yang mengurungunya jadi meleleh menjadi cair. Sosok gadis itu terlihat dari sana.


"Skill kedua, cairan asam!" Ucapnya dengan tenang.


Bola bola air kecil yang berasap maju menuju mereka, Qin yan menangkis serangan itu dengan pedang roh miliknya. Yang lain juga berusaha bertahan, tapi lain dengan Medusa yang tiba tiba muncul dibelakang gadis itu.


"Maaf yah, tapi permainanmu sudah selesai." Berkata Medusa dengan tenang, seketika mata gadis itu terbelalak, belum lagi bertindak. Medusa sudah memukul lehernya hingga ia pingsan.


Dengan cepat pun, Qin yan dan pria berambut hijau menghampiri mereka. Namun tiba tiba langkah mereka terhenti, saat aliran darah mereka bergolak sekali lagi.


"Akh...!!" Teriak Qin yan yang tak tahan dengan rasa sakit itu.


"Hei, apa yang terjadi dengan kalian?" Alis Medusa juga berkerut, menyaksikan mereka semua, baik itu Qin yan maupun Xie xie yang dibelakang.

__ADS_1


"Da-darahku, rasanya aneh... Ukh.." Rasa gejolak sakit memunculkan urat urat yang terlihat jelas permukaan kulit. Qin yan tidak mengerti apa yang terjadi, tapi setelah dipikirkan lebih jauh. Ia pun tahu, kalau ini adalah ulah si pengendali air. Tapi yang penting ini bukan ulah gadis yang sudah pingsan itu.


Medusa yang tidak tahu siapa yang menyerang, ia pun menargetkan gadis itu. Namun, ia tidak mengerti. Gadis itu tidak sadarkan diri, pada akhirnya ia pun mengaktifkan domain miliknya. Dan seperti kecurigaannya, ada yang salah dengan hujan ini.


"Siapa! Cepat keluar, jangan hanya menonton kami saja. Kalau kau berani maka lawan aku." Teriak medusa dengan marah, namun teriakannya tidak ditanggapi, karna emosi ia langsung mengeluarkan auranya yang sangat menakutkan. Sampai sampai pepohonan disekitarnya jadi berhamburan.


"Bukh" Sesosok wanita terpental hingga mendarat didinding batu, pengendalian darah yang membuat Qin yan dan lainnya tersiksa akhirnya terlepas.


Semua orang bisa melihat, seorang ratu berpakaian anggun dengan warna Nila yang sangat indah. Terduduk dengan lemah didinding batu dalam keadaan sekarat setelah terkena aura itu. Akibatnya, hujan deras pun berhenti, membuat masyarakat dikota jadi bingung atas apa yang terjadi.


"Ukhuk ukhuk... Bagaimana bisa seorang Kaisar ada di tempat ini." Ratu air pun memuntahkan darah segar.


'Kalau saja aku tahu tingkat kultivasinya, aku tak akan menyinggung wanita itu.' Ia menyesal atas apa yang sudah ia lakukan. Dia berada ditingkat raja, namun berani mempermainkan seorang ahli kaisar. Tapi itu pun juga tidak akan terjadi jika Medusa tidak menyembunyikan kultivasinya dibalik topeng itu. Alasan ratu air mengujinya karena penasaran, seberapa besar kekuatan Medusa.


"Hanya seorang ahli raja berani menyinggungku. Apa kau sudah bosan hidup?" Medusa perlahan berjalan kearahnya, membuat wajah ratu Air memucat. Berpikir kalau akhir hayatnya sudah tiba.


"Hentikan dulu Mei ji, pasti ada alasan mengapa dia menyerang kita." Medusa langsung terhenti saat Qin yan menarik tangannya. Setelah itu, Qin yan berjalan ke arah ratu itu. Memberi hormat sopan padanya.


"Anda pasti penguasa kerajaan ini. Kami tidak berniat mencari masalah disini. Bolehkah kami tahu, kesalahan macam apa yang kami lakukan hingga anda datang menyerang kami." Tanya Qin yan dengan sopan.


Wajah sang ratu langsung tertegun, melihat mereka memberinya kesempatan. Ia pun perlahan berdiri, memulihkan tubuhnya dengan elemen air.


Melihat itu, Medusa langsung maju karena curiga ia akan menyerang lagi, tapi Qin yan menghentikannya kembali. Menyuruhnya agar tetap tenang. Setelah ratu itu sepenuhnya pulih, ia pun menatap Qin yan dengan penuh rasa bersalah.


"Maafkan ketidak sopananku tadi tuan. Sepertinya aku sudah salah paham pada kalian, tentunya kalian sudah mendengar kalau semalam terjadi perampokan diistana kami. Sebenarnya, mereka mencuri mahkotaku yang agung. Setelah diidentifikasi, mereka belum pergi dari kerajaan ini. Laporan mengatakan, ada beberapa orang misterius yang memakai topeng ingin keluar dari wilayah ini. Jadi aku mengawasi kalian, tapi setelah kekacauan tadi terjadi. Aku sadar pencurinya bukan kalian, melainkan gadis yang kalian kejar."


"Jadi kenapa kau menyerang kami!" Bentak medusa dengan marah.


"Maafkan aku, tentunya aku hanya....."


"Qin yan! Gadis tadi sudah menghilang!" Teriak Xie xie, semuanya kaget mendengar itu, setelah dilihat dia memang sudah kabur, hanya dalam beberapa detik. Gadis itu bisa lolos dari dua orang ahli tingkat Raja dan Kaisar.


"Apa! Bagaimana mungkin? Kenapa bisa terjadi!" Qin yan sendiri jadi panik, ia kaget melihat pria berambut hijau berhasil dilumpuhkan.


"Jangan jangan, wanita ini yang membantunya!" Teriak Medusa, dengan cepat ia langsung berbalik mencekik leher ratu Air.


"Dia sengaja membuat kita lengah, dari awal dia memang sudah menghalangi kita kan?" Lanjutnya lagi.


"Tu-tunggu, jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat. Bukan itu niatku. Dia pasti belum pergi jauh, hujanku pasti bisa mendeteksinya." Berkata ratu Air dengan wajah pucat. Namun seberapa pun ia beralasan, Medusa tidak ingin melepaskannya. Sampai akhirnya Qin yan memegang bahunya dengan anggukan pelan. Barulah ia melepaskannya.


"Lebih baik kita manfaatkan waktu." Ucap Qin yan dengan tenang.


Mendengar saran Qin yan, dua ahli itu pun langsung mengaktifkan domain mereka, meskipun Medusa masih menatap ratu Air dengan tajam. Namun ia melakukan apa yang diintruksikannya. Bertapa luasnya domain tersebut, hingga mampu mencapai wilayah kerajaan sekitar. Tapi, ekspresi mereka begitu kaget. Bahkan ahli raja dan Kaisar pun tidak bisa mendeteksinya. Siapa sebenarnya gadis itu, dia benar benar tidak masuk akal. Perbuatannya ini telah mengalahkan cerita Qin yan saat melarikan diri dari kerjaran pasukan Dandun.


"Ti-tidak mungkin! Ini benar benar tidak mungkin!" Ratu air dan ratu Medusa terlihat shok. Mereka memandangi tangan mereka dengan gemetar. Melihat itu, Qin yan terduduk pusing. Memegang dahinya sambil menghela napas panjang, memikirkan tampang gadis tadi. Ia mempunyai rambut orange panjang dan mempunyai tongkat yang bisa membuat gelembung. Tapi sejauh ingatannya tadi, ia belum menemukan jejak apa apa.


"Qin yan, apa yang kita lakukan sekarang?" Alis Medusa berkerut sekali lagi ketika melihat keadaan Qin yan.


Seorang ahli Kaisar menanyakan pendapatnya pada seorang remaja tanpa kekuatan, mata ratu Air dibuat kaget melihat itu. Tapi mendengar nama Qin yan, mata makin terbelalak.


'Tunggu. Qin yan! Tidak mungkin kalau itu dia kan? Berarti rumor itu benar yah, dia mungkin benar benar disegel oleh 11 sekte.' Ratu air berkeringat melihat Qin yan, tidak disangka kalau ia bisa melihat sosok legenda muda yang tengah dibicarakan selama ini disini.


Si pria berambut hijau yang tengah pingsan tadi akhirnya terbangun akibat hujan deras milik ratu air. Dibantu oleh Xie xie dan Xiu xiu, ia dibawa kehadapan Qin yan.


"Tadi, aku melihat tato bunga anggrek dibahu kiri gadis itu. Sepertinya aku tahu dimana dia pergi."


Mata Qin yan langsung membesar mendengar itu, wajahnya terangkat menatap pria itu dengan rasa ingin tahu.

__ADS_1


"Kau tahu siapa dia?"


__ADS_2