LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Kunci


__ADS_3

"Bruk"


Qin yan terjatuh dengan dirinya sebagai wadah untuk menampung tubuh ratu Medusa.


"Ukh.." Darah pun keluar dari sudut bibir Qin yan.


"Kau gila! Apa kau ingin membunuhku hah!" Teriak Qin yan dengan marah, berusaha melepaskan diri. Namun ratu Medusa memegang kedua tangannya.


"Serahkan kunci itu!" Ratu Medusa terus terusan menekannya, hingga Qin yan tidak berdaya.


"He-hei, sebenarnya apa yang kau tau tentang kunci itu." Berkata Qin yan dengan susah payah, saat ini berada dalam tekanan ratu Medusa yang telah mencapai puncak tahap raja. Dengan tubuhnya yang tidak mempunyai jalur energi, Qin yan benar benar kesulitan untuk bernapas.


"Kristal itu adalah kunci untuk membuat Asral kembali terkurung." Jawab ratu Medusa.


"Hah? mengurungnya kembali?" Qin yan jadi terdiam, menatap mata ratu Medusa dengan serius. Mereka bertatapan begitu lama hingga ratu Medusa sendiri membuang muka.


'Bagaimana bisa ia tidak terpengaruh?' Batin Ratu Medusa dengan bingung.


"Bisakah kau lepas dari tubuhku dulu? Setelah itu aku akan memberikannya." Ucap Qin yan dengan tidak sabar, ia tidak tahan lagi ketika seorang tubuh wanita menimpanya. Namun sayangnya tubuh wanita itu adalah ular. Jadi ketertarikan Qin yan jadi berkurang.


Dengan waspada ratu Medusa masih menatap Qin yan dengan curiga. Namun Qin yan malah menatapnya kembali hingga ia tak punya cara lain selain bangkit dari tubuhnya. Tapi ia masih berhati hati, siapa tahu Qin yan memanfaatkan ini untuk membunuhnya atau melarikan diri. Namun, untungnya Qin yan tidak melakukan itu. Ia tetap menjaga ucapannya, walaupun sebenarnya ia tidak ingin lepas dari kristal itu.


"Jadi jika ini adalah kunci untuk mengurung roh itu, kalau begitu apakah kau tau tempatnya?" Tanya Qin yan, situasi ini ia sudah mengerti. Setiap ada kunci maka akan ada ruangan tersembunyi yang istimewa.


Sedangkan ratu Medusa jadi terdiam, pertanyaan Qin yan tidak bisa ia jawab.


"Haaaah... Sudah kuduga" Qin yan memegang dahinya sendiri.


"Serahkan kuncinya!" Ratu Medusa kembali menekan Qin yan.


"Woi, bisakah kau tenang sedikit. Aku masih memikirkan cara untuk menyingkirkan roh busuk itu." Marah Qin yan hingga membuatnya tertegun.


"Kau benar benar akan membantu kami?" Tanya Medusa tak percaya.


"Tentu saja tidak, dia itu musuhku dan tidak ada kaitannya dengan kalian." Perkataan Qin yan kembali membuat ratu Medusa kesal, memang tidak cara untuk bekerja sama satu sama lain.


'Anak ini terlalu sombong.' Urat kecil muncul didahinya.


"Oh, sepertinya tadi aku baru membacanya." Qin yan yang tengah berpikir, kini tiba tiba teringat dengan buku yang ia baca tadi. Dengan cepat ia pun membuka bukunya kembali.


'Jadi dia bisa mengerti bahasa kuno klan ular? Pantas saja ia begitu sombong, tapi aku masih tidak mengerti mengapa dia tidak terpengaruh dengan kutukanku. Siapa sebenarnya anak ini?'


Medusa menatap Qin yan terus menerus, awalnya ia mengira kalau cerita tentang legenda Qin yan hanyalah kebohongan belaka dari para kumpulan manusia. Tapi melihatnya langsung, dia sadar. Dimanapun Qin yan berpijak, pasti akan menggentarkan banyak orang meskipun ia sendiri tidak mempunyai jalur energi. Keterampilan serta pengalaman anak ini tidak bisa ditandingi oleh siapa pun.

__ADS_1


"Oh ini dia..." Qin yan pun akhirnya menemukan halaman itu di akhir buku. Ratu Medusa datang mendekat, ingin melihat tulisan itu. Namun ternyata ia sendiri tidak bisa membacanya.


'Ini adalah tulisan kuno jaman batu, hanya sesepuh yang bisa membacanya.' Ia tiba tiba teringat pada nenek moyangnya yang sudah berusia 5000 tahun. Dan sampai sekarang belum tanda tanda untuknya meninggal dunia. Namun ia lebih heran lagi kenapa Qin yan bisa membacanya.


"Oh begitu rupanya." Qin yan mengangguk sendiri.


"Apanya yang begitu?" tanya Medusa, melihat Qin yan berdiri dan merilekskan tubuhnya.


"Entahlah, sulit untuk dijelaskan. Tapi yang pasti sepertinya aku tahu jalannya. Asalkan kau mau membantuku." Qin yan mengulurkan tangannya kearah Medusa.


"Jika kita bekerja sama, mungkin kita bisa menyelesaikan ini." Perkataan Qin yan masih membuat ratu Medusa menjadi ragu.


"Apa untungnya aku bekerja sama denganmu, kau bahkan tidak bisa dipercaya." Jawabnya dengan datar. Membuat mata Qin yan jadi terbelalak.


'Oh, dia kaget?' Batin Medusa, posisi siaganya sudah terbentuk saat melihat Qin yan mengangkat pisaunya.


'Berani beraninya kau menyerangku?' Ia hendak menangkis serangannya, namun tersadar kalau Qin yan serang itu bukanlah dirinya. Melainkan seekor ular yang jatuh menimpanya.


"Kita sudah diserang." Teriak Qin yan dengan panik, ketika menghadap keatas barulah mata Medusa ikut terbelalak. Ratusan ular kecil yang berbisa berjatuhan seperti hujan.


'Jadi dia tidak menyerangku.' Ratu Medusa menatap Qin yan yang tengah kesulitan menghadapi ular ular itu. Dengan tenangnya ia langsung menghentakan kakinya, semua ular yang berjatuhan kearah mereka jadi terhempas jauh. Bahkan rambut Qin yan sendiri jadi bertebaran.


"Wah! Memang layak menjadi seorang ratu. Kerja bagus." Qin yan memberikan jempol padanya hingga ekspresi ratu Medusa menjadi aneh. Sepertinya ia tak suka di berikan pujian seperti itu.


"Ayo kita per..." Ratu Medusa hendak pergi mencari jalan dengan anggunnya didepan Qin yan. Namun tangannya tiba tiba ditarik oleh Qin yan.


'Apa apaan anak ini..' Ratu Medusa ingin melepaskan tangannya, namun melihatnya yang begitu serius. Ia pun jadi tertegun dan akhirnya tak punya cara lain selain membiarkan dirinya dibawa lari.


Cukup lama mereka berlari, Qin yan membawanya hingga ketempat yang benar benar gelap. Ada sebuah batu prasasti kuno didepannya, bertuliskan kata kata Kaisar Liung ming yang diukir dengan jarinya sendiri.


"Ini apa?" Bertanya ratu medusa dengan heran.


"Berdasarkan buku ini, tempat ini adalah wadah dimana penyegelan roh Asral di kurung." Qin yan melepaskan tangan ratu Medusa. Lalu mendekati permukaan batu tersebut. Memeriksanya sebentar kemudian meraba permukaan batu itu.


'Kekerasan serta kualitasnya, batu ini benar benar bukan batu biasa. Tapi, kenapa ukiran tulisan ini tercoret coret?' Qin yan sedikit terdiam melihat coretan tak teratur pada bagian pengukirannya. Terlalu banyak coretan hingga ukirannya tidak terlihat. Ketika Qin yan menyentuh coretan itu, barulah ia sadar. Energi yang digunakan untuk mencoret ternyata sama dengan energi Asral.


'Oh, jadi baj*ngan itu tak ingin ada orang yang membacanya yah.' Qin yan tersenyum sendiri memikirkannya.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan?" Ratu Medusa ikut memeriksa batu itu, dan ia juga tahu kalau ini adalah perbuatannya Asral. Hanya saja ia tidak tau apa yang harus dilakukan setelah itu.


"Bisakah kau mundur sebentar?" Suruh Qin yan dan pandangannya tetap kearah batu itu.


'Z , coba aktifkan deteksi supranatural.' Meskipun Qin yan tidak mempunyai kekuatan, namun ia mempunyai sebuah pendukung. Pendukung yang selama ini jarang ia pakai. Z akan dipakai saja disaat ia benar benar tidak tau.

__ADS_1


..."Baik tuan, deteksi supranatrual di aktifkan."...


Setelah itu, didalam mata Qin yan aktif dengan hologram yang mendeteksi batu. Berdasarkan pemeriksaan, ada 43 titik disemua pemukaan batu itu. Dan ada dua jenis ukiran dibatu tersebut, yakni ukiran asli dan coretan milik Asral.


'Pindai dan pisahkan, lalu tampilkan dua jenis ukiran itu.'


Sesuai perkataan Qin yan, dua jendela pun muncul. Satu coretan Asral dan satunya ukiran asli.


"Oh, begitu." Qin yan jadi mengerti sementara ratu Medusa dibuat heran olehnya.


'Apa dia mengerti hanya dengan melihat?' Batin Medusa dengan bingung, lebih terkejut lagi saat melihat Qin yan berjalan menuju dibelakang batu itu.


"Hei mau kemana kau?" Ia pun jadi mengejar Qin yan hingga sampai kebatu nisan yang lebih kecil.


"Baguslah." Senyum Qin yan memandangi permukaan batu itu, dimana ukiran batu tersebut benar benar tidak lengkap. Dan hanya mempunyai sebagian kecil isi batu yang besar.


'Apa yang mau dia lakukan.?' Medusa penasaran dengan langkah Qin yan selanjutnya.


Dengan cepat Qin yan pun mengeluarkan pisaunya. Membantu melengkapi ukiran tersebut.


'Jangan jangan dia...' Mata ratu Medusa terbelalak, melihat ukiran yang dilengkapi Qin yan jadi bersinar terang.


"Berhasil." Senyum Qin yan merentangkan tangannya dengan lega. Sementara ratu Medusa menatapnya dengan ngeri.


'Qin yan ini, sebenarnya monster macam apa dia.?'


Jauh dari lokasi mereka, Asral yang kini tengah bertarung dengan Elfes habis habisan kini tiba tiba terkejut. Pandangannya berbalik kearah batu prasasti kuno. Terdapat raut wajah panik diwajahnya.


"Apa yang mereka lakukan sebenarnya?" Ia pun melesat dengan cepat, sedangkan Elfes ingin mengejarnya namun tak mempan. Pada akhirnya ia menggunakan skill pemberhentian waktu miliknya.


"Sraat" Tanpa disadari oleh musuh, tangan Asral sendiri sudah terputus.


"Siapa sebenarnya kau, kenapa kau bisa menggunakan skill itu.?"


Berkata Asral dengan wajah kesakitan.


"Apa karena kau terlalu lama terkurung, sampai lupa denganku?" Mata Asral kemudian terbelalak mendengar Elfes berbicara untuk pertama kali. Namun dilihat dari kata katanya, ia semakin terkejut. Makin lama dipikirkan, matanya semakin terbelalak.


"Jangan jangan kau........ Elfes!"


Elfes hanya bisa tersenyum mendengarnya, pedangnya terangkat tinggi tinggi.


"Hanya tuanku yang bisa mengurungmu saat itu. Maka saat ini, tuanku yang baru akan mrngurungmu kembali. Kau tidak akan bisa kemana karena ada aku disini."

__ADS_1


Wajah Asral menjadi sangat jelek, keberadaan Elfes benar benar sangat mengganggu.


"Sialan!"


__ADS_2