
__ADS_3
Disaat yang bersamaan, Yuechan yang tengah duduk berkultivasi ditenda khususnya tiba tiba merasakan aura itu. Ia juga merasakan aura lain dari beberapa master sekte yang datang kekerajaan ini.
'Apa ini?' Ia pun membuka mata dengan cemas, apakah mereka datang untuk menyerang lagi. Jika itu iya, berarti masalah ini akan sangat besar. Sehebat apapun tiga orang tetua bawahan Qin yan itu, tidak akan ada apa apanya jika dibanding dengan beberapa sekte yang bersatu. Terlebih lagi, dua sekte lainnya bukan sekte biasa.
'Aku harus mengeceknya dulu.' Ia pun berdiri dengan cepat, ketika ia keluar dari tenda. Tidak diduga ternyata ia bertemu dengan muridnya, Qing zhu.
Namun, ada yang aneh dari gadis itu. Wajah gadis itu tampak muram. Matanya merah terasa habis menangis.
"Ada apa denganmu Qing zhu?" Tanya Yuechan dengan khawatir, ia bingung apa yang terjadi dengan gadis ini.
Namun gadis itu hanya diam tak menjawab apapun. Wajahnya murung dan sepertinya moodnya tidak bagus.
"Master, ayo pulang."
Ucapan itu membuat Yuechan kaget bukan main. Astaga, apa yang dikatakan Qing zhu barusan. Apa yang ia dengar ini, kenapa mendadak pulang tanpa alasan. Pasti ada sesuatu hal yang terjadi.
"Qing zhu, katakan apa yang terjadi? Master bisa membantumu." Ia pun memegang kedua bahu gadis itu, namun Qing zhu hanya menggeleng kepala dengan pelan. Ia seperti gadis kecil yang kehilangan sesuatu. Menyadari ada yang salah dengannya, Yuechan juga sangat khawatir. Namun, ia juga mengerti. Gadis itu tak mau menceritakan masalahnya hari ini, mungkin ia masih butuh istrahat untuk menangkan diri.
"Kalau begitu, tunggu sebentar. Ada sesuatu yang harus aku lakukan." Yuechan mengangguk padanya, ia langsung bergegas ketempat dimana para ahli itu berada.
Setelah ia pergi, Qing zhu berbalik kesamping. Terlihat Medusa yang juga berdiri melihatnya, namun hal itu tidak diperhatikan oleh Qing zhu. Dia pun masuk kedalam tenda tanpa ragu.
*
Diluar tenda Qin yan.
Weiqing menggaruk kepalanya yang tak gatal, ketika melihat mereka yang sudah keluar.
'Oh, wajar saja dia curiga.' Ia pun mengerti mengapa dia dicurigai tadi. Siapa juga yang tidak waspada ketika melihat tindakan ini. Memikirkan itu, ia hanya memegang dahinya seperti menyaksikan orang bodoh.
"Kenapa kalian bersembunyi? Cukup menampakan diri saja. Kalian benar benar merusak suasana." Berkata Weiqing dengan kesal. Sementara yang lain juga menyadari kesalahan mereka.
"Weiqing, bukannya kami bersembunyi. Tapi kami juga memperhatikan kerajaan ini. Tidak kusangka kalau kerusakannya separah ini." Jawab Yan Qinying, ia melirik Yao chen yang nampak muda. Ia heran, tak pernah ia lihat sosok ahli kuat yang berada diumur muda. Jika dia ditingkat Kaisar, maka orang ini pasti terkenal seperti para ahli lainnya. Dia pasti orang ternama, namun nyatanya Yan Qinying baru pertama kali melihatnya. Dan ia menduga kalau ia adalah pemuda jenius yang baru mencapai ahli Kaisar baru baru ini.
Tapi sepertinya ia sudah salah, dilihat dari ekspresi pemuda ini. Ia tidak bereaksi apapun ketika melihat para master sekte berkumpul didepannya. Seolah olah ia memang sudah terbiasa. Yan Qinying cukup penasaran dengan sosok misterius satu ini. Apa dia akan sama seperti anak itu. Sepertinya, semakin dia dekat dengan Qin yan. Dia akan semakin diberikan kejutan yang lebih besar setiap waktunya. Hal itulah yang membuatnya tertarik pada mereka.
"Yao chen, apa salahnya jika kita membiarkan mereka masuk dan melihat keadaannya. Mereka juga tamu kita." Tiba tiba Jin kei muncul dibelakang, ia berjalan mendekati Yao chen. Memegangi bahunya seraya mengangguk membujuknya. Pria berambut biru itu mengejutkan mereka lagi, ternyata ada satu ahli baru yang juga sekuat ini.
Belum juga Yao chen menjawab, Jin kei sudah menyambut mereka. Kepribadian mereka memang agak berbeda. Namun selama menjadi manusia, Jin kei selalu tersenyum riang dibanding Yao chen yang berbalik pendiam.
"Ayo masuk, kami akan mempersiapkan kalian teh hangat." Senyum Jin kei dengan ramah, ia mempersilahkan mereka masuk. Disaat itulah, Elfes juga datang melihat mereka. Ahli ketiga yang datang itu tidak mengucapkan apa apa, sifatnya hampir sama dengan Yao chen.
Tidak lama berselang, Yuechan juga mendatangi mereka. Ia benar benar tak menduga kalau empat master dari sekte berbeda datang ketempat ini. Benar benar suatu kesempatan yang jarang, tentunya kesempatan ini datang karena kekacauan yang terjadi.
"Oh, Yuechan. Ternyata kau ada disini?" Tentunya mereka heran mengapa ratu es ada dikerajaan ini, dan kedatangannya tiba tiba juga mengejutkan mereka.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Apa aku tak boleh ada disini?" Seperti biasa, Yuechan kembali kesikap dinginnya.
"Tidak bukan begitu, aku hanya heran ternyata kau juga tertarik dengan berita yang tersebar."
Yuechan hanya menggelengkan kepala mendengar itu, mereka saja datang kekerajaan ini. Lalu kenapa mereka mempermasalahkan dirinya. Namun Yuechan tidak terlalu mengambil pusing, dilihat dari mereka. Sepertinya tidak ada tanda tanda tersembunyi.
"Mumpung semua ada disini, mari kita masuk bersama sama." Jin kei pun mempersilahkan semuanya masuk. Ia juga memanggil pelayan agar menyiapkan teh untuk mereka. Didalam, mereka dilayani oleh Jin kei. Sementara diluar dijaga oleh Yao chen dan Elfes.
"Dalam pertarungan, dia terlalu memaksakan diri untuk menyelamatkan keluarganya. Dengan keadaannya yang seperti ini, sepertinya butuh waktu lama untuk memulihkan diri." Jin kei berkata dengan pelan, seolah olah mereka berada diposisi sulit. Padahal, nyatanya. Qin yan seperti ini karena ulah serangan yang telalu besar. Untungnya juga semua orang percaya akan hal itu.
"Ular itu, dia pandai juga berbicara." Yao chen diluar hanya mendengus dingin sambil melipat tangannya didada. Saat ini Qin yan sedang dalam pemulihan jiwa, karena seluruh prajurit bayangannya dihancurkan dalam satu waktu. Membuat pusat kekuatan jiwanya jadi terluka. Namun Jin kei memanfaatkan itu untuk menarik simpati mereka, meskipun caranya cukup memalukan. Namun Yao chen cukup mengakui, kalau kemampuan akting pria ini cukup lumayan.
"Hm... Dilihat dari luarnya seperti begitu." Weiqing mengangguk setelah memeriksa kondisi anak itu. Ia tidak menemukan sesuatu yang salah, seperti segel mereka yang terbuka. Maka ia berasumsi, bahwa Qin yan pasti menggunakan teknik yang menyiksa dirinya seperti saat ia bertarung dengan istrinya waktu itu. Memikirkan hal tersebut, ia hanya menggelengkan kepalanya dengan iba. Sampai segitunya ia mengorbankan segalanya untuk keluarga. Kekaguman Weiqing pada anak ini semakin bertambah saja.
Yun zhi yang melihat itu, hanya mengepalkan kedua tangan sambil menggigit bibirnya. Hatinya sakit saat melihat Qin yan yang terbaring disana dengan kondisi penuh luka. Pertempuran kali ini, pasti sangat mencekam hingga ia mempunyai luka yang cukup parah seperti itu.
Setelah meminun teh begitu lama, mereka pun akhirnya keluar. Satu persatu, berpamitan kepada Yao chen dan Elfes diluar. Menyisahkan Yun zhi sendiri didalam, ia duduk disamping Qin yan. Karena hanya tersisa dia saja, Yun zhi memanfaatkan itu untuk tinggal lebih lama lagi bersama Qin yan. Perlahan, ia membelai rambut Qin yan dengan lembut. Tatapan matanya sayu, ketika ia melihat kalung liontin dileher Qin yan yang masih utuh. Ia tersenyun sendiri.
"Yun zhi." Sampai akhirnya, master Yan Qinying memanggilnya. Ia pun jadi tersadar. Terdapat raut wajah kecewa diwajahnya, ia ingin menghabiskan waktu bersama Qin yan lebih lama lagi. Namun ternyata tak bisa. Terakhir kali ia pun mencium bibir Qin yan. Kemudian dengan berat hati, ia lalu keluar menyusul masternya.
Saat keluar, Yun zhi mendapat tatapan aneh dari Jin kei, Yao chen dan Elfes. Karena bibirnya yang basah, ia juga masih merasakan sensasi itu. Makanya seketika wajahnya langsung memerah. Dengan cepat ia pun langsung lari terbirit birit melewati mereka.
Ia lebih gugub lagi, saat melihat masternya yang menatap Yun zhi sambil menggelengkan kepala. Namun tidak lama, Yan Qinying pun tersenyum.
Satu kata itu membuat Yun zhi tertegun. Jangan bilang ia sudah mendapat persetujuan dari masternya. Memikirkan itu membuat wajah Yun zhi langsung bersemangat.
"Ya!" Tanpa sadar ia berteriak dengan keras. Namun ia kembali menunduk malu setelah ia tersadar kalau dirinya sudah keceplosan.
"Pppfftt....." Hal itu membuat Yan Qinying tertawa lucu, ia pun memegang kepala gadis itu layaknya gadis polos. Setelah itu mereka melesat, kembali kesekte masing masing.
Semua itu tidak lepas dari Medusa yang menyaksikan kepergian mereka. Namun ia tidak berekspresi apapun, ia hanya diam dan menatap langit. Diarah mereka pergi, sama halnya kepergian Qing zhu. Ia juga hanya diam melihat kepergian mereka.
Malam berlalu, beberapa hari setelah kepergian mereka. Tidak terasa 20 hari telah terlewati. Qin yan dan Qian yu menghabiskan waktu selama itu dengan keadaan tak sadar dalam kondisi pemulihan. 20 hari, banyak sekali hal hal yang terjadi tak terduga. Tidak lama setelah peperangan terjadi, sebuah berita menyebar menusuk telinga sang raja. Kerajaan Kalise diambil ali oleh pangeran ketiga, Jue li. Dan sekarang ia sedang membangun kekuatan yang baru. Rumornya mengatakan, terjadi beberapa pemberontakan diistana menyebabkan sebuah kekacauan. Namun semua itu berhasil ditangani oleh Jue li.
Sama halnya dengan kerajaan Kalise, kerajaan Sunmoon juga sedang melakukan pembangunan ulang kekuatan. Berita tentang peperangan kerajaan kecil melawan tiga sekte telah menyebar luas, banyak sekali kerajaan kerajaan yang menaruh perhatian atas kejadian tersebut. Apalagi ketika mendengar ada sebuah sekte disana, tak tanggung tanggung. Banyak raja dari berbagai kerajaan datang berkunjung kekerajaan Sunmoon.
Mereka penasaran dengan sosok Qin yan yang mereka kagumi selama ini, dan tentu tak menyangka. Kalau anak monster tersebut berasal dari kerajaan kecil yang penuh dengan kejutan.
Banyak raja raja yang juga mengulurkan bantuan dengan suka rela untuk membantu membangun kerajaan tersebut. Hanya semata mata untuk mencari perhatian pada Qin yan. Akibatnya, dalam kurung waktu dua puluh hari. Hampir setiap warga mendapatkan rumah dan tempat tinggal masing masing. Bisnis berjalan sangat lancar, bahkan terlihat lebih luas dibandingkan sebelumnya. Banyak sekali para remaja remaja yang datang mendaftar diakademi. Membuat seluruh kota penuh dengan remaja asing dari berbagai wilayah. Hanya saja, akademi sekarang tak lagi menerima murid dan pendaftaran akan dibuka tahun depan.
Akibatnya banyak sekali yang kecewa, namun mereka tak kunjung pergi dari kerajaan itu ataupun pulang kekampung halaman. Demi melihat sosok Qin yan yang katanya masih dalam kondisi kritis. Mereka rela menunggu bahkan menjalani hidup baru dikerajaan tersebut.
Hari hari yang tenang dan damai berlalu begitu saja. Namun dibalik itu, sebuah konspirasi baru. Baru saja dimulai.
Sekte Lembah Vermillion.
__ADS_1
Gemuruh petir bergejolak diatas awan yang hitam. Menutupi cahaya matahari dan membuat dunia menjadi gelap. Markas sekte tepat berada dibawah awan hitam tersebut.
Setelah lama mengalami fenomena tersebut, terciptalah sebuah lorong. Lorong tersebut terbuat dari badai dan dipenuhi aliran listrik disetiap dindingnya.
"Akhirnya." Seringai Rong qiyu terpancar diwajahnya. Dia dan lima tetua disektenya bersatu membentuk sebuah formasi. Setelah lama menunggu, bahkan menguras seluruh energi. Akhirnya muncullah seseorang dari dalam lorong tersebut.
"Kau berhasil membuka kuncinya yah." Orang itu tidak kelihatan, seluruh tubuhnya ditutupi jubah. Namun terlihat jelas, dua tanduk merah menjulang tinggi diatas kepalanya.
"Y-ya dewaku." Rong qiyu langsung berlutut satu kaki. Ia mengangguk dengan senyuman. Namun bersamaan dengan itu, ia terlalu gugub. Saking gugubnya, bahkan keringat bercucuran diwajahnya.
Untungnya orang itu tidak mempermasalahkan nya. Tatapannya hanya dingin menatap Rong qiyu beserta tetua lainnya dengan penuh kejijikan.
"Jadi, apa kau tau Kubus kunci Dimensi spasial?" Tanyanya.
Mendengar itu, Rong qiyu dan lainnya jadi tertegun. Bukan karena apa, tapi Rong qiyu sama sekali tidak tau tentang benda itu.
"Maaf dewaku, kami tidak tau apa yang anda maksud." Jawabnya dengan pelan, namun setelah itu matanya langsung membesar. Sebuah tekanan yang luar biasa langsung menghantamnya kelantai. Ia tertindih disana dan tak bisa bergerak sama sekali. Darah mulai keluar dari berbagai arah, telinga, mulut, bahkan bagian kulit yang terluka.
"Aaaahk...." Dalam sekejap, Ring Qiyu sudah kehilangan kesadaran hanya karena aura. Hal itu membuat tetua dibelakangnya jadi terkejut bukan main.
'Di-dia....!! jelas dia berbeda dengan ahli ahli yang pernah kutemui. Jangan bilang kalau dia berada diatas tahap Demigod.' Memikirkan itu, membuat mereka menggigil. Tanpa ragu mereka langsung bersujud dengan penuh ketakutan.
"Ampuni kami tuan!" Bahkan kepala mereka berdarah karena tanpa sadar membanting kepala mereka dengan keras kelantai.
"Hm... Dasar manusia manusia menjijikan! Pantas saja kaum kalian selalu lemah." Ia pun menarik auranya sendiri dengan santai. Sungguh tidak berguna ia datang kesini, bahkan kumpulan manusia rendahan ini tidak tau keberadaan kubus kunci dimensi spasial. Ia sungguh menyesal telah mendarat ditempat yang salah.
Namun, melihat ketakutan diwajah mereka. Ia pun tersenyum sinis, mungkin ia bisa memanfaatkan beberapa manusia ini demi keuntungannya. Dan juga, ia baru menanyakan satu pertanyaan dan masih ada pertanyaan lain yang ingin ia tanyakan.
"Kalian tidak tau Kubus kunci Dimensi spasial yah. Bagaimana kalau ini, apa kalian tahu apa itu Piramida biru lautan?"
Baru mendengar pertanyaan itu, kelima tetua itu mengangguk.
"Y-ya. Sepertinya kami pernah mendengar itu beberapa tahun lalu. Tapi, kami hanya mendengar namanya saja. Tidak tau informasinya yang lebih lanjut." Jawab mereka dengan cemas, khawatir kalau sosok didepannya tidak puas dengan jawaban itu. Itu berarti, maka nyawa mereka takkan selamat lagi didepan orang kuat ini. Sesaat, mereka merasakan penyesalan. Menyesal kenapa mereka membukakan pintu spasial untuk orang seperti ini. Meskipun ia sangat kuat, tapi itu tidak berarti. Bukannya menguntungkan, malah menjadi bumerang untuk mereka sendiri.
"Hoooh... Jadi begitu yah." Tatapan sosok itu semakin dingin saja, auranya keluar menekan mereka sekali lagi. Membuat mereka berlima semakin ketakutan.
"To-tolong ampuni kami! Kami memang tidak tahu keberadaan benda itu. Tapi ada orang yang memiliki informasi tentang benda itu." Untungnya salah satu mereka berteriak dengan cepat, jika tidak. Tidak tau lagi bagaimana nasib mereka.
"Siapa?" Tanya sosok itu.
"Kalau tidak salah, ada seorang pendekar wanita yang dulu memegang informasi itu. Aaah, sekarang aku ingat. Sepertinya nama wanita itu adalah Qin yin. Salah satu murid dari sekte Menara Es suci."
Jawaban itu membuat sosok tersebut tersenyum tipis.
'Jadi begitu yah, setidaknya aku sudah mendapatkan sedikit informasi. Tidak apa, ini hanya permulaan. Setelah itu, kaum iblis kami akan memasuki alam kecil ini dan akan menghancurkan semua yang ada didalamnya. Hahaha....' Sosok itu tertawa puas, didepan para tetua sekte Lembah Fermillion yang berlutut padanya.
__ADS_1
__ADS_2