LMOU: Kembalinya Sang Legenda

LMOU: Kembalinya Sang Legenda
Lin fin Vs Xiu xiu


__ADS_3

Perlakuan Lin fin yang kasar, membuat Qian yu menatapnya dengan dingin. Bukan sekali atau dua kali orang meremehkannya begini, tapi melihat anak ini yang nampak serius. Ia juga bingung, ia tidak mengenal anak ini. Tapi tanpa hujan dan angin, kenapa dia datang membuat masalah dengannya. Namun ia tidak ambil pusing, dengan kasar pula ia melepaskan tangan Lin fin.


"Heeeh... Aku tidak mengenalmu, ada masalah apa denganku hah?" Tatap Qian yu dengan dingin. Membuat Lin fin makin emosi saja, setelah diabaikan begitu saja. Ia malah dicampakan begini. Entah kenapa hatinya jadi dicabik cabik.


"Ka-kau benar benar sudah berubah yah? Kau jadi semakin sombong." Mata Lin fin mulai merah karena tak bisa menahannya lagi. Perkataannya juga begitu menusuk telinga Qian yu. Ia kemudian langsung menarik kerah baju Lin fin.


"Memangnya kau siapa hah? Apa urusanmu kalau aku sudah berubah. Dulu ketika aku masih cacat, kalian selalu meremehkanku. Dan sekarang kalian juga masih meremehkanku. Apa aku tidak punya hak untuk hidup seperti kalian?" Tatap Qian yu dengan mata yang merah pula, baru kali ini ia bertemu dengan orang seperti Lin fin. Anak nakal yang sering mengumbar emosi didalam dirinya. Biasanya akan langsung menghina atau mencemohnya. Tapi ini, kali ini dia langsung membahas tentang masa lalu yah.


Lin fin kemudian membalasnya juga, ia menarik kerah anak itu kembali. Saling menarik kerah satu sama lain.


"Memangnya siapa yang meremehkanmu hah? Apa pernah aku meremehkanmu saat kau cacat!" Nada bicara Lin fin makin tinggi saat berbicara dengan Qian yu.


"Diantara semua orang yang menggangguku, kau memang tidak ada didalam daftar. Tapi hari ini, kau sudah membuktikan kalau kau sama dengan yang lain. Heeeh.. Kau juga meremehkanku yah." Cincin putih pun bangkit melingkari tubuh Qian yu. Berputar dikedua lengannya.


'Ah, apa yang terjadi dengan anak ini?' Spontan, Lin fin langsung melepaskannya. Alisnya berkerut, bahkan tidak bisa menahan tawa. Kenapa Qin yan tidak berkembang sama sekali, bahkan kultivasinya sama seperti dulu.


"Ka-kau... Aku akui aku memang baru mencapai ini diumurku yang sudah tua. Tapi, disaat aku punya kesempatan untuk berkembang. Aku tidak akan membiarkan kalian menertawaiku lagi!" Percikan api muncul ditangan Qian yu. Bola api pun terbentuk. Menyerang anak itu bertubi tubi.


"Piuh, piuh piuh piuh piuh" Lin fin tidak menghindarinya, karena bola kecil itu tidak akan menyakiti dirinya sedikit pun.


"Heeeh... kau benar benar sudah mencampakan temanmu yah. Hari ini aku mengakui, kau sudah berubah sepenuhnya. Oleh karena itu, kita akan bertarung habis habisan. Kau belum merasakan tinjuku yah." Senyum Lin fin dengan lebar.


Di sisi halaman lain....


"Hiyah!! Hiyah!! Hiyah!!" Terlihat kumpulan tentara militer tengah berlatih bersama. Berbaris dan melakukan gerakan bersama sama. Tinju kanan, tinju kiri, tendangan kanan, tendangan kiri, begitulah seterusnya. Semua gerakan diikuti dengan teriakan semangat. Begitu semangatnya, sampai sampai mereka tidak mengenal lelah. Meskipun keringat bercucuran, tenaga terasa habis, tapi mereka tetap bersemangat. Padahal, kumpulan pasukan ini. Tengah berlatih dibawah tekanan gravitasi tinggi dibawah pengawasan Elfes.


"Apa motto kita!" Teriak Elfes dengan tegas.


"KAMI ADALAH MONSTER!! TIDAK MENGENAL AMPUN KEPADA MUSUH!!" Jawab mereka bersama dengan tegas pula.


"Ulangi!" Teriak Elfes lagi.


"BOOOM" Tiba tiba dinding dibelakangnya jadi hancur. Qian yu muncul dalam keadaan mulut berbusa. Armor kondolisasi yang ia pakai jadi penyok. Terdapat bekas pukulan di dada armor tersebut.


Dilihat dari arah ia berasal, terlihat Lin fin yang tengah habis memukul. Wajah anak itu dipenuhi keringat. Bukan karena telah mengeluarkan banyak tenaga, tapi khawatir pukulannya terlalu kuat.


'Astaga! Pukulanku... dia tidak mati kan?' Entah kenapa ia jadi panik sendiri, menatap kearah dimana orang yang ia tinju tadi.


"Pangeran!!" Teriak Jia ya, ia berlari kearah Qian yu. wanita itu dari tadi mengamati pelatihan tentara militer sejenak. Siapa sangka, pangeran yang ia jaga malah terkena serangan separah ini. Melihat Qian yu yang tidak bangun setelah ia berusaha membangunkannya, membuat Jia ya geram. Cincin abu abunya bangkit dan menatap Lin fin dengan tajam. Mengeluarkan pedangnya, bersiap siap untuk menebas anak itu.


'Huh! Kakak itu memanggil Qin yan sebagai pangeran? Apa yang terjadi disini?' Lin fin berpikir sejenak, mencerna apa yang ia lihat barusan. Namun tiba tiba Jia ya sendiri muncul didepannya. Dengan pedangnya yang hampir menyentuh hidung Lin fin.


'Gawat!' Teriak Lin fin dalam hati.


"Ptank" Keduanya jadi mundur, terutama Lin fin. Tangannya kirinya telah berubah sepenuhnya, menjadi pertahanan perubahan iblis. Dilapisi cangkang hitam, yang bahkan serangan tingkat Saint pun tak bisa melukainya.


Meskipun begitu, terdapat retakan dilengan Lin fin. Namun, retakan itu perlahan hilang. Dan cangkang ditangannya kembali utuh seperti semula.


'Apa itu?' Batin Jia ya penuh keringat, ia menggertakan gigi karena tidak mengerti apa yang terjadi pada lawan didepannya.


Elfes sendiri ingin menghentikan pertarungan itu, tapi malah dihentikan Jin kei yang tengah menonton bersama Yao chen diatas atap sana. Dia sudah berkata Qin yan akan marah dengan kekacauan ini, tapi dua beast itu malah mengabaikan peringatannya. Karena tak punya pilihan, Elfes hanya menyerahkan semuanya kepada dua beast itu. Sejujurnya, mencampuri urusan anak muda. Ia agak malas.

__ADS_1


"Kenapa tidak menyerang balik?" Senyum Lin fin, tato perubahan iblis merambat mengubah setengah wajah kirinya. Itu artinya ia memasuki keadaan perubahan iblis yang belum sempurna.


"Kalau begitu aku yang akan memulainya, kikikiki...!!" Ia pun maju secepat kilat, dua turbo di punggunya menyala melepaskan energi tancap gas.


"Kikikikiki... Rasakan ini...!!!" Kaki Lin fin menancap gas diudara, menambah kecepatan. Kepalan tangannya mengeras, dan memunculkan duri tajam.


"Matilah!!!!" Teriak Lin fin ketika tangannya hendak mencapi pedang Jia ya yang digunakan untuk menangkis.


"Bum" Kejut angin pun diterima, namun Jia ya tidak menerima serangan apapun. Melainkan kumpulan pasir menggumpal didepannya, membentuk dinding. Meskipun agak penyok, namun dinding tersebut tidaklah hancur.


"Hah!" Tentunya Lin fin terkejut melihat itu. Ia pun jadi mundur.


Kumpulan pasir padat itu, akhirnya melebur. Kemudian berkumpul kembali, membentuk sosok manusia. Dan Xiu xiu muncul dari kumpulan pasir tersebut.


"Ka-kau....!!" Tatap Lin fin dengan geram pada pemuda berambut merah didepannya. Dua tahun lalu, masih teringat dikepalanya. Dua orang pemuda yang menyergap mereka pada saat menuju ke kerajaan Feili. Yah, ia ingat betul. Sasaran mereka yakni Zhou Weisi namun mereka gagal melakukannya.


"Cih, kau ada disini rupanya. Dimana satu orang lagi?" Senyum Lin fin dengan sinis. Namun Xiu xiu hanya diam menatapnya dengan tenang tanpa banyak bicara.


"Baj*ngan kau!!! Jawab aku sialan!!!" Kedua kaki Lin fin menancap gas lagi, secepat kilat meninju Xiu xiu. Namun, sebelum ia hendak menyentuh anak itu. Dirinya tiba tiba terhenti, rupanya kumpulan pasir sudah merambat dan menutupi tubuhnya.


"Lebih baik kau jangan membuat kekacauan disini." Berkata Xiu xiu dengan tatapan dingin.


"Hah!" Namun ia tiba tiba menyadari, ternyata ini adalah jebakan.


"Kikikiki...!!! Kau bodoh juga yah!" Kedua bahu Lin fin memunculkan sebuah senjata laser. Meskipun kedua tangannya dihentikan, namun tidak ada yang bisa menghentikannya untuk menyerang.


"Radikal Beam!!" Teriak lin fin dengan senyuman lebar. Dua buah senjata itu memancarkan sinar mematikan.


"Ukh..." Bahkan sinarnya membuat mata Xiu xiu menjadi silau.


"Hoooh, kau bisa menangkisnya? Kau bisa? Luar biasa!" Meskipun begitu, Lin fin masih bisa tertawa. Menertawai kondisi Xiu xiu yang terpojok akibat menahan serangan tiba tiba yang begitu cepat seperti tadi.


Keringat diwajah Xiu xiu bercucuran, napasnya tidak teratur. Karena refleksnya yang cukup cepat, ia dapat mengatasi serangan tadi.


"Huh!" Namun sekali lagi, matanya membesar. Lin fin tiba tiba muncul didepannya. Sejak kapan, lutut anak itu telah mencapai perutnya.


"Hahaha... kau pikir bisa menghindari ini?" Tawa Lin fin sekali lagi, kaki kanannya dilapisi dengan cangkang hitam lagi. Bagian lututnya terdapat benda keras yang tajam, menjulang keatas.


"BUAKH" Xiu xiu langsung memuntahkan darah segar. Senjata tajam dilutut anak itu, menembus tubuhnya. Belum lagi tubuhnya terpental, Lin fin terlebih dahulu meninju wajahnya.


"BUKH" Sekali lagi, tanpa sempat menahan. Serangan itu masuk begitu cepat, Xiu xiu terpental kebelakang dengan keadaan menyedihkan. Namun tidak lama kemudian dia bangkit kembali.


Wajahnya memang hancur, perutnya memang bolong. Tapi bukan darah yang keluar dari luka tersebut. Melainkan pasir yang mengalir keluar.


Xiu xiu perlahan bangun, ia membuka mata perlahan. Mata orang itu sepenuhnya hitam, hanya setitik pupil putih yang sangat kecil ditengahnya.


"Hoooh... kau juga sama denganku yah?" Senyum Lin fin sambil menjilati bibirnya. Kini tangan kanannya berubah lagi menjadi bentuk pisau raksasa.


"Tapi meskipun begitu, kau pikir kau bisa mengalahkanku hah!" Ia melesat lagi dengan senyum yang lebar. Namun ia tidak sadar dengan perubahan Xiu xiu. Mata orang itu semakin dingin saja, pergerakan Lin fin yang cepat malah terlihat lambat dimata Xiu xiu.


"BUKH" Tiba tiba pasir padat menjulang dari tanah dan menghantam perut Lin fin, cukup menyakitkan hingga air liur Lin fin keluar begitu banyak. Ia pun jadi membatalkan serangannya.

__ADS_1


"Kau ceroboh, membiarkan perutmu tak terlindungi." Ucap Xiu xiu dengan dingin, tangannya dari tadi sudah bersiap siap untuk mengendalikan pasir lagi.


"Hoooh... pertarungan ini makin menarik." Senyum Jin kei diatas sana. Sementara Yao chen hanya menonton mereka dengan serius.


"Tch, kau pikir sudah hebat begitu!" Tangan kiri Lin fin mulai berubah menjadi cakar, ia hendak maju. Namun kumpulan pasir sudah mengepungnya lebih cepat dari yang ia duga.


Pasir itu mebentuk bola, tangan Xiu xiu mengendalikan bola tersebut.


"Skill pertama, Pasir pelahap!!!" Ucapnya dengan suara serak, tangannya berusaha menggenggam. Namun begitu kerasnya hingga menggenggam tangannya terasa begitu susah.


"Hah!" Tiba tiba mata terkejut sekalli lagi, pasirnya menggembung sampai akhirnya meledak.


"BOOOM" Ledakan itu membuat semua orang jadi mundur kebelakang, termasuk Xiu xiu sendiri.


"Kikikiki... Hahahaha...!! Kau pikir bisa membunuhku hah?" Lin fin melayang dilangit, karena turbo gas dipunggung. Kini seluruh tubuhnya telah dipenuhi cangkang, sepenuhnya berintegrasi menjadi perubahan iblis sempurna. Namun dibalik cangkang yang keras itu, setiap pori porinya memancarkan senjata. Senjata laser, meskipun kecil. Namun senjata itulah yang menghancurkan pasir milik Xiu xiu.


"Matilah sekarang juga!" Kali ini Lin fin berbicara dengan dingin, kedua tangannya pun terarah kepada Xiu xiu. Memunculkan laser biru dikedua tangannya.


"Double Radikal Beam!!!" Teriaknya kembali dengan keras. Lasernya keluar, bahkan ia sampai mundur kebelakang karena kekuatannya sendiri.


Melihat laser tersebut menuju kearahnya, Xiu xiu mengepalkan kedua tangan. Tato hitam menjalar dari kedua lengannya hingga kemata.


"HIYAAAAHH!!!" Ia pun juga berteriak setelah tato itu menyala, membanting tangannya ketanah.


Pasir berbentuk setengah badan manusia pun muncul, bahkan mempunyai sayap. Kedua tangan sosok pasir itu, disilangkan kedada. Sementara sayapnya di apitkan kedepan, menahan serangan itu.


"SWOSH" Serangan tersebut langsung menghantam patung pasir itu, Xiu xiu pun perlahan mundur akibat serangan tersebut.


"Ukh...." Ia menggertakan gigi sembari menahan serangan tersebut, tak mau kalah dengan anak itu. Ia sudah mencapai Elder, namun Lin fin hanya mencapi Grandmaster. Meskipun begitu, dengan perubahan iblis, maka dinding perbedaan itu akan tidak berarti apa apa. Selain itu, perubahan iblislah yang dapat melawannya balik.


"Huh!" Namun pada akhirnya matanya terbelalak, tidak bisa menahanya yah. Xiu xiu hanya tersenyum tipis.


Laser mematikan tersebut melewati dirinya.


"BOOOM" Ledakan pun terjadi, Lin fin tersenyum puas. Namun ia sendiri tiba tiba membeku, siapa sangka sebuah tangan bercakar hitam yang terbuat dari pasir menghantam dirinya dari atas.


"BUKH" Lin fin tak sempat menghindari serangan itu. Sampai akhirnya ia terpental ketanah. Membentuk kawah.


'Sial, sejak kapan?' Batin Lin fin dengan heran, matanya seketika membesar lagi. Tangan pasir tersebut langsung menghantamnya lebih dalam.


"BRUK" Lima jari pun terbentuk. Lin fin masuk kedalam tanah. Namun ia tidak terluka apa apa, malah makin membuat darahnya makin mendidih. Ternyata ia bertemu dengan orang yang bisa menangani perubahan iblisnya.


Seluruh pori porinya mengeluarkan senjata laser lagi. Hingga tanah pun hancur akibat gelombang laser yang ia tembakan.


Lin fin keluar dari dalam tanah, kembali dengan utuh. Tidak ada luka apapun. Tatapannya mengarah kedepan, dimana debu menutupi pandangannya untuk melihat sosok Xiu xiu. Ia hanya melihat tangan monster yang besar, namun perlahan menyusut.


Dari balik debu, Xiu xiu pun terlihat, tangan kanan anak itu sudah berubah. Setengah tubuhnya berubah menjadi tubuh monster yang kulitnya mengandung pasir. Berisikan tato hitam menjalar kesetengah tubuhnya.


"Gggrrrr........" Ia bahkan berdengkur seperti kucing, setengah wajahnya berubah menjadi wajah binatang. Sementara sisi wajahnya yang lain adalah wajah manusia. Air liur menetes melewati celah giginya yang tajam, tatapan matanya mengarah pada Lin fin.


"Bhuahahahaha.... kilikikikiki...." Lin fin tertawa melihat itu, matanya jadi pun menyala.

__ADS_1


"Hoooooh, kau sudah memperlihatkan sosok asilmu yah." Tubuhnya pun berasap, cangkang cangkang ditubuhnya jadi lebih kuat lagi. Ditambah lagi, cincin Ungu bersinar melingkari tubuhnya. Tangan kanan anak itu jadi diperkuat.


"Kenapa kita tidak lihat, siapa yang lebih kuat!!!"


__ADS_2