
__ADS_3
Dipinggir halaman kerajaan, tepat diatas atap perumahan.
Seorang pria berjubah hitam lain sedang mengamati jalanannya acara pernikahan, pria itu bersembunyi dibalik sana untuk mengintip dimana pangeran Qian yu berada. Ketika melihat pengantin pria yang tidak lain adalah pangeran Qian yu sendiri, yang tengah tersenyum kepada semua orang disana. Hal itu juga membuatnya tersenyum sinis.
'Jadi kau yang namanya Qian yu? Bahkan kau hanya berada ditahap Warrior, kenapa bisa membuat pangeran Jue ji jadi seperti itu?' Pikir pria itu dengan bingung.
'Ah, sudahlah. Ratu sudah menyuruhku untuk menangkapmu, jadi bersenang senanglah untuk hari ini. Setelah itu kau akan tersiksa untuk selama lamanya.' Pria itu tertawa nyaring dengan suara yang kecil. Kemudian kembali menatap Qian yu dengan tatapan seperti predator.
'Aku akan menunggu kesempatan yang tepat untuk menangkapmu.'
*******
Setelah sekian lama menunggu, jalannya upacara kini hampir mencapai puncak. Sekarang pengantin wanita telah keluar dan berhadapan dengan pengantin pria. Yah, Ning er keluar dengan penampilan sempurna. Anggun dan cantik, sungguh mempesona. Membuat semua hadirin jadi terkesima.
Semua orang bertepuk tangan dengan meriah menyaksikan kedua pasangan tersebut yang nampak sangat sempurna dimata mereka.
"Hahaha... Mari mari." Patriak keluarga Ning, ayah Ning er sendiri. Mengangkat gelas minumannya menawarkan kepada semua orang bangsawan. Keluarga Taring putih, keluarga Black bear, keluarga Naga bersayap, serta keluarga bangsawan lain juga turut senang atas pernikahan ini. Dibelakang mereka, juga ditemani gadis gadis cantik yang merupakan putri mereka sendiri.
Kedua pengantin telah dipertemukan, masing masing didampingi oleh orang orang terdekat.
Raja Sunmoon pun berdiri, menyatukan tangan mereka. Namun sebelum itu ia berterima kasih kepada hadirin yang bersedia menyaksikan kedua insang ini dapat bersatu. Ia mengatakan itu diawal, karena ia merasa para hadirin ini akan menyaksikan peperangan yang akan terjadi sebentar lagi.
Lalu apa yang ditunggu oleh para pendatang yang tak diundang akhirnya terjadi. Semua orang yang dikirim dari berbagai sekte tak sabar lagi melihat benda yang diincar oleh ketua sekte mereka. Qin yan juga ikut berdiri, menjadi perantara disamping Qian yu.
"Waah, bukankah itu master X?" Tatap mereka dengan kagum menatap Qin yan, namun sebagian dari mereka tidak ada yang tahu siapa dia. Yah, mereka yang dari luar kota tentu tidak akan dapat mengenalinya.
Qin yan begitu malas berbicara, mengeluarkan sepatah kata pun ia tidak mau. Baginya pernikahan ini hanyalah formalitas untuk memancing mereka saja.
Perlahan, ia mengambil kotak yang dikeluarkan oleh ayahnya. Tanpa berbicara sedikit pun, ia langsung membuka kotak tersebut. Tindakannya itu membuat alis Ning er jadi berkerut. Sementara Qian yu hanya tersenyum penuh keringat, disaat ini ia sangat tertekan memikirkan apa yang terjadi selanjutnya.
Ternyata isinya adalah sepasang cincin permata biru yang bersinar, ditengah cincin itu terdapat kubus hitam yang melayang berputar diatasnya.
Mata mereka makin terbelalak melihat itu, terutama para kiriman sekte. Mereka menelan ludah ketika melihatnya. Ingin maju namun masih menunggu waktu yang tepat.
Qian yu dan Ning er mengambil cincin masing masing. Keduanya bersiap untuk memakaikan cincin satu sama lain. Namun sebelum itu ada beberapa hal yang dilakukan. Qin yan pun mulai mengatakan beberapa hal yang patut dikatakan oleh seorang penghulu, terutama sumpah diantara kedua pasangan ini.
Setelah mereka bedua mengucapkan sumpah satu sama lain, mereka pun mulai memasangkan cincin. Qian yu mengambil langkah pertama memasukan cincinnya kedalam jari Ning er. Diiringi dengan melodi yang menenangkan hati, Qian yu berlutut satu kaki. Perlahan memasukan cincin itu kedalam jari manis milik Ning er. Namun tiba tiba...
"Swosh"
Tiba tiba sebuah besi hitam kecil melaju dengan cepat, hendak menuju dan menembus kepala Qian yu. Untungnya Qin yan juga cepat bergerak dan menangkis itu.
"Ptank" Besi kecil itu terjatuh dilantai, Qin yan menangkis itu dengan pisaunya.
'Kerja bagus.' Berkata Qin yan dengan tenang, Diam diam ia tersenyum tipis. Tatapan matanya menuju kearah atap, jauh didihalaman istana. Mata Qin yan menyipit melihat prajurit bayangannya melempar pisau itu.
Ia muak dengan pesta palsu ini, tentunya ia tahu. Setelah mereka melihat benda ditangannya, mereka pasti akan menunggu waktu yang tepat untuk bertindak. Namun, sebelum itu terjadi. Biarlah permainannya yang memulai ini.
Sesuai dengan dugaannya, semua orang jadi terguncang karena itu, bingung dengan apa yang terjadi. Cincin yang akan Qian yu pasangkan jadi terjatuh. Dengan cepat, Qin yan menutup kotak ditangannya yang masih terbuka.
Disaat bersamaan, tangan Ning er mendekati kotak itu. Namun Qin yan berhasil menarik tangannya sendiri. Tak sampai disitu, Ning er malah maju dan berusaha mencekik leher Qin yan.
__ADS_1
Namun Qin yan menangkap tangannya, lalu "krek" hingga Ning er sendiri meringis kesakitan. Ia belum melepaskan tangan gadis itu, malah menariknya kebelakang. Lalu Qin yan menunduk, dan menyikut perutnya.
"Ukh!" Ning er mundur kebelakang, memegang perutnya yang sakit. Tangannya juga diputar balikan karena sakit, ketika Qin yan memutarnya tadi.
"Ning er kenapa!?" Teriak Qian yu tak percaya, ia menatap Ning er dengan ekspresi terkejut.
"Prok prok prok" Tiba tiba paman Ning pun maju kedepan, disertai dengan patriak keluarga Naga Bersayap.
"Apa yang terjadi disini?" Tentunya raja Sunmoon juga terkejut melihat itu.
"Patriak Ning, katakan apa yang terjadi ini?" Lanjutnya.
Semua orang juga berpikir begitu, Weisi menganga melihat kejadian tersebut. Namun Xiang xiang hanya mengangguk agar ia tetap tenang sekali lagi.
"Apa acaranya kacau?" Para hadirin yang datang jadi berdiri dari tempat duduk masing masing. Tidak terkecuali raja Dandun dan raja Geritimo, mereka bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.
Melihat semua orang seolah olah sudah masuk kedalam jebakan drama mereka, patriak Ning tertawa puas. Ia mengelus janggutnya sendiri ketika menatap wajah sang raja yang nampak sangat terkejut.
"Raja, kenapa kau bertanya padaku. Bukannya kau bilang akan menyerahkan kubus itu secara baik baik pada kami?" Ucapnya dengan tenang.
"Apa maksudmu!" Geram ayah Qin yan dengan menggertakan gigi, tangannya terkepal erat.
Mendengar itu, pratriak Ning hanya menggelengkan kepala penuh hina.
"Cih, raja bodoh sepertimu. Bagaimana bisa memerintahkan kerajaan ini. Sekarang kau hanya punya dua pilihan, serahkan kubus itu atau orang yang datang disini akan mati!"
"Hah!!" Semua jadi kaget sekali lagi. Mereka kemudian mundur dengan waspada, namun anggota keluarga Ning sudah mengepung mereka.
"Pratiak Ning." Ia hendak berbicara namun patriak Ning menghentikannya.
"Patriak Huyan, meskipun aku tak terlalu serius menganggapmu sebagai sekutu kami sebelumnya. Tapi aku juga akan menawarimu pilihan, pertama bantulah aku atau kau juga akan sama seperti mereka."
"Ka-kau.. mengancam kami?" Mata patriak Huyan membesar mendengar itu.
"Memangnya kau pikir keluarga kami tak bisa menghabisi keluargamu? Kalau begitu perhatikan ini baik baik, tuanku akan datang menyapa kalian semua!" Teriaknya sambil merentangkan kedua tangannya. Senyum lebar terpancar diwajahnya.
"Wah, dia gila juga. Berani memanggil kami dengan cara seperti itu." Wuang sheng dan Dou wei akhirnya menampakan diri diatas panggung. Mereka berjalan dengan angkuh dan sombong. Ayah Qin yan sendiri jadi mundur dengan waspada. Sementara penasehat kerajaan saja berkeringat melihat itu.
"Maafkan tuan, hehehe...." Ucap patriak Ning sambil menggaruk rambutnya. Ia pun mempersilahkan mereka dengan hormat.
'Sekte Racun, kenapa mereka ada disini? Sebenarnya apa yang terjadi? Dan dimana pasukan kerajaan Kalise. Bukankah dia berjanji untuk menyerang kerajaan Sunmoon dengan tiba tiba?' Batin penasehat Huyan dengan bingung, ia mencari sosok pasukan kerajaan Kalise kemana mana. Namun ia tidak menemukan apapun.
'Kami sudah berada disituasi sulit sekarang. Jika kami membangkang, kami mungkin akan dihancurkan oleh sekte ini.' Penasehat tua itu akhirnya berdiri, ia pun mendekati patriak Ning.
"Hehehe... Patriak Ning, mana mungkin begitu. Kitakan tetap sekutu, harusnya saling membantu dalam hal apapun." Ia pun merangkul patriak Ning seperti saudara.
Keluarga Ligth path sendiri tak menyangka hal itu akan terjadi. Ia pun hanya mengepalkan tangan dengan penuh keringat. Ia menunduk ketika tatapan kedua orang disana tertuju padanya.
"Patriak De, bagaimana denganmu?" Tanya patriak Ning dengan pelan.
Patriak De ingin menjawab, namun ibu Qian qian sudah maju kedepan. Menyela mereka.
__ADS_1
"Apapun yang terjadi pada raja, maka aku juga akan terlibat." Ucapnya dengan wajah serius. Ia menatap ayahnya dengan penuh harap. Namun patriak De hanya tertunduk diam disana.
"Wah wah wah, Kau cukup berani juga yah. Masih tidak melihat situasi dengan jelas." Senyum Huyan Xing lu disampingnya dengan lucu. Seolah tingkah ibu Qian qian begitu lucu dimatanya.
"Aku tidak sepertimu yang menghianati seseorang dengan gampangnya. Kau itu hanya wanita jalan murahan." Tatap ibu Qian qian dengan mata yang tajam, membuat ekspresi Huyan Xing lu menjadi jelek.
"Kaulah yang jalang, pelacur sialan. Akan ku...."
"Cukup!" Perkataan Huyan Xing lu tiba tiba terhenti ketika raja berteriak diantara mereka.
"Xing lu, penatua Huyan, patriak Ning. Apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian melakukan ini?" Berkata ayah Qin yan dengan wajah gelap, apa yang terjadi didepannya. Ia serasa dicabik cabik, hatinya sakit melihat orang yang ia percayai selama ini ternyata hanyalah penghianat.
"Fufufu... Raja oh raja, Apa kau sadar dengan tempatmu. Jangan hanya karena kau seorang raja, kau bisa melampaui kami. Akan kukatakan, selama ini jika bukan karena bantuan keluarga bangsawan seperti kami. Kau pikir kekuasaanmu akan berjalan. Hah? Tanpa petarung kami, kau bisa mempertahankan kerajaan ini dari jajahan kerajaan Kalise. Tanpa kami kau hanya segudak sampah. Kau harusnya sadar dengan tempatmu." Patriak Ning hanya menggelengkan kepala, karena ia sedang berbicara dengan orang naif. Melihat keputus asaan diwajah raja, membuat hatinya bergejolak. Akhirnya, ia bisa mematahkan semangat raja. Setelah ini, kedudukan raja akan menjadi miliknya.
"Aku mengerti." Jawab ayah Qin yan dengan pelan. Perkataannya membuat mereka terkejut. Tangannya yang terkepal, jadi melemas. Ia pun menatap mereka dengan ekspresi tenang.
"Akhirnya aku mendengarnya langsung dari kalian."
'Apa!' Semua orang lebih terkejut lagi mendengar itu. Jangan jangan, raja sudah tahu tentang rencana mereka.
"Kalian pasti mengincar kubus itu kan?" Tunjuk raja kepada kotak yang berada ditangan Qin yan.
"Hahaha... Raja bodoh ini rupanya pintar juga." Senyum Wuang sheng, ia hanya tertawa melihat tingkah laku raja yang sudah putus asa.
"Hei pria bertopeng, kukatakan padamu. Serahkan itu baik baik padaku, jika tidak."
"Oh, baiklah tuan." Jawab Qin yan dengan sopan, membuat Wuang sheng sedikit terkejut. Perkataannya belum selesai tapi Qin yan sudah menyelanya.
"Ooh... Kau cukup pandai juga menilai situasi." Pria itu pun mengulurkan tangannya, bersiap menerima kotak tersebut.
"Wah, tampaknya tetua Wuang shen terlalu terburu buru sampai sampai tak memperhatikan kami yah." Tiba tiba mereka terhenti mendengar suara itu. Wanita dari sekte Darkdemon melayang kearah mereka. Wajah Wuang sheng jadi jelek ketika melihatnya.
"Ka-kau...." Ucapnya dengan tak senang.
"Tetua Wuang Sheng, lama tak bertemu. Anda semakin kurus saja, rajin juga anda main sendiri dirumah." Senyum wanita itu menggoda Wuang sheng. Mengelus dadanya yang kurus dengan lembut. Semua orang yang melihat ingin sekali muntah, Wuang sheng yang buruk rupa diperlakukan seperti itu.
"Lepaskan, apa mau kalian." Wuang sheng menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar. Membuat wanita itu jadi kesal. Tapi bibirnya yang hitam jadi tersenyum licik.
"Kami datang kesini dengan alasan sama sepertimu. Kurasa kau mengertilah." Wanita itu menghisap jarinya dengan lembut. Membuat Wuang shen menelan ludahnya sendiri. Pandangannya tertuju pada dada wanita itu. Untuk sesaat ia tak bisa menjawab apapun.
"Tetua Ternyu, takutnya anda tidak bisa melakukan iu. Kamilah yang maju duluan, jadi kamilah yang berhak mendapatkannya." Dou wei maju dan angkat suara.
"Hoooh, begitu kah. Kalau begitu perkapan membosankan ini harus berakhir yah." Kuku hitam yang tajam pun muncul dijari wanita itu, ia hendak mencakar Dou wei. Namun ditangkis oleh boneka Wuang Sheng.
"Yah, sepertinya begitu." Senyum Wuang sheng membuat wanita itu mundur seketika. Cincin emas mereka masing masing bangkit dan mengacaukan suasana. Aura tekanan mereka seperti angin yang berhembus kesemua orang.
"Ukh..." Raja pun mundur, membawa ibu Qian qian kepelukannya. Sementara Qian yu bersembunyi dibelakang Qin yan.
"Tampaknya tidak ada cara lain yah." Mereka berdua hendak bertarung. Namun tiba tiba dari atas, sebuah meteor langsung menjatuhi halaman istana. Meteor itu begitu besar, namun untungnya kedua tingkat Kaisar tersebut menangkis serangan itu.
"BOOOM" Ledakan terjadi dilangit, dibalik asap yang mengepul akibat ledakan itu. Ratusan burung merah menghiasi langit diatas sana.
__ADS_1
"Oh, kami datang tepat waktu yah." Senyum wanita berarmor perang diatas sana.
__ADS_2