
__ADS_3
Gelombang pusaran air berputar kencang. Dampak bentrokan serangan Jin kei dan lawannya benar benar sangat kuat. Hingga Elfes dan Yao chen harus menghentikan pertarungan mereka akibat gelombang tersebut.
Semua orang mati matian bertahan dari gelombang itu. Mulai dari yang kondisinya baik baik saja sampai yang sekarat. Namun tidak ada diantara mereka yang berhasil bertahan sampai akhirnya terbawa arus gelombang.
Terkecuali Yao chen, Elfes, kyuki, dan Kyubi yang melindungi wilayah mereka masing masing. Terutama Yao chen dan Elfes, alis mereka berkerut ketika melihat pasang air tersebut. Mereka pun naik keatas, keluar dari genangan air.
Mereka memeriksa kondisi sekte, tempat dimana semua orang ditampung selain akademi. Untuk akademi, kyubi melindungi akademi tersebut layaknya harta. Dan juga, selama kyubi ada disana. Maka dijamin, akademi tersebut tidak akan kenapa napa.
Tapi untuk sekte, Kyuki memang ada disana melindunginya. Namun, terlihat jelas didalamnya. Orang orang pada takut dengan naga itu, meskipun ada yang mengerti naga itu berusaha melindungi mereka. Namun ada juga yang mengira kalau naga itu sengaja mengurung mereka untuk makanannya. Ditambah dengan kondisi diluar, air bergenang dengan puing puing reruntuhan bangunan yang melewati mereka. Membuat orang orang itu jadi frustasi. Mereka tidak akan menyangka, kalau rumah dan tempat tinggal mereka akan hancur. Dan harta yang mereka simpan jadi hilang semuanya, terombang ambing entah tidak tahu dimana.
Tentu Elfes dan Jin kei menyadari itu. Dan juga berdasarkan kondisi lokasi. Tampaknya tidak lagi memungkinkan untuk bangunan sekte dapat tetap berdiri. Bisa jadi sekte akan semakin masuk kedalam tanah akibat serangan yang terus terus menghancurkan permukaan tanah.
Keduanya pun berdiri, dimana sekte tersebut berada ditengah. Sesaat kemudian, mereka mengerahkan kekuatan masing masing pada formasi yang mereka buat. Alhasil, sekte tersebut akhirnya melayang keatas. Bulatan gelembung membatasi semuanya, termasuk tanah yang dipijak. Dalam sekejap, sekte tersebut akhirnya melayang keluar dari air dan tetap maju keatas sana. Setelah cukup jauh dari wilayah pertarungan, akhirnya keduanya menghembuskan napas lega. Dengan begini, kyuki bisa melindungi mereka dari kejauhan.
"Hah! Apa yang terjadi! Kenapa tanah ini melayang!" Semua orang nampak terkejut didalam sana. Mulai dari retaknya tanah, sampai bangunan sekte yang melayang keatas. Bahkan jika itu Yuechan sendiri, si master Menara es Suci, ia masih tak bisa mempercayai hal tersebut. Ia tidak menyangka kalau sekte sebesar ini bisa melayang keatas langit. Jika begini jadinya, maka ini akan sama seperti pulau istana permata dikerajaan Zhongtian.
Ketika mereka melewati permukaan air, semua sudah melihat ada enam orang yang berada diatas permukaan. Pertama yang mereka lihat yaitu Yao chen dan Elfes yang sudah berdiri didepan mereka. Kemudian yang paling menarik perhatian, Jin kei melawan musuhnya. Kebanyakan dari mereka berdecak kagum melihat pertempuran sedashyat itu. Pertarungan yang sangat langka dan layak untuk dipernontonkan.
Luar biasa....
Namun sedikit orang yang melihat kalau ada dua lagi yang tengah berdiri diarah yang berbeda. Qin yan tengah berhadapan dengan kakek tua yang tidak dikenalnya.
"Hei! Lihat disana!! Bukankah itu pangeran Qian yu!!" Tunjuk para warga kearah tersebut. Semua orang tahu kalau itu adalah pangeran mereka, tengah berdiri dengan pakaian yang lusuh.
"Apa mereka akan bertarung?"
"Tidak mungkin lah, pangeran kan cacat."
"Tapi lihatlah, masa orang cacat bisa berpijak diatas air."
"Entahlah kulihat dia dan pak tua itu agak tidak mempunyai hubungan yang baik."
Semua orang mengira, kalau Qin yan adalah Qian yu. Tidak sedikit orang yang juga beralih pandangan kearah sana. Tentunya bagi mereka yang mengenal Qin yan, tentu tahu siapa yang ada disana.
"Master! Disana." Tunjuk Qing zhu dengan raut wajah khawatir, Yuechan juga langsung melihat kearah sana. Betapa kagetnya dirinya ketika melihat Qin yan berhadapan dengan orang yang ia kenal.
"D-dia...." Tentunya Yuechan tak bisa berkata kata melihat itu.
"Kakak!" Yue er, Qian qian dan She lin berteriak bersama sama. Mereka ingin keluar, namun dihalangi oleh gelembung yang tembus pandang.
"Master!" Bi dai dan Yuzheng juga mematung disana dengan raut khawatir, mereka berdua hanya mengepalkan tangan mereka ketika melihat penampilan Qin yan yan menyedihkan tanpa bisa apa apa.
"Hm... Aneh, aku merasa kita seperti sedang dipernontonkan." Gumam pria tua didepan Qin yan sambil melihat kesana sini. Ia ingin memeriksa situasi yang janggal ini, namun tidak menemukan apapun.
"Dibanding itu, aku lebih penasaran. Bagaimana bisa kau berpijak diatas air. Teknik apa yang kau gunakan?" Senyumnya lagi dengan raut wajah penasaran. Tapi Qin yan hanya tersenyum hina memandanginya. Ia hanya menjawab dengan sombong.
"Apa! Bahkan diumur setua itu, kau tidak tau tentang teknik tingkat rendah ini?" Ucap Qin yan dengan sombong, membuat pria itu semakin marah.
"Kau bocah sombong! Jangan salahkan aku bermacam macam denganmu!" Pria tua itu menggertakan gigi sambil mengepalkan tangan.
Tapi Qin yan hanya santai saja menanggapinya, ia mengeluarkan sinar hijau menyembuhkan luka dilehernya.
"Heeh, coba saja kalau kau bisa?" Senyum sungging muncul dibibir anak itu, belum lagi ia bereaksi. Kakek tua itu sudah mendekatinya, tangannya ingin sekali mencengkram wajah Qin yan.
"Hup" Qin yan mundur sedikit kebelakang, tatapan merahnya aktif. Sontak, semua pergerakan pak tua itu jadi melambat.
"Siut, Bukh, bakh, Siut." Qin yan menghindari semua serangannya, kadang juga menangkis pukulan atau tendangan kakek tua itu.
"Siung siung siung" Ketika Qin yan mundur, ia langsung melemparkan tiga pisau kearahnya. Pisau itu meledak dan langsung menghakiminya.
Namun seperti dugaan, pria tua itu tidak terluka sama sekali. Dibalik asap, ia langsung kembali melesat dan menyerang Qin yan. Saat mereka berdekatan, mata merah Qin yan bertatapan dengan mata kakek tua itu.
"Dug" Dan begitula akhirnya, pandangan kakek tua itu jadi kabur akibat gelombang pusing dikepalanya.
__ADS_1
"Ukh" Ia pun memegangi kepalanya yang sakit, saat sadar Qin yan sudah menyerangnya dengan rasenggan ditangan.
"Hup" Dengan cepat ia langsung menangkap tangan anak itu, namun ia salah. Ia hanya menembus Qin yan.
"Sung" Tiba tiba empat klon terbentuk, mereka semua jadi menyerang kakek itu bersama sama.
Kakek itu berusaha menghindari semua itu, termasuk Qin yan hanya hendak memberinya rasenggan. Namun ia mundur kebelakang, hingga rasenggan itu hanya menghantam air.
"BOOM"
Setelah ledakan selesai, akar menjalar pun langsung melilit pria tua itu. Namun sekali lagi dapat dihindari, semakin banyak akar itu tumbuh maka ia juga semakin menghancurkannya.
"Hup" Qin yan langsung menyentuh air, aliran listrik langsung merambat ketika pria tua hendak mendarat diatas air.
Tapi ternyata pria tua itu malah muncul dibelakang, menyerangnya diam diam.
'Perlambatan waktu!' Sebuah gelembung pun muncul, Qin yan kira kakek itu akan masuk kedalamnya. Namun ternyata dia salah, ternyata kakek itu malah berubah menjadi asap, lalu mengepungnya.
'Badai api!!'
Dari luar, semua orang bisa melihat dengan jelas. Dari kumpulan asap hitam yang mengepul, terdapat api biru didalamnya. Yuechan hanya menutupi mulutnya ketika melihat itu.
'Tunggu, jangan jangan segelnya!' Keringat bercucuran diwajahnya, jangan jangan Qin yan sudah melanggar janji.
"Ptank ptank ptank" Didalam, setelah mengirimkan badai api. Qin yan mulai menangkis semua serangan jebakan didalam asap tersebut. Tanpa ragu ribuan kunang kunang api sudah memenuhi tempat itu.
'Kunang kunang api!' Dengan cepat, ia langsung berpijak keudara. Tanpa mengkhawatirkan apapun, Qin yan keluar dari sana dengan mudah. Tubuhnya hanya menembus dinding asap itu.
"BOOOOM" Ledakan pun terjadi, diatas air. Qin yan sudah tercipta beberapa tombak petir ditangannya.
"Hiyaaaah!" Tanpa ragu ia langsung melempar tombak tersebut keatas.
"CTAAR CTAAR CTAAR" Ledakan terjadi sekali, tanpa memberi waktu. Ia juga mengaktifkan elemen angin.
"Siung siung siung" Dari banyaknya bumerang yang melaju, pria itu juga keluar dan auranya yang menangkis semua itu. Ia mendarat tepat di diatas Qin yan, memberikan semua tinju yang kuat.
'Kejut mental!' Dengan begitu, Qin yan berhasil menghindar. Dan kakek itu meleset meninju air.
"Bukh" Disaat ada celah Qin yan langsung menendangnya hingga menjauh.
'Elemen angin, tembakan angin!'
"Bum" Kumpulan angin padat langsung menyerang kakek itu disaat ia sedang berguling diatas air.
"Bats" Namun serangan itu malah ditangkis, ia bahkan mengirim serangan balasan.
"Siung" Ratusan asap hitam yang tajam berbentuk padat jadi menyerang Qin yan. Ketika Qin yan hendak mengeluarkan skill Daun pencakar. Ternyata ia sudah dijebak, sebuah lingkaran kegelepan berisikan tangan tangan hitam langsung menangkapnya. Memegangnya dengan erat hingga Qin yan tak bisa bergerak. Mulut Qin yan hendak mengeluarkan api, namun kakek itu rupanya berada dibelakangnya. Senjata hitam ditangannya hendak, menebas leher anak itu.
Tapi malah diluar dugaan, Qin yan malah bertukar posisi. Dimana kakek itu tidak sadar sudah berada diposisi Qin yan. Sementara anak itu berada diposisinya dengan tangannya sudah dialiri listrik.
'Sentakan listrik!'
"Zzzt"
Kakek itu pun pun terpental kebelakang, ia menerima serangan itu. Meskipun ia tidak apa apa, tapi tidak bisa dipungkiri. Bertarung dengan anak seperti menguji kesabarannya saja.
Kenapa anak semuda itu terlihat begitu susah untuk dibunuh.
"Hah!!" Sesaat kemudian, ia terkejut. Qin yan berteleportasi didepannya. Bola kegelapan sudah terbentuk ditangannya.
"Bum" Ia menerima serangan itu lagi, hingga ia makin terpental kebelakang. Tangan Qin yan terulur didepannya.
"Perputaran waktu tanpa batas!!!"
__ADS_1
Mata kakek itu terbelalak. Serangan itu, dilihat dari namanya saja sudah mengerikan. Jujur, bahkan skill itu tak pernah ia dengar. Namun ia sangat penasaran bagaimana rasanya. Setelah Qin yan berteriak. Sebuah gelembung raksasa muncul, kakek tua itu masuk kedalam gelembung tersebut tanpa bisa bergerak.
'I-ini...' Ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak terkejut.
"Bum. Bum. Bum. Bum. Bum......" Kejadian yang sama teulang beberapa kali, disaat Qin yan meyerangnya dengan bola kegelapan. Meskipun tangan kakek itu menahannya, namun tak dapat dipungkiri. Serangan yang berulang kali tanpa bisa mengelak bisa juga membuatnya tersiksa.
"Ugh." Kakek tua itu mengeluarkan darah segar saat tangan yang digunakan untuk menangkis akhirnya retak. Ia benar benar tidak bisa menahan kesabarannya lagi. Ia benar benar sudah berada diambang ketabahan.
"Anak sialan!! Domain kegelapan!!!"
Serangannya membuat Qin yan agak terkejut, seperti gelembung yang membuat pria itu tak bisa bergerak. Qin yan juga merasakan hal yang sama didomain itu. Seluruh tubuhnya membeku dan menerima penyiksaan beberapa kali lipat.
"Hahaha.... Bagaimana bocah, sekarang aku tak akan membiar....." Kakek tua itu tersenyum bahagia, namun dirinya tiba tiba membeku. Qin yan menghilang entah tidak tau dimana.
'Hah! Ilusi? Sial!! sejak kapan.' Batinnya dengan panik, sepasang mata merah menatapnya dengan dingin. Membuatnya agak menggigil. Saat sadar, rupanya Qin yan sudah menyiapkan bunga lotus raksasa yang sudah mencapai dirinya.
"Apa!!!"
"BOOOOOMM" Ledakan terjadi sekali lagi, semua orang yang melihat itu jadi terkagum kagum. Tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Bahkan Yao chen dan Elfes juga diam melihat itu. Mereka ingin membantu, tapi kedua orang tampak bersemangat. Terutama Jin kei, dia sedang bersenang senang disana.
"Haish, Apa kita hanya akan menonton disini?" Yao cheng menatap mereka dengan lesuh, kenapa hari ini bosan sekali.
Tiba tiba matanya membesar, ia menyadari sesuatu dibelakangnya. Sebuah tentakel rasanya hendak menangkap dirinya.
"Hup" Yao chen melompat, menjauh dari sana. Tidak lama kemudian mata membesar. Sebuah sosok menjijikan muncul dibalik air.
Apa ini? Yao chen agak mengenali mereka. Ada tiga orang, ketiga orang ini adalah tingkat Kaisar yang tadi ia lawan. Tapi sekarang, ia tidak menyangka kalau mereka sudah berubah menjadi monster tak terurus.
Sebuah gambaran yang sama terlintas dikepala Yao chen. Yah, mutasi menjijikan ini sama seperti mutasi yang dialami Mo fan dan Huo lan dua tahun lalu. Jangan bilang kalau sekarang mereka juga muncul. Astaga, mereka berada ditahap ahli. Kenapa mereka menunjukan sosok yang menjijikan ini.
"Jadi ini rupa asli kalian?" Berkata Yao chen dengan dingin dan tenang.
"Grrrr!!" Ketiga monster didepannya hanya mengeram dengan air liur yang menetes. Tampilannya saja sudah membuat Yao chen ingin muntah. Namun ia benar benar terkejut kalau mereka benar benar diluar ekspetasinya. Ratusan tentakel melaju kearahnya secepat kilat, ia pun melompat keudara. Berusaha menghindari itu semua.
Satu orang yang paling kekar, mengeluarkan banyak tentakel. Sementara yang kurus merubah tangannya menjadi pisau. Dan yang ketiga yaitu seorang wanita. Punggungnya mengeluarkan sepasang sayap, sayap itu bahkan bisa menjadi senjata. Mereka berdua bertugas menyerang Yao chen di atas sana.
"Ptank ptank ptank"
"Slash Slash Slash"
Yao chen berusaha menangkis mereka, kadang kala ia juga memotong para tentakel itu dengan cakarnya. Namun, satu hal yang membuatnya tertarik. Mereka ini cepat sekali regenerasinya.
"Lumayan." Senyum Yao chen, ia pun memasuki mode tranformasinya kembali. Tatapan girang penuh semangat mengisyaratkan ia ingin bersenang senang.
Elfes yang melihat itu, hanya diam tidak berkomentar apa apa. Ia berdiri disana dan tidak melakukan apapun. Memandangi pertarungan mereka dengan santai sambil memegangi pedang yang ada dipinggangnya.
Rupanya ia juga tidak menyangka, kalau ternyata ia juga mempunyai lawan. Seekor anjing raksasa dengan kepala tiga sedang menatapnya dengan ganas, penuh haus darah.
"GGRRR.... GROAAAARR!!!" Anjing itu mengamuk hendak memakan Elfes, namun secepat kilat Elfes langsung menebasnya.
"Slash slash slash" Anjing itu terbagi menjadi tiga bagian, siapa sangka kalau anjing itu bahkan membentuk tubuh baru dan menjadi anjing lain. Bahkan kening elfes saja berkerut melihat fenomena ini. Kemungkinan jika dia terus menebas maka anjing yang ia lawan akan semakin banyak.
Namun disetiap tebasannya, ia melihat jelas darah anjing itu. Darahnya berwarna hijau dan berasap ketika menyentuh air. Siapa yang tidak mengetahui itu, kalau cairan hijau tersebut adalah asam lambung yang dipenuhi racun.
Jadi ini ulah sekte racun kah. Elfes mulai berspekulasi. Dirinya semakin sadar ketiga melihat lambang tato dileher anjing itu. Jangan bilang itu semacam mode penggabungan antara manusia dan beast.
Apapun itu, tatapan elfes jadi menajam. Pedangnya tertarik, kali ini ia mungkin akan menebas tanpa henti.
*******
Hari ini aku updet dua kali, setidaknya vote lah sebagai bayaran😊😊
__ADS_1
__ADS_2