
__ADS_3
"Baiklah, istirahatlah , Ummi hanya ingin mengabarkan hal itu" Ucap Ummi Maya
Setelah mengucapkan salam dan telah menyampaikan maksut dan tujuan dari panggilannya, ummi Maya segera menutup kembali panggilan telepon tersebut.
***
Setelah menerima panggilan dari Ummi Maya, Maryam sudah tidak lagi dapat tidur dengan nyaman.
Meski Reza selalu memintanya untuk segera tidur kembali, namun Maryam hanya membolak balikan badannya ke sisi kanan dan kiri, hal itu di dasari oleh rasa kHawatir dari diri Maryam.
Sejenak terlintas dalam pikiran Maryam, jika ini memang sebuah kesengajaan yang terjadi mungkin karena ulah seseorang yang tidak menyukai Abi hanif, bisa jadi setelah dirinya dan Mahira yang menjadi korban, maka tidak menutup kemungkinan jika Ummi dan Abi nya akan menjadi sasaran berikutnya.
Begitu kir-kira isi dari kepala Maryam saat ini.
Memikirkan hal itu saja sudah cukup membuat kepala Maryam pening, dan menjadi semakin panik.
"Sayang, tenangkan dirimu " Ucap Reza dengan suara lirih dan usapan lembut pada bahu sang istri, yang berbaring dengan posisi membelakanginya.
"Mas Maryam takut " Ucap Maryam lirih
Mendengar penuturan dari sang istri Reza lantas mencoba menenangkan sang istri dengan memberikan dekapan hangat dan usapan lembut, dan sesekali membenamkan kecupan hangat di puncak kepala Maryam.
Namun hal itu mungkin saja tidak dapat mengurai kepanikan yang ada dalam diri sang istri, menyadari Maryam masih saja belum dapat tertidur dan masih saja memandang dengan tatapan kosong dan pikiran yang melayang entah kemana.
Reza tampak menghela nafas panjang, menyadari sang istri hanya tetap diam.
Waktu menunjukan pukul 03.15 dini hari , setelah sebelumnya keduanya mengakhiri kegiatan panas yang menguras tenaga di jam 02.10 dini hari. Bisa di katakan keduanya belum juga dapat tidur dengan baik malam ini.
"Baiklah, sebaiknya kau bersiap " Ucap Reza yang menyadari kepanikan dari sang istri.
"Bersiap ?" Ulang Maryam kemudian dengan dahi yang berkerut, dan alis yang menyatu menjadi satu.
Mendengar penuturan dari Reza, sedikit terjadi salah sangka pada Maryam saat itu dengan maksut kata bersiap.
"Iya ! Bersiap, kita akan kerumah Abi Hanif sekarang juga, Bersihkan dirimu, dan bersiaplah, kita berangkat sekarang juga" Ucap Reza lagi
__ADS_1
Hal itu sontak membuat hati Maryam bahagia, tanpa Maryam meminta, Reza telah dengan peka tahu isi hati dan keinginannnya saat ini.
Karena sebelumnya Maryam berpikir bagaiman untuk meminta izin untuk pulang Kerumah Abi, setelah baru saja kemarin mereka pulang dari sana.
Beberapa saat keduanya telah siap dengan telah menyelesaikan ritual mandi besar bagi pasangan suami dan istri.
***
Suasana kediaman Milik Reza terlihat masih sangat sepi, terlebih dengan kakek Amar dan nenek Halimah yang tidak berada di rumah tersebut.
Kebanyakan dari para pelayan juga masih tertidur , hanya beberapa yang bertugas di dapur lah yang telah bangun, untuk menyiapkan sarapan bagi sang majikan, namun meski Reza dan Maryam, ataupun kakek Amar dan nenek Halimah tidak di rumah kegiatan memasak tetap di lakukan, karena banyaknya para pekerja di rumah tersebut yang juga Reza merasa bertanggung jawab pada perut mereka.
Hanya terlihat para penjaga yang masih tetap terjaga hingga pagi hari, untuk bergiliran mengamankan rumah megah tersebut.
Setelah berpamitan dan meminta para penjaga untuk menjaga rumah dengan baik, Reza dan Maryam segera berlalu meninggalkan kediaman milik Reza tersebut.
Menempuh perjalanan panjang yang lumayan melelahkan bagi keduanya yang juga belum sempat beristirahat sebelumnya.
"Tidurlah, perjalanan kita masih jauh" Ucap Reza manis, dengan usapan lembut di pipi mulus Maryam
Namun Maryam memilih menemani sang suami berkendara, dan menjaga dirinya untuk tetap terjaga.
Maryam hanya menyandarkan tubuhnya pada sandaran bangku mobil mewah tersebut, dengan pikiran yang entah kemana.
Benar saja , tidak berselang lama terdengar suara adzan subuh berkumandang, Reza tampak segera mencari dimana terdapat masjid untuk dirinya dan Maryam singgah dan melaksanakan sholat subuh.
Sebagai umat muslim sudah menjadi kewajiban bagi Reza dan Maryam untuk melaksanakan sholat tepat pada waktunya
"Allah Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Aku mewajibkan umatmu sholat lima waktu, dan Aku berjanji bahwa barangsiapa yang menjaga waktu-waktunya pasti Aku akan memasukkannya ke dalam surga, dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka dia tidak mendapatkan apa yang aku janjikan”
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An Nisa 103).
Sebaik-baiknya melaksanakan sholat adalah di awal waktu. Atau ketika mendengar kumandang adzan atau pun menyadari telah masuk waktu sholat, hamba tersebut segera bergegas mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan sholat.
__ADS_1
Sebab ada banyak keutamaan bagi seorang Muslim yang bisa melaksanakan sholat di awal waktu.
Sebagaimana dinukilkan dari kitab at-Targhib wat at-Tarhib karya Al-Mundziri, terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ad Daruquthni sebagai berikut. Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوَّلُ الْوَقْتِ رِضْوَانُ اللَّهِ وَوَسَطُ الْوَقْتِ رَحْمَةُ اللَّهِ وَاَخِرُالْوَقْتِ عَفْوُاللَّهِ عَزَّوَجَلَّ.
Rasulullah ﷺ bersabda, “(Sholat) awal waktu itu diridhoi Allah, dan (sholat) tengah-tengah waktu itu dirahmati Allah SWT, dan (sholat) di akhir waktu itu diampuni Allah SWT."
Maryam dan Reza tampak larut dalam suasana khusuk sholat jamaah di masjid tersebut, dengan seorang ulama besar menjadi imam di sana.
Beberapa saat berlalu keduanya telah selesai dengan ritual dzikir dan doa pagi di tempat jamaah masjid putra dan putri yang terpisah.
Terlihat Reza yang lebih dulu selesai dan telah duduk di serambi masjid, untuk menunggu sang istri yang masih khusus tentunya dengan dzikir pagi rutin, kegiatan yang dia lakukan Maryam di pagi hari.
Menunggu beberapa saat akhirnya sosok yang di tunggu muncul, dan telah berdiri tepat di depan Reza yang tengah menyandarkan tubuhnya di tembok masjid.
"Sudah selesai ?" ucap Reza dengan senyuman manis menghiasi wajahnya . Maryam mengangguk pelan dengan senyuman di balik cadar yang dia kenakan.
"Kita berangkat sekarang ?" tanya Reza lagi
"Iya mas " jawab Maryam dengan suara lembut dan anggukan kepala.
Setelah melaksanakan sholat subuh, dan beristirahat sejenak, keduanya bergegas segera melanjutkan perjalanan menuju kediaman Abi Hanif.
Jika suasana jalan terus lengang seperti saat ini, kemungkinan keduanya akan tiba di kediaman Abi Hanif saat sarapan pagi.
Karena alasan itu Reza memilih untuk tidak berhenti lagi setelah sholat subuh, dan akan tetap melanjutkan perjalanan agar cepat sampai di kediaman Abi Hanif
***
Bersambung
***
Assalamualaikum Para Reader kesayangan author 🥰
__ADS_1
Gimana nih, ada babang Tama sama Babang Reza nih nanti di rumah Abi Hanif
Bakal kaya gimana ya Kalau mereka ketemu ... Yuk Komen yuk. 🤗
__ADS_2