PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)
62. Berpetualang Part 2


__ADS_3

"Kau Itu Nyonya Maryam Abizar El Shirazy, Bukan Pelayan atau pengawalnya" Ucap Reza ketus dengan pandangan tajam pada Mahira.


Mahira semakin kesal dengan ucapan yang terlontar dari mulut Reza.


Maryam tersenyum simpul mendapati sikap manis dari Reza yang selalu membuatnya merasa diatas awan


***


Beberapa saat mobil melaju, ketiganya telah sampai di gerbang rumah Abi Hanif


Diluar rumah sudah berdiri Bi Minah menunggu kedatangan ketiganya.


Segera Bi Minah menyambut Maryam, Reza juga Mahira.


"Assalamualaikum Bi Minah" Sapa Maryam dengan sopan.


"Waalaikumsalam Ning" Ucap Bi Minah dengan sopan pula.


Reza tampak sibuk membukakan bagasi mobil, disusul Mahira yang berdiri tepat di belakang Reza.


Mahira terlihat mengambil kesempatan untuk dekat dengan Reza, ketika mendapati Maryam tengah sibuk dengan obrolannya bersama Bi Minah.


Mahira bergegas mengambil beberapa paper bag dari bagasi mobil Reza. Dengan sengaja Mahira menyentuh lengan kekar Reza.


Melihat tingkah Mahira yang lancang, Reza seketika menghempaskan kasar tangannya, hingga Mahira terhuyung kebelakang, namun tidak sampai terjatuh.


Reza lantas menatap tajam pada Mahira.


"Auch.. " Ucap Mahira merasa Kaget


"Ada apa kak?" Tanya Maryam seketika mendapati kakaknya meng Aduh.


Mahira hanya bergeming dengan pertanyaan Maryam dan enggan untuk menjawabnya.


"Tidak ada" jawab Mahira singkat


Reza segera meraih tangan Maryam dan menggandengnya untuk masuk kedalam rumah, dengan satu tangan membawa paper bag milik Maryam.


Keduanya berlalu dari hadapan Bi Minah dan Mahira yang masih menatap dengan tatapan kesal.


"Bi !!" Panggil Mahira , ketika mendapati Maryam dan Reza sudah berlalu.


"Bawa semua belanjaan saya kedalam kamar" Ucap Mahira dingin kepada asisten rumah tangga itu.


"Baik Ning" Ucap Bi Minah sopan.


Setelahnya Mahira pun berlalu meninggalkan Bi Minah yang masih sibuk mengangkat belanjaan Mahira


***


Reza tampak sangat lelah , terlihat dari raut wajahnya yang lesu.


Hal itu karena memang Reza tidak tidur semalaman terlebih sebelumnya Reza menyetir dengan jarak yang lumayan jauh, dari rumah kakek Amar menuju rumah sakit tempat dimana ummi Maya dirawat.


Reza menghempaskan kasar bobot tubuhnya di tempat tidur dengan ukuran standar tersebut, meski tidak sebesar Ukuran Tempat tidur king size di kamarnya, namun tetap Reza merasa nyaman tidur di sana.


Segera Maryam menuju Kamar Mandi untuk membersihkan dirinya dan segera bersiap-siap untuk melaksanakan Sholat Dzuhur.

__ADS_1


Maryam menyadari Reza tengah berbaring di atas tempat tidur, dengan terdengar pula dengkuran halus dari bibir Reza.


Maryam merasa tidak tega melihat wajah leleh suaminya, dia memilih membiarkan Reza untuk sejenak beristirahat, dan Maryam melaksanakan sholat Dzuhur lebih dahulu.


Setelah menyelesaikan sholat Dzuhur, Maryam mendekat kearah Reza tidur dan duduk di samping Reza dengan, menatap lekat wajah suaminya dengan tatapan penuh cinta.


"MashaAllah" ucap Maryam mengagumi sosok reza. Maryam merasa Reza sangat tampan.


"Terima kasih mas" Ucap Maryam pelan dengan usapan lembut pada pipi Reza.


"Semoga Allah senantiasa melimpahkan segala kebaikan bagi keluarga kecil kita mas " Ucap Maryam lirih.


Tanpa di sadari oleh Maryam, Reza telah melingkarkan kedua tangannya di pinggul Maryam dengan mata yang masih terpejam


Sontak Maryam merasa kaget dengan gerakan refleks tangan Reza.


"Maaf mas" Ucap Maryam merasa bersalah.


"Apa aku membangunkan mu? " Tanya Maryam kemudian. Reza hanya tersenyum.


"Menurutmu ?" Tanya Reza kemudian dengan senyum menggoda.


"Jika kau tahu jawabannya kau tidak harus bertanya" Ucap Reza dengan suara lembut dan semakin mengeratkan Tangannya melingkar ke bagian perut rata Maryam.


Reza segera mengangkat kepalanya, kemudian menyandarkan diatas pangkuan Maryam menghadap ke arah perut rata istrinya.


Maryam merasa sedikit geli dengan hal itu hingga beberapa kali Maryam tampak terkekeh menahan Geli dari hembusan nafas dan gerakan kepala Reza.


"Mas..." Ucap Maryam


"Geli.." Ucap Maryam Dengan nada manja.


"Benarkah ?" Ucap Reza penasaran, kemudian mendongakkan kepalanya menghadap wajah Maryam.


Beberapa saat Reza menatap lekat wajah cantik istrinya dari pangkuan Maryam. Terlihat wajah cantik alami disana. Tatapan keduanya seketika beradu mesra.


Reza meraih tangan Maryam kemudian meletakkan di dada bidangnya. Sesekali mencium tangan Maryam dengan memejamkan mata.


Maryam kemudian meraih kembali tangannya, Reza menaikan kedua alisnya mendapati Maryam melepaskan tangan dari genggamannya.


"Aku akan Pijat bagian ini " Ucap Maryam dengan pijatan lembut di puncak kepala Reza.


"Ohh" Jawab Reza singkat dengan senyum terukir di bibirnya, sebelumnya Reza berfikir jika Maryam enggan untuk di sentuh.


"Sayang ?" Ucap Reza dengan menikmati setiap sentuhan dari tangan Maryam masih dengan mata terpejam


"Iya ?" Jawab Maryam dengan suara lembut.


"Jika ada satu tempat yang ingin kau kunjungi, Kau ingin pergi kemana ? " Tanya Reza dengan mata terpejam menikmati usapan lembut tangan Maryam.


"Maryam ingin ke tanah suci mas" Ucap Maryam seketika. Terlihat Reza tersenyum simpul.


"Hanya itu ?" Tanya Reza lagi.


"Itu pun sudah lebih dari cukup mas " Ucap Maryam dengan senyuman manis. Dan tangan yang memijat lembut pelipis Reza.


"Baiklah" Jawab Reza singkat

__ADS_1


"Lalu sebelum itu, apakah kau tidak ingin berbulan madu sebelumnya " Tanya Reza kemudian. Maryam hanya tersenyum Kecil mendengar pertanyaan dari Reza.


"Mas sholat Dzuhur dulu yuk" Ajak Maryam kemudian , seketika menggugah fokus Reza dengan pijatan lembut Maryam.


Reza ber gaming, dan tetap pada posisinya semula, enggan beranjak dari pangkuan Maryam.


"Mas" Ucap Maryam lagi.


"Sholat mas!!" Ucap Maryam lagi dengan sedikit meninggikan suaranya.


Melihat ekspresi Maryam yang berubah, segera Reza menunjuk pipinya , isyarat untuk Maryam agar memberikan sebuah ciuman disana.


Maryam tampak mengeryitkan dahinya, dengan perasaan gugup.


Reza terus menunjuk dengan satu telunjuk pada satu sisi pipinya.


"Lebih cepat lebih baik" Ucap Reza dengan nada menggoda.


Maryam semakin berdebar.


Cup.


Cup.


Tidak hanya sebuah kecupan di pipi Reza, namun Maryam juga mencium Kening suaminya dengan mesra.


Seketika Reza tersenyum bahagia, setelahnya segera Reza bangkit dari tidurnya.


"Kenapa kau memberinya lebih? " Ucap Reza dengan nada menggoda.


"Maksut mas ?" tanya Maryam tampak bingung.


"Aku kan hanya meminta mu di satu tempat saja, kenapa kau memberinya lebih ?" Ucap Reza kemudian dengan mengedipkan mata.


Maryam menyadari maksut dari Reza,seketika Maryam menggigit bibir bawahnya untuk menguasai diri dari rasa malunya.


"Aku akan mengembalikannya " Bisik Reza tepat di telinga Maryam , yang seketika membulatkan kedua bola mata Maryam.


Reza meraih dagu Maryam, Mendekatkan wajahnya dengan wajah Maryam, mengikis jarak diantara keduanya, hingga nafas Reza saat Maryam rasakan menyentuh permukaan wajahnya.


Seketika Maryam memejamkan mata dengan segala rasa, Reza mendekatkan bibirnya dan menyatukan dengan bibir Maryam , ******* dengan lembut bibir ranum Maryam, Menyesap lembut bibir indah Maryam dan sedikit memberikan gigitan kecil disana.


Maryam pun terbawa suasana dan membalas ciuman mesra yang di berikan Reza.


Tanpa di sadari oleh keduanya , sepasang mata telah mengamati kegiatan antara Reza dan Maryam.


Reza tampak biasa saja dengan kedatangan Mahira yang lancang masuk kedalam kamar Maryam tanpa permisi.


Berbeda dengan Reza, Maryam merasa sangat gugup dan malu, Lagi-lagi untuk yang kedua kalinya hal ini terjadi.


***


Bersambung


***


Jangan lupa Dukunganya untuk Author ya ka 🤗

__ADS_1


__ADS_2