Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 102 Mereka yang Tersembunyi


__ADS_3

Keesokan harinya, Paranormal yang di minta Revan datang ke rumah bersama temannya. Tanpa banyak bicara, Paranormal itu segera mengeluarkan kemampuannya.


Matanya tajam mengawasi sebuah dinding yang terlihat di matanya seperti sebuah pintu menuju ke dimensi lain, yaitu dunia ghaib supranatural. Dunia Jin yang tersembunyi. Dalam bahasa arab kata jin itu sendiri berasal dari bahasa arab yang berarti " yang tersembunyi ". Jadi mereka hidup berdampingan dengan kita hanya saja keberadaan mereka tidak terdeteksi oleh indra penglihatan dan kadang indra pendengaran kita.


Revan memperlihatkan rekaman CCTV di kamarnya dan rekaman CCTV Delia yang melompati Balkon kepada paranormal tersebut. Paranormal itu memandang tak berkedip ke arah layar laptop milik Revan.


" Bro, itu rekaman lo dapat dari mana? " tanya Digta, dia yang mengantarkan paranormal itu untuk bertemu dengan Revan.


" Ada deh, entar aku ceritain sama lo! " kata Revan. Keduanya kini sibuk menyimak perkataan paranormal tersebut.


" Hmm, Mas Revan. Begini, dari hasil penerawangan saya dan melihat hasil rekaman CCTV di kamar Mas dan apartemen saudara mas, itu semua adalah aktivitas Jin. Aktivitas tersebut rupanya tertangkap oleh kamera CCTV di kamar mas Revan dan juga di apartemen saudara mas." komentar Ki Sabdo, paranormal itu pada Revan.


" Jin?"


" Ya, itu adalah Jin."


" Bagaimana, mungkin,ki ?Maksud Ki Sabdo, yang mondar- mandir di kamar saya selama ini adalah Jin. Juga bayangan hitam misterius yang membawa pergi tubuh istri saya itu juga Jin yang sama ? " tanya Revan penasaran.


" Mengenai hal itu, saya belum bisa menyimpulkan bahwa istri mas di bawa kabur oleh Jin yang sama. Karena bangsa Jin adalah makhluk yang begitu pandai menyerupakan diri dan mengelabui kita.! Kadang - kadang kita bisa terkecoh saat mereka hadir dan menampakkan diri. Mereka bisa hadir menampakkan diri sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran kita." kata paranormal ki Sabdo lagi.


" Saya penasaran dengan alam Jin yang sering saya dengar.. Bagaimana keberadaan mereka.. Apakah sama. dengan alam dunia seperti kita?


" Sebenarnya, alam mereka sama juga dengan alam manusia, hanya saja kita tidak bisa melihat dan mengetahui dengan pasti karena mereka Allah dan mereka telah menetapkan dan mereka menghendaki demikian."


" Lantas ki, bagaimana dengan Jin yang keluar masuk dengan bebas di kamar saya. Apa yang harus saya lakukan?"


" Tunggu sebentar! izinkan saya bertanya terlebih dahulu! " Revan mengangguk mengizinkan. " Apakah wanita yang melompat dari balkon itu adalah wanita yang sekarang menjadi istri mas Revan? " tanya Ki Sabdo.

__ADS_1


" Benar, Ki Sabdo. Dan sekarang, istri saya itu tidak ada di sini. Seperti yang Ki Sabdo lihat di rekaman CCTV , bayangan hitam itu membawa pergi istri saya begitu saja, Sampai sekarang. Saya tidak tahu, di mana sekarang istri saya berada, ki? " kata Revan.


"hmm, mas Revan. Saya mohon maaf terlebih dahulu, karena mencampuri urusan pribadi mas Revan. Namun, saya tidak dapat menolong mas Revan jika anda tidak jujur mengatakan yang sebenarnya pada saya. "


" Iya, Ki Sabdo apa yang ingin Ki Sabdo tanyakan? "


" Pada rekaman tadi, saya melihat penganiayaan yang mas lakukan terhadap istri mas. Sebenarnya, apa yang telah terjadi? mengapa anda memukuli istri anda sedemikian rupa? "


Revan menghela nafas panjang, kemudian dia bercerita kepada Ki Sabdo mulai dari kematian Yovan yang penuh misteri hingga perihal keberadaan Delia di tempat yang sama, tak lupa juga pengakuan Delia yang menurutnya terlambat dan mencurigakan. Dia mencurigai Delia memiliki selingkuhan.


" Apa mas Revan punya bukti tentang keterlibatan istri mas dan perselingkuhan dia? "


" Tidak ada, Ki. Untuk itulah saya memaksa Delia untuk mengaku. Namun, dia bersikeras tidak mengakui semua itu sehingga membuat saya geram. "


" hm, tampaknya hal itulah yang menjadi pemicu kemunculan makhluk itu. Rasa kecewa, penganiayaan dari Mas Revan, Kesedihan yang mendalam dan juga keputus-asaan Delia, menimbulkan rasa simpati atau bahkan mungkin cinta di hati makhluk itu pada istri mas Revan. Sehingga ketika melihat Delia yang menderita dan teraniaya, membuat makhluk itu turun tangan membantu dan menyelamatkan Delia. "


" Jadi maksud Ki Sabdo, istriku itu berselingkuh dengan makhluk Jin itu!"


" hmm, baiklah.. Jadi apa yang harus saya lakukan. Apakah kita bisa menemukan istriku di sana? "


" Kita lihat saja, apakah ada niatan di hati mas Revan untuk bertemu kembali dengan istri mas, dan berjanji untuk memperbaiki semuanya, atau tidak. Karena saya ragu, apakah Jin itu bersedia untuk berdialog dengan kita! "


" Jadi kita akan masuk ke dalam dunia mereka, ki? "


" Sepertinya begitu, mas. Siapkan saja sesuatunya. Kita akan memulai ritualnya nanti malam." kata Ki Sabdo.


Malam hari di apartemen Revan, Ki Sabdo Revan, Digta dan seorang lagi temannya juga ikut hadir dalam ritual tersebut dengan alasan penasaran, sudah berada di dalam kamar Revan. Mereka bersiap - siap untuk melakukan ritual. Ritual memasuki dunia lain yang baru kali ini Revan dan juga Digta alami.

__ADS_1


Ki Sabdo meminta pada Revan dan Digta untuk menyiapkan sesajen yang akan digunakan untuk membuka sebuah pintu ke dimensi lain, Yaitu dimensi alam ke 4 yaitu alam Jin.


Segera setelah semua persyaratan terpenuhi, ritual pun mulai di laksanakan.


" Mas Revan, dan mas Digta, setelah kita berhasil masuk ke sana. Berjanjilah tetaplah berada di belakang saya dan jangan pernah menyentuh atau merusak sesuatu di sana! "


" Baik, Ki. kami berjanji." kata mereka bersamaan.


" Baiklah, kita bisa memulainya sekarang!"


Ki Sabdo kemudian duduk bersila di depan dinding kamar Revan yang dalam pandangan mata bathinnya merupakan gerbang masuk menuju ke alam Jin.


" Wahai pemilik alam kegelapan, aku ki Sabdo memohon izinmu untuk memasuki alammu. Wahai pemilik kegelapan, izinkan kami memasuki alam kegelapan. Alam yang tersembunyi, alam dimana tempat segala keanehan terjadi! " serunya lantang.


Lampu di kamar Revan yang awalnya menyala terang, kini menjadi berkedip - kedip lalu kemudian mati.


Suasana menjadi gelap gulita. Revan tegang. Jantungnya berdebar kencang. Dia menggeser duduknya mendekat ke arah Ki Sabdo. Sementara Digta, lelaki itu lebih sedikit relaks namun, di dalam hati dia Merasa sedikit agak keder.


Perlahan-lahan, dalam kegelapan itu, di dinding kamar Revan, seberkas pijar kecil muncul. Awalnya hanya sebesar uang logam yang kemudian membesar dan Semakin besar hingga kini menampakkan penampakan sebuah gerbang yang bersinar terang.


Ki Sabdo memberi isyarat pada Revan dan Digta untuk mengikutinya.


" Mari ikut saya, Mas.! Ingat pesan saya, tetap berdiri di belakang saya dan jangan sentuh apapun itu! " kata Ki Sabdo.


Ke-dua anak muda itu mengangguk tanda faham.


Ketiganya kini sudah memasuki pintu gerbang ke alam Jin.

__ADS_1


" Mas Revan, di depan ada penjaga pintu gerbang, jangan mengucap sepatah katapun juga atau dia akan tahu jika kita bukanlah dari golongan mereka. Oh ya, oleskan ini di tubuh mas, agar bau kalian tersamarkan! " katanya seraya menyodorkan minyak atsiri ke tubuh Revan dan Digta.


Minyak berbau harum itu dipercaya bisa menyamarkan bau tubuh manusia yang sudah sangat mereka hapal.


__ADS_2