Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 34 Pangeran Jin yang Sakti


__ADS_3

Setelah mendapatkan kembali jiwa Asmi, pangeran Hasyeem bergegas kembali ke rumah Ki Anom. Bersama Ki Anom, Pangeran Hasyeem memasukkan kembali jiwa Asmi yang sempat di ambil paksa oleh siluman ular putih penguasa bukit Lipan.


" hm, sekarang jiwa Asmi sudah kembali, sekarang tinggal melenyapkan teluh dari wanita itu."


" benar, Tuanku."


" bersiaplah, kau urus raga Asmi sedang aku akan memberi sedikit pelajaran untuk dukun wanita sialan itu dan juga kedua perempuan jahat dan serakah itu.!! "


" hamba, Tuanku. " jawab Ki Anom.


Sejurus kemudian keduanya terlihat sudah bermeditasi mencurahkan konsentrasi untuk menghadapi teluh yang telah di kirim oleh dukun wanita itu.


" Tuanku, lihatlah aura hitam yang menyelimuti Asmi. Itu adalah aura dari teluh jahat yang ada di tubuh Asmi. "


" Bagaimana caranya kita mengeluarkan teluh itu, Ki? "


" Tak ada cara lain, Tuanku. Tuanku harus berhadapan langsung dengan si pengirim teluh. " jawab Ki Anom.


" kalau begitu, tunggu apa lagi. Aku akan ke sana untuk memberi sedikit pelajaran pada dukun wanita penganut ilmu sesaat itu sekarang! "


Ki Anom mengangguk seraya mengikuti arah pergerakan pangeran Hasyeem yang kini sudah melesat terbang ke tempat tinggal dukun wanita itu. Terlihat dukun wanita itu rupanya kini sedang mulai lagi bersiap untuk melancarkan serangan.


Asap pedupaan terlihat mengepul di depannya. Mulut wanita itu komat kamit membaca mantra. Kedua tangannya bersidekap di depan dada.


Tepat pada saat wanita itu ingin mengirimkan serangannya, sebuah sinar putih meluncur ke arahnya. Wanita itu dengan sigap mengelak dari serangan sinar putih itu.


Dukun wanita itu menjadi geram karena pekerjaannya menjadi terganggu.


" hm, rupanya ada pengacau yang ingin merusak pekerjaanku.! " bentak dukun wanita itu.


" hahaha, pekerjaanmu benar-benar buruk dan merugikan orang lain, untuk itu maka perlu sedikit di beri pelajaran, agar bisa menjadi lebih baik!! " ejek pangeran Hasyeem.


" bedebah, tunjukkan wujudmu. Jangan bersembunyi seperti banci. Kalau berani tunjukkan wujud aslimu! " tantang dukun wanita itu.


" hm, aku ragu apakah kamu siap jika harus berhadapan denganku. "


" Siapa kamu hingga berani sekali meremehkan aku?" bentak dukun wanita itu.


Suasana sejenak hening, mendadak sebuah benda terlempar dan jatuh tepat di depan dukun wanita itu.


Sang dukun wanita yang sedang duduk di depan pedupaannya menjadi terkesiap. Sebuah kepala yang wajahnya sangat dia kenali tergolek tak bernyawa di depan matanya.

__ADS_1


" Nyi Sanca!! " pekiknya dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut dan pias.


Ya, itu adalah kepala Nyi Sanca, Siliman ular putih yang menjadi sesembahanya. Kini penguasa bukit Lipan itu hanya tinggal sepotong kepala yang tergelak tak bergerak di hadapannya.


" Keparat! apa kamu pikir aku takut hanya karena kamu sudah berhasil membunuh Nyi Sanca !? " bentak dukun wanita itu. Dia yang awalnya gusar, kini sudah mulai marah karena merasa seseorang sudah berani mencampuri semua urusannya.


" Kamu masih belum sadar juga, kamu sedang berhadapan dengan siapa. Sebentar lagi kamu akan segera menyusul Nyi Sanca!! " bentak suara itu.


" Banyak bacot sekali. Tunjukkan saja wujudmu, dan kita akan selesaikan masalah kita! " tantang dukun wanita itu, tak kalah keras suaranya dengan suara pangeran Hasyeem.


" Baiklah, jika itu keinginan terakhirmu. Kamu akan melihat wujud aslimu. " jawab pangeran Hasyeem.


Setelah berucap demikian, di hadapan dukun wanita itu muncul sesosok makhluk tinggi besar dengan wujud seperti gorila raksasa dengan makhota di kepalanya. Wajah makhluk itu mengerikan dengan sepasang taring panjang yang menyembul dari kedua bibirnya yang lebar.


Dukun wanita itu terperanjat tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


" Keparat!! Demi setan penghuni neraka, rupanya aku sedang berhadapan sesosok makhluk jin yang sukanya ikut campur dalam urusan orang! " hardik dukun wanita itu.


" hm, aku tak akan mencampuri urusanmu jika saja kamu tidak mengganggu milikku. " suara dingin dan seram terdengar dari mulut makhluk itu.


" Bah, .. jangan sembarang menuduhku. Aku tak pernah merasa menggangu atau berurusan dengan bangsamu, jadi mana mungkin aku mengganggu milikmu!" jawab dukun wanita itu.


Wajah dukun wanita itu menjadi pucat pasi. ' Ada hubungan apa antara jin di hadapannya ini dengan wanita yang telah dia kirimi teluh beberapa malam yang lalu. Apakah ini juga ada hubungannya dengan kematian Nyi Sanca? ' pikirnya.


Pikiran dukun wanita ini itu sedikit was-was. Jika benar wanita yang kemarin dia kirimi teluh ada hubungannya dengan jin ini maka dia sekarang harus berhati-hati.


" Aku hanya melakukan pekerjaanku. Aku tidak ada urusan denganmu atau dengan wanita itu. Dia hanya target ku dan kebetulan sekali aku membutuhkan tumbal jiwa untuk menambah kekuatanku. " jawab dukun wanita itu.


" Justru hal itu menjadi urusanku denganmu, karena wanita yang kau tumbalkan adalah kekasihku. Dia calon ratu di Kerajaanku!! " bentak makhluk itu. Dia menggeram dengan suara yang mengerikan.


Nyali dukun wanita itu kini menjadi ciut. Ternyata dia salah mengambil korban. Wanita yang dia kirimi teluh adalah kekasih dari makhluk menyeramkan yang kini sedang berdiri dengan marah di hadapannya.


Tapi apa boleh buat, semua sudah terlanjur. Lagi pula dia tak takut dengan makhluk jin di hadapannya. Dia hanya sesosok makhluk tak kasat mata yang bisa di usir dengan mudah, pikirnya.


" Baiklah, kalau begitu. Lantas kau mau apa, Hai jin keparat! " tanya wanita itu dengan sikap menantang.


" Tarik kembali teluh yang kau kirimkan itu, atau...! " pangeran Hasyeem tidak meneruskan kalimatnya.


" atau APA? " tanya dukun wanita itu.


" atau aku tidak akan memberi ampun padamu. Aku akan menghabisimu sekarang. Karena hanya itu caranya agar pengaruh teluh itu hilang.! " bentak makhluk itu kasar.

__ADS_1


" Hah, apa kau pikir aku takut padamu? " ejek dukun wanita itu.


" baiklah, rupanya itu pilihanmu! " selesai berkata demikian makhluk menyeramkan itu menyerang dukun wanita itu dengan ilmu Halilintanya, membuat dukun wanita itu terkejut.


" Ilmu Halilintar ? siapa kamu? Apa hubunganmu dengan Ki Pranajaya?" tanya dukun wanita itu. Setahu dia pemilik Ilmu Halilintar adalah Ki Pranajaya.


" Kamu tak perlu tahu siapa aku. Sekarang bersiaplah menghadapi mautmu! " jawab makhluk itu.


Dukun wanita itu tidak tinggal diam. Kini dia tak ingin menyepelekan lagi lawan di hadapannya. Terbukti dia tadi nyaris tewas jika tidak cepat menghindar dari serangan ilmu Halilintar makhluk itu.


Ilmu Halilintar bukanlah sembarangan ilmu. Pemilik ilmu itu pasti memiliki kekuatan tenaga dalam yang dahsyat. Karena sejatinya sangat sulit untuk mengendalikan kekuatan tenaga Halilintar jika tidak memiliki ilmu kanuragan dan tenaga dalam tingkat tinggi.


Dukun wanita itu mengerahkan segenap ilmu kesaktiannya untuk mengalahkan makhluk itu. Namun tetap saja, ilmu dan kesaktiannya jauh di bawah makhluk itu, hingga akhirnya diapun menyerah kalah dengan mulut yang mengeluarkan darah segar akibat hantaman tenaga dalam di dadanya.


" Ampun, ampun. maafkan aku. Aku mengaku kalah. Maafkan aku.! " hibanya pada makhluk seram yang kini sudah bersiap - siap untuk melancarkan serangan terakhirnya.


" hm, mana kesombongan yang tadi kamu perlihatkan padaku. Mengapa sekarang kamu menghiba - hiba seperti anjing minta tulang pada tuannya? " ucap makhluk itu.


" Ampun, ampunkan saya, Tuan. Saya akan segera mencabut teluh itu dari wanita anda, tuan. " ucapnya dengan suara yang memelas.


Makhluk itu urung mengangkat tangannya, dan kini berjalan mendekati dukun wanita itu.


" lakukan sekarang. Atau aku akan membunuhmu.! " titahnya.


" Ba.. baik. Segera, tuan"


Dukun wanita itu segera duduk bersila sembari tangannya menabur dupa di atas bara api pedupaan. Seruak asap kemenyan berbaur dengan suara yang keluar dari mulut dukun wanita itu ketika membaca mantra-mantra.


Tak berapa lama kemudian, sebuah sinar tampak terbang masuk dari arah jendela bilik kamar pribadinya.


Lalu sinar itu berubah menjadi wujud sesosok makhluk mengerikan yang melata dengan tubuh penuh lendir. Wanita itu kemudian memasukkan kembali makhluk seram dan menjijikkan itu ke dalam sebuah bejana tanah dan menutupnya segera.


" Sudah, tuan. Hamba sudah mencabut kembali teluh itu" kata dukun wanita itu.


" baiklah, kali ini aku akan mengampuni nyawamu." kata pangeran Hasyeem.


" Tapi ingat, jika kamu masih berani menggangu wanitaku lagi, aku tak akan segan lagi untuk membunuhmu! "


Setelah berucap demikian, Makhluk menyeramkan perwujudan dari pangeran Hasyeem itu lenyap dari hadapan dukun wanita yang kini sedang terduduk dengan tubuh kaku.


Rupanya sebelum pergi, pangeran Hasyeem telah mencabut ilmu kesaktian dukun wanita itu, hingga kini dukun wanita itu tak mampu lagi mempergunakan ilmunya untuk melakukan kejahatan.

__ADS_1


__ADS_2