
__ADS_3
Negeri atas angin adalah sebuah negeri yang terletak di atas Bukit Malaikat. Negeri ini tepatnya berada di dunia jin dan di perintah oleh seorang raja muda bernama Pangeran Anggada.
Pangeran Anggada adalah putra dari Raja Agra dan permaisuri Sarah. Raja Agra adalah adik dari ibu Pangeran Hasyeem yaitu Ratu Kalina. Pangeran Anggada juga merupakan kakak dari Putri Azzyla. Jadi selain sahabat, Pangeran Anggada adalah sepupu dari garis ibu bagi pangeran Hasyeem. Karena masih kerabat itulah, mengapa Raja Haizzar tak ragu untuk menjodohkan Pangeran Hasyeem dan Putri Azzyla.
Pangeran Anggada memiliki seorang istri yang cantik jelita bernama Putri Arella. Putri Arella adalah anak Raja Allarick dan permaisuri Syezah. Raja Allarick adalah seorang raja di Kerajaan Pasir Angin. Sebuah negeri yang terletak di ujung timur pantai Jawa.
Kecantikan putri Arella sangat termasyhur. Hingga banyak sekali lelaki baik dari bangsa jin dan siluman yang jatuh cinta dan tergila-gila pada kecantikan putri Arella. Selain cantik putri Arella juga terkenal pandai menari.
Salah satu yang begitu tergila-gila pada Putri Arella adalah Raja Bana, Raja Siluman dari Gunung Tarub. Lelaki bangsa siluman yang bertubuh tinggi besar dan berwajah tampan namun sangar itu jatuh cinta dan begitu memuja kecantikan putri Arella. Sayangnya, cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Putri Arella tidak mencintainya.
Hingga pada suatu hari, ketika dia berniat hendak mempersunting putri Arella. Dia merasa sangat malu dan tertampar harga dirinya. Putri cantik dari kerajaan Pasir angin itu lebih memilih menerima pinangan pangeran Anggada, sepupu pangeran Hasyeem, dari pada menerima pinangan Raja Bana, Raja dari segala siluman di Gunung Tarub.
Memang cinta tidaklah bisa di paksakan. Kepada siapa dia harus memilih itu adalah hal yang dhoib dan ghaib.
Hakikatnya,meskipun berwajah tidak setampan Raja Bana, tetapi Pangeran Anggada memiliki kepribadian yang lembut dan penyabar. Dia hanya tegas dan garang pada musuh saja. Namun pada ibu, serta adik perempuannya putri Azzyla, dia tidak pernah berlaku kasar dan selalu bersikap menghormati dan menyayangi. Satu hal ini memberi poin lebih baginya.
Itulah sebabnya, ketika kedua lelaki itu berniat untuk mempersunting Sang Putri Arella. Putri Arella langsung saja menjatuhkan pilihan kepada Raja Anggada. Putri Arella lebih memilih pangeran Anggada yang berwajah tidak terlalu tampan namun memiliki kepribadian yang mulia ketimbang Raja Bana yang tampan namun berakhlak kurang baik.
Karena lamarannya di tolak, membuat seorang Raja Bana menjadi marah dan murka. Maka dia memerintahkan kepada seluruh bangsa siluman di negerinya untuk menyerbu Negeri atas angin. Hingga terjadilah pertempuran yang sengit dan seru. Masing-masing tak ada yang mau mengalah.
Pangeran Anggada sebenarnya mendapat Sekutu dan dukungan dari Raja Pasir angin. Namun sayangnya, kesaktian Raja Bana adalah kesaktian yang pilih tanding. Walaupun Raja Bana berwatak kurang baik, namun dalam hal kesaktian, dia jauh lebih unggul.
Pangeran Anggada akhirnya meminta pertolongan kepada Pangeran Hasyeem, untuk membantu mengalahkan raja Bana dan mengusir para siluman yang terus saja berdatangan menyerbu negeri atas angin. Walaupun berat karena harus meninggalkan kekasihnya yang juga sedang dalam bahaya, pangeran Hasyeem menyatakan kesanggupannya untuk membantu sepupu sekaligus juga sahabatnya itu.
__ADS_1
Hingga disinilah sekarang pangeran Hasyeem berada. Pangeran tampan yang juga kekasih Asmi itu sedang berdiri gagah memimpin pasukannya bersama Pangeran Anggada melawan pasukan siluman gunung Tarub yang dipimpin oleh Raja Bana.
Pertarungan sengit terjadi antara dua kekuatan. Kekuatan dari pasukan jin dan kekuatan dari pasukan siluman yang memiliki bentuk - bentuk dan wajah yang amat mengerikan.
Jika kita sebagai manusia awam, mungkin akan lari dari medan pertempuran karena rasa takut ketika melihat wajah - wajah dan bentuk mengerikan dari para siluman tersebut, maka lain halnya dengan pasukan jin yang di pimpin oleh Pangeran Anggada dan Pangeran Hasyeem, Mereka bertempur dengan hebat dan tanpa takut.
Mereka dengan berani menerjang dan membabat habis lawannya yang merupakan makhluk dari bangsa siluman yang sudah barang tentu juga haus akan darah. Tak peduli darah manusia atau bangsa jin.
Pedang di tebas ke leher lawan tanpa ampun. Terputus badan dan kepala, barulah siluman itu dapat kalah dan mati.
Begitulah yang terjadi sampai akhirnya, Pasukan Siluman itu satu demi satu berhasil di pukul mundur. Kini yang tersisa hanya beberapa saja dari pasukan siluman raja Bana. Selebihnya ada beberapa yang melarikan diri ke hutan atau kembali kabur ke negerinya.
Pasukan Raja Bana kini semakin terpojok. Sampai suatu ketika Raja Bana bertemu dengan Pangeran Hasyeem dan Pangeran Anggada di medan pertempuran. Ketiganya laki-laki sakti itu saling berhadapan. Ketiga pria dari trah bangsawan tak kasat mata itu saling serang. Melancarkan berbagai pukulan, mulai dari pukulan ilmu kanuragan hingga ilmu bela diri. Bahkan kini ketiganya beradu phisik dan senjata.
" Tapi, Kanda..! "
" Sudahlah, dinda. Menepilah ke pinggir. Biar aku saja yang menyelesaikan masalah ini. Berdoa saja agar kepalaku tidak terlepas dari badan akibat pedang Raja Bana! " selorohnya.
Pertempuran kini semakin seru dan menegangkan. Dua kekuatan senjata beradu. Pedang Emas Berhulu Naga milik Pangeran Hasyeem dan pedang pusaka Ki Brajamukti milik Raja Bana sudah sedari tadi tidak tersarung.
Medan pertempuran itu kini semakin bertambah ramai oleh dentingan senjata pedang yang saling beradu. Sangat seru dan menegangkan.
Pada suatu ketika, Pedang Emas berhulu Naga milik Pangeran berhasil mengenai lengan kanan dan dada Raja Bana. Pedang di tangan Raja siluman tampan itu terjatuh ke tanah. Tubuh Raja Bana jatuh terduduk di tanah dengan posisi membekap luka di dadanya yang terbuka lebar.
__ADS_1
Melihat hal itu, Pangeran Anggada tidak menyia-siakan kesempatan. Dia segera mengayunkan pedangnya, bermaksud ingin menyerang dan menghabisi Raja Bana dengan segera.
Namun belum lagi pedang Pangeran Anggada menyentuh tubuh Raja Bana, sebuah sinar terang menerpa tangan Pangeran Anggada, membuat pedang Pangeran itu terlepas dari tangannya.
" Kanda Hasyeem, mengapa kanda menyerangku!? "tanya Pangeran Anggada tak mengerti. Dia kesal karena niat untuk menghabisi Raja Bana urung terlaksana.
" Maafkan aku, Dinda Anggada. Bukan aku bermaksud untuk menyerangmu. Tapi tak elok rasanya menyerang musuh yang tak bersenjata." Pangeran Hasyeem menatap tajam Pangeran Anggada.
" Aah.. aku terbawa emosi, kanda Hasyeem. Kau benar, maafkan aku." kata Pangeran Anggada. Tatapan pangeran Hasyeem kini beralih pada Raja Bana.
" Raja Bana. Maafkan atas sikap sepupuku. Anda boleh pergi meninggalkan tempat ini. Bawalah kembali semua pasukanmu. Aku berharap anda tidak kembali melakukan hal yang bodoh dengan menyerbu negeri atas angin. Sungguh semua ini adalah hal yang memalukan. Berselisih faham hanya karena seorang wanita, sungguh bukanlah sikap seorang kesatria sejati. Aku harap kamu bisa memahami semua ini.! "
Raja Bana dan Pangeran Anggada tertunduk malu menyadari kesalahannya masing-masing. Cara pangeran Hasyeem menegur dan mengingatkan kesalahan mereka sungguh hal yang patut dipuji. Tanpa merendahkan dan memojokkan namun efeknya memberi pukulan yang telak di dada bagi Raja Bana dan Pangeran Anggada.
Kedua penguasa itu akhirnya bersalaman dan berdamai satu sama lain. Kini rakyat Negeri atas Angin bisa bernafas lega. Negeri mereka akan kembali tenang tanpa adanya serbuan dari bangsa siluman. Raja Bana telah kembali bersama seluruh pasukannya, tinggal hanya Pangeran Anggada bersama seluruhnya pengawal setianya serta Pangeran Hasyeem.
Tiba-tiba, dari arah ujung gerbang, berlari seorang laki-laki yang merupakan salah satu pengawal kepercayaan Pangeran Hasyeem.
" Assalamualaikum, Pangeran Hasyeem.Maafkan hamba yang datang tergesa-gesa. Tapi hamba ingin melaporkan bahwa tuan putri Asmi hilang. Dia dibawa oleh Pangeran Azyziel , sepupu anda Pangeran! Tuan Azyziel berhasil melumpuhkan dan mengikat kami serta membawa pergi tuan putri Asmi. " katanya.
Wajah Pangeran Hasyeem seketika merah padam mendengar laporan pengawalnya.
" AZYZIEL! " geramnya marah.
__ADS_1
__ADS_2