
__ADS_3
Di suatu pagi yang cerah, di pinggir sebuah pantai yang indah, seorang wanita cantik sedang berjalan- jalan santai. Itulah kebiasaan yang selalu dia lakukan. Kebiasaan yang tak pernah lupa dia lakukan minimal dua kali seminggu. Tak heran, meskipun sudah berumur, wanita itu tak kelihatan tua. Wajahnya tetap kelihatan cantik seperti wanita yang berumur tiga puluh tahunan. Padahal umur wanita itu sudah hampir menginjak seratus tahun. Tak lama lagi dia akan merayakan ulang tahunnya yang ke sembilan puluh delapan. Kurang dua tahun lagi umurnya sudah satu abad.
Wanita itu adalah Asmi. Istri dari Pangeran Hasyeem, raja jin penguasa Hutan Larangan dan Istana Bukit Malaikat. Ibu dari Pangeran Alyan yang menguasai Hutan Bukit Merah dan Raja di istana Bukit Duri juga ibu dari Pangeran Azzura, Penguasa dari para siluman serigala yang menguasai Hutan Alas Purwo. Putri kesayangannya sudah menikah dengan seorang penguasa Hutan Wentirah dan kini putri cantiknya itu sedang mendirikan sebuah rumah sakit di pusat kota.
Yah.... dokter Arryan memutuskan untuk mendirikan sebuah rumah sakit setelah menikah dengan Pangeran Andros. Tentu saja semua itu tak lepas dari dukungan suami tercintanya. Pangeran Andros sangat mencintai putri Arryan. Dia selalu berusaha untuk membahagiakan istrinya dan selalu mendukung apapun keinginan sang istri. Bagi Pangeran Andros, keinginan Putri Arryan adalah titah baginya.
" Nenek, itu tempat apa? " tunjuk seorang pemuda tampan yang berjalan di sisinya pada sebuah tempat yang tiba-tiba muncul dari kedalaman air laut yang berwarna biru kelam. Pemuda itu adalah Pangeran Arkana, anak dari Pangeran Alyan.
" Oh..... rupanya raja Marick yang datang. " sahut Asmi. Sudah lama sekali dia tak berkunjung ke istana bawah laut Raja Marick.
Dari kejauhan terlihat sesosok manusia berwajah separuh ikan sedang berjalan mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
" Salam, tuanku. Apa kabar? "
sambut Asmi kepada Raja Marick.
" Salam kembali, Ratu Asmi. Kabarku baik - baik saja. Bagaimana kabarmu? " Raja penguasa istana bawah laut Pantai Selatan itu menjawab salam Asmi sambil matanya tak berkedip menatap ke arah pemuda di samping Asmi.
" Siapa pemuda tampan ini, Ratu Asmi. Tatapan matanya mengingatkan aku pada seseorang. Apakah dia ....? "
" Hahaha, sikap posesifmu ternyata tak berubah, Pangeran Hasyeem. Kamu tetap saja selalu bucin sama istrimu." ujar Raja Marick melihat tingkah polah pangeran Hasyeem.
" Entahlah... tapi aku memang tak bisa lepas dari wanita ini. Perjuanganku untuk mendapatkannya sangat susah. Bahkan harus menyelam ke dasar samudera demi untuk mendapatkannya. " jawab Pangeran Hasyeem yang langsung di sambut tawa Oleh Raja Marick.
__ADS_1
Dia teringat bagaimana dulu seorang Pangeran Hasyeem sangat menderita dan nyaris putus asa karena kehilangan seorang wanita yang teramat sangat dicintainya. Saking putus asanya dia hingga tantangan duel melawan tujuh pendekar Laut Pantai Selatanpun dia layani karena sudah bosan hidup. Untung saja di istana bawah laut dia menemukan kekasih yang telah lama dia cari. Di sanalah dia menandai dan menyatukan tubuhnya dan tubuh wanita itu agar tak terpisahkan lagi.
" Datanglah ke istanaku. Aku mengundang kalian semua. Karena aku akan menikah lagi dengan seorang gadis. " kata Raja Marick kemudian.
" Benarkah? Kami akan sangat senang sekali menerima undangan Anda yang mulia Raja Marick. Kapan pernikahan kalian akan dilangsungkan, tuanku? " tanya Asmi dengan atunsias.
" Jumat ini. Pada malam satu suro. Aku akan menikah dengan seorang gadis yang berasal dari ras manusia. "
" Wow, luar biasa... bagaimana anda bisa mengenalnya? " kali ini Pangeran Arkana mengajukan pertanyaan. Dia sangat tertarik dengan manusia. Kedua orang tuanya selama ini memang membatasi pergaulan Pangeran Arkana. Mereka hanya memperbolehkan Pangeran Arkana untuk bergaul dengan bangsa manusia tapi hanya yang berada di istana saja. Ibunya adalah manusia. Dan neneknya juga manusia. Bahkan istri kedua dan anak Panglima Ammar juga manusia.
" Kamu akan tahu jika sudah mencobanya sendiri, anak muda " jawab Raja Marick sambil tersenyum penuh arti kepada Pangeran Arkana, membuat Pangeran muda itu semakin penasaran ingin tahu bagaimana rasanya berkenalan dan menjalin hubungan dengan bangsa manusia.
__ADS_1
__ADS_2