Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 96 Perburuan Sang Penghancur


__ADS_3

Delia sedih dan terluka. Sedangkan Ammar yang juga ikut mendengar percakapan seakan tak percaya dan marah. Revan mau dijodohkan dengan Delia???


Sementara itu, nun jauh di sana, di Hutan Larangan. Malam merangkak sendiri di kekelaman hutan larangan, membawa dinginnya kabut di punggung malam yang mulai basah oleh titik embun yang jatuh menyelimuti daun dan rerumputan di hutan larangan.


Namun hutan larangan seolah tak bergeming oleh rayuan malam yang memberikan sentuhan dinginnya, tetap sombong berdiri dengan keangkeran dan kemisteriusannya, Mendongak angkuh seakan mengatakan pada alam untuk takutlah padaku.


Di sebuah tanah lapang di atas puncak bukit yang tinggi, beberapa sosok berjubah hitam tengah berkumpul mengelilingi sesosok tubuh yang di tutupi oleh jubah hitam keemasan sedang duduk di depan sebuah api unggun yang sedang menyala besar.


Mereka adalah para dukun yang berasal dari berbagai kota yang sengaja datang ke tempat itu atas undangan Penguasa Hutan Larangan. Penguasa Hutan Larangan sengaja mengundang dukun - dukun yang ke semuanya adalah pengabdi dan Pemuja ilmu hitam seperti halnya Nyi Darsih, pada malam ke tiga belas di bulan Suro.


Sesajen untuk sesembahan sudah tersedia di sana. Perlengkapan ritual pun sudah terpenuhi. Ada darah untuk ritual pengorbanan dan api suci untuk pemujaan pada roh Suci.


Upacara itu di pimpin oleh seorang lelaki yang merupakan pemimpin tertinggi yang memiliki kemampuan tertinggi di antara mereka semua.


Mereka memanggilnya ' Sheppard " yang berarti Sang Penuntun. Mereka sangat patuh pada setiap ucapan Sheppard yang akan memberikan segala instruksi dan juga arahan tentang kegiatan mereka.


Malam ini mereka akan mendengar ramalan dari Sheppard tentang kejadian yang akan terjadi dalam hitungan dia dasa warsa terakhir.


Mereka dengan hikmat mengikuti ritual dhemi ritual hingga sampailah saat dimana Sang Sheppard mulai membacakan ramalannya.


Api unggun yang sudah menyala berfungsi sebagai media penghubung antara Sheppard dengan roh Suci.


Sheppard sudah mulai membaca mantra untuk memanggil roh Suci dan meminjam kekuatannya untuk melihat sesuatu di masa depan dan mulai meramalkan masa depan.


" Kurang lebih tiga purnama dari sekarang, saat delapan rasi bintang bertemu, dan posisi matahari, bulan, dan bumi sejajar, akan terlahir ke dunia, sang Penguasa Dunia Ghaib yang baru. Utusan penyatu dua dunia, calon Penguasa dua dunia. Dan penghancur portal Oreon. " dukun itu mengakhiri ramalannya.


Semua dukun yang hadir di sana terperangah dan terkejut mendengar ramalan itu. Dan mereka lebih terkejut lagi saat mendengar bahwa portal Oreon akan di hancurkan oleh sang Penguasa yang akan terlahir sebentar lagi.

__ADS_1


Semua tahu, bahwa portal Oreon adalah pintu masuk memasuki dimensi ke tujuh dari lingkaran waktu, yang bisa membawa orang menembus dunia kegelapan dan alam akherat.


Suasana menjadi riuh . Mereka saling berbisik, resah setelah mendengar ramalan Sheppard.


" Semua harap tenang, Sheppard ingin berbicara.!! " kata salah seorang abdi yang bertugas melayani Sheppard.


Mereka semua kembali terdiam. Hening menanti Sang Sheppard berbicara.


" saudaraku, kalian sudah mendengar ramalan tentang kelahiran Sang penghancur. Dan tugas kita adalah mencegah kelahiran Sang penghancur. Kita harus bisa membunuh Sang Penghancur sebelum lahir ke dunia."


" Tapi bagaimana kita bisa mengenali Sang Penghancur, tuan? " tanya salah seorang dukun.


" Menurut petunjuk yang di berikan oleh roh Suci. Aku melihat seorang bayi yang terlahir dari hasil pernikahan ghaib antara bangsa Jin dan manusia."


" Bayi yang terlahir dari hasil pernikahan ghaib antara jin dan manusia. Hal itu akan menjadi tugas yang sulit bagi kami."


Semua dukun - dukun itu kemudian Bermundur satu persatu mohon diri untuk pamit pulang hingga akhirnya tempat itu kembali sepi. Tak ada seorang pun lagi yang terlihat di sana kecuali kegelapan malam yang bersiap untuk pergi menyongsong pagi.


Sementara itu pangeran Hasyeem sedang berada di kediaman Ki Anom. Lelaki itu meminta ki Anom untuk menerawang jauh kedepan dengan kekuatan ilmu mata Malaikat miliknya.


" bagaimana, ki. Apa yang kamu lihat?" tanya Sang Pangeran penasaran.


Lelaki itu menghela nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan Pangeran Hasyeem.


" Tuanku, anak tuanku yang berada dalam kandungan Sang Ratu Asmi, saat ini berada dalam bahaya." kata Ki Anom dengan mimik wajah serius.


" Apa maksudnya itu, Ki?"

__ADS_1


" Menurut ramalan anak tuanku kelak adalah yang terpilih sebagai penghancur portal Oreon. "


"Apa? kau jangan mengada - ada, Ki Anom!"


Hamba tidak berani, tuanku! hanya kebenaranlah yang hamba sampaikan kepada tuanku! 'Jawab lelaki Paruh baya itu dengan takjim.


" Saat ini mereka sedang melakukan perburuan terhadap bayi yang lahir hasil perkawinan ghaib antara jin dan manusia sesuai dengan ramalan roh Suci. Dan anda tahu dengan pasti siapa yang mereka cari, tuanku. " kata Ki Anom lagi. Lelaki paruh baya itu faham bahwa apa yang dia ucapkan akan membuat junjungannya itu merasa khawatir terhadap istri dan calon anaknya. Akan tetapi, hal itu jauh lebih baik, agar tuannya bisa selalu berjaga-jaga demi untuk melindungi anak dan istrinya.


" Jika seperti itu yang terjadi, sepertinya aku harus lebih berhati-hati lagi dalam menjaga Asmi dan calon bayi kami, benar begitu ki ?" Pangeran Hasyeem bertanya sambil memandang Ki Anom yang berada di depannya. Lelaki paruh baya itu mengangguk membenarkan.


" Terima kasih, Ki. Kalau begitu aku pamit dulu, karena sudah terlalu lama aku berada di luar. Aku takut Asmi akan mencariku! "


" baik, tuan."


Pangeran Hasyeem segera melesat pergi meninggalkan kediaman Ki Anom. Bergegas pulang ke istananya karena, semenjak mengetahui perihal istri dan calon anaknya, perasaannya jadi tidak enak. Dia kini merasa was - was akan terhadap keselamatan istri dan calon anaknya.


Saking cemasnya terhadap mereka semua, dia tak menyadari bahwa seseorang sejak tadi mencuri dengar pembicaraan dia dan Ki Anom.


Kini, orang itu mengikuti Sang Pangeran hingga ke Istana Bukit Malaikat.


" Pengawal!! aku perintahkan perketat penjagaan di sekitar istana dan awasi setiap orang yang keluar masuk pintu gerbang istana. Dan pastikan keselamatan Ratu kalian yang utama.!" titahnya pada seluruh pengawal dan juga penghuni istana yang lain.


" Baik, Tuanku. Segera akan kami laksanakan! " kata kepala pengawal istana.


Pintu gerbang istana pun di tutup. Semua pengawal berjaga-jaga di setiap sudut istana.


Sosok yang mengikuti pangeran Hasyeem diam - diam itu menyeringai penuh kemenangan. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan tanpa bersusah payah mencarinya.

__ADS_1


__ADS_2