
__ADS_3
Hari berlalu begitu cepat. Gugatan perceraian yang di ajukan Asmi untuk Ilham suaminya sudah memasuki tahap sidang perdana.
Dasar licik, laki-laki itu sengaja menolak hadir di sidang dengan alasan bahwa bukan dia yang mengajukan gugatan cerai tetapi istrinya. Laki-laki itu beralasan dia masih mencintai istrinya dan menolak untuk menandatangani berkas perceraian mereka.
Asmi merasa geram karena hakim menunda sidang dengan alasan ingin mendengar kesaksian dari ilham.
Ingin sekali Asmi mencakar wajah lelaki yang tak punya malu itu. Apalagi kemudian, kemarin lelaki itu datang ke rumahnya dan mengatakan bahwa dia sengaja tidak datang dalam sidang gugatan cerai Asmi karena dia tak bersedia menceraikan Asmi. Ilham mengatakan bahwa dia ingin menikahi Asmi kembali.
" Aku tak mau jika harus kembali padamu, Ilham! " jawab Asmi dengan berapi-api. Tatapan penuh kebencian dia layangkan pada lelaki itu.
Ilham terkekeh dengan penolakan Asmi.
" Apa kamu tak malu jadi gunjingan orang. Jalan dengan gonta-ganti lelaki. Aku hanya kasihan dan bermaksud ingin melindungimu dan kehormatanmu! " jawab lelaki itu.
Asmi menjadi marah. " Kurang ajar, apa kamu pikir aku wanita murahan yang jalan dengan sembarangan laki-laki. Dan lagi pula, aku bukan lagi urusanmu. Kita sudah bercerai, ingat itu Ilham.! " bentak Asmi.
" Iya, di mata agama tapi belum di mata hukum. Berkas perceraian yang kemarin sudah ku cabut. Aku membatalkan gugatan cerai aku ke kamu, Asmi. Itu artinya kamu masih istri aku di mata negara." jawab Ilham. Senyum kemenangan terbit di wajahnya.
Asmi terdiam sejenak. Ucapan Ilham memang ada benarnya. Secara hukum dia masih istri Ilham. Namun baginya, mereka sudah bercerai. Dan dia tak ingin kembali lagi pada lelaki yang sudah mencampakkannya begitu saja.
" Sudah cukup, Ilham. Aku akan membuatmu menandatangani surat perceraian kita. Karena aku tak ingin kembali lagi padamu. Dan sekarang silahkan angkat kaki dari rumahku. Karena aku tak sudi di bilang janda perebut suami orang! " usir Asmi pada Ilham.
" Kamu mengusirku, Asmi. Baiklah tapi aku akan membuat kamu kembali lagi padaku. Lihat saja nanti!" Jawab Ilham dengan penuh rasa percaya diri.
Asmi memandang muak kepada Ilham.
" Keluar dari rumahku, sekarang Ilham!" usirnya lagi. Kesabaran Asmi hampir habis. Laki-laki itu ngebet banget mau kembali pada Asmi lantaran kini Ayu istri yang telah memberinya seorang putra sedang menderita penyakit kulit yang aneh.
Laki-laki itu punya rencana untuk menceraikan Ayu. Dan kemudian menikahi Asmi kembali. Dia sangat ingin agar Asmi dapat menjadi ibu sambung bagi putranya jika di kemudian hari dia harus bercerai dengan Ayu.
Asmi menarik lengan baju lelaki itu dan menyeretnya keluar dari pintu rumahnya.
Asmi berhasil mengusir Ilham keluar dari rumahnya. Dengan kesal Asmi membanting pintu rumahnya keras-keras tak peduli teriakan Ilham yang tidak terima dengan pengusiran Asmi.
...----...
Asmi berdering. Tertulis di layar handphone panggilan dari Nazwa sepupunya. Asmi buru-buru mengangkat handphonenya.
__ADS_1
" Hallo ! " Jawab Asmi.
" ...... "
" Apa yang terjadi? " tanya Asmi panik. Ternyata bukan Nazwa yang menelponnya tetapi Doni, suami Nazwa.
"......... "
" ya, Allah Nazwa. Kenapa bisa demikian? " jerutnya semakin panik. Doni suami Nazwa menelponnya dan mengatakan bahwa Nazwa ditemukan pingsan di kamarnya tadi pagi.
Asmi merasa sedih karena tak bisa menolong Nazwa. Dia tahu pasti telah terjadi sesuatu pada sepupunya itu. Sesuatu yang dia takut kan. Karena berdasarkan apa yang dia lihat beberapa waktu yang lalu bersama Hasyeem dan juga dari cerita Nazwa, Asmi yakin bahwa sepupunya itu sedang di ganggu oleh makhluk tak kasat mata dari dunia lain.
Tengah Asmi pusing memikirkan Nazwa, tiba - tiba Asmi teringat sesuatu. Dia segera berlari ke dalam kamarnya. Di keluarkannya sebuah kotak kecil yang tersimpan di laci meja hias kamarnya. Dia membuka dan mengambil sesuatu di dalam kotak kecil itu. Isinya adalah sebuah cincin.
Asmi memandangi cincin pemberian putri Azylla yang kini ber-ada dalam genggaman tangannya. Beberapa hari yang lalu putri Azylla datang kembali menemuinya dan memberikan cincin bermata safir biru itu padanya.
Putri Azylla mengatakan bahwa cincin itu memiliki kekuatan bisa membawa pemiliknya kemanapun, ke tempat yang mau di tuju sesuai niat hati pemiliknya.
Asmi memandang ragu pada benda kecil dengan bentuk yang cantik itu. Apakah cincin ini benar-benar bisa membawanya ke mana saja.
Jika benar apa yang dikatakan oleh putri Azylla, Asmi ingin pergi ke tempat Nazwa sekarang juga. Dia ingin menolong gadis itu. Sepupunya itu sekarang sedang dalam bahaya, jika dia tak berbuat sesuatu.
Sejenak Asmi merasakan ada hawa dingin yang mengalir melalui telapak tangannya ketika pertama kali dia memakai cincin itu.
Asmi memejamkan matanya untuk berkonsentrasi. Perlahan dia mengucapkan keinginan hatinya untuk ke rumah Nazwa saat ini juga sambil membayangkan Nazwa.
Sedetik dua detik Asmi menunggu dengan sabar. Wanita cantik itu belum berani untuk membuka matanya.
" Kak, Kakak sedang apa di sini? " sebuah suara mengagetkan Asmi.. Segera Asmi membuka matanya.
Astaga.... benar dia berada tepat di depan rumah kosan Nazwa. Asmi sampai melompat kegirangan karena dia ternyata berhasil. Cincin itu benar-benar bisa membawa Asmi kemanapun yang dia inginkan. Terbukti sekarang Asmi sudah berada di tempat Nazwa.
Laki-laki yang tadi menegur Asmi tampak keheranan melihat tingkah laku Asmi. Pikirnya mungkin wanita ini sudah gila. Tapi Asmi tak peduli.
Kemudian Asmi menatap laki-laki itu.
" Kamu siapa? kenapa kamu ada di rumah Nazwa ?" tanyanya kemudian.
__ADS_1
Laki-laki yang di tanya Asmi itu menjadi gugup dan salah tingkah.
" Eh... itu anu, saya suami Nazwa, kak. " jawab laki-laki itu.
" Hm, jadi kamu yang namanya Doni. Terus... sekarang Nazwa nya di mana? " tanya Asmi lagi.
" Ada, kak. Nazwa sedang tidur di kamarnya! jawab laki-laki itu.
" Baiklah, Aku Asmi. Kakak sepupu Nazwa. Sekarang antarkan aku ke Nazwa! " kata Asmi.
" Iya kak. Masuklah.! " jawab Doni. Dia mempersilahkan Asmi masuk ke dalam kamar Nazwa.
Baru saja Asmi masuk ke kamar Nazwa, tiba-tiba matanya melihat sesosok makhluk bertubuh tinggi besar dan hitam sedang berdiri di sudut kamar Nazwa.
Rupanya selain bisa membawa pemiliknya kemana saja, cincin bermata safir biru itu juga membuat pemiliknya bisa melihat makhluk tak kasat mata, seperti makhluk yang kini sedang berdiri di sudut kamar Nazwa.
Asmi menarik nafas dalam. Benar seperti dugaannya, sepupunya itu sedang di ganggu makhluk halus rak kasat mata.
Asmi duduk bersila menghadap ke arah sudut kamar Nazwa. Rupanya makhluk itu kini menyadari bahwa Asmi, perempuan yang baru saja masuk ke kamar Nazwa itu bisa melihatnya.
" Katakan, apa yang kamu lakukan di sini! " bentak Asmi pada makhluk itu.
" erghh.... erghhh!! erghh!! "
Makhluk itu menggeram marah. Tampaknya dia tidak Terima urusannya di campuri Asmi.
Doni yang melihat hal itu merasa keheranan. Ternyata Nazwa memiliki sepupu yang memiliki kemampuan supranatural. Ckckck, hebat banget pikirnya.
" Aku minta tinggalkan wanita ini sekarang juga atau jika tidak aku tidak akan mengampunimu! " bentak Asmi pada makhluk itu.
Makhluk hitam bertubuh tinggi besar itu marah dengan ancaman Asmi. Dia menyerang Asmi yang duduk di hadapannya sehingga membuat tubuh Asmi terlempar beberapa langkah ke belakang.
Asmi menjadi marah. Dia kembali duduk bersila dan mulai berkonsentrasi kembali untuk menghadapi makhluk yang kini juga sudah mulai bersiap kembali untuk menyerangnya.
Mulut Asmi komat kamit membaca beberapa doa yang dia hapal dari Alquran sembari mengucap zikir memohon pertolongan pada Sang Pencipta.
Tak beberapa lama kemudian, makhluk itu terlihat seperti kepanasan. Dia berteriak - teriak dengan mata yang melotot marah pada Asmi. Sesaat kemudian makhluk itu bergerak maju ke arah Asmi bermaksud hendak menyerang wanita itu, namun sesosok bayangan menyerang duluan makhluk bertubuh besar itu hingga membuat makhluk itu terpental kebelakang dan menghantam dinding di sudut kamar Nazwa. Suara keras di sertai raungan kesakitan keluar dari mulut makhluk itu.
__ADS_1
Karena merasa mendapatkan lawan yang tangguh, makhluk itu kemudian lenyap dengan meninggalkan asap dan bau seperti karbit yang terbakar.
__ADS_2