
__ADS_3
Asmi menelan ludah dan menjadi serba salah. Dia sebenarnya tak ingin mengecewakan hati wanita yang merupakan ibu dari kekasihnya.
Ratu Kalina meneruskan langkahnya. Asmi melangkah mengikuti jejak Sang Ratu. Berharap dalam hati rasa gundah dan canggung akan segera hilang dari hatinya. Dia sebenarnya lebih khawatir dan takut akan kemunculan tiba-tiba dari Sang paduka raja Haizzar.
Sungguh dia merasa sangat tak nyaman berada di tempat ini. Berada di samping Ratu Kalina membuat dia selalu was was. Sang Ratu masih terus berjalan menyusuri taman bunga miliknya.
" anakku Pangeran Hasyeem adalah pemuda yang keras kepala. Keinginan terbesar paduka raja adalah melihat Sang pangeran menikah dan memimpin negeri kami. Namun keinginan itu di tentang olehnya." ucapan Sang ratu terjeda. Ada sesak di dadanya saat ingat mengingat perseteruan suami dan putranya.
Asmi diam menunduk sambil mengaitkan kedua jari telunjuknya. Asmi mulai bisa meraba ke arah mana pembicaraan ratu Kalina.
" Beberapa waktu yang lalu, pangeran Hasyeem menolak dan membatalkan perjodohannya dengan putri Azylla. Hal itu membuat murka paduka raja Haizzar." Asmi menutup mulutnya karena terkejut dengan apa yang baru saja dia ketahui. Pangeran Hasyeem tidak pernah mengatakan menceritakan hal ini kepada Asmi.
' Mengapa pangeran Hasyeem membatalkan perjodohannya dengan putri Azylla? Pantas saja putri Azylla menangis dan mendatangiku dan memohon agar aku menjauh dari Pangeran Hasyeem' tanya Asmi dalam hati.
' Iya, pangeran Hasyeem menolak dan membatalkan perjodohannya dengan putri Azylla. Aku pikir kamu sudah mengetahuinya." kata ibunda Ratu Kalina, seolah mendengar dan mengetahui apa yang menjadi pertanyaan dalam hati asmi.
Asmi tersentak terlambat menyadari, jika yang dihadapannya adalah Ratu Kalina, Ratu bangsa jin yang sudah pasti bisa juga memiliki kemampuan sama seperti pangeran Hasyeem, bisa membaca isi hati dan pikiran orang lain. Terlebih bagi dia yang merupakan bangsa manusia.
Sebenarnya ingin sekali Asmi mengabulkan permohonan dari Putri Azylla beberapa waktu yang lalu.Karena dia menyadari betapa banyak perbedaan antara dia dan Pangeran Hasyeem.
Namun, kembali otak dan pikirannya tak sejalan. Otaknya mengatakan agar dia realiatis saja, bagaimana seorang anak manusia bisa menikah dan hidup bersama dengan seorang lelaki dari bangsa jin, keturunan bangsawan dari golongan pula. Jelas, itu adalah sesuatu yang tak mungkin terjadi. Seharusnya, putri Azylla memang lebih pantas mendampingi Sang pangeran. Dan saat menyadari hal itu, di titik tersebut Asmi lalu memilih mundur dari Sang pangeran.
Namun mengapa perasaan yang dicobanya untuk mati - matian dia bunuh, kembali membuncah dan bahkan lebih kuat dari sebelumnya, ketika lelaki itu kembali hadir untuk menyelamatkan nyawa, harga diri, dan kehormatan yang ingin dirusak dan dihabisi oleh anak buah Pak Panca.
"Asmi, ...... Asmi!" panggil Sang Ratu.
Asmi tersentak dan tersadar dari lamunannya. Ratu Kalina menatap aneh padanya.
" Iya, bunda Ratu. Maaf, hamba tadi melamun." Asmi merasa tak enak hati.
Ratu Kalina terus menatap wanita itu yang membuat Asmi kemudian terpaksa menunduk untuk menghindari tatapan mata Sang Ratu. Dia takut Ratu Kalina dapat membaca semua hal yang sedang ada dalam pikirannya saat ini.
__ADS_1
Tapi Asmi tak tahu, sudah terlambat baginya untuk menghindar. Asmi tak menyadari jika Ratu Kalina sebenarnya sudah mendengar dan mengetahui apa yang ada dalam pikiran Asmi.
Suara - suara isi hati dan pikiran Asmi semuanya terdengar jelas seolah menjadi cerita dari tape recorder yang sedang diputar oleh ratu Kalina.
" Hm, jadi, kalian sempat putus beberapa waktu yang lalu. Kini aku faham, itu semua menjelaskan padaku apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Putraku mengamuk dan merusak apa saja yang ada di sekitarnya. Aku bisa merasakan, betapa terlukanya hati putraku saat itu. Itu juga menyadarkan diriku, Asmi. Betapa dalam rasa cinta putraku padamu."
Asmi tergugu kelu saat mendengar penuturan dari Ratu Kalina. 'Benarkah pangeran Hasyeem sebegitu terlukanya saat Asmi menginginkan perpisahan mereka, beberapa waktu yang lalu?', pikirnya.
" Aku tahu, kamu juga mencintai putraku. Sehingga, untuk itulah aku mengajakmu kemari. Aku ingin mengajakmu bicara dari hati ke hati. Aku ingin menawarkan kesepakatan padamu.!" kata Ratu Kalina.
" Kesepakatan apa, bunda Ratu? " tanya Asmi tidak mengerti.
" Aku..... "
" Hm, ..... rupanya aku mengganggu pembicaraan kamu, dinda Ratu Kalina!" seru sebuah suara mengagetkan kedua wanita itu. Mereka serentak menoleh bersamaan.
" Kanda, Paduka raja Haizzar!"
Wajah Asmi pucat pasi. Otaknya mendadak berhenti berfikir. Kedatangan Paduka raja Haizzar yang tiba-tiba dan tak terduga membuat Ratu Kalina dan Asmi terdiam tak berkutik.
" Mungkin dinda Ratu mau menjelaskan padaku apa maksud dinda Ratu membawa wanita dari bangsa manusia ini ke istana, dinda? " tanya Raja Haizzar dengan tatapan mata setajam pedang.
" Tidak ada, kanda. Dinda hanya bermaksud ingin mengenal wanita yang dicintai oleh putraku saja." jawab Ratu Kalina.
Paduka raja Haizzar menoleh ke arah Asmi.
" Walaupun Pangeran Hasyeem sangat mencintainya, tapi aku akan pastikan Pangeran Hasyeem akan menikah dengan putri Azylla.!"
" Kanda, tidaklah bijak berucap hal itu sekarang." kata Ratu Kalina ketika mendapati sikap tegas dan frontal yt ditunjukan Sang suami.
" Sudahlah, dinda. Kamu jangan membantah. Dengar, aku tak ingin melihat kehadiran wanita ini di negeriku. Dia penyebab pangeran Hasyeem membatalkan perjodohannya dengan putri Azylla. Dia juga yang menyebabkan putraku menjadi penentang dan pemberontak. Dia membawa pengaruh buruk bagi putaku. Aku ingin wanita ini segera pergi dari sini. Aku tak ingin dia mengacaukan semuanya.! " seru Paduka raja Haizzar seraya memanggil beberapa orang pengawalnya yang sejak tadi masih berjaga-jaga di belakang.
__ADS_1
" Hamba tidak bermaksud untuk mengacaukan semuanya, Yang Mulia Paduka raja Haizzar." jawab Asmi lirih.. Sedih hatinya karena ucapan Raja Haizzar yang seolah-olah menyebutkan dirinya adalah biang dari kekacauan dalam keluarganya.
Namun Raja Haizzar tak menggubris ucapan Asmi. Dia malah memerintahkan kepada para Pengawal istana untuk mengusir dan mengeluarkan asmi dari sana.
" Serat dan keluarkan wanita itu dari sini. Aku tak ingin melihatnya.! titah Sang Raja. Asmi menangis karena sakit yang tiba-tiba menghantam dadanya akibat sikap kasar Sang Raja.
" Kanda, tenanglah, dia adalah tamu dinda, Dinda keberatan jika Kanda mengusirnya. Dia kemari atas undanganku.! bela Ratu Kalina.. Dia merasa tak enak hati atas semua yang terjadi pada Asmi.
" Sudahlah, ibunda Ratu Kalina.. Aku tak apa - apa. Perlu yang mulia Raja Haizzar ketahui. Aku tak pernah memaksa atau mengemis agar supaya pangeran Hasyeem mencintai diriku. Andai waktu bisa kembali, maka aku lebih memilih agar tidak dipertemukan dengan pangeran Hasyeem. Aku tidak tahu, jika harus serumit dan sesakit ini rasanya. Tapi memang cinta tak mengatakan kepada siapa dia harus hadir, dan dimana dia harus berlabuh menambatkan hati, atau kapan dia akan hadir. Jadi...katakan padaku, di mana salahku jika kemudian pangeran Hasyeem memilih ku diantara ribuan wanita dari bangsa kalian. bagaimana aku harus bersikap jika pada akhirnya cinta pangeran sampai juga ke hatiku. Mengenai perubahan sikap pangeran Hasyeem yang menjadi pembangkang dan pemberontak, mungkin itu adalah sebuah bentuk protes atas sikap sewenang-wenang paduka kepada pangeran Hasyeem! " kata Asmi dengan berani.
Sudah kepalang tanggung. Dia hanya berusaha untuk membela diri dari tuduhan Raja Haizzar atas dirinya yang mengatakan bahwa dialah penyebab semua kekacauan dan perubahan tingkah laku Sang pangeran.
Muka raja Haizzar merah padam mendengar penuturan Asmi. Wanita di hadapannya ini sungguh berani. Selama ini tak ada yang pernah berani membantah atau mengkritik perkataan dan sikapnya kecuali hanya seorang Putri Bilqis.
Sejenak raja Haizzar tertegun menatap Asmi dengan pandangan menyelidik. Wanita yang sedang berdiri di hadapan dirinya ini mirip sekai dengan Putri Bilqis. Cantik, berani dan tegas. Dia memiliki aura yang terang, yang menandakan bahwa pemiliknya memiliki hati yang jujur dan tulus. Mungkin inilah penyebab putranya tergila-gila pada wanita ini.
Setelah mendengar ucapan Asmi. Raja Haizzar menjadi marah. Keangkuhan dan keegoisan di hatinya mengalahkan kebijaksanaan dalam hatinya sebagian seorang raja. Berani sekali seorang anak manusia mengkritik sikapnya terhadap putranya sendiri.
" Pengawal.... cepat tangkap wanita ini dan jebloskan kedalam sel. Biar dia rasakan membusuk di sana.!! " serunya murka. Ratu Kalina sangat terkejut mendengar titah suaminya.
" Kanda... dinda mohon lepaskan wanita ini. Dia tak bersalah sama sekali. Dan lagi pula dia seorang tamu. Sungguh tidak pantas kita memperlakukan seorang tamu sedemikian halnya! " seru wanita cantik itu pada suaminya.
" Diam, dinda. Dia sudah berani membantah dan menghina perkataan seorang raja. Maka dari itulah aku menghukumnya! " kata Raja Haizzar dengan marah.
Ratu Kalina tak berdaya dan hanya bisa pasrah, saat menyaksikan Asmi di seret dan di bawa paksa oleh para Pengawal raja Haizzar ke ruang tahanan.
Dengan marah, Ratu cantik dari Kerajaan jin gunung Kahyangan itu berlalu dari hadapan Raja Haizzar. Dia merasa jika perlakuan paduka raja Haizzar sudah semena - mena dan sedikit berlebihan.
"Dinda ratu Kalina, tunggu! "
Namun Ratu Kalina yang telanjur marah dan tersinggung dengan apa yang telah dilakukan oleh Raja Haizzar, tak menggubris panggilan itu.
__ADS_1
Di dalam pikirannya hanya satu tujuan, dia harus berbuat sesuatu demi meluruskan kesalahan pahaman yang terjadi demi kebahagiaan Sang buah hati
__ADS_2