Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 36 Kemarahan Raja Haizzar


__ADS_3

Sudah seminggu ini desa tempat tinggal Asmi heboh dengan berita tentang Ayu dan Ibunya. Kedua di kabarkan menderita penyakit aneh. Tubuh keduanya mendadak di tumbuhi sisik yang sepintas mirip sisik ular.


Awalnya kedua perempuan yang berhati jahat itu pulang dari luar kota. Tak lama setelah sampai di rumah, ibu dan anak itu merasa ada yang aneh.


Keduanya merasakan gatal yang menyengat di seluruh tubuh mereka. Semakin di garuk, rasa gatal itu semakin menjadi - jadi. Hingga membuat tubuh keduanya menjadi bentol-bentol dan kemudian bentol-bentol itu pecah dan mengeluarkan cairan bening yang makin terasa gatal serta panas.


Sudah bermacam - macam obat yang mereka konsumsi. Mulai dari obat dokter hingga resep tradisional, namun hasilnya nihil. Malahan penyakit gatal - gatal ditubuh mereka kini semakin parah.


Puncaknya, penyakit gatal - gatal di tubuh keduanya berubah menjadi penyakit kulit yang ganas, karena bekas gatal yang mereka garuk itu kemudian berubah menjadi korepang yang menyerupai sisik ular.


Hari ini, tidak seperti biasa Asmi berangkat ke rumah Mirna lebih awal dari biasanya. Sekarang ini, selain mengurus toko, Asmi juga harus mengurus si kecil Nadia. Mengantar jemput gadis kecil itu ke sekolah karena kondisi Mirna yang hamil besar dan sedang menunggu hari untuk bersalin. Setelah dari sekolah, Asmi harus kembali lagi ke toko.


Untunglah, Mirna mempekerjakan seorang lagi untuk membantu Asmi di Toko. Sehingga Asmi merasa sangat terbantukan dengan adanya seseorang yang membantunya di toko.


" mbak Asmi, barang yang baru datang langsung masuk ke gudang, kah? " Ali, bocah remaja lulusan SMA yang baru beberapa hari bekerja di toko Mirna itu bertanya pada Asmi yang sedang asyik menghitung belanjaan pembeli.


" Iya, dek. Langsung masuk gudang aja.Jangan lupa tanda terimanya." kata Asmi mengingatkan.


" Oke, mbak! " jawab Ali.


Bocah remaja itu dengan cekatan memasukkan barang - barang yang baru datang ke dalam gudang. Lalu membuat tanda terima barang dari agen penyalur sebagai bukti bahwa barang telah sampai ke pemesan.


" Sibuk ya, dek? " sebuah suara menghentikan gerakan Asmi yang sibuk melayani pembeli toko.


" Oh, Mas Wira. Tumben! " sapa Asmi ramah.


Lelaki ganteng berkulit sawo matang itu tersenyum, menampilkan deretan gigi - gigi yang tersusun rapi.


" Iya, emang sengaja mampir. Mau ketemu sama dek Asmi. " jawabnya kalem.


" Ada apa ya, Mas. Sampai segitunya bela-belain datang ke sini? " tanya Asmi penasaran.


" oh nggak ada yang penting, dek. Mas cuma kangen aja. " jawab laki-laki itu.


Wajah Asmi bersemu merah mendengar ucapan Wira.


" mbak, pacarannya entar aja. Cepatan hitung belanjaan saya! " kata seorang pembeli yang sudah tidak sabaran menunggu.


Asmi tersipu malu mendengar ucapan pembeli tadi. Mungkin mereka berpikiran kalau Wira adalah pacar Asmi.


" permisi, Mas. Saya mau melayani pembeli dulu. "


" Iya, dek. Silahkan. maaf sudah mengganggu. " kata Wira.


Wira kemudian menyingkir dari hadapan Asmi, memberi ruang kepada pembeli untuk bisa di layani oleh Asmi.


Pukul 06.00 sore Asmi menutup toko dengan di bantu oleh Ali. Saat akan pulang, dilihatnya Wira yang berdiri di samping motor besarnya.

__ADS_1


" Mas Wira! Mas lagi ngapain di sini?" tanya Asmi


" Mas mau jemput kamu, dek" jawab Wira.


" Maaf , Mas. Tapi Asmi nggak pulang ke rumah. Asmi mau langsung ke rumah Mirna." kata Asmi pada Wira.


" Oh, kalau begitu, ayo Mas antar kamu ke rumah Mirna. " kata laki-laki itu, gigih.


" makasih, mas. Tapi saya takut merepotkan. " tolak Asmi halus.


"Nggak, Ayo naik.Biar mas antar!"


Asmi akhirnya terpaksa menerima tawaran Wira yang ingin mengantarnya ke rumah Mirna.


" Dek Mirna mau melahirkan, ya dek?" tanya Wira memecah keheningan di antara mereka.


" Iya, Mas. Tinggal nunggu hari." jawab Asmi.


" pantas saja, kamu nggak pulang ke rumah." kata Wira.


" Iya, tanggung juga, Mas. Pagi - pagi sekali harus ngantar nadia ke sekolah. " jawab Asmi.


" oh, gitu! " Motor yang mereka tumpangi sudah sampai di depan rumah Mirna. Asmi segera turun dan mengucapkan terima kasih pada Wira. Lelaki ganteng itu tersenyum manis.


" Mas nggak mau singgah dulu? " tawar Asmi.


" Waalaikumsalam, Hati-hati, Mas! " pesan Asmi. Motor Wira berlalu membelah senja yang kini sudah mulai menaiki malam.


Sementara itu, Pangeran Hasyeem kini sudah berada di gunung kahyangan. Awalnya dia kembali ke Bukit Malaikat untuk menemui ayahandanya Paduka yang mulia raja Haizzar. Namun sesampainya di sana, dia tak menemukan ayahandanya. Menurut pengawalnya, Raja Haizzar sudah kembali ke gunung Kahyangan. Karena itulah, Pangeran Hasyeem kemudian memutuskan untuk menyusul Ayahandanya Paduka Raja Haizzar ke Gunung Kahyangan.


Pangeran Hasyeem tahu pasti, saat ini ayahandanya itu sedang marah besar padanya. Namun dia merasa tidak takut saat menyadari hal itu, dia sudah siap dengan segala konsekuensi cintanya pada Asmi. Tekadnya sudah bulat untuk memilih Asmi sebagai pendamping hidupnya, walaupun apapun rintangannya, dia siap menghadapi.


Hanya satu hal yang dia takutkan adalah jika dia harus kehilangan Asmi, hal itu bisa - bisa membuat dia melakukan hal-hal yang di luar kesadaran. Cinta menang gila. Dan Hasyeem adalah salah satu yang tergila-gila dengan cinta. Cinta yang gila karena tidak memandang ras, Golongan, suku bangsa apalagi kasta....


Pangeran Hasyeem sudah sampai di gerbang masuk Istana Kahyangan. Beberapa pengawal menundukkan kepala mereka saat pangeran Hasyeem melintasi mereka. Pangeran Hasyeem menemui Raja Haizzar di ruang pribadi Raja jin yang menguasai gunung Kahyangan itu.


" Assalamu'alaikum, Ayahanda Paduka Raja Haizzar! " sapa pangeran Hasyeem pada ayahandanya.


" waalaikum salam, duduklah! " titah sang Raja.


Pangeran Hasyeem menatap ke sekelilingnya. Tampak ibundanya Ratu Kalina sedang duduk di atas peraduan sang Ayah. Pangeran Hasyeem menghaturkan sembah baktinya untuk sang ibu.


" Assalamu'alaikum, Bunda Ratu. " sapa Pangeran Hasyeem pada sang Bunda.


" Waalaikumsalam salam, Ananda Hasyeem. " jawab sang Bunda dengan lembut.


" Jelaskan padaku, apa yang aku lihat kemarin.! " titah Raja Haizzar dingin.

__ADS_1


Pangeran Hasyeem menghela nafas berat. Dia menjawab pertanyaan ayahandanya Raja Haizzar dengan suara pelan dan lembut seolah takut menyinggung perasaan Raja jin itu.


" Maafkan ananda yang telah mengecewakan ayahanda, tapi ananda sangat mencintainya."


" Tapi kamu sudah bertunangan dengan putri Azylla, Hasyeem!" kata Raja Haizzar.


" Benar, ayah. Tapi ananda tidak mencintainya ,...!"


" Cukup !!" bentak Ayahandanya.


" cinta bisa tumbuh seiring waktu saat kalian sudah bersama nanti. Aku tak mau tahu, kamu harus putus kan hubunganmu dengan manusia itu dan menikah dengan putri Azylla! atau... "


Paduka Raja Haizzar tidak meneruskan ucapannya, karena pangeran Hasyeem sudah berdiri tegang. Tubuhnya bergetar karena menahan amarah.


Kata - kata ayahandanya yang menyuruhnya untuk memutuskan wanita yang di cintainya, bagaikan sambaran pedang emas berhulu naga miliknya, yang langsung membelah hati dan perasaannya menjadi dua.


" Tidak, Aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak mencintai Putri Azylla. Aku tidak bisa menikahinya! " jawab pangeran Hasyeem.


" Kau harus mau, pangeran. Bagaimana pendapat keluarga putri Azylla, jika sampai kamu membatalkan pertunangan kalian hanya demi wanita dari bangsa manusia itu.! " bentak Raja Haizzar. Dia benar-benar murka.


Ibunda ratu Kalina menutup mulutnya, dia tak menyangka bahwa putranya benar-benar mencintai seorang wanita dari bangsa manusia.


" Bagaimana jika aku memaksa untuk menolak! " kata pangeran Hasyeem dengan marah.


" Maka kamu akan menanggung akibatnya. Aku akan pastikan kamu tidak akan dapat melihat wanita itu lagi! " jawab Raja Haizzar dengan murka.


Wajah Pangeran Hasyeem langsung di selimuti amarah dan juga kabut. Ancaman ayahandanya tidak main-main. Keselamatan wanita yang dia cintai menjadi taruhannya.


Tanpa berkata-kata lagi, Pangeran Hasyeem melangkah pergi meninggalkan kamar Paduka Raja Haizzar dengan penuh amarah.


" Pangeran Hasyeem, Kembali!! titah Paduka Raja Haizzar.


Namun pangeran tampan yang sudah di kuasai amarah itu tidak menghiraukan panggilan ayahandanya.


" Pengawal, tangkap pangeran Hasyeem!! " titah Raja Haizzar.


Segera puluhan pengawal istana mengepung pangeran Hasyeem yang sudah berjalan ke arah gerbang istana.


" Minggir kalian semua!! " bentak pangeran Hasyeem. Namun para pengawal itu tak bergeming. Mereka tetap mengepung pangeran muda yang sedang marah itu.


Pangeran Hasyeem menghunus pedangnya. Pertarungan pun tak terelakkan antara para pengawal raja Haizzar dengan pangeran Hasyeem putra mahkota kerajaan Jin Gunung Kahyangan.


Hanya dalam beberapa gebrakan saja, semua pengawal itu di buat terkapar tak berdaya.


Pangeran Hasyeem lalu melesat terbang melewati gerbang meninggalkan korban kemarahannya yang bergelimpangan tak berdaya.


Raja Haizzar mendengus marah.

__ADS_1


" Pengawal, cepat cari tahu tentang wanita dari bangsa manusia, yang menjadi kekasih pangeran Hasyeem, dan segera laporkan padaku!" titah Paduka Raja Haizzar.


__ADS_2