
__ADS_3
Kemudian para prajurit Majapahit itu segera mengurung Tumenggung Singha Wara dan empat orang prajurit Balasewu.
Serentak prajurit Majapahit menyerang enam orang itu, jumlah prajurit Majapahit sangat banyak.
Sesaat kemudian terjadi lah pertempuran yg tidak seimbang antara Tumenggung Singha Wara melawan prajurit Majapahit yg merupakan bekas bawahan nya.
" Heyaah, menyerah lah kakang Sigha Wara ,!" ucap Tumenggung Lirbaya.
" Hehh, mana sudi aku menyerah kepada seorang penjilat macam kau, Lirbaya," jawab Tumenggung Singha Wara.
Kemudian Tumenggung Lirbaya menyerang Tumenggung Singha Wara dengan pedang nya.
Tumenggung Singha Wara pun membalas serangan itu dengan pedang nya pula. Kedua Tumenggung itu terlibat pertarungan yg sengit.
Tumenggung Singha Wara harus melindungi anak dan istri nya jadi terdesak oleh serangan dari Tumenggung Lirbaya itu.
Demikian pula prajurit Balasewu, mereka terdesak hebat karena harus bertarung dengan puluhan lawan, beruntung mereka masih mampu menahan serangan itu di tambah lagi seluruh prajurit Balasewu kebal oleh senjata, sehingga walaupun telah berkali-kali senjata musuh berhasil menyentuh tubuh mereka, namun tidak terluka.
Disaat-saat yg genting itu, tiba-tiba muncul lah rombongan prajurit Balasewu yg di pimpin oleh Senopati Lembu Petala dan Arya bor bor.
Ketika kedatangan pasukan Balasewu, keadaan langsung berbalik, pasukan Majapahit yg di pimpin Tumenggung Lirbaya satu persatu tumbang, mereka menghadapi lawan yg benar-benar tangguh kali ini.
Dengan cepat Arya bor-bor mendekati Tumenggung singha wara dan istrinya, kemudian ia membawa ketiga orang itu segera menjauh meninggalkan tempat itu.
Melihat buruan nya berhasil melari kan diri ditambah lagi para prajurit nya telah banyak yg tewas Tumenggung Lirbaya segera memberi isyarat untuk menambah pasukan lagi.
Ketika pasukan Majapahit yg di bawah pimpinan Tumenggung Lirbaya itu tinggal setengah jumlah nya terdengar kembali derap kaki-kaki kuda dari pintu gerbang itu.
Dengan sigap dan cepat pasukan Balasewu ber gerak mundur, sambil terus memberi tekanan terhadap prajurit Majapahit itu, meski pasukan Balasewu bergerak mundur namun banyak prajurit Majapahit yg tewas akibat serangan dengan senjata-senjata rahasia yg sudah sangat-sangat terbiasa keluar dari pasukan Balasewu itu.
Pasukan Majapahit di bawah pimpinan Tumenggung Lirbaya tidak berani mengejar nya sampai pasukan tambahan tiba.
Setelah pasukan Majapahit itu tiba untuk membantu pasukan dari Tumenggung Lirbaya, pasukan Balasewu sudah berada agak jauh.
" Bagaimana adi Lirbaya, mereka harus segera kita tangkap, karena telah membuat kekacauan di Majapahit ini,!" kata Tumenggung Gangsar.
__ADS_1
" Tetapi mereka seperti nya bukan pasukan biasa kakang Gangsar,!" jawab Lirbaya.
" Hehh, ini kan masih wilayah Kota Raja, sehebat apapun pasukan itu pasti dapat di tumpas oleh pasukan Majapahit yg sangat banyak ini, kalau kita kalah kita bisa minta bantuan lagi seperti yg telah adi Lirbaya lakukan tadi,!" jelas Tumenggung Gangsar .
" Akan tetapi pasukan ku lebih dari setengah nya telah jadi mayat hanya dalam waktu yg singkat,!" kata Tumenggung Lirbaya yg telah melihat sendiri kemampuan prajurit yg menyerang mereka itu.
Namun Tumenggung Gangsar tidak mau peduli ia segera membawa pasukan nya itu mengejar prajurit Balasewu yg telah melari kan diri itu.
Terpaksa lah Tumenggung Lirbaya mengikuti di belakang nya.
Sementara itu, seorang Prajurit Majapahit melapor kan kejadian itu kepada Patih Kebo Mundira bahwa ada seorang tahanan yg tengah melari kan diri.
" Jadi si Singha Wara itu berhasil lolos keluar kotaraja ini, apa kerja kalian yg begitu banyak nya, menjaga satu orang pun kalian tidak sanggup,!" bentak Patih Kebo Mundira.
" Segera siap kan seribu Prajurit tangkap Singha Wara itu hidup atau mati, ia merupakan musuh yg sangat-sangat ber bahaya,!" ucap Patih Kebo Mundira lagi.
Di malam menjelang pagi itu, segera lah prajurit Majapahit itu yg berjumlah seribu orang keluar dari Istana Majapahit.
Patih Kebo Mundira amat mendendam kepada Tumenggung singha Wara sejak terjadi perang antara Majapahit melawan pandan Alas sewaktu di masa pemerintah an Sang Prabhu Rajasawardhana.
Keluar lah prajurit Majapahit itu dari Istana dengan di pimpin langsung oleh Sang Patih Pandan Alas itu.
Sedang kan prajurit Majapahit yg di pimpin oleh Tumenggung Gangsar dan Lirbaya ber hasil mendekati pasukan Pamotan, mereka di kejut kan serangan dari sisi kiri dan kanan pasukan Majapahit itu.
Terjadi lah kegaduhan di pasukan Majapahit yg di pimpin oleh Tumenggung Gangsar itu.
Mereka tidak menyangka mendapat kan serangan dari kedua sisi kiri dan kanan itu melalui serangan senjata-senjata rahasia, berupa pisau-pisau kecil dan sumpit.
Banyak korban yg jatuh dari pasukan Majapahit yg di pimpin oleh Tumenggung Gangsar itu. Belum habis keterkejutan dari pasukan Majapahit, tiba-tiba pasukan Balasewu yg berada di depan pasukan Majapahit itu balik kembali menyerang pasukan Majapahit itu.
Akhir nya pasukan Tumenggung Gangsar dan Lirbaya itu terjepit oleh pasukan Balasewu. Tumenggung Gangsar amat kesulitan menghadapi jepitan Pasukan khusus Balasewu itu.
Banyak korban yg jatuh dari pasukan Majapahit, ketika nasib pasukan Majapahit itu benar-benar di ujung tanduk,tiba-tiba dari kejauhan terdengar kembali derap kaki-kaki kuda, maka Pasukan khusus Balasewu dengan cepat ber gerak mundur mendekati dusun ter dekat itu.
Selamat lah pasukan Majapahit yg di pimpin oleh Tumenggung Gangsar itu, akan tetapi jumlah korban yg jatuh cukup banyak di pihak pasukan Majapahit ini.
__ADS_1
Tumenggung Gangsar hampir-hampir tidak mempercayai dengan yg di lihat nya sendiri dengan mata kepalanya sendiri.
Ia seolah-olah menghadapi pasukan siluman yg ber gerak begitu cepat baik ketika menyerang maupun ketika melari kan diri.
" Hahh, apa kata ku kakang Gangsar, kita hanya mengantar kan nyawa kalau mengejar mereka, sebaik nya kita tarik pulang pasukan kita ini ke dalam kota,!" ucap Tumenggung Lirbaya.
" Engkau memang benar adi Lirbaya, tetapi pasukan tambahan telah datang, biar kita minta pendapat mereka, apakah kita kejar terus atau kembali pulang ke kotaraja,!" jawab Tumenggung Gangsar yg ter lihat gusar.
Sesaat kemudian pasukan Majapahit yg di pimpin oleh Patih Kebo Mundira tiba yg segera menegur dua orang Tumenggung itu yaitu Tumenggung Gangsar dan Lirbaya.
" Hehh, apakah kalian telah ber hasil menangkap Singha Wara itu,?" tanya Patih Kebo Mundira.
" Ampun kan kami Gusti Patih, Kakang Singha Wara belum ber hasil kami tangkap ,!" jawab Tumenggung Lirbaya.
" Apa kerja kalian, aaahhh, kalian cuma meng habis kan nasi kerajaan Majapahit saja tanpa bisa ber buat sesuatu, ini kan wilayah Kotaraja jadi merupakan daerah kita, untuk menangkap se orang tikus saja kalian tidak sanggup,!" ucap Patih Kebo Mundira dengan geram nya men dengar tawanan nya berhasil lolos melari kan diri.
Tumenggung Gangsar sangat tidak senang men dengar ucapan Patih Kebo Mundira itu.
Ia kemudian berkata,
" Jumlah pasukan yg berhasil membawa lari Kakang Singha Wara itu cukup banyak, Gusti Patih,!" jelas Tumenggung Gangsar dengan raut muka tidak senang, beruntung masih belun terang sehingga wajah Tumenggung Majapahit itu tidak terlihat oleh Patih Kebo Mundira.
" Ahhh, alasan saja, kalian kan bisa minta tambahan pasukan lagi jika jumlah mereka terlalu banyak, sekarang gerak kan pasukan kalian , kejar terus Si Singha Wara itu, tangkap hidup atau mati,!" ter dengar perintah dari Patih Kebo Mundira.
Akhir nya pasukan Majapahit itu ber gerak kembali mengejar pasukan Balasewu yg sudah cukup jauh, bahkan ketika pasukan Majapahit itu berhasil mencapai dusun itu, pasukan Balasewu telah mendekati hutan tempat para prajurit Balasewu ber kemah.
Pasukan Majapahit itu terus mengejar hingga mendekati hutan tempat para prajurit Balasewu itu.
Mentari telah menunjuk kan wajah nya sehingga membuat pandangan para prajurit Balasewu bisa melihat dengan jelas kedatangan dari prajurit Majapahit yg cukup banyak itu.
" Bagaimana Bor, apakah Tumenggung singha Wara telah kau aman kan,?' tanya Lembu Petala kepada Arya bor bor.
" Sudah, bahkan beliau dan keluarga nya telah ku suruh lebih dahulu ke pamotan dengan di kawal Lima orang prajurit,!' jawab Arya bor bor.
" Bagus, tugas kita sekarang bisa kita tuju kan pada para prajurit Majapahit itu, memang jumlah mereka cukup banyak, nanti se andainya kita ter desak jangan memaksa kan diri, lebih baik kita mundur perlahan,!" jelas Senopati Lembu Petala.
__ADS_1
..................!!!!!!!!!!!!.................................
__ADS_2