BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.


__ADS_3

Memang peperangan kali ini adalah pe perangan yg menunjuk kan kekuatan, bahwa Majapahit di bawah kendali Prabhu Suraprabhawa ingin menunjuk kan bahwa Kotaraja Majapahit adalah kerajaan yg kuat jadi seluruh kadipaten yg berada di wilayah nya harus tunduk dan patuh kepada nya namun yg sangat di sayang kan bahwa Prabhu Suraprabhawa dalam mencapai ke kuasaan nya tidak melalui cara-cara yg baik menye babkan wilayah bawahan Majapahit banyak yg menentang nya, termasuk Pamotan.


Demi mem perkuat pasukan Pamotan bahkan Sang Adipati memanggil pulang adiknya yaitu Larasati dan Naja Pratanu.


Kedua nya baik Larasati dan Pratanu dapat di andal kan untuk menahan kekuatan dari kalangan per silatan.


Bahkan Sang Adipati Pamotan mengirim kan nawala ke gel gel untuk memintai tambahan pasukan dari Kerajaan itu, yg kemudian di setujui oleh Prabhu gel-gel.


Berangkat lah pasukan Pamotan dengan kekuatan Lima ribu prajurit dan di pimpin oleh Senopati ter baik nya Senopati Dyah Lembu Petala yg telah banyak mengenal asam garam nya dunia senjata.


Dengan langkah yg mantap ke lima ribu prajurit Pamotan itu terus berjalan mengarah ke utara seperti pesan dari Adipati Pamotan bahwa pasukan itu akan menyerang dari belakang pasukan Majapahit.


Sedang kan lima ratus orang prajurit khusus Balasewu berangkat belakang an karena tugas mereka mencegat pasukan Majapahit yg di kirim melalui tempuran dan menurut prajurit sandi Pamotan pasukan itu di berangkat kan setelah pasukan Majapahit hampir mencapai Kahuripan.


Kali ini pasukan khusus Balasewu hanya di pimpin oleh Rangga Rawelu dan Rangga Jumena karena Senopati Lembu Petala tengah membawa sendiri pasukan yg besar dari Pamotan.


Sementara Pasukan Kota Raja Majapahit telah men dekati per batasan Kota Raja Majapahit dengan Kahuripan.


Pasukan yg di pimpin oleh Patih Kebo Mundira telah mencapai perbatasan kadipaten Kahuripan. Pasukan yg besar dengan jumlah sepuluh ribu prajurit itu ber henti sejenak di bekas tempat ter bunuh nya Adipati Kahuripan itu.


Mereka nampak nya akan membuat landasan di tempat itu sebelum menyerang Kahuripan.


Oleh Patih Kebo Mundira kemudian di kirim lah seorang utusan ke kota kadipaten Kahuripan dengan sepucuk surat.


Prajurit itu segera memacu kudanya memasuki hutan kadipaten Kahuripan dan terus masuk ke arah gerbang kadipaten yg tidak nampak penjaga an yg ter lalu kuat.


Setelah melapor kepada prajurit jaga, utusan Patih Kebo Mundira terus menuju ke dalam Istana Kahuripan.


Di dalam istana sendiri , Adipati Kahuripan tengah di dampingi para petinggi kadipaten Kahuripan, dan setelah menjura hormat berkata lah prajurit Majapahit itu,


"Ampunkan hamba Gusti Adipati, hamba adalah utusan dari Majapahit yg ingin menyampaikan pesan dari Patih Kebo Mundira, !" ucap prajurit Majapahit itu.


" Oh ya, silah kan,!" jawab Adipati Kahuripan.

__ADS_1


Sambil beringsut maju prajurit Majapahit itu menyerah kan surat dari Patih Kebo Mundira.


Ketika di baca oleh Adipati Kahuripan itu pesan dari Patih Kebo Mundira berubah lah Air muka sang Adipati dengan geram ia ber kata,


" Kami tidak akan tunduk kepada Majapahit meski nyawa taruhan nya, sampai kan itu kepada junjungan mu dan satu hal lagi kami siap ber perang dengan Majapahit,!" ter dengar kata-kata dari Adipati Kahuripan.


Prajurit utusan Majapahit itu tidak berani menatap wajah Adipati Kahuripan segera ia pamit meninggal kan tempat itu.


Sekembali nya prajurit Majapahit ke perkemahan prajurit Majapahit segera memberi kan laporan nya,


" Ampun Gusti Patih, Adipati Kahuripan siap ber perang dengan kita, ia tetap tidak mau tunduk kepada Majapahit,!" ujar prajurit itu.


" Bagus, segera siap kan lima ribu prajurit, kita mulai ber gerak Tumenggung Surengrana, sisa pasukan kita biar lah menanti di sini,!" ucap Patih Kebo Mundira.


" Apakah tidak ter lalu jauh jarak nya Gusti Patih kita meninggal kan pasukan cadangan di sini,?" tanya Tumenggung Surengrana kepada Patih Kebo Mundira.


" Tidak, dan pasukan Kahuripan pun hanya sekira lima ribu prajurit, dengan di tambah pasukan dari kali brantas dan dari ujung galuh yg di pimpin oleh Bajak laut Dangsa Aras, Kahuripan tidak lebih satu hari, telah rata dengan tanah,!" jawab Patih Kebo Mundira.


" Pasukan dari kali brantas tentu segera mendarat jika kita telah menyerang Kahuripan, dan lagi pun mereka lebih cepat ber gerak nya dari kita karena melalui jalan air,!' jelas Patih Kebo Mundira menjawab pertanyaan dari Tumenggung Surengrana.


Akhir nya lima ribu prajurit Majapahit itu segera ber gerak mendekati benteng ibukota Kahuripan .


Namun semua per gerakan pasukan itu tetap di pantau oleh pasukan Kahuripan meski ter lihat Kahuripan tenang-tenang saja.


Sementara itu seribu prajurit dari gel gel telah pun ber layar menuju pelabuhan hujung galuh, dimana kawanan Rompak asal pesisir utara akan mendarat di sana guna membantu pasukan Majapahit yg telah menjanji kan memberi kan harta rampasan dari Kadipaten Kahuripan dan para wanita nya jika Majapahit bisa memenang kan melawan Kadipaten itu.


Dan tampak lah di kejauhan kapal-kapal yg ber bendera tengkorak tengah mendekati pelabuhan hujung galuh itu, sedang kan dari sisi kanan dari pelabuhan itu ter lihat kapal-kapal dari para prajurit gel-gel juga sudah mulai mendekat ke pelabuhan.


Karena memang pasukan dari gel gel di tugas kan untuk menghadang para Rompak pesisir utara itu yg telah di sewa oleh Patih Kebo Mundira untuk menaklukan Kahuripan.


Di lain tempat, pasukan khusus Balasewu yg berasal dari Pamotan tengah membuntuti pergerakan dari para prajurit Majapahit yg keluar dari Tempuran menuju Kahuripan melalui Kali brantas.


Sebelum pasukan Majapahit itu mencapai tempat yg sudah di tentu kan oleh Patih Kebo Mundira , maka Pasukan khusus Balasewu itu pun akan mencegat nya.

__ADS_1


Patih Kebo Mundira sendiri pun tengah menunggu prajurit penghubung guna mengetahui keberadaan dari pasukan yg ada di kali Brantas itu.


Namun setelah menunggu sehari pasukan itu belum muncul akhir nya Patih Kebo Mundira pun memerintah kan untuk mulai menyerang benteng Kota kadipaten Kahuripan .


Sementara banyak petinggi Majapahit yg merasa tindakan dari Patih Kebo Mundira itu ter lalu trburu-buru ter masuk beberapa Tumenggung yg ber pihak kepada Kahuripan seperti Tumenggung Gangsar dan Lirbaya.


Namun karena Patih Kebo Mundira adalah Senopati Agung nya kali ini ter paksa beberapa Tumenggung itu diam saja.


" Sekarang lah saat nya kita mulai menyerang benteng Kahuripan itu , upaya kan secepat nya kita bisa membuka gerbang itu,!' ter dengar perintah dari Patih Kebo Mundira.


Beberapa prajurit Majapahit tengah menyiap kan sebuah balok besar guna menghancur kan pintu gerbang Kadipaten Kahuripan di sebelah barat itu.


Segera lah pasukan Majapahit itu bergerak mendekati pintu gerbang Kadipaten Kahuripan yg sudah tertutup itu.


Begitu pasukan Majapahit ber gerak maju, meluncur lah ratusan anak-anak panah dari atas benteng itu membuat pasukan Majapahit jadi ter tahan, banyak prajurit Majapahit yg ter kena serangan anak-anak panah itu.


Sementara di balik benteng ber katalah, Arya bor-bor kepada Tumenggung singha ,


" Apakah pasukan Majapahit secara keseluruhan nya di bawa kemari ?' tanya nya.


" Seperti nya tidak, mungkin mereka meninggal kan pasukan nya di perbatasan, merasa bahwa kekuatan yg ini cukup untuk mengatasi Kahuripan,!" jawab Tumenggung Singha Wara.


" Bagaimana dengan siasat Tumenggung Singha Wara dengan menempat kan pasukan Kahuripan berada di luar memakai benteng pendem itu apakah tidak ter lalu membahaya kan,?'' tanya Arya bor-bor lagi.


" Tidak bahkan kita merasa di untung kan, seandai nya mereka berhasil mem buka pintu gerbang itu pun, pasukan kita yg di luar dapat segera memukul mereka dari belakang sehingga mereka akan ter jepit antara terus masuk atau kembali keluar, cuma yg aku khawatir kan adalah pasukan yg tersisa di per batasan itu, jika mereka mengetahui bahwa pasukan nya tengah terjepit tentu akan segera membantu nya,!" jelas Tumenggung Singha Wara.


" Dari para penghubung mengata kan bahwa pasukan Senopati Lembu Petala telah berada dekat dengan pasukan itu demikian pula pasukan Balasewu tengah mencegat pasukan Majapahit yg berada di kali Brantas,!" kata Arya bor-bor.


" Bagus kalau begitu berarti kita tinggal memusat kan perhatian dengan pasukan yg di pimpin oleh Patih Kebo Mundira itu,!" jelas Tumenggung Singha Wara.


" Berarti kita tidak terlalu memaksa kan diri untuk mem pertahan kan pintu gerbang itu,?" tanya Arya bor-bor.


" Ya, kita tidak usah ter lalu mempertahan kan pintu gerbang, jika mereka memang berhasil membuka nya silah kan saja mereka masuk ,!" kata Tumenggung singha wara lagi.

__ADS_1


__ADS_2