BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA
episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.


__ADS_3

Setelah pasukan Majapahit itu ber gerak mundur pasukan Pamotan dengan cepat berusaha kembali ke Pamotan karena tugas mereka kali ini bukan ber perang dengan Majapahit melain kan ber tugas menyelamat kan Tumenggung Singha Wara.


Senopati Lembu petala dan Arya bor-bor segera membawa keluar pasukan Balasewu dsri hutan itu dan kembali ke Pamotan.


Selama perjalanan kembali pasukan Balasewu tidak ter buru-buru seperti saat berangakat, mereka menjalan kan kuda-kudanya dengan perlahan.


Sementara di Kotaraja Majapahit sendiri, Patih Kebo Mundira sangat murka dan memarahi kedua Tumenggung Majapahit itu , Tumenggung Gangsar dan Lirbaya.


" Kalian telah ber bohong kepada ku, kalian kàta kan mereka telah kembali ter bukti mereka masih ada di tempat itu,!' ucap Patih Kebo Mundira dengan geram nya.


" Maaf kan kami Gusti Patih, ketika kami mendatangi tempat itu, pasukan itu memang tidak ada ter bukti, kami tidak mendapat kan serangan ,!" jawab Tumenggung Lirbaya.


" Atau kalian berdua ber sekongkol dengan mereka,!" ujar Patih Kebo Mundira masih dengan suara ber getar.


" Kalau kami ber sekongkol , mana mungkin prajurit kami banyak yg tewas, kita memang menghadapi pasukan siluman,!" ucap Tumenggung Gangsar ber alasan.


Patih Kebo Mundira itu pun mengiya kan ucapan Tumenggung Gangsar , tidak mungkin kedua senopati Majapahit itu ber sekongkol dengan pasukan musuh karena para prajurit dari kedua Tumenggung itu banyak yg tewas.


Akhir nya Patih Kebo Mundira agak reda kemarahan nya.


Dan mulai saat itu pasukan Balasewu di kenal sebagai pasukan siluman di Majapahit.


Adalah Tumenggung Gangsar dan Lirbaya sejak saat itu ber terima kasih kepada bekas Senopati nya yaitu Senopati Lembu petala dan mulai membenci Patih dari Pandan Alas.


" Adi Lirbaya , nampak nya jika terjadi benturan kekuatan antara kotaraja Majapahit di bawah kekuasaan Pandan Alas berhadapan dengan Pamotan, bisa di pasti kan Majapahit akan kalah,!" ucap Tumenggung Gangsar.


" Benar kakang Gangsar, lagian seperti nya kita lebih cocok dengan Pamotan mengingat Senopati Lembu petala berada di sana, yg hari ini telah menyelamat kan nyawa kita, apa jadi nya jika kita masuk ke dalam hutan itu tentu kita pulang tinggal nama saja,!" kata Tumenggung Lirbaya.


" Ya, yg di ucap kan Kakang Petala itu benar dan ia masih merasa kasihan dengan kita berbeda dengan Patih Kebo Mundira itu, yg tahu nya main perintah saja, begitu dia yg melakukan nya ia pun tidak mampu mengatasi nya,!" ungkap Tumenggung Gangsar.


Tumenggung Lirbaya pun mem benar kan, kedua Tumenggung Majapahit itu akhir nya berpihak kepada Pamotan meski tidak mereka tunjuk kan.


Dan kedua nya berusaha mencari dukungan kepada bekas prajurit Bhayangkara tersebut. Karena rata-rata bekas prajurit Bhayangkara di masa Prabhu Rajasawardhana telah menjadi orang-orang yg ber pengaruh di masa Prabhu Bhatara Purwawisesa.


Membuat Kotaraja Majapahit ter bagi menjadi dua, ada yg berpihak kepada Pandan Alas dan ada yang ber pihak ke pamotan.


Setelah se pekan atas mangkat nya Sang Prabhu Bhatara Purwawisesa itu yg telah membuat Geger Majapahit, akhir nya jasad sang Prabhu di kremasi dan di candi kan sebagai Wisnu.


Selang se pekan kemudian Penobatan Raja baru di Majapahit di lakukan.

__ADS_1


Adipati Pandan Alas yg di nobat kan jadi Raja Majapahit yg kesebelas dengan gelar abhiseka nya,


Shrie Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasuta Bhupati Ketubhuta.


Banyak Adipati yg tidak menghadiri penobatan Raja Majapahit yg ke sebelas itu termasuk Adipati Pamotan.


Sedang kan di Pamotan sendiri tengah menerima Kedatangan kembali pasukan Balasewu yg sukses menjalan kan tugas dalam misi penyelamatan Tumenggung Singha Wara.


Adipati Pamotan amat senang dengan ke berhasilan itu, ia menganugerahi para prajurit Majapahit itu dengan berbagai hadiah dan kenaikan pangkat.


Dalam sidang paseban di Kadipaten Pamotan, berkata lah Adipati Pamotan,


" Terima kasih Ku ucap kan kepada seluruh prajurit Pamotan dari kesatuan Balasewu, yg telah dua kali berhasil menjalan kan tugas dengan baik, pertama dalam membantu Kerajaan gel gel dan kedua dalam penyelamatan Paman Tumenggung Singha Wara, Aku secara pribadi masih sangat-sangat ber harap keberhasilan itu akan terus ber lanjut sampai kita mampu menaklukan kotaraja Majapahit yg sekarang ini di pimpin oleh Raja baru nya yg ter lalu memmenting kan diri pribadi, dan atas ke berhasilan kali ini, Pamotan akan memberikan hadiah dan kenaikan pangkat bagi para prajurit Balasewu,!" ter dengar Ucapan Sang Adipati Pamotan itu.


Suasana hening ketika Adipati ber bicara. Kemudian Pemimpin tertinggi Pamotan itu melanjut kan kata-kata nya lagi.


" Untuk menghadapi Kotaraja Majapahit sebaik nya kita menjalin kerjasama dengan Kahuripan , Daha, Tumapel, Kabalan dan Paguhan, karena kita tidak bisa hanya mengandal kan Pamotan saja yg berada di ujung dari negeri ini, jadi selayak nya kita akan memberi kan bantuan ke Kahuripan yg ber batas langsung dengan Kotaraja, jangan sampai Kahuripan jatuh ke tangan Prabhu Suraprabhawa itu,!" ucapan dari Adipati Pamotan lagi.


" Dan untuk menyiasati hal ini Aku akan mengirim kan beberapa Tumenggung, Rangga dan Lurah guna membantu Kahuripan di bawah kendali Nanda Adipati kahuripan yg masih sangat muda itu,!" ujar Adipati Pamotan.


" Apakah ada pendapat tentang hal ini, tentang pertentangan antara Pamotan dan Kotaraja,?" tanya Adipati Pamotan lagi.


" Ampun Gusti Adipati, sebaik nya setengah pasukan Balasewu di tempat kan di Kahuripan karena tampak nya Kota Raja akan melakukan serangan ke Kahuripan,!" ucap Senopati Lembu Petala.


" Ampun kan kami Gusti Adipati, apa tidak sebaik nya kita menjalin hubungan dengan wilayah barat, seperti Mataram, lasem dan Matahun, siapa tahu mereka sependapat dengan kita tentang di angkat nya Adipati Pandan Alas sebagai Raja di Majapahit,!" kata Rakryan Mantri Raka Swidak.


" Hemmhh, ada benar nya ucapan mu Rakryan Mantri, kita terlalu berpikir di wilayah timur dan selatan saja, sedang kan di wilayah utara dan barat belum kita jajaki,!" ter dengar kata-kata dari Adipati Pamotan itu.


" Dan untuk penjajakan ke arah utara dan barat bisa kita lakukan dengan dua cara, pertama dengan secara resmi Pamotan mengirim kan utusan yg kedua melalui dari para prajurit sandi yg di tugas kan ke sana,!" kata Rakryan Mantri Raka Swidak lagi.


" Apakah ada yg akan memberi kan usul lagi, supaya Pamotan bisa tampil sebagai Kadipaten yg tidak mudah untuk di takluk kan oleh Kotaraja Majapahit yg saat ini di pimpin oleh Prabhu Suraprabhawa itu, sungguh ia sampai hati mengorban kan Kangmas Prabhu Bhatara Purwawisesa yg merupakan menantu nya sendiri demi untuk dapat duduk di singgasana Majapahit, suatu cara yg sangat tidak tepuji,!" tanya Adipati Pamotan.


Nampak pemimpin Pamotan itu terdiam mendengar pertanyaan dari junjungan nya itu. Karena sebahagian besar pembesar Pamotan merasa tidak perlu untuk meminta bantuan dari kadipaten lain untuk mengatasi Kotaraja Majapahit, berbeda dengan Sang Adipati, ia memandang perlu menjalin kerjasama dengan seluruh kadipaten yg berada di tlatah Majapahit ini. Karena apabila kelak ia dapat menduduki istana, para pemimpin Kadipaten yg lain tentu akan mengakui nya ber beda dengan Adipati Pandan Alas, yg ber buat sendiri tanpa melibat kan Kadipaten lain sehingga kekuasaan nya atas Kerajaan Majapahit hanya sedikit . Karena pada umum nya kadipaten di tlatah Majapahit masih mengakui Trah Rajasawardhana yg menjadi pemimpin negeri itu.


Meski satu persatu keturunan dari Prabhu Rajasawardhana berhasil di habisi oieh Prabhu Suraprabhawa namun masih ada yg tersisa yaitu di Daha, Kahuripan dan Pamotan.


Sehingga secara langsung ketiga Adipati itu menentang penobatan Sang Prabhu Suraprabhawa itu.


Akhir nya sidang paseban di Kadipaten Pamotan berakhir dengan di setujui usulan dari Senopati Lembu Petala dan Rakryan Mantri Raka Swidak, bahwa Pamotan akan menjalin hubungan kerjasama dengan kadipaten yg menentang penobatan Adipati Pandan Alas sebagai Raja di Kerajaan Majapahit.

__ADS_1


Setelah keluar dari Istana Adipati Pamotan langsung menemui Tumenggung singha Wara dan keluarga di sebuah rumah yg di peruntuk kan kepada Adik dari ibunda Ratu Jayeswari itu.


Adipati Pamotan di dampingi oleh Arya bor-bor dan Senopati Lembu Petala.


Setelah sampai di kediaman Tumenggung singha Wara, bertanya lah sang Adipati,


" Apakah paman betah tinggal di Pamotan ini,?" tanya nya kepada Tumenggung singha wara itu.


" Ahhh, anakmas Adipati , sungguh aku merasa ber syukur karena punya keponakan yg masih mau mem perhati kanku si orang tua ini, jadi kalau di tanya soal betah atau tidak nya tergantung dengan keadaan, seperti saat di Kotaraja, Setelah mendengar bahwa Gusti Prabhu Bhatara Purwawisesa akan memberi kan kekuasaan nya kepada Adipati Pandan Alas, aku serasa tinggal di atas bara yg panas, dan ter bukti ketika kemudian menahan ku tanpa tuduhan yg jelas,!" jawab Tumenggung singha Wara.


" Sekarang paman Tumenggung sudah aman, nanti jika butuh atau memerlu kan sesuatu bisa ber tanya kepada Paman Petala atau Arya bor-bor, !" ujar Adipati Pamotan itu.


" Terima kasih anakmas Adipati,!' kata Tumenggung singha Wara.


" Paman Tumenggung sebenar nya akan Aku serahi tugas, dan paman bisa memilih, mau di tugas kan ke Kahuripan atau sebagai utusan Pamotan ke beberapa kadipaten di wilayah barat, karena sebenar nya Paman Tumenggung masih sangat cakap dalam memimpin kesatuan keprajuritan, termasuk prajurit teliksandi,!" kata Adipati Pamotan.


" Biar lah Aku di tugas kan di Kahuripan saja anakmas Adipati, karena angger Merta Wijaya masih butuh bimbingan si orang tua ini, untuk menghadapi serangan Kota Raja Majapahit itu,!" jawab Tumenggung singha Wara.


" Bagus, Paman Singha Wara nanti bisa bekerja sama dengan Arya bor-bor yg akan memimpin pasukan Balasewu untuk menahan serangan Prabhu Suraprabhawa atas Kahuripan,!" jelas Sang Adipati Pamotan.


" Sungguh anakmas Adipati telah berhasil membentuk suatu pasukan yg mumpuni dengan menghadir kan pasukan Balasewu itu, apa jadi nya jika Aku tidak di tolong mereka pasti sudah jadi mayat, dan gerakan mereka sangat-sangat cepat membuat pasukan Majapahit kewalahan, pemikiran siapakah kiranya sehingga terbentuk pasukan siluman itu,?" tanya Tumenggung Singha Wara kepada Wikala selaku Adipati Pamotan.


" Ahh Paman , paman mengingat kanku kembali dengan kenangan terindah bersama diajeng Ratu, pertama kali yg mempunyai pemikiran adalah aku dan kemudian di setujui oleh diajeng Ratu, sehingga terbentuk lah pasukan Balasewu itu yg di tangani langsung oleh Paman Petala dan Arya bor-bor, dan beberapa Rangga ,!" jawab Adipati Pamotan.


Ssmpai lama Adipati Pamotan itu berada di kediaman Tumenggung singha Wara, Sang Adipati ter kenang saat-saat membantu Tumenggung singha Wara menghadapi Mpu Thula yg hendak menculik Putri Ratna parangkawuni yg kemudian menjadi istri nya itu.


…………………………(((())))…………………………


note:


\*\*\*



Kabalan. \=. Malang



Paguhan. \= Blitar

__ADS_1



Matahun. \=. Bojonegoro


__ADS_2