
__ADS_3
" Memang demikian lah jika angkara murka merasuk di dada, baik dan buruk akibat yg di timbul kan dari perbuatan itu tidak akan di per masalah kan lagi, yg seharus menjaga jadi nya malah mengacau, yg seharus nya mengayomi malah membuat onar, tampak nya ke pemimpinan dari Prabhu Suraprabhawa di Majapahit ini harus di ganti, karena ketidak mampuan nya menjalan kan pemerintahan yg baik dan banyak timbul Kekacauan seperti ini,!" ungkap Demang Sindureja sambil menghela nafas.
" Benar Ki, jika Pemimpin yg tidak mampu mengayomi kawula nya, buat apa di per tahan kan, akan tetapi siapa yg berani menentang Sang Prabhu, yg merupakan utusan Sang Hyang Widhi wasa itu di bumi Majapahit ini,!" seru Lurah Sasra Bahu se olah ingin ber tanya kepada Ki Demang Sindureja.
" Ahh, Ki Lurah bisa saja, tentu dalam hal ini, orang yg pantas mengganti kan Sang Prabhu adalah yg mumpuni di segala bidang terutama dalam hal kadigjayaan dan kawisesan, dan yg paling penting adalah peduli terhadap rakyat kecil, seperti saat ini seharus Kotaraja Majapahit mem berikan bantuan bukan malah menghancur kan apa yg telah ada, di saat hampir seluruh wilayah kerajaan Majapahit di landa kekeringan dan gagal panen, malah Kotaraja berniat mem bumi hangus kan lumbung-lumbung padi, apa mereka tidak me mikir kan berapa banyak rakyat yg akan mati kelaparan,!" jelas Demang Sindureja
" Jadi menurut Ki Demang siapa yg pantas meng ganti kan Prabhu Suraprabhawa itu kalau menurut penilaian Ki Demang sendiri.,?" tanya Lurah Sasra Bahu.
" Kalau pendapat saya , yg pantas mengganti kan kedudukan dari Gusti Prabhu itu adalah Gusti Adipati Pamotan,!" jawab Ki Demang Sindureja.
" Alasan nya Ki, mengapa Ki Demang menyebut Gusti Adipati yg pantas mengganti kedudukan dari Gusti Prabhu Suraprabhawa itu, sedang kan masalah trah, Gusti Adipati Pamotan sendiri bukan Trah langsung dari Gusti Prabhu Rajasawardhana melain kan hanya seorang menantu, apa tidak lebih pantas Gusti Adipati Daha yg sebagai Raja Majapahit ini,?" tanya Lurah Sasra Bahu lagi.
" Seperti yg saya sebut kan tadi , yg jadi Pemimpin itu seorang yg mumpuni dalam hal kadigjayaan dan kawisesan, dan itu ter dapat pada diri Gusti Adipati Pamotan tidak pada yg lain ter masuk Gusti Adipati Kahuripan sendiri, karena telah banyak contoh yg di beri kan Gusti Adipati Pamotan itu seperti masalah ke prajuritan yg mampu membantu Kadipaten Kahuripan ini dari serangan pasukan kotaraja itu, dan saat ini pun ia masih mem berikan bantuan untuk mencegah ke sengsaraan rakyat akibat ke kurangan makanan dengan ikut menjaga keamanan bangsal perbekalan di wilayah kadipaten lain seperti di Kahuripan ini, dan yg seperti kita ketahui pun Kadipaten Daha telah di bantu oleh Pamotan sehingga para pengacau itu tidak bisa ber buat banyak, jadi sudah sangat-sangat pantas Gusti Adipati Pamotan yg berada di atas Singgasana Majapahit meski pun bukan Trah langsung dari Gusti Prabhu Rajasawardhana,!" jelas Ki Demang Sindureja.
Sampai pagi Lurah Sasra Bahu dan Demang Sindureja mengobrol, sedang kan Lurah Wiera Tantra masih sibuk dengan meronda di bantu para prajurit dan pengawal kademangan Sindureja.
Hampir dua hari Pasukan Kahuripan yg di pimpin oleh Lurah Sasra Bahu dan Lurah Wiera Tantra berada di kademangan Sindureja, baru setelah nya mereka kembali ke kota Kahuripan.
*******
Di Pamotan sendiri , Adipati Pamotan tengah menerima ke datangan para utusan dari ber bagai kadipaten, ter masuk juga utusan yg di kirim oleh Lurah prajurit Balasewu yaitu Lurah Sasra Bahu.
" Kali ini Kami selaku Adipati Pamotan mengucap kan terima kasih yg sebesar-besar nya atas kehadiran kalian semua, dan sangat senang atas kehadiran para utusan dari beberapa kadipaten yg berada di sebelah barat, jika ada yg perlu di sampai kan kami per silah kan,!" kata pembuka dari Adipati Pamotan itu.
" Mohon ampun sebelum nya Gusti Adipati, hamba prajurit dari Kahuripan yg di utus oleh Lurah prajurit Balasewu yaitu Lurah Sasra Bahu, ingin menyampai kan bahwa Lurah Sasra Bahu pada saat ini tengah mengejar para pengacau yg ber lari arah ke selatan ini, jadi menurut nya ada ke mungkinan mereka akan kemari,!' ucap Prajurit Kahuripan itu.
" Benar kah demikian prajurit,?" tanya Adipati Pamotan.
" Benar Gusti Adipati, oleh Lurah Sasra Bahu, di minta Pamotan ber siap-siap dengan segala kemungkinan,!" kata Prajurit Kahuripan itu.
Tidak berapa lama datang lah men dekat Senopati Lembu Petala kepada Adipati Pamotan itu, dan ia mem bisik kan sesuatu yg mem buat cerah Wajah sang Adipati.
" Rupa nya Lurah Sasra Bahu telah ber hasil mengalah kan para pengacau itu dan hanya menyisa kan pemimpin nya saja yg ter luka parah, sedang kan Kademangan Sindureja yg mereka sasar hanya men derita kerugian , satu lumbung padi nya yg ter bakar,!" ucap Adipati Pamotan itu.
Memang sebagai senopati Pamotan, Dyah Lembu Petala adalah Panglima ter tinggi di dalam kesatuan dari seluruh para prajurit Pamotan ter masuk juga para prajurit sandi nya,meski pun para prajurit sandi di beri cara khusus untuk menyampai kan secara langsung kepada Adipati Pamotan sebagai Pemimpin tertinggi di Pamotan itu, apabila hal yg ingin di sampai kan ber sifat khusus.
__ADS_1
Namun kalau hal yg umum, maka berita itu akan di terima oleh panglima dari Pamotan saja.
Demikian lah yg terjadi, ter nyata prajurit sandi Pamotan telah melapor kan tentang ke berhasilan dari Lurah prajurit Balasewu , Lurah Sasra Bahu , menumpas gerombolan pengacau di kademangan Sindureja meski pun pemimpin nya ber hasil melolos kan diri.
" Ampun kan hamba Gusti adipati, hamba adalah Tumenggung Sumalangu dari Kadipaten Tumapel, hamba melapor kan kepada Gusti Adipati bahwa Kadipaten Tumapel pun telah mereka datangi dan mem buat ke onaran, sehingga membuat beberapa Lumbung padi kami pun ter bakar, namun berkat kerja sama dengan Lurah Prajurit Balasewu yaitu Lurah Ranawa dan Lurah Warak Rimbangan, mereka ber hasil di tangkap,!" jelas Tumenggung Sumalangu dari Kadipaten Tumapel itu.
Kadipaten Tumapel ter masuk kadipaten penyangga Kotaraja Majapahit, karena ke dekatan nya dengan ibukota Majapahit itu.
" Benar kah itu, Tumenggung Sumalangu,?" tanya Adipati Pamotan.
" Benar Gusti Adipati, pemimpin dari pengacau itu adalah Tumenggung Lirbaya yg mampu di kalah kan oleh Lurah Ranawa, dan ia ber hasil di tangkap setelah menyata kan menyerah dan dari nyalah di peroleh keterangan bahwa dalang dari kerusuhan itu adalah Pangeran Mahisa Dara, yg merupa kan menantu dari Sang Prabhu sendiri,!" jelas Tumenggung Sumalangu lagi.
" Keterlaluan, apa yg ada di kepala dari Mahisa Dara, di tengah rakyat Majapahit kesulitan untuk makan, ia se enak nya saja membakari padi-padi yg berada di dalam lumbung itu,!" tukas Adipati Pamotan dengan geram nya.
Sejenak keadaan di dalam balairung istana Kadipaten Pamotan itu hening, tidak ada yg berani membuka suara.
Setelah beberapa saat ber lalu, kemudian Patih Sengguruh ber ujar,
" Memang suudah selayak nya , Pamotan menyata kan perang terbuka dengan Kotaraja Majapahit, Gusti Adipati,!" seru nya me mecah keheningan itu.
" Apakah kita merasa malu, di saat keadaan yg sulit, di saat banyak nya rakyat yg mati kelaparan, kita malah menambah ke sengsaraan mereka dengan melakukan pe perangan,!' ungkap Adipati Pamotan Sang Bhre Kertabhumi itu.
" Akan tetapi jika di biar kan ber larut-larut, kehidupan rakyat Majapahit akan semakin parah akibat ketidak becusan dari pemimpin nya, Gusti Adipati,,!" kata Patih Sengguruh lagi.
" Dan bagaimana dengan mu Paman Petala, apa pendapat paman dalam hal ini,?' tanya Adipati Pamotan Sang Bhre Kertabhumi kepada Senopati Lembu Petala.
" Ampun kan hamba Gusti Adipati, selaku seorang prajurit tentu kami ter utama hamba sendiri akan men jalan kan segala perintah Gusti Adipati, ter masuk masalah ini, tentu kami siap ber gerak jika di perintah kan,!" jawab Senopati Lembu Petala.
" Mumpung di sini ada utusan dari be berapa kadipaten, Kami ingin ber tanya kepada kalian semua tentang usulan untuk ber perang dengan Kotaraja Majapahit, kami minta pendapat nya dari Kadipaten Kabalan untuk pertama kali,!" kata Adipati Pamotan.
" Mohon ampun sebelum nya Gusti Adipati, hamba Tumenggung Paran Adijaya dari Kadipaten Kabalan, sebelum menjawab pertanyaan dari Gusti Adipati itu, izin kan lah untuk men jelas kan kejadian yg menimpa dari kadipaten kami,!" kata Tumenggung Paran Adijaya dari Kadipaten Kabalan itu.
" Ya,silah kan Tumenggung,!" kata Adipati Pamotan kepada Tumenggung Paran Adijaya.
' Hamba selaku utusan dari kadipaten kabalan mengucap kan banyak terima kasih atas bantuan yg telah di beri kan oleh Pamotan dengan mengirim kan prajurit Balasewu ny yg ber jumlah lima orang dan di pimpin oleh Lurah nya Lurah Jalasesa dan Lurah Bagatwana,karena kemampuan mereka maka kadipaten kami ter hindar dari kerusuhan yg d timbul kan oleh Tumenggung Wirana dari Majapahit itu, bahkan sang Tumenggung sendiri harus tewas ketika ber hadapan dengan Lurah Jalasesa,!" kata Tumenggung Paran Adijaya, sambil menarik nafas ia kemudian melanjut kan lagi.
__ADS_1
" Jadi kalau Gusti Adipati mem pertanya kan tentang pendapat dari kami terutama Gusti Adipati Kabalan sendiri, sangat setuju jika Pamotan ber perang dengan Kotaraja Majapahit itu, karena Kotaraja Majapahit saat ini tidak dalam ke pemimpin an yg ter baik, bahkan mungkin yg ter buruk,!" jelas Tumenggung Paran Adijaya.
" Bahkan Kabalan ber sedia menyiap kan per bekalan jika Pamotan menyerang Kotaraja Majapahit, demikian lah yg di kata kan oleh Gusti Adipati Kabalan untuk di sampai kan kepada Gusti Adipati Pamotan,!" sambung Tumenggung Paran Adijaya itu.
" Terima kasih kami ucap kan kepada kakang Kabalan atas perhatian dan bantuan nya itu,!" jawab Adipati Pamotan Sang Bhre Kertabhumi.
Kemudian ia melanjut kan pertanyaan lagi kepada utusan dari Paguhan,
" Kami minta pendapat nya dari Kadipaten Paguhan tentang per tentang an antara kotaraja Majapahit dengan Pamotan ini,?" tanya Adipati Pamotan itu.
" Ampun kan hamba Gusti Adipati, per kenal kan hamba adalah Rangga Wirasetra dari Paguhan, dan menurut Gusti Adipati Paguhan sudah sewajar nya tindakan sewenang-wenang dari Kotaraja Majapahit itu di henti kan, karena meskipun kota kadipaten Paguhan tidak mendapati kerusuhan akan tetapi beberapa kademangan yg ber batas dengan Daha dan Kabalan serta Tumapel banyak menjadi korban, Gusti Adipati Paguhan ber harap kepada Gusti Adipati Pamotan mau memimpin pasukan untuk menyerang Kotaraja Majapahit itu,!'' jawab Rangga Wirasetra.
Sebelum Adipati Pamotan ber tanya lagi, utusan dari Kadipaten Pawanuan langsung menjura hormat dan ber kata,
" Ampun kan hamba Gusti Adipati, sebelum nya kenal kanlah nama hamba adalah Tumenggung Sanga dari Kadipaten Pawanuan, di sini hamba mewakili Adipati Pawanuan menyata kan bahwa , Gusti Adipati Pamotan nampak nya kurang mem perhati kan nasib kadipaten kami, karena tidak ada nya utusan dari Pamotan yg datang ke Pawanuan, sehingga Gusti Adipati Pawanuan merasa seperti di tinggal kan oleh Pamotan ini,!" ungkap Tumenggung Sanga dari Pawanuan itu.
" Hahh, benar kah hal itu Tumenggung Sanga,?" tanya Adipati Pamotan yg heran mendapat kan keterangan dari Tumenggung Sanga.
" Benar Gusti Adipati,!" jawab Tumenggung Sanga.
" Bagai mana Paman Petala, apakah ke Pawanuan tidak di kirim utusan untuk menghadap Adipati Pawanuan,,?" tanya Adipati Pamotan kepada Senopati Lembu Petala.
" Benar Gusti Adipati, karena beberapa pertimbangan keamanan , kadipaten Pawanuan nampak nya tidak akan di sentuh oleh tangan-tangan yg tidak ber tanggung jawab jadi kami mengalih kan ke Kadipaten Matahun yg lebih dekat dengan Kotaraja Majapahit dan Kota kadipaten Pandan Alas, jadi Kadipaten Matahun lebih layak mendapat kan perhatian ,!" jelas Senopati Lembu Petala.
" Maaf kan sebelum nya Tumenggung Sanga, karena keterbatasan Pamotan dalam hal keprajuritan, sehingga mungkin kami kurang mem perhati kan Pawanuan, namun sebenar nya kami tetap ingin ber sama dengan kadipaten Pawanuan dalam menghadapi Kotaraja Majapahit ini, jadi katakan lah kepada paman Adipati Pawanuan tidak ada niatan untuk melupakan Pawanuan,!" jelas Adipati Pamotan Sang Bhre Kertabhumi lagi.
" Dan sebagai per mohonan maaf kami, Pamotan akan mengirim kan utusan bersama Tumenggung Sanga saat nanti kembali, dan sekali sampai kan per mohonan maaf kami kepada Adipati Pawanuan,!" lanjut Adipati Pamotan.
Kemudian yg ter akhir utusan dari kadipaten Matahun yg letak nya di utara dari Kota Raja Majapahit itu.
" Ampun kan hamba Gusti Adipati, kami sangat ber terima kasih atas bantuan yg telah di beri kan kepada kami, kalau tidak mungkin kami akan sulit untuk menghadapi Kotaraja Majapahit yg saat ini telah di kuasai oleh menantu dari Prabhu Suraprabhawa itu setelah kematian dari Patih Kebo Mundira, kadipaten Matahun sasaran yg empuk bagi Kotaraja jika tidak di bantu oleh Pamotan, dan menurut pesan yg di sampai kan kepada kami oleh Adipati Matahun, bahwa Matahun mendukung sepenuh nya jika Pamotan menyerang Kotaraja Majapahit itu, dan pelabuhan tuban di siap kan sebagai landasan bagi armada laut Pamotan jika ingin menyerang Kotaraja!" jelas Tumenggung Jabung ampal.
" Baik lah kalau begitu, seluruh pendapat kalian akan kami per hati kan ter masuk dari Kadipaten Pawanuan tadi, dan nanti nya jika telah di ambil keputusan dari Pamotan ini, seluruh kadipaten akan kami hubungi kembali, untuk menindak lanjuti atas penyerangan ke kotaraja Majapahit ini,!" tutur Adipati Pamotan Sang Bhre Kertabhumi.
Memang Adipati Pamotan kurang enak untuk melakukan pe perangan di saat rakyat Majapahit tengah menghadapi bahaya kelaparan yg cukup panjang, hampir dua kali panen, gagal akibat hujan yg kurang .
__ADS_1
Tetapi seluruh kadipaten yg ber sahabat dengan Kadipaten Pamotan mendukung penyerangan itu guna meng henti kan tindakan ke sewenang-wenangan Pejabat Kotaraja Majapahit itu.
__ADS_2