
__ADS_3
Arya bor bor yg telah geram dengan sikap Patih Majapahit itu segera membentak nya,
" Hehh Kebo Gila, aku lah lawan mu,!" teriak nya.
Patih Majapahit itu pun segera melihat ke arah orang yg mem bentak nya itu.
" Ohh, cecunguk Pamotan ingin unjuk muka di hadapan ku,!" jawab Patih Kebo Mundira
" He, Kebo keblinger ,kau dan junjungan mu memang tidak tahu di untung masih Lumayan para keturunan Prabhu Rajasawardhana ber baik hati mem beri kalian tempat di Kotaraja Majapahit, jika mereka tidak memandang Prabhu Suraprabhawa itu sebagai paman mungkin tidak lebih satu hari kalian sudah tumpas,!" teriak Arya bor-bor dengan garang nya.
" Lakukan lah jika Trah Rajasawardhana itu sanggup, sedang melawan kami pun saat ini sudah kesulitan padahal dua Kadipaten telah ber gabung ,!" jawab Patih Kebo Mundira dengan sombong nya.
" Kau lihat saja siapa yg akan memenang kan peperangan ini, !" jelas Arya bor bor yg memutar golok besar nya seperti baling-baling.
Sementara itu Patih Kebo Mundira bersiap dengan tombak pendek nya, menunggu serangan dari senopati Arya bor bor.
" Hiyyaaaat,!" pekik an ter dengar keluar dari mulut Punggawa Kadipaten Pamotan itu , laksana terbang tubuh besar Arya bor-bor menerjang Patih Kebo Mundira dengan tebasan golok mengarah kepala.
Patih Majapahit itu sengaja menjajal tenaga dalam musuh nya itu dengan memapasi serangan Arya bor-bor melalui tombak nya.
" Traaannkk, " benturan kedua senjata itu beradu menimbul kan per cikan kembang api.
Arya bor-bor cukup kaget mengetahui lawan nya itu memilki tenaga dalam yg tinggi, tampak tubuh Patih Kebo Mundira kakak seperguruan dari Kebo Ndaru itu ter dorong surut lima langkah ke belakang.
Sementara Arya bor-bor harus mencelat mundur ke belakang dan menjejak kan kaki nya dengan enteng di tanah.
" Memang Patih Kebo Mundira tidak bisa di anggap enteng,!" pikir Arya bor-bor.
" *******, bedebah itu masih mampu menahan tenaga dalam ku, tubuh nya ternyata tidak apa-apa,!" gumam Patih kepercayaan dari Prabhu Suraprabhawa itu.
Setelah mengatur pernafasan nya lagi kembali Arya bor-bor menyerang,
" Heyaah,!" teriaknya.
__ADS_1
Kali ini Arya bor-bor mengincar dada dari Patih Kebo Mundira yg telah siap membalas serangan itu. Ketika tebasan golok dari Arya bor-bor mengarah ke dada lawan, Patih Kebo Mundira menarik tubuh nya ke belakang , serangan Arya bor-bor luput, namun serangan dari Patih Kebo Mundira itu yg tidak di sangka sangka dari Arya bor-bor.
Mata tombak yg ada di genggaman Patih Kebo Mundira mengarah ke dada Senopati andalan Pamotan itu,
" Dieeekh" ter dengar mata tombak itu mengenai dada Arya bor-bor.
Adalah Patih Kebo Mundira yg ter perangah, tombak nya tidak mampu menmbus dada lawan nya itu, ia sempat ter pana dan kesempatan itu tidak di sia sia kan oleh Arya bor bor, dengan telapak tangan kirinya menghantam dada Patih Kebo Mundira , Patih Majapahit itu sampai jatuh ter duduk dan itu tidak di sia sia kan oleh Senopati Pamotan itu dengan kecepatan yg tinggi tubuh Arya bor-bor memburu tubuh Patih Kebo Mundira yg masih dalam keadaan trt duduk ,
" Heyyaahh," teriak an dari senopati Arya bor bor.
Nyawa Patih Kebo Mundira di ujung tanduk, akan tetapi tiba-tiba,
" Trankk,!" bunyi benturan senjata Arya bor-bor dengan senjata lain yg memapaki tebasan mengarah ke leher Sang Patih Majapahit itu. Dan Kali ini benturan itu ternyata membuat genggaman tangan Arya bor-bor menjadi panas .
" Hehh, siapa kau berani turut campur urusan Ku,!" bentak Arya bor-bor setelah mendarat di tanah .
" Aku, Mpu Taranjana, dari padepokan kendeng,!" ucap orang tua yg sudah memutih seluruh rambut nya bahkan alis nya.
" Hehh ternyata engkau si orang tua yg telah bosan hidup karena berurusan dengan ku,,!" ucap Arya bor-bor yg sebenar nya agak jeri juga melihat lawan yg ada di hadapan nya itu.
Namun Senopati Arya bor bor segera bersiap melakukan serangan dengan meredam rasa takut nya terhadap lawan nya itu.
" Hiyyaaaat,!"
Serangan dari Arya bor-bor mengarah ke dada Mpu Taranjana itu. Namun begitu golok besar dari Senopati Pamotan itu akan berhasil menebas , secara sulit di ikuti oleh mata, tubuh Mpu Taranjana bergerak ke atas menghindari serangan itu.
Arya bor-bor sempat terperangah melihat kemampuan ilmu meringan kan tubuh lawan nya itu, dan oleh Mpu Taranjana segera membalas serangan dari Arya bor-bor dengan memukul kan tongkat nya ke belakang punggung dari Senopati Pamotan itu hingga membuat tubuh Arya ter jungkal jatuh.
Arya bor bor kemudian mencium cincin di jari Kirinya hingga ia memuntah kan darah kental kehitaman, rupanya pukulan dari Mpu Taranjana itu mengandung racun, sejenak Arya bor-bor mengarah kan tenaga dalam nya ke belakang pungggung nya yg ter kena pukulan tongkat dari Mpu Taranjana itu, sementara Mpu Taranjana tidak menyerang Senopati Pamotan itu
Ia malah ter kekeh melihat lawan nya sedang berusaha memulih kan luka dalam nya,
" He,he,he, cuma segitu kah kehebatan dari senopati Pamotan yg katanya digjaya, heh, Patih Kebo Mundira inikah manusia nya yg engkau takuti itu,?" tanyanya kepada Patih Kebo Mundira.
__ADS_1
" Bukan, Mpu, itu adalah salah satu punggawa nya, mungkin ia tidak berani hadir di sini,!' seru Patih Kebo Mundira.
" Jadi siapakah orang nya yg mem buat mu takut itu Mundira,?" tanya Mpu Taranjana lagi.
" Bukan nya takut tetapi aku memang mengingin kan kepala nya untuk adik ku Kebo Ndaru yg telah di bunuh nya itu,!" kata Patih Kebo Mundira lagi.
" Ahh kau Jangan ber alasan Mundira katakan saja engkau takut sehingga harus memanggil aku, dan siapakah orang nya,?" tanya Mpu Taranjana lagi.
" Ia adalah Adipati Pamotan, dan ia tidak berada di sini,!" jawab Patih Kebo Mundira.
" Namun yg Mpu Taranjana hadapi itu adalah punggawa kesayangan dari Adipati Pamotan itu, kalau Mpu ber hasil membunuh nya tentu Junjungan nya akan datang membalas kan nya,!" ucap Patih Kebo Mundira memanasi hati Mpu Taranjana.
Sementara itu setelah ter desak oleh pasukan Majapahit akhir nya, Tumenggung Singha Wara menyuruh pasukan Kahuripan yg di dalam untuk keluar membantu pasukan Arya bor-bor yg berada di luar dan mengakibat kan ke seimbangan peperangan terjadi.
Namun ketika ter lihat pasukan besar dari Pamotan yg di pimpin oleh Senopati Lembu Petala, Pasukan Majapahit nampak mulai ketakutan.
Akhir nya pasukan Pamotan di bawah senopati Lembu Petala menerjun kan diri di peperangan di depan pintu gerbang kota Kahuripan itu.
Nampak nya di dalam pasukan Pamotan ter lihat lah Naja Pratanu dan Larasati yg seperti nya baru tiba dan ber gabung dengan pasukan Pamotan itu.
" Cepat lah Mpu Taranjana habisi Senopati Pamotan itu sebelum musuh kita ber tambah banyak,!" ter dengar perintah dari Patih Kebo Mundira.
" Baik lah Mundira, akan segera ku habisi Senopati Pamotan itu, sesuai dengan permintaan mu,!" ujar Mpu Taranjana yg segera membuka telapak tangan nya yg mengarah ke tubuh Senopati Arya bor bor, sebuah cahaya terang meluncur dari telapak tangan itu.
" Dhuaarr,!" bunyi suara yg di hasil kan oleh serangan itu.
Akan tetapi Arya bor-bor sudah tidak berada di tempat, rupanya ketika Mpu Taranjana melontar kan pukulan nya tadi Senopati Pamotan itu mengemposi tubuh nya menghindari serangan itu.
Dan tiba-tiba,
" Heyyaahh, " teriak murid dari Wikala itu .
Ia menebas kan Golok nya yg besar itu mengarah leher Mpu Taranjana, melihat serangan yg cepat dan sulit untuk di hindari oleh Mpu Taranjana memapaki tebasan golok yg mengarah ke leher nya itu dengan tongkat nya.
__ADS_1
" Cheeezz,!" bunyi tongkat Mpu Taranjana yg putus jadi dua, rupanya Arya bor-bor memang mengerah kan segenap Tenaga dalam nya untuk menyerang musuh nya itu.
__ADS_2