
__ADS_3
Setelah berhasil mengalah kan armada laut Majapahit , pasukan Balasewu menerus kan perjalanan ke Kota Kahuripan dengan mengguna kan perahu rampasan.
Sedang kan pasukan induk Majapahit di gerbang kota telah pun dalam keadaan yg sangat sulit untuk keluar dari tekanan pasukan gabungan Pamotan dan Kahuripan.
Patih Kebo Mundira sudah pun terikat pertarungan dengan Naja Pratanu yg membawa dendam atas kematian guru nya Resi Begawan mahameru pun ber tempur habis-habisan, dendam yg menyala di dada seakan-akan tidak dapat di padam kan sebelum lawan nya itu tewas. Sementara Tumenggung kembar Rapala dan Rapada ingin membantu adik seperguruan nya itu tetapi di cegah oleh Larasati karena ia sendiri pun tidak di izin kan membantu suami nya itu.
" Patih Kebo Mundira , hutang nyawa harus di bayar dengan nyawa," ucap Naja Pratanu sambil mengacung kan pedang nya ke arah Patih Kebo Mundira.
" Hehh, kesalahan itu bukan kesalahan Ku tetapi kesalahan Paman Guru, tetapi kalau kau memang penasaran tetap ingin membunuh ku, silah kan jika engkau mampu,!" ujar Patih Kebo Mundira yg melihat tidak ada peluang lolos dari maut karena telah di kelilingi oleh para senopati pamotan.
Naja Pratanu menyerang dengan cepat mengarah kan pedang nya ke dada Patih Kebo Mundira.
Sementara Patih Kebo Mundira memiring kan tubuh nya menghindari serangan itu, seraya membalas serangan itu dengan menusuk kan tombak nya ke arah pinggang dari Naja Pratanu.
Adik ipar dari Adipati Pamotan itu segera melompat mundur dan mengemposi tubuh nya untuk kemudian melesat kembali menyerang dengan membabat kan pedang nya mengarah ke leher Patih Majapahit itu.
Kembali Patih Majapahit itu menunduk kan kepala nya menghindari tetapi serangan itu adalah tipuan karena kemudian Naja Pratanu memberi kan tendangan kaki kanan nya ke kepala Patih Kebo Mundira.
Patih Kebo Mundira tidak sempat untuk menghindar hanya mampu menahan tendangan itu dengan tangan kiri nya,
" Dieeekh,!" bunyi ter dengar, benturan antara kaki dari Naja Pratanu dengan tangan Patih Kebo Mundira.
Kedua surut dua langkah mundur ke belakang.
Ternyata kedua nya seimbang dalam hal tenaga dalam.
Namun karena Naja Pratanu memang berusia muda, maka dengan cepat kembali ia menyerang Patih Kebo Mundira, nampak nya Kecepatan dari Naja Pratanu semakin meningkat. Sehingga Patih Kebo Mundira harus tetap dalam posisi ber tahan.
Kedua senjata kembali beradu,
" Traaannkk,!" pijaran kembang api keluar dari beradu nya tombak Patih Kebo Mundira dengan pedang Naga geni milik dari Naja Pratanu.
Kali ini Patih Kebo Mundira ter dorong jauh sementara itu Naja Pratanu tetap pada tempat nya.
Rupa nya pengaruh dari Pedang Naga geni sangat besar.
__ADS_1
Melihat hal itu semangat Naja Pratanu ber tambah, ia telah menge trap kan Ajian Naga geni milik nya itu.
Sambil melompat menyerang dengan pedang di tangan kanan nya , tangan kiri nya segera melesat kan sebuah sinar ber warna merah terang,
" Aji Naga geni,!'' teriak Naja Pratanu.
Pukulan dari ajian Naga geni itu berhasil menyambar tubuh Patih Kebo Mundira hingga membuat jatuh tubuh dari Patih Majapahit itu.
Memang Patih Kebo masih mampu bangkit berdiri dan merapal ajian Waringin sungsang,
" Aji Waringin sungsang,!" teriak Patih Kebo Mundira sambil mengarah kan telapak tangan kirinya yg mengeluar kan selarik sinar ber warna kebiru-biruan dan mengarah ke tubuh Naja Pratanu.
Namun Naja Pratanu tidak menghindari tetapi menahan serangan itu dengan mengarah kan pukulan Naga geni nya menghantam ajian Waringin sungsang itu.
" Dhhuaaarrr,!" bunyi ledakan yg di timbul kan dari kedua ajian yg bertemu itu.
Naja Pratanu ter lempar tiga tombak ke belakang sementara Patih Kebo Mundira ter lontar sejauh lima tombak.
Namun kedua nya dengan cepat bangkit . Dan bersiap menyerang kembali.
" Heyyaahh, aji Naga geni,!" teriak Naja Pratanu.
" Ajian Waringin sungsang, hiyyyah,!"ucap Patih Kebo Mundira.
Kembali kedua ajian itu beradu.
Dan kali ini akibat yg di timbul kan membuat tubuh Patih Kebo Mundira sampai ter jungkal jatuh dan jauh ter lempar.
Sedang kan tubuh Naja Pratanu mendarat dengan ringan di tanah.
Walaupun jatuh ter jungkal Patih Kebo Mundira masih mampu ber diri.
Ia kemudian berusaha menyalur kan tenaga dalam nya untuk mengobati luka dalam nya akibat dari serangan Naja Pratanu itu.
Patih Kebo Mundira ber siap dengan mengerah kan segenap kekuatan untuk melawan musuh nya itu.
__ADS_1
" Hari ini aku akan mengadu jiwa dengan mu,!" ucap nya.
" Engkau harus mem bayar segala per buatan mu itu, telah ter lalu banyak kesalahan mu ter masuk sudah mem bunuh Adipati Kahuripan ini,!" kata Naja Pratanu
Naja Pratanu memusat kan seluruh nalar budi nya untuk mengerah kan tenaga dalam nya demi melancar kan serangan dengan ajian Naga geni milik nya itu.
Sementara itu peperangan antara Majapahit dengan pasukan gabungan dari Pamotan itu telah hampir usai dengan larinya para prajurit Majapahit yg ter sisa karena pasukan Balasewu yg ada di Kali Brantas telah turut mem bantu sehingga pasukan yg di pimpin oleh Tumenggung Surengrana berusaha kabur setelah ber hasil memukul mundur pasukan Kahuripan yg di dekat pintu gerbang yg di pimpin oleh Tumenggung singha Wara.
Namun nampak nya bekas Tumenggung Majapahit itu sengaja mem biar kan pasukan yg ter sisa dari Majapahit itu untuk melari kan diri dan mem berikan berita kekalahan pasukan Majapahit kepada Prabhu Suraprabhawa itu.
Kembali pada perang tanding antara Patih Kebo Mundira dan Naja Pratanu.
Setelah kedua nya ber siap maka Patih Kebo Mundira melepas kan ajian Waringin sungsang nya yg di lawan dengan ajian Naga geni milik dari Naja Pratanu itu.
Kembali benturan itu menimbul kan ledakan yg besar dan kuat menyebab kan kedua orang itu kembali ter lempar jauh dan jatuh, kali ini Patih Kebo Mundira agak lama baru bisa bangkit, sedang kan Naja Pratanu lebih cepat bangkit nya.
Melihat Patih Kebo Mundira berusaha bangkit lagi , Pratanu segera menyerang dengan pedang Naga geni nya.
Ia menebas kan pedang Naga geni nya tepat saat Patih Kebo Mundira berdiri dan muntah darah.
" Heyyaahh, ****** kau Patih Kebo Mundira,!" teriak Naja Pratanu.
Pedang Naga geni yg ber pamor ke merahan itu segera menebas kepala Patih Majapahit itu.
" Craaassshh,!" suara tebasan dari pedang Naga geni itu.
Sebenar nya Patih Kebo Mundira masih mampu memalang kan tombak pendek nya namun karena tenaga yg kuat dari tebasan itu membuat tombak itu putus pada landean nya dan terus mampir ke leher Patih Majapahit itu.
Dengan ter pisah nya kepala Patih Kebo Mundira ber akhir lah riwayat dari sepak terjang Patih Kebo Mundira itu yg telah banyak menelan korban. Ter masuk Adipati Kahuripan itu.
Secara keseluruhan perang itu di menang kan oleh pasukan gabungan Pamotan dan Kahuripan itu, hampir seluruh prajurit Majapahit tewas hanya sebahagian sedikit yg menyerah selebih nya melari kan diri kembali ke kotaraja Majapahit.
Sementara itu peperangan antara pasukan bajak laut yg di pimpin oleh Dangsa Aras melawan pasukan dari Kerajaan gel gel pun hampir ber akhir.
Keadaan pasukan Gel-gel benar-benar ter jepit di tambah lagi Bajak laut Dangsa Aras itu memang cukup sakti sehingga banyak prajurit gel-gel yg tewas di buatnya
__ADS_1
__ADS_2