BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat


__ADS_3

Setelah ke datangan pasukan pamotan itu, maka Wikala segera menyambut nyà, ke meriahan di ibukota Istana Timur itu tampak ramai.


Banyak para kawula yg mem perbincang kan atas kemenangan dari pasukan kadipaten pamotan itu menghadapi pasukan Kotaraja Majapahit.


Sementara di ruang dalam Istana sendiri, Wikala selaku Adipati Pamotan segera mem berikan kata sambutan nya, setelah sebelum nya di sambut di alun-alun kota Pamotan.


" Kepada seluruh pasukan Pamotan saya mengucap kan ribuan terima kasih karena telah mampu menyelesai kan tugas nya dengan baik, mungkin ke depan nya kita masih harus tetap ber perang dengan Kotaraja Majapahit,!' seru nya dari atas singgasana nya.


" Kepada Paman Petala, Arya bor bor, Paman Singha Wara , Tumenggung Rapada dan Rapala, Tumenggung Srengganu, Tumenggung Banyak Carit, para Rangga , para mapanji, dan para lurah serta prajurit seluruh nya, baik yg selamat maupun yg tewas , Pamotan mem beri kan pengharga an yg setinggi-tinggi nya, walaupun tidak dapat di balasi dengan hadiah namun jasa kalian tetap akan ter patri di pamotan ini, dan untuk langkah selanjut nya, saya selaku Adipati Pamotan ini ingin mendengar pendapat kalian tentang masa depan Pamotan ke depan,?" tanya nya kepada para petinggi kadipaten Pamotan itu.


Adalah Senopati Lembu Petala yg segera mengaju kan diri mem beri kan jawaban,


" Ampun kan hamba Gusti Adipati, sebaik nyalah Pamotan segera mem persiap kan pasukan untuk langsung menyerang Kotaraja Majapahit itu, karena di saat sekarang ini keadaan Kotaraja Majapahit benar-benar dalam keadaan lemah,!" kata Senopati Lembu Petala sambil menjura hormat.


Pendapat dari Senopati Lembu Petala itu segera di sambut oleh Patih Sengguruh yg tidak ikut ke Kahuripan dalam membantu kadipaten itu menahan serangan pasukan Majapahit.


" Ampun Gusti Adipati, kalau menurut hamba , Pamotan harus banyak mem pertimbangan kan kalau ingin langsung menyerang Kotaraja Majapahit itu, karena wilayah kadipaten Pamotan ter masuk di paling ujung dari negeri Majapahit ini, jadi kalau bisa jangan ter buru-buru untuk langsung menyerang Kotaraja Majapahit itu,!" ungkap Patih Sengguruh.

__ADS_1


" Maksud Paman Patih bagaimana ,?" tanya Adipati Pamotan itu.


" Ampun Gusti Adipati, maksud hamba , kita harus mem pertimbang kan daya tahan prajurit kita yg baru saja ber perang itu, jadi rasa-rasa nya mereka memerlu kan istrahat sebelum kembali ber perang, kedua persiapan per bekalan pasukan kita pun harus di perhitung kan sebelum menyerang Kotaraja Majapahit, karena tentu nya kita memerlu kan pasukan yg banyak, juga kebutuhan pangan nya pun cukup banyak sehingga kita memerlu kan persiapan yg matang untuk itu, di tambah lagi dari sisi ke jiwaan para prajurit yg terus menerus melakukan perjalanan dan peperangan akan membuat semangat mereka kendur di tambah lagi kita baru memenang kan peperangan, ada rasa kepercayaan diri yg ber lebihan nanti nya akan membuat prajurit kita malas malasan,!" jelas Patih Sengguruh lagi.


" Ampun kan hamba Gusti Adipati , hamba tidak sependapat dengan Paman Patih, karena saat ini Kotaraja telah lemah maka sebaik nya kita langsung menyerang Kotaraja jangan menunggu mereka bangkit kembali,!" ucap Tumenggung Srengganu yg masih agak muda itu sehingga jiwa nya masih meledak ledak.


Sementara itu Rakryan Mantri Raka Swidak yg juga sepantaran dengan Tumenggung Srengganu, berkata,


" Ampun Gusti Adipati, sebagai seorang Adipati sudah sepantas nya lah Kanjeng Gusti Adipati melihat sisi baik dan buruk nya jika langsung menyerang Kotaraja Majapahit, pertama Gusti Adipati harus mendapat kan dukungan dari beberapa kadipaten utama penyangga Kotaraja sebab Gusti Adipati memerlu kannnya sebagai landasan karena kadipaten Pamotan berada cukup jauh dari Kotaraja, kedua bahwa kawula alit pun perlu di per hati kan, jika terus menerus Pamotan ber perang ber dampak langsung akan keter sediaan nya bahan pangan sehingga bisa menyebab kan kelaparan dan kemiskinan akibat seluruh nya di kerah kan sebagai per bekalan dari para prajurit Pamotan yg akan ber perang, jadi kalau menurut hamba, sebaik nya kita, kadipaten Pamotan ini mem persiap kan ter lebih dahulu per bekalan dan penambahan prajurit untuk kemudian baru menyerang Kotaraja Majapahit itu, sehingga dampak yg di timbul kan oleh perang itu tidak terlalu mengganggu jalan nya kehidupan para warga, hamba masih teringat cerita orang tua hamba dahulu bagaimana sulit nya ketika perang dengan paregreg terjadi, banyak rakyat Majapahit yg kelaparan dan hutang Gusti Prabhu Wikrama wardhana yg cukup banyak kepada kaisar Tiongkok kala itu, sehingga Majapahit benar-benar dalam keadaan yg ter sulit saat itu, dan mudah mudahan itu tidak akan terjadi jika kita mem perhitung kannya dengan matang,!" jelas Rakryan Mantri Raka Swidak.


Para petinggi kadipaten Pamotan yg baru tiba dari Kahuripan itu seakan ter sentuh dengan ucapan dari Rakryan Mantri Raka Swidak, karena mereka lah yg se sungguh nya ber sikeras langsung menyerbu Kota Raja Majapahit, karena mendapat kan laporan dari ber bagai prajurit Sandi, Majapahit saat ini dalam keadaan sulit, bahkan ketika untuk mencari pengganti dari Patih Kebo Mundira yg telah tewas itu pun mereka belum bisa menentu kannya.


Arya bor-bor kemudian merangkap tangan nya dan berkata,


" Ampun kan Gusti Guru, saya sependapat dengan Patih Sengguruh dan Rakryan Mantri Raka Swidak, bahwa Pamotan harus mem persiap kan segala sesuatu nya sebelum menyerang Kotaraja Majapahit, di tambah lagi , kita perlu meng istrahat kan untuk beberapa saat bagi para prajurit Pamotan yg lumayan lama telah meninggal kan keluarga dan sanak kadang nya, sekaligus mem beri kan kesempatan untuk peningkatan kemampuan mereka, karena saya ber harap peperangan dengan Kotaraja Majapahit itu harus mampu kita menang kan dan di upaya kan tidak terlalu lama, jadi Pamotan harus benar-benar dalam kondisi ter baik nya dalam hal pasukan dan per bekalan nya, karena mengingat masih banyak kadipaten yg belum jelas ke berpihakan nya ,sebaik nya Gusti guru mem pertanya kan kembali sebagai landasan pasukan Pamotan kelak jika ber perang dengan Kotaraja,!" ungkap Arya bor-bor.


" Baik lah , atas pertimbangan yg telah kalian sampai kan maka Aku putus kan untuk sementara kita tidak melanjut kan penyerangan ke kotaraja Majapahit, karena kalau menurut ku, kita memang benar-benar harus mem persiap kan segala sesuatu nya, ter masuk pendapat beberapa kadipaten yg turut mendukung kita jika melakukan penyerangan ke kotaraja Majapahit, juga dengan sikap Kangmas Adipati Daha yg dalam hal ini merupakan keturunan langsung dari Ramanda Prabhu Rajasawardhana ,!" ujar Adipati Pamotan itu.

__ADS_1


Beberapa petinggi Pamotan senang mendengar keputusan itu, akan tetapi banyak juga yg kurang sependapat dengan keputusan itu ter masuk Senopati Lembu Petala.


Ketika sidang telah bubar, maka Senopati Lembu Petala men dekati Adipati Pamotan, dan mem pertanyakan keputusan yg telah di ambil,


" Gusti Adipati, apakah tidak sebaik nya kita langsung menyerang Kotaraja Majapahit itu, karena dari yg ku dengar , bahwa mereka masih kesulitan menentu kan Patih pengganti dari Patih Kebo Mundira, jadi mereka saat ini benar-benar lemah , Gusti Adipati,!" tukas nya .


" Sebenar nya Aku sependapat dengan Paman Petala, akan tetapi,...!" kata-kata dari Adipati Pamotan ter putus.


" Memang nya kenapa , Gusti Adipati, apa yg membuat Gusti Adipati menunda penyerangan itu,?" tanya Senopati Lembu Petala penasaran.


" Haahh, karena menurut dari berita yg Ku terima , memang sebaik nya kita menunda dahulu penyerangan itu, ada beberapa yg perlu kita persiap kan untuk mengalah kan Kotaraja Majapahit, bukan semata-mata kekuatan prajurit saja, tetapi banyak sebab yg mesti kita perhati kan, paman Petala,!" ungkap Adipati Pamotan itu.


" Jadi maksud Gusti Adipati, bahwa Gusti Adipati telah mendapat kan semacam wangsit begitu,?" tanya Senopati Lembu Petala lagi.


" Kata kan lah demikian atau se macam panggraita ku, yg menyebut kan demikian, bahwa kita mesti ber sabar dalam hal ini, ter masuk paman Petala, Aku ber harap Paman tidak ter lalu ter bawa perasaan dengan sikap ku ini karena sejujur nya, Aku pun ingin segera membuat Majapahit ini tegak ber diri dengan kemampuan dari Raja nya yg di patuhi oleh seluruh wilayah bawahan nya,!'' jelas Adipati Pamotan itu.


" Jika memang itu alasan nya, saya hanya mampu mengikuti saja karena segala sesuatu nya tergantung dengan keputusan dari Gusti Adipati, kami sebagai prajurit siap menjalan kan perintah kapan pun itu , " ucap Senopati Lembu Petala.

__ADS_1


" Terima kasih Paman Petala atas pengertian nya, yg penting bagi Paman Petala saat ini adalah meningkat kemampuan, prajurit sandi untuk mengetahui keadaan Kotaraja dan beberapa kadipaten yg masih setia, peran dari prajurit sandi saat ini benar-benar di butuh kan karena apa pun itu, per gerakan pasukan kita ter gantung dari laporan mereka, ter masuk ke berhasilan kita kali ini pun hasil dari para prajurit sandi pamotan, sampai kan kepada mereka bahwa Aku amat ber terima kasih dengan segala upaya mereka untuk menegak kan Pamotan ini, dan jika mereka ingin ber temu langsung dengan ku, Aku akan menerima mereka dengan senang, di mana pun itu,!" jelas Wikala Sang Adipati Pamotan itu.


" Sendika dawuh Gusti Adipati, semua perintah Gusti Adipati akan saya jalan kan,!" kata Senopati Lembu Petala dan berlalu dari tempat itu.


__ADS_2