BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.


__ADS_3

Sementara pasukan Pamotan yg di pimpin oleh Senopati Lembu Petala tengah pun mendekati pasukan Majapahit yg berada di per batasan Kahuripan itu.


Menurut laporan prajurit sandi bahwa pasukan Majapahit yg di tinggal kan sebagai pasukan cadangan itu sekira lima ribu prajurit, jadi jumlah yg sama dengan prajurit Pamotan yg di Senopati I oleh Lembu Petala.


Bahkan masih menurut prajurit sandi kebanyakan para prajurit itu di bawah pimpinan para Senopati nya yg ber pihak kepada Pamotan seperti Tumenggung Gangsar dan Lirbaya.


Perlahan namun pasti pasukan Pamotan mulai melingkari pasukan Majapahit yg berada di ara-ara di tepi hutan. Nampak nya pasukan Pamotan membuat gelar Wulan tumanggal.


Pasukan Pamotan membentuk gelar bulan sabit dari arah belakang para prajurit Majapahit.


Dan ketika jarak nya sudah dekat ter dengar lah perintah Senopati Lembu Petala untuk menyerang, segera pasukan Pamotan keluar dari balik pepohonan menyerang per kemahan prajurit Majapahit itu.


Para prajurit Majapahit sangat terkejut akan serangan itu, mereka tidak menyangka akan di serang dari arah belakang di saat meraka memusat kan perhatian nya ke arah kota kadipaten Kahuripan.


Mendapat kan serangan yg mendadak membuat prajurit Majapahit tidak siap, apa lagi pasukan Pamotan saat itu di pimpin para Senopati ter baik nya, ada Tumenggung Rapada dan Rapala di sebelah kanan serta Tumenggung Srengganu di dampingi Tumenggung Banyak Carit di sebelah Kiri, sedang kan Senopati agung nya seorang bekas Bekel Bhayangkara dia lah Dyah Lembu Petala.


Pasukan Majapahit itu benar-benar kehilangan pemikiran untuk melawan pasukan itu. Pasukan Pamotan yg terus mendesak. , laksana air bah yg menerjang para prajurit Pamotan terus keluar menyerang dari balik gerumbul-gerumbul, membuat pasukan Majapahit panik.


Setelah banyak jatuh korban di pihak Majapahit , kemudian Senopati Lembu Petala ber teriak,


" Menyerah lah kalian wahai prajurit Majapahit, siapa yg menyerah pasti akan mendapat kan pengampunan dari junjungan kami,!"


" Behh , untuk apa kami menyerah kepada seorang pengkhianat macam kau" teriak Tumenggung Turangga yg berasal dari Pandan Alas.


" Mari kita hancur kan pasukan pengkhianat itu,!' teriak Tumenggung Turangga memberi isyarat kepada pasukan nya.


Kembali perang ber kecamuk, Tumenggung Turangga yg berada di sisi sebelah kiri pasukan Majapahit harus berhadapan dengan Tumenggung kembar dari Pamotan. Kedua Tumenggung kakak seperguruan dari Naja Pratanu melibat pasukan Tumenggung Turangga dengan cepat, sehingga mau tidak mau Tumenggung Turangga harus ber hadapan dengan Tumenggung Rapada maka terjadi lah perang senopati di sisi sebelah kanan pasukan Pamotan itu.


Sementara di sebelah kiri pasukan Pamotan yg di pimpin oleh Tumenggung Srengganu dan Banyak Carit segera berhadapan dengan Tumenggung Gangsar Dan Tumenggung Lirbaya.


Kedua Tumenggung itu segera menggerak kan pasukan nya untuk menarik pasukan Majapahit mundur,


seperti di ketahui kedua Tumenggung Majapahit itu masih memandang Senopati Lembu Petala sebagai bekas atasan nya itu di kesatuan Bhayangkara dahulu.


Melihat pasukan Majapahit yg di pimpin Tumenggung Gangsar dan Lirbaya mundur, murka lah Tumenggung Turangga.


" Hehh, kalian Prajurit pengecut mrngapa mundur , terus hadapi mereka, atau kalian ingin ber khianat,!" teriak Tumenggung Turangga.

__ADS_1


Tetapi ucapan dari Tumenggung Turangga itu segera di balas oleh Senopati Lembu Petala,


" Bagi yg masih menyayangi nyawa nya silahkan letakkan senjata, atau kalian semua di sini kami bantai semua nya,!' seru Senopati Pamotan itu.


Sedang kan keadaan pasukan Majapahit yg di pimpin oleh Tumenggung Turangga semakin ter desak , dan ketika sang Tumenggung nya sendiri yg harus ber hadapan dengan Tumenggung Rapada harus kerepotan ber kali kali patukan mata tombak Naga itu hampir menembus dada Tumenggung Majapahit itu.


Namun tandang dari Tumenggung Turangga patut di acungi jempol, meski satu persatu Prajurit nya tumbang di tambah lagi lawan yg di hadapi nya seorang yg tangguh tanggon, ia tetap berusaha melawan.


" Hehh kau , menyerah lah, pasti akan di ampuni oleh Adipati kami,!" ter dengar kata-kata dari Tumenggung Rapada sambil mengacung kan tombak nya.


" Sampai mati pun aku tak kan menyerah kepada Pamotan, apalagi kepada Adipati nya ,!" ucap Tumenggung Turangga dengan pedang ter hunus.


" Baik lah, mungkin engkau tidak melihat sebentar lagi prajuritmu akan habis dan tinggal engkau sendiri, lihat oleh mu secara keseluruhan perang ini,!' jelas Tumenggung Rapada.


Perkataan dari Tumenggung Rapada itu segera di ikuti oleh Tumenggung Rapada, ia melihat pasukan Majapahit telah kocar kacir karena di tinggal kan oleh Prajurit yg di pimpin Tumenggung Gangsar dan Lirbaya sehingga kekuatan pasukan Majapahit tinggal separoh, membuat pasukan Pamotan yg di pimpin oleh Tumenggung Srengganu, Tumenggung Banyak Carit dan Tumenggung Rapala dengan leluasa membantai pasukan Majapahit itu.


Melihat kenyataan yg di hadapi nya itu, Tumenggung Turangga kemudian berkata,


" Biar lah aku mati bersama mereka dari pada mnjadi pengkhianat,?" ucap nya lirih, ia kemudian memutar mutar pedang nya laksana baling-baling dan menyerang Tumenggung Rapada


Tumenggung Pamotan itu telah ber siap ketika telah dekat beradu lah kedua senjata itu.


" Traaannkk,!'


Tumenggung Turangga mencelat mundur, sedang kan Tumenggung Rapada mundur tiga langkah kebelakang,


" Hebat juga tenaga dalam Tumenggung Turangga ini,!" ber kata dalam hati Tumenggung Rapada.


Sedang kan Tumenggung dari Pandan Alas itu lebih ter kejut lagi, lawan yg di hadapi nya ternyata tidak terlalu merasakan serangan nya tadi.


Kembali Tumenggung Turangga melompat dan menebas kan pedang nya ke arah leher dari Tumenggung Rapada, dan Tumenggung Rapada tidak memapasi serangan itu dengan tombak nya melain kan memiring kan kepala nya menghindari serangan itu, namun setelah nya,


" Crebbzz,!" suara mata tombak Naga tirta itu mampir di dada Tumenggung Turangga hingga tembus ke belakang,


" Aaakkhh,!" pekik Tumenggung Turangga dan ambruk ke tanah.


Seketika prajurit Pamotan ber teriak,

__ADS_1


" Tumenggung Turangga tewas, Tumenggung Turangga tewas,!" demikian terdenngar suara di tempat peperangan itu.


Nyali Pasukan Majapahit makin menciut di tambah lagi jumlah pasukan mereka yg sudah sangat sedikit akibat dari Tumenggung Gangsar dan Lirbaya menyerah.


Akhir nya pasukan Majapahit ter sisa itu melarikan diri mengarah ke kota kadipaten Kahuripan ke induk pasukan Majapahit yg di pimpin oleh Patih Kebo Mundira.


Sementara itu di induk pasukan Majapahit yg di pimpin oleh Patih Kebo Mundira baru pun berhasil membuka gerbang kota dengan meng hancur kannya menggunakan sebuah balok besar, namun pasukan itu pun harus jatuh banyak korban akibat serangan dari atas tembok yg di lancar kan oleh pasukan Kahuripan.


Begitu gerbang kota kadipaten Kahuripan itu ter buka masuk lah pasukan Majapahit itu ke dalam kota Kahuripan akan tetapi langsung di sambut oleh pasukan Kahuripan yg di pimpin oleh Tumenggung singha Wara, sehingga pergerakan pasukan Majapahit itu tertahan di pintu gerbang.


Namun setelah Patih Kebo Mundira menerintah kan sebagian masuk dari atas gerbang dengan memanjat nya barulah pasukan yg berada di pintu gerbang itu perlahan masuk kembali karena pasukan Kahuripan harus membagi per hatian nya kepada para prajurit Majapahit yg berada di atas tembok.


Hampir separoh pasukan Majapahit itu telah berada di dalam, Patih Kebo Mundira di kejut kan oleh kedatangan pasukan Kahuripan yg berada di belakang nya yg di pimpin oleh Senopati Arya bor bor, pasukan itu langsung melancar kan serangan karena pasukan yg di bawa adalah pasukan khusus Balasewu yg cukup terlatih.


Dengan cepat pasukan Pamotan itu mendesak pasukan Majapahit, sehingga pasukan Majapahit ter jepit di pintu gerbang kota kadipaten Kahuripan.


Namun Patih Kebo Mundira yg di dampingi oleh Mpu Taranjana berhasil menahan serangan dari pasukan Pamotan yg di pimpin oleh Senopati nya Arya bor-bor.


Dengan cepat murid dari Mpu Taranjana melibat pasukan Balasewu, akhir nya pasukan yg di bawa oleh Arya bor bor itu ter tahan, tetapi pasukan Majapahit yg telah berada di dalam Kota Kahuripan per lahan-lahan ter desak keluar.


Peperangan kali ini nampak nya akan di menang kan oleh Kadipaten Kahuripan.


Tetapi tiba-tiba pasukan Majapahit yg melari kan diri dari perang di perbatasan itu datang membantu pasukan induk Majapahit dan keseimbang an berubah, Pasukan Pamotan yg berada di luar gerbang ter desak hebat karena ter jepit oleh pasukan Patih Kebo Mundira dan pasukan Majapahit yg datang dari perbatasan, salah seorang prajurit Majapahit melapor kan kejadiaan yg menimpa pasukan Majapahit yg berada di perbatasan kepada Patih Kebo Mundira, Patih Majapahit itu ter lihat berang.


" Haahh, kalian tidak berhasil menahan mereka,?" tanyanya kepada prajurit itu.


" Benar Gusti Patih, apa tidak sebaik nya kita mengundur kan diri, mengingat pasukan itu cukup banyak, dan tentu sebentar lagi akan sampai kemari,!" jelas Prajurit Majapahit itu.


" Akan tetapi sebelum mereka sampai kemari, kita habisi dahulu pasukan ini, sambil menunggu pasukan yg ada di kali Brantas, menurut laporan dari penghubung bahwa mereka sebentar lagi akan tiba,!" ucap Patih Kebo Mundira.


" Tetapi Gusti Patih, jika pasukan Pamotan itu tiba tentu kita akan kesulitan menahan nya,!" jawab prajurit itu.


" Ahh, kau jangan khawatir pasukan kita pasti mampu mengatasi nya,!" jelas Patih Kebo Mundira.


Kemudian Patih Kebo Mundira segera ikut menyerang Prajurit Pamotan, hingga banyak jatuh korban di pasukan Pamotan .


Melihat hal itu Arya bor-bor segera mendekati Patih Majapahit itu.

__ADS_1


__ADS_2